Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
JTD Bab 110


__ADS_3

Di Perusahaan Bayu. Nayla dan Sultan masih tertidur dengan pulas di sebuah sofa bad yang ada di depan meja kerja Bayu. Ibu dan anak ini tengah tertidur dengan posisi saling berpelukan dengan erat. Pemandangan yang begitu menyejukkan hati Bayu, meski kepalanya tengah ngebul dengan permintaan-permintaan nyeleneh Andre pada proyek yang digarap bersama dengannya.


Tok...tok...tok [Suara ketukan pintu].


Bayu yang mendengar suara ketukan pintu ruang kerjanya, segera mempersilahkan orang yang mengetuk pintu itu untuk masuk.


"Masuk!" Ucap Bayu yang masih dengan tatapannya yang fokus pada dokumen yang sedang ia pelajari.


Nathan datang dengan seorang wanita cantik berkacamata. Nathan berjalan perlahan ketika melihat Nayla dan Sultan tengah tertidur di atas sofa bad.


"Lepas sepatu high heels mu! Suara sepatu mu ini bisa membangunkan Nyonya dan putranya bangun. Mulai besok jangan pernah gunakan high heels ke perusahaan ini." Perintah Nathan dengan suara yang pelan namun begitu menohok wanita cantik berkaca mata besar ini.


Setelah melepaskan sepatunya wanita yang bernama Novi ini, mengikuti langkah Nathan yang menghampiri meja kerja Bayu.


"Selamat siang Tuan, saya bawakan sekertaris baru sesuai dengan pesanan Nyonya Nayla." Ucap Nathan yang tak juga memecahkan konsentrasi Bayu.


"Siapa namanya?" Tanya Nathan tanpa melihat keduanya, tatapannya masih tetap menatap dokumen yang ia baca saat ini.


"Novi Amelia Tuan," jawab Nathan.


"Kau sudah katakan padanya jika dia bekerja untuk istriku, dan hanya membantu pekerjaan ku layaknya seorang sekertaris?" Tanya Bayu lagi yang kali ini menatap keduanya dengan wajah datar dan dingin.


"Sudah Tuan," jawab Nathan lagi.


"Kalau begitu, persilahkan dirinya untuk langsung bekerja di ruangannya. Jangan membuang waktu yang berharganya di ruangan ini. Satu lagi ingatkan dia jangan masuk keruangan ini jika tidak memiliki kepentingan penting." Ucap Bayu pada Nathan.


"Baik Tuan," jawab Nathan dan juga Novi.


Setelah mengucapkan apa yang ia ingin katakan, Bayu kembali melanjutkan pekerjaannya. Melihat hal itu Nathan memerintah Novi untuk pergi meninggalkan ruang kerja Bayu yang nampak begitu berbeda dari ruang kerja seorang petinggi perusahaan pada umumnya.


Manik mata Novi sekilas memandangi seorang ibu dan anak yang tengah tertidur di sofa bad saat ia berjalan menuju pintu keluar.


"Istrinya sangat cantik, pantas saja jika suaminya sangat mencintainya. Aku tak yakin bisa menggoda suaminya itu nanti." Ucap Novi yang sudah merasa kalah sebelum berjuang.

__ADS_1


"Boleh saya duduk Tuan?" Tanya Nathan yang sudah menarik kursi yang ada di depan meja Bayu.


"Duduklah kau bua tamu yang harus ku persilahkan Nathan," jawab Bayu tanpa menatap wajahnya.


"Ada hal penting yang ingin saya sampaikan pada Anda Tuan," ucap Nathan yang membuat Bayu menghentikan aktivitasnya mempelajari dokumen kiriman Andre.


"Katakan! Hal penting apa yang ingin kau sampaikan Nathan." Ucap Bayu yang mempersilahkan Nathan untuk menyampaikan hal penting itu.


Bayu menyandarkan tubuh kekarnya ke sandaran kursi kebesarannya dan menatap Nathan dengan santainya.


"Miss Claudia, kabur dari penjara Tuan, dan Nyonya Linda berkata Anda harus berhati-hati karena sepertinya, wanita itu merencanakan sesuatu yang jahat pada keluarga Anda, terutama Nyonya Nayla." Ucap Nathan yang membuat Bayu mendekatkan tubuhnya ke arah meja.


"Kau tahu darimana informasi ini Nathan?" Tanya Bayu dengan wajah terkejutnya.


"Dari Nyonya Linda Tuan, pihak sipir penjara menghubungi saya, mengatakan jika Nyonya Linda ingin bicara dengan saya Tuan. Ternyata hal ini yang ingin dia bicarakan olehnya. Sepertinya dia telah berubah, dia juga mengatakan pada saya jika setelah bebas nanti dia akan kembali rujuk dengan mantan suaminya dan kembali tingga di desa. Ia berharap Anda tak menghapus dirinya dalam ingatan Sultan." Jawab Nathan panjang lebar.


