
Tepat dua jam yang lalu sebelum Nayla dan Amel sadar. Bayu dan Hendra terlihat frustrasi di mansion Jimmy. Ya keduanya dipanggil Jimmy untuk berkumpul dan menunggu kabar anak buah Jimmy yang tengah melacak keberadaan Nayla dan juga Amel.
Disaat Bayu dan Hendra tengah frustrasi, Leon terus bertingkah menyebalkan. Berkali-kali Abang kesayangan Jessica ini malah menyarankan Bayu dan Hendra untuk siap-siap mencari calon istri baru. Rupanya dengan diculiknya Nayla dan Amel, Leon merasa senang seorang diri. Berbeda dengan Andre yang sudah memiliki pengalaman istrinya diculik. Ia terus berusaha menenangkan Bayu dan juga Hendra.
Sementara itu sepasang suami istri tengah bersiap dengan peralatan tembaknya.
"Berapa orang anak buah wanita itu, Pah?" Tanya Endah yang sudah mengetahui keberadaan kedua teman baiknya.
"Hanya dua Mah," jawab Jimmy sembari memakai rompi anti pelurunya yang di tutupi jaket tebalnya. Walaupun musuhnya hanya seekor cecak, Jimmy tetap bersiap untuk melindungi dirinya. Karena ia sadar saat ini dia sudah memiliki anak dan istri yang masih membutuhkan sosok dirinya.
"Berarti ada tiga orang Pah? Sedikit sekali."
"Iya, hanya sedikit tapi kita harus berjaga-jaga, Papa khawatir anak buahnya memiliki banyak teman di sana. Mami tahu sendiri solidaritaspara preman itu bisa kita acungi jempol."
"Ya-ya Pah. Mama tahu, tapi apa mereka bersenjata, Pah?"
"Papa tidak tahu Mah, sepertinya anak buahnya tidak bersenjata karena kedua anak buahnya itu cuma seorang preman kampung. Pekerjaan sehari-hari hanya sebagai kurir narkoba, tapi kita tidak bisa prediksi jika dia punya senjata rakitan bukan."
"Hemm... ok-lah." Jawab Endah yang juga sudah siap dengan perlengkapan yang sama.
Keduanya keluar kamar, berjalan menuruni anak tangga. Mendapati muka kusut Bayu dan juga Hendra, serta mendapati wajah konyol Leon. Melihat adiknya sudah bersiap seperti orang mau perang, Leon pun berdiri dan berjalan menghampiri Endah.
"Kamu mau kemana?" Tanya Leon sembari memegangi jaket tebal yang Endah kenakan.
"Mau melakukan misi penyelamatan." Jawab Endah tegas.
"Heh, tidak-tidak. Ganti pakaian mu. Kamu itu punya anak. Ini itu urusan laki-laki. Jangan ikut campur. Setidaknya kalau Jimmy gugur, anak-anak mu masih memilikimu." Seru Leon.
"Kau menyumpahi ku mati ya? Ah. Benar-benar kakak ipar paling menyebalkan kau ini." Ucap Jimmy yang tersinggung dengan perkataan Leon.
"Aku tidak menyumpahi mu, hanya bicara kemungkinan yang terjadi. Apa itu salah?" Sambung Leon Lagi. Ia selalu saja menganggap dirinya benar dan paling benar.
__ADS_1
"Salah. Apapun yang keluar dari mulut mu itu adalah kesalahan." Tukas Jimmy yang kesabarannya sudah hilang.
"Hei, apa kau bilang? Cari gara-gara kau ya Jim, jaga sopan santun mu, aku ini kakak ipar mu." Cerca Leon yang sudah membusungkan dadanya pada Jimmy. Seolah-olah mencari ribut dan ingin adu kekuatan.
"Hei, Bang Leon sudahlah. Tutuplah mulut mu itu! Sejak tadi kau terus mengoceh tiada henti. Apa kau sudah tertular dengan Nayla dan Amel hah? Menyebalkan dan menjengkelkan." Ucap Andre yang akhirnya bersuara. Tanpa sadar kata-kata yang Andre keluarkan memancing lirikan tajam dari Bayu maupun Hendra.
"Sorry!" Cicit Andre dengan senyum kakunya, ia merasa menyesal sidah berkata demikian. Ia terpancing bicara seperti itu karena ulah Leon yang sangat menyebalkan.
"Arghh... sudahlah. Kalian ini sangat cocok mengenakan rok. Mulut kalian itu melebihi mulut emak-emak julid diujung komplek sana." Seru Endah yang memilih pergi meninggalkan para lelaki di hadapannya.
Ia berjalan menuju mobil anti peluru milik sang suami yang jarang di gunakan. Langkah kaki jenjangnya di ikuti oleh langkah kelima pria yang ikut berjalan di belakangnya.
Sesampainya di gudang kosong yang sudah di netralisasi oleh anak buah Jimmy. Mereka pun keluar dari mobil, seorang pria bertubuh tinggi besar yang merupakan ketua kelompok geng Mafia yang dilibatkan oleh Jimmy, datang menghampiri Jimmy.
