Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
Bayaran Hutang Budi


__ADS_3

"Apakah Kamu sudah baik-baik saja? Kalau perlu Kita bisa ke rumah sakit sekarang." Nikolai tampak khawatir saat Siera memutuskan untuk makan di meja makan, daripada di kamar seperti yang ditawarkannya


Siera tersenyum dan meminum segelas air putih yang ada di hadapannya.


"Sungguh, Saya sudah baik-baik saja. Terima kasih karena sudah membantu Saya. Saya juga minta maaf karena Saya pikir Saya sudah banyak merepotkan Anda."


"Sudahlah, jangan bicara formal seperti itu padaku. Aku sama sekali tidak pernah menganggap Kamu itu merepotkan karena membawamu ke sini adalah keinginanku sendiri. Siera, selama Aku bisa membantu Kamu maka Aku akan senang hati melakukannya," ucap Nikolai tersenyum.


Setelah Bibi Aisyah dan Nuga saat masih kecil, tak ada orang lain yang memperlakukannya seperti itu. Siera sama sekali tidak menyangka jika pria yang baru saja ia kenal bahkan saat ini merawat dirinya dengan baik.


Masih jelas diingatkannya bagaimana wajah Nikolai saat tertidur karena terlalu letih menjaganya. Hatinya terasa menghangat sekaligus merasakan nyeri, karena selalu saja orang lain yang lebih peduli kepadanya daripada keluarganya sendiri.


"Tapi, Aku hanya orang asing. Bagaimana kalau Aku ada niat jahat padamu?"


Pertanyaan yang baru saja dilontarkan oleh Sierra cukup memancing gelak tawa Nikolai. Pria itu tertawa terbahak-bahak sebelum akhirnya berhenti dan meminum segelas air.

__ADS_1


"Aku sama sekali tidak pernah menganggapmu orang asing. Lagi pula penjahat macam apa yang berkata seperti itu dan meminta untuk dicurigai?"


"Hah, terserah Kamu saja. Nanti setelah Aku mendapatkan gaji Aku akan membayar seluruh hutangku padamu, dari mulai biaya menumpang tinggal hingga pengobatan Aku," ucap Siera yang masih fokus dengan makanan yang tengah ia santap. Walaupun masih terasa pahit, namun gadis itu terus memaksa menelan seluruh makanan yang ia santap. Siera ingin lekas pulih agar tidak semakin menyusahkan Nikolai


"Apakah Kau berpikir jika Aku terlihat seperti orang yang membutuhkan uang? Aku sama sekali tidak membutuhkan hal yang seperti itu. Tapi, jika kamu ingin membalas budi dengan cara lain, maka Aku dengan senang hati akan menerimanya,"


"Cara lain?" Siera mengerutkan keningnya seraya menatap tajam pria yang sedari tadi terus menatapnya sambil tersenyum.


"Apakah Kamu bersedia menjadi pacarku? Tidak perlu langsung sungguh-sungguh, pacaran kontrak pun Aku tidak masalah, bagaimana?"


"Ini buat bayaranmu! Mulai sekarang tutup mulutmu, lupakan tentang kejadian malam itu, paham!"


Seorang wanita yang mengenakan Hoodie hitam itu terlihat mencurigakan, bersama seorang pria di sebuah gang kecil yang terletak di lokasi yang terkenal akan prostitusi dan hiburan malam.


Wanita itu menyerahkan sebuah amplop coklat berisikan beberapa lembar uang pecahan seratus ribuan sambil terus berusaha menutupi wajahnya.

__ADS_1


"Kok cuma segini? Janjinya, kan lebih!"


"Masih Ku bayar saja harusnya Kau masih bersyukur! Gara-gara anak buahmu yang tidak becus itu, sekarang Saya harus berada dalam masalah!" sahut wanita itu dengan sedikit meninggikan suaranya.


"Kalau Anda tidak mau berada dalam bahaya, seharusnya tidak melakukan perbuatan kriminal dong! Kalau seperti ini Saya yang rugi!"


Tanpa mengindahkan perkataan pria di hadapannya, wanita itu terus melirik ke kanan dan ke kiri. Sikapnya terlihat semakin aneh dan tak normal, seakan tengah mengkhawatirkan sesuatu.


Untuk ketiga kalinya, dia melihat arloji yang tengah dikenakannya dan kembali berkata, "Sudahlah, seharusnya itu cukup untuk dirimu sendiri. Sekarang Saya sudah tidak punya urusan lagi dengan Kalian!"


Dengan tergesa-gesa, wanita mencurigakan itu kembali berjalan menuju jalan utama. Lalu menaiki sebuah taksi yang sudah menunggu dirinya.


"Cepat! Saya harus flight satu jam lagi!" serunya kepada supir taksi.


"Baik, Non," jawab supir taksi tersebut seraya menganggukkan kepalanya, tersemat senyuman seringai yang bahkan tak disadari oleh wanita aneh yang menjadi penumpangnya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2