Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
JTD Bab 238


__ADS_3

Endah, jujur saja aku belum sepenuhnya mengikhlaskan dirimu yang mengakhiri hubungan kita saat itu. Aku belum sepenuhnya mampu melepas mu. Setiap hari yang kujalani, aku selalu terkenang tentangmu.


Tentang bagaimana dirimu yang pernah ada di sampingku. Menemani diriku, menghiasi hari-hariku dengan canda tawamu dan tingkah manja mu.


Dan bagaimana dirimu yang selalu menceritakan keluh kesahmu tentang keluargamu yang tak menerimamu.


Andai saja kedua orang tuaku menerima dirimu, mungkin saat ini kita sudah hidup bahagia. Dan bukan Jimmy yang menjadi suamimu tapi aku.


Bolehkah aku terus berjuang mendapatkan hatimu?


Tolong izinkan Aku untuk mengulang masa-masa indah kita dulu. Endah.


Anderson terlihat galau mendapatkan misi dari Tuan Charles Darwin, sang Daddy. Tak ia sangka sebelumnya. Jika ia akan bertemu dengan cinta lamanya. Endah.


Seharusnya sejak di pantai kemarin, Anderson sudah menculik Nayla atau pun Amel untuk kembali melakukan negosiasi mengenai Club malam milik kedua wanita muda ini.


Namun hal ini diurutkan Anderson, karena dia berada di titik di mana hal yang paling tersulit di dalam hidupnya, yaitu melakukan sesuatu kejahatan yang ada kaitannya dengan sang mantan Endah.


Anderson sengaja mematikan ponsel miliknya agar sang Daddy tidak dapat menghubunginya, begitu pula dengan anak buahnya yang ikut serta dengan dirinya. Ia juga minta untuk mereka mematikan ponsel milik mereka.


Setelah sebelumnya Anderson mengatakan jika ingin meminta perpanjangan waktu untuk melakukan misi yang diberikan oleh Daddynya.


"Bisa Lo berhenti menatap gue?" Tanya Endah dengan perasaan kesal.


"Kenapa? Tumben gue nggak boleh lihat lo?" Tanya Jessica yang melihat Endah berubah sikap menjadi sensitif.


"Gue nggak bisa konsentrasi kalau lu terus melihat gue dengan tatapan aneh macam itu." Jawab Endah dengan perasaan kesal.


Sebenarnya Endah tidak kesal pada Jessica, tapi kesal dengan sepasang mata yang ia kenali terus memperhatikan dirinya.

__ADS_1


"Tolong lanjutin masakan gue! Gue mau ketemu seseorang yang matanya pengen gue culek pakai pisau." Ucap Endah dengan emosi.


"Siapa?" Tanya Jessica yang menggenggam erat tangan Kakak perempuan yang ini.


"Anderson." Jawab Endah dengan suara pelannya.


Jessica langsung menutup mulutnya yang terbuka dengan kedua telapak tangannya. Ya, Jessica tahu siapa Anderson. Jessica juga mengenal baik pria bertubuh tegap yang baik hati itu.


Jessica akhirnya membiarkan Endah pergi meninggalkan dapur darurat mereka. Dengan sedikit berlari Endah menghampiri Anderson.


Brukk!!


Anderson terjatuh karena dorongan kasar dari Endah.


"Mau ngapain kamu di sini? Jangan ganggu aku lagi. Aku sudah memiliki keluarga. Simpan semua cinta bullshit kamu itu." Cecar Endah dengan emosional.


"Cintaku tidak bullshit hanya sikapku yang pengecut, tak bisa memperjuangkanmu di mata kedua orang tuaku."


"Aku ke sini bukan untuk dirimu, aku ke sini untuk menjalankan misi dari Daddy-mu. Aku punya sedikit urusan dengan kedua temanmu yang bernama Amel dan juga Nayla."


"Jangan coba-coba berani untuk sentuh mereka! Atau Aku akan menghabisi mu!" Ancam Endah sembari menunjuk-nunjuk wajah Anderson.


"Bagus jika kau memang ingin menghabisiku. Hidupku sudah terlalu hampa tanpamu. Sampai detik ini aku masih sendiri. Karena aku tak bisa melupakanmu, semua tentangmu." Balas Anderson yang membuat Endah memalingkan wajahnya.


"Kenapa kau memalingkan wajahmu? Apa kau masih memiliki perasaan yang sama seperti diriku? Aku ingin kembali memilikimu jika kau masih mencintaiku."


"Aku memalingkan wajahku bukan karena aku menghindar dari tatapan matamu, tapi karena aku merasa sangat kecewa pada pria seperti dirimu. Terlambat untuk kau kembali padaku, terlambat untuk keinginanmu memilikiku, karena perasaan cinta yang pernah aku milikku untukmu sudah tidak tersisa sedikitpun, yang ada saat ini hanya rasa benci dan muak melihat sosokmu yang ada di hadapanku saat ini." Jawab Endah berapi-api tepat di depan wajah Anderson.