"Bos, target masih ada di dalam. Dua anak buah wanita itu ternyata, anak buah Joseph juga Bos. Joseph minta anak buahnya di serahkan hidup-hidup, agar dia sendiri yang mengeksekusinya." Ucap Kemal pada Jimmy.
"Hemm..." sahut Jimmy ambigu.
Ia tidak bisa menjanjikan bisa menyerahkan kedua anak buah Diana yang ternyata juga anak buah Joseph, ia malah menaruh rasa curiga pada Joseph. Bagaimana bisa anak buahnya bekerja dengan Diana?
"Apa maksud mu?" Tanya Diana yang tak mengerti maksud ucapan Nayla.
"Maksudku. Sebentar lagi akan ada malaikat pencabut nyawamu yang datang untuk menyelamatkan ku. Upsss salah, menyelamatkan calon menantunya yang ada di dalam rahimku, buah cintaku dengan Mas Bayu, Tante hahahaha..." jawab Nayla yang terus saja meledek Diana.
"Kau pikir akan ada yang menyelamatkan mu? Cih, tak akan ada orang yang bisa menemukan mu di sini. Asal kau tahu itu." Balas Diana.
"Oh ya," jawab Nayla yang tiba-tiba saja berdiri dari kursi duduknya.
Membuka ikatan tali adalah keahliannya. Karena sejak kecil ia sering di ikat oleh Hendra karena tidak bisa diam dan kabur-kaburan terus dari rumah.
"Bagaimana kau bisa---?" Tanya Diana dengan wajah terperangah tak percaya, begitu pula dengan kedua anak buah Diana.
__ADS_1
"Bisa dong Tante, jiwa ku terlalu muda dan tak mudah untuk kau ikat dan lenyapkan. Hahahaha..." jawab Nayla dengan tawa yang membuat gendang telinga semua orang terasa sakit.
Melihat Nayla terbebas Amel pun jadi memiliki keberanian untuk melepaskan dirinya. Dia pun ingat dengan cerita Endah, jika 5eman baiknya itu melompat dan membenturkan dirinya yang terikat ke dinding, guna melepaskan dirinya dari jeratan tali, dan Amel pun melakukannya.
"Iiiiyaaaaaa........."
Brakk! [Kursi yang Amel duduki pun hancur dan dia terbebas dari ikatan kursi yang membelenggunya].
Amel yang terbebas segera mengambil kayu patahan kursi yang ia duduki. Diana yang terperangah dengan aksi kedua wanita yang tak seperti perkiraanya pun tak siap mendapatkan serangan Amel secara tiba-tiba.
Ya, Amel menyerangnya tiba-tiba dengan berlari dan memghantam wajah Diana dengan potongan kayu yang ada di tangannya.
Brukk! [Tubuh Diana terjatuh bersimbah darah].
"Rasakan inilah balasan, karena sudah berani-beraninya memukul wajah sahabatku." Ucap Amel sembari menginjak leher Diana hingga ia berhenti bernafas.
Melihat bos mereka mati di tangan Amel. Kedua anak buah Diana terlihat ketakutan.
"Bang apa gue bilang kita salah nyulik orang." Ucap Jali yang sudah terkewer-kewer, ia tak bisa menahan rasa ingin buang air kecilnya karena saking merasa takut dengan kedua wanita di hadapannya.
"Nay, giliran lo!" Perintah Amel pada Nayla yang berada di dekat kedua anak buah Diana.
"Hai Abang-abang, makasih atas semburannya loh ah... Eneng jadi basah nih ahhh... Eneng mau kasih hadiah buat Abang-abang tamvan yang udah sembur Eneng ahhh.. Abang mau main cepet apa mau main lama bang, humm? Katanya rasanya ibu hamil itu lebih enak dari perawan loh Bang hummm... jadi gak sabar bikin Abang menjeritt..." Ucap Nayla dengan suara seksinya yang terus menggoda dengan goyangan tak senonohnya.
Di sudut gudang dimana Endah dan kelima hot papa berada. Bayu tengah mengeratkan gigi-guginya dan mengempalkan buku-buku jarinya, melihat kelakuan istrinya yang benar-benar membuatnya geram. Saat Bayu ingin berdiri memghentikan aksi Nayla. Tiba-tiba saja.
"Aaaaaaaa....." pekik kedua penjahat itu bersamaan dan Brukk mereka terjatuh mendapatkan tendangan maut dari Nayla.
"Ughhh sakit ya Bang? Hemmm enak ga sakitnya, tambah lagi ya?" Ucap Nayla yang sudah menginjak salah satu wajah penjahat itu.
"Kelamaan!" Ucap Amel yang langsung menghantam tengkuk kedua penjahat itu dengan kayu ditangannya secara bergantian.
__ADS_1
"Hendra, calon istrimu lebih sadis dari istriku." Ucap Jimmy yang melihat ekpresi wajah tak percaya Hendra melihat apa yang dilakukan Amel.
"Kayanya kau harus berpikir ulang untuk menikahi Amel, bayangkan kau yang ada di posisi mereka," ucap Leon memengaruhi Hendra.