
"Karena Dinda udah bikin gue kesal jangan harap gue akan diam, tunggu saja permainan gue dan akan gue lihat sampai sejauh mana nanti kamu mempertahankan rumah tanggamu," gumam Vika penuh dendam lalu menelpon tukang foto handal.
"Halo selamat siang?" sapa tukang foto.
"Selamat siang.. Saya membutuhkan jasa anda untuk edit poto saya, apakah bisa?" tanya Vika to the point.
"Tentu saja dengan senang hati akan saya bantu, kalau boleh tau dengan siapa saya berbincang?" tanya tukang foto ramah.
"Oke.. Saya Ika, saya mau kalau anda edit nya di depan saya langsung, apakah bisa?" tanya Vika.
"Bisa kak.. Sangat bisa, tapi anda harus sabar dan menunggu cukup lama," ucap tukang foto.
"Tidak masalah asalkan nanti hasilnya memuaskan," jawab Vika tak masalah.
"Baik kalau begitu, kebetulan besok jadwal saya kosong kalau anda ingin bertemu bisa di, lakukan besok hari dan di jam makan siang," ucap tukang foto antusias.
"Oke.. Gak masalah, untuk lokasinya akan saya kabari via chat, terima kasih," ucap Vika lalu mematikan panggilan.
Esok harinya Dinda dan tukang foto sudah bertemu di sebuah kafe hitz yang instagram-able,
"Selamat siang kak Ika," sapa tukang foto ramah.
"Siang.. Silahkan duduk, akan saya katakan apa tugas anda," perintah Vika lalu mereka duduk bersebrangan.
"Terima kasih," jawab tukang foto.
"Ini tugas anda, gabungkan dia foto ini seolah-olah sedang tidur bersama, apakah anda bisa?" tanya Vika sembari memberi foto.
"Ini gak bisa terjadi, sama saja pembohongan publik," tolak tukang foto.
"Kalau dengan ini apakah bisa? Saya butuh foto editan itu segera," ucap Vika sembari meletakkan amplop tebal di meja.
"Akan saya pikirkan, mengubah keseluruhan juga susah," ucap tukang foto memberitahu.
"Tidak apa," jawab Vika enteng.
"Yang terpenting fotonya jadi aja dulu setelah itu akan gue kirimkan ke rumah Ryan" gerutu Vika tersenyum smirk.
Sudah lebih dari 1 jam Vika menunggu tukang foto mengedit.. Rasa jenuh kini melanda nya.
"Mas gimana udah belom?" tanya Vika.
"Belum mbak," jawab tukang foto fokus mengedit.
"Lama amat sih mas ini udah satu jam," protes Vika.
__ADS_1
"Kan saya udah bilang mbak kalau mengubah semuanya itu butuh waktu lama.. Jadi sabar mbak," tegur tukang foto ketus.
"Berapa lama lagi?" tanya Vika ketus.
"Kurang lebih 1 jaman," jawab tukang foto.
"Apa? Edit gitu aja lama banget," protes Vika geram.
"Mbak edit foto juga butuh ketelitian dan ketrampilan, kalau asal edit nanti jatuhnya terlihat editannya.. Kalau mbaknya gak sabar lebih baik edit aja sendiri," gertak tukang foto.
"Hei.. Gue ini membayar mahal kenapa malah disuruh? Udah cepetan di buat," protes Vika.
"Makanya mbak lebih baik diam.. Lagian ya buat apa susah-susah edit gini, kan mbaknya bisa ajak langsung ke hotel atau apartemen terus berpose seperti yang mbak maksud," sindir tukang foto.
"Mana mau dia kayak gitu, dia bukan laki-laki sembarangan jadi susah merayunya," ucap Vika mendelik kesal.
"Ya kalau gak mau kenapa anda susah payah buat kayak gini?" tanya tukang foto kepo.
"Diam deh.. Tugasmu hanya edit sesuai request gue jadi jangan kepo," gertak Vika.
"Bilang aja cinta di tolak," ucap tukang foto lirih sambil tersenyum mengejek.
"Gue denger.. Jangan pancing emosi," gertak Vika lalu tukang foto seketika diam dan fokus mengedit tugasnya.
"Dasar.. Demi cinta sampai segitunya, kalau memang itu milikmu juga akan kembali padamu tanpa perlu susah payah gini, dasar wanita kalau udah bucin meresahkan," batin tukang foto terheran-heran.
Tak perlu menunggu dua jam, dalam waktu satu setengah jam pun foto yang di inginkan Vika sudah ada di tangan dan hasilnya memuaskan.
"Nih mbak hasilnya, gimana?" tanya tukang foto memperlihatkan hasilnya.