"Lalu tindakan apa yang telah kamu ambil Nathan?" Tanya Bayu lagi. Ia bertanya dan juga sedang memikirkan perkataan Nathan mengenai mantan istrinya itu.


"Saya sudah menyewa beberapa bodyguard yang akan mengawal Anda dari jarak yang tak memancing kecurigaan orang Tuan," jawab Nathan yang membuat Bayu tersenyum mendengarnya.


*


*


*


Pagi hari di kediaman Bayu, seperti biasanya Nayla harus menyuapini bayi besarnya yang mulai sibuk ketika sudah bekerja sama dengan perusahaan Andre. Untuk sarapan sendiri saja ia tak sempat, karena Jimmy asisten laknat itu selalu meminta email di kirim di pagi hari, tepat pukul 06.30.


Melihat Papinya makan di suapi oleh Maminya, Sultan pun ikut-ikutan minta di suapi. Jadilah Nayla sibuk di pagi hari karena ulah dua manusia menyebalkan yang sengaja membalas dendam padanya. Siapa lagi dua manusia menyebalkan itu jika bukan calon besannya Andre dan Jimmy.


Bukannya tidak ikhlas melayani suami dan putranya, di dalam hati Nayla terus menggerutu melihat tingkah sibuk suaminya di pagi hari, bukan karena hal yang lain, tapi hal yang sama tentang permintaan Andre dan Jimmy yang tak pernah absen walau di hari libur sekali pun .


"Sial, akan aku balas semua permainan yang kalian buat untuk mengerjai aku dan suami ku." Gerutu Nayla saat memberi suapan terakhir pada suaminya.

__ADS_1


Tiba-tiba ide cemerlang datang untuk membalas kelakuan Jimmy dan Andre padanya. Nayla tersenyum senang melihat suaminya tengah sibuk menatap layar laptopnya.


"Pih, Mami izin pergi ya, mau pergi shopping sama geng baru Mami, Geng Rebeck." Ucap Nayla yang meminta izin pada suaminya.


"Geng Rebeck?" Bayu menghentikan aktivitasnya dan melihat penuh tanya pada Nayla yang sedang menyendok nasi goreng.


"Iya Geng Rebeck, Geng baru Mami yang isi istri-istri dari manusia dajal itu." Jawab Nayla yang memancing tawa Bayu.


Hahahaha.... [Bayu tertawa terbahak-bahak].


"Tidak ada nama yang lebih bagus dari itu apa Mih, kenapa harus namanya Rebeck?" Tanya Bayu yang masih tertawa.


"Biarin ini nama yang nyentrik dan gak akan ada yang niru. Boleh gak Pih?" Jawab Nayla yang kembali meminta izinnya.


"Boleh, tapi Sultan dibawa ya Mih, ingat kalau sudah punya buntut itu dibawa jangan ditinggal-tinggal di rumah cuma karena mau bersenang-senang sama teman sosialita kamu itu." Jawab Bayu yang selalu membuat Nayla tak lepas dari Sultan.


Jujur meskipun kondisi kepala istrinya saat ini terlihat plontos, tapi sama sekali tak mengurangi kecantikan alami Nayla. Bayu sangat takut Nayla di gaet pria lain, apalagi sang mantan kekasih istrinya masih sering mengirim pesan dan mengajak Nayla ketemuan.


"Ya pastilah anak Mami di bawa, kan calon mertuanya pengen ketemu sama anak Mami," balas Nayla yang membuat Bayu geleng-geleng.


"Anak Jessica belum lahir saja, kamu sudah jodoh-jodohkan dengan Sultan, ampun deh Mami." Gumam Bayu yang malah mendapat pukulan dari istrinya.


"Aisshhh si Papi, pantang ya Mami menjodoh-jodohkan anak Mami," bantah Nayla.


"Lah itu tadi kamu ngomongnya kan


menjurus keperjodohan."


"Ya gaklah, Mami itu cuma nerima pinangan Jessica sejak awal, Mami juga sudah terima loh Pih hantaran pinangan dia untuk Sultan. Papi tahu gak Sultan tuh senang loh mau dijadikan menantu sama Jessica hehehe."


"Apa?Mami nih ada-ada saja, Sultan masih piyik mana ngerti dia, ya pasti dia mau-mau saja, takut dia sama Mami bukan karena senang mau dijadiin menantu sama Jessica. Katakan pada Papi pasti Mami habis melorotin Jessica berdalih hantaran ya kan?"


"Tau aja si Pih hahahaha..." Jawab Nayla uang membuat Bayu tepuk jidat.

__ADS_1



__ADS_2