
Pukul 5 sore anak-anak sudah dibawa pulang oleh Rio, memang sengaja ia mengajak anaknya pulang awal karena Rio ingin membahas kasus penculikan yang baru terjadi.
"Hai sayang tumben udah pada pulang?" tanya Dinda sembari memeluk kedua anaknya.
"Iya mom.. Katanya ada yang mau dibahas sama mommy," jawab Vanessa membuat Dinda heran.
"Ada apa mas?" tanya Dinda.
"Anak-anak papah silahkan ke kamar dulu ya bersihkan badan," perintah Ryan dan kedua anaknya setuju, kini tinggal Dinda, Rio dan juga Mayang yang berada di ruang tengah.
"Ada yang mau aku tanyakan tapi mohon jawab dengan jujur Din," ucap Rio serius dan