"Serius ini hasilnya?" tanya Vika tak percaya.
"Iya lah mbak kan daritadi hanya ada saya dan mbaknya aja," ucap tukang foto terlalu heran.
"Iya ya.. Gak percaya aja gue kalau hasilnya sebagus ini," ucap Vika kagum.
"Iya dong mbak.. Ada harga ada kualitas," jawab tukang foto angkuh.
"Dih narsis.." cibir Vika.
"Tugas saya udah selesai mbak dan saya meminta bayarannya," ucap tukang foto menodongkan tangan.
"Yaya bentar.. Baru aja kelar udah minta bayaran," protes Vika kesal lalu memberikan segepok uang dengan nominal 5 juta rupiah secara cash pada tukang foto.
"Ini kebanyakan mbak," ucap tukang foto tak enak hati.
__ADS_1
"Anggap aja bonus karena sudah membuat hasilnya sempurna," ucap Vika bahagia.
"Ok.. Senang bekerja sama dengan anda," jawab tukang foto mencium segepok uang lalu bergegas pergi.
"Gue gak mau berlama-lama memandang foto ini, bisa halu gue.. Lebih baik di cetak setelah itu kirimkan via ojek online," gumam Vika lalu pergi ke studio poto.
Setelah selesai mencetak foto editannya kini Vika segera mengirimkan via ojek online, ia sudah tidak sabar melihat bagaimana respon Dinda melihat pemandangan di foto itu.
"Mari kita lihat bagaimana respon darimu, semoga saja kalian beneran berkahir," gumam Vika tersenyum penuh kemenangan. Padahal tanpa di sadari nya kini Dinda berada di rumah ibunya dan hanya Ryan yang ada di rumah baru. Jadi usaha Vika sepertinya sia-sia saja.
"Paket.." teriak tukang ojek online dari luar rumah.
"Ya sebentar..." ucap Ryan dari dalam rumah lalu membuka pintu.
"Permisi pak ini ada paket untuk ibu Dinda Safitri," ucap petugas paket memberikan paketnya.
"Dari siapa mas?" tanya Ryan penasaran.
"Kurang tahu pak karena tidak tertera nama penerima," jawab petugas lalu Ryan memilih menerima paket sang istri.
"Yasudah makasih mas," jawab Ryan lalu petugasnya pergi dan Ryan menghubungi Dinda.
"Kenapa mas?" tanya Dinda ketus.
"Kamu memberitahu alamat rumah baru kita pada siapa sayang?" tanya Ryan.
"Ha? Gak ada tuh.." jawab Dinda kaget.
"Tadi ada kiriman paket untukmu, nih udah aku terima.. Coba kamu cek," ucap Ryan membuat Dinda kaget dan penasaran.
"Aku gak merasa pesan apapun mas lagian tidak ada yang tau selain keluargaku," jawab Dinda heran dan begitupun Ryan.
"Sudahlah lebih baik kamu kesini saja dan lihat isinya, jujur saja aku juga penasaran sayang," ucap Ryan lalu Dinda mengiyakan.
Sesampainya di rumah Dinda langsung membuka paket dan betapa terkejutnya dia dengan isi paket tersebut.
"MAS.. APA INI?" pekik Dinda marah.
"La apa sayang?" tanya Ryan tak mengerti.
"LIHAT DAN JELASKAN!!!" teriak Dinda sangat emosi.
"Astaga.. Ini gambar apaan? Jujur aku gak pernah melakukan ini sayang," tanya Ryan sangat terkejut.
"IMPOSSIBLE MAS.. JADI INI ALASANMU MENYURUHKU PULANG KARENA INGIN MENUNJUKKAN PAKET ISTIMEWA INI? IYA?? SOK-SOKAN GAK NGERTI SIAPA PENERIMANYA.." pekik Dinda emosi.
__ADS_1
"Memang aku gak ngerti.. Aku harus berkata apa?" tanya Ryan kebingungan.. Ia sangat kaget siapa orang yang dengan teganya memfitnah seperti ini.
"SUDAHLAH MAS AKU UDAH MUAK MENDENGAR ALIBI MU TERUS..KALAU MEMANG KAMU MASIH ADA HUBUNGAN SAMA DIA KENAPA TIDAK DITUNTASKAN DENGAN MENIKAH, MENGAPA KAMU MALAH, MENIKAHI KU? SEKARANG KATAKAN SEJUJURNYA APA ALASANMU MENIKAH DENGANKU DAN SEJAK KAPAN KAMU MEMPUNYAI HUBUNGAN KHUSUS DENGAN DIA," cecar Dinda sangat emosi hingga berlinang air mata.