Keduanya saling menatap satu sama lain, Anderson menatap dengan rasa penuh cinta dan Endah terus menatap Anderson dengan penuh kebencian.

__ADS_1


"Aku sangat mencintaimu, Endah. Aku tak ingin kau terluka apalagi sampai kehilangan nyawa. Jadi kumohon jangan ikut campur urusan keluargaku dengan Amel dan juga Nayla. Menyingkir lah, aku mohon!" Pinta Anderson sembari berusaha menyentuh tangan Endah untuk ia genggam.


Namun rupanya Endah sudah tak sudi lagi disentuh oleh pria di masa lalunya yang sudah sangat menyakitkan hatinya. Membiarkan dirinya terhina oleh kedua orang tua pria tersebut.


Bagi Endah pria macam Anderson sama sekali tidak bisa diandalkan di masa depan. Sebesar apapun cinta Anderson tetap saja akan sia-sia jika ia tak bisa membela Endah di mata kedua orang tuanya kala itu.


"Jadi musuh Nayla dan Amel saat ini adalah orang tua dari Anderson, Tuan Charles Darwin yang sangat materialistis dan serakah itu." Gumam Endah. Yang menatap tajam manik mata Anderson.


"Aku tidak peduli kau mencintaiku atau tidak. Aku tidak peduli aku akan mati di tangan keluargamu atau tidak. Yang Kau perlu tahu siapa pun yang mengganggu kedua sahabatku, itu pasti akan berurusan denganku dan juga keluargaku Adijaya." Balas Endah yang membanggakan jika dirinya adalah salah satu anggota keluarga Adijaya.


Anderson tersenyum miring. Ya, ia telah mengetahui jika Endah adalah Putri kandung dari Tuan Nico yang merupakan salah satu anak dari Tuan Abraham Adijaya. Yang artinya Endah adalah salah satu keponakan dari tuan Adam.


Tuan Adam sudah terang-terangan memberikan ancaman pada sang Daddy. Jika sampai mereka menyentuh anggota keluarga Adijaya dan Kusuma, dapat dipastikan seluruh usaha milik keluarga Charles Darwin akan diratakan dengan tanah.Begitu juga dengan anggota keluarganya yang akan dibinasakan oleh Tuan Adam yang terkenal kejam.


"Rupanya Jimmy sudah membuat Endah yang kukenal lemah kini menjadi wanita yang sangat kuat. Baiklah. Dengarkan baik-baik Endah. Sepertinya usiaku takkan lama lagi. Entah aku akan mati di tanganmu, atau mati di tangan pamanmu, atau bisa jadi mati di tangan kedua temanmu itu, atau bisa jadi aku mati di tangan suamimu, karena dia tahu betapa aku sangat mencintaimu, betapa aku sangat ingin merebutmu kembali dari tangannya. Betapa aku ingin memilikimu sebentar saja di dalam hidupku ini."


"Cih, sayangnya aku sangat tidak peduli dengan semua omong kosong mu barusan. Pergilah dan tata hidupmu! Seharusnya jika kau ingin bahagia, keluarlah dari zona nyamanmu bersama kedua orang tuamu itu. Kau bisa memulai hidupmu yang baru mencari cinta yang baru dan hapus bayang-bayang diriku di dalam hidupmu, seperti aku sudah menghapus dirimu di dalam hatiku." Ucap Endah yang langsung pergi meninggalkan Anderson.


Namun baru beberapa langkah kaki Endah melangkah. Anderson dari belakang langsung memeluk tubuh wanita yang sangat ia cintai ini.


"Lepaskan aku bodoh!" Petik Endah sembari terus mengikut tubuh Anderson yang terus memeluk erat dirinya.


"Tidak aku tidak akan melepaskanmu Aku ingin memelukmu sebentar saja." Balas Anderson yang terus memeluk erat tubuh wanita yang ia cintai.


Wanita yang tak mampu ia lupakan walau hanya sebentar saja. Bayangan wajah Endah selalu mengusik relung hatinya selama ini.


Sadar dirinya terkunci oleh tubuh kekar Anderson. Dengan menarik nafas kuat-kuat dan menghembuskannya dengan kasar. Endah langsung meneriakkan nama sang suami, yang ternyata sejak tadi sudah berada diantara mereka tanpa keduanya sadari.


"JIMMY!!" Pekik Endah.

__ADS_1


"Ya, Aku di sini sayang." Sahut Jimmy yang berjalan dengan santainya menghampiri istri dan pria yang sudah berani-beraninya memeluk wanita yang sudah menjadi istrinya.


"Lepaskan istriku sebelum aku mematahkan tanganmu!" Perintah Jimmy pada Anderson.


__ADS_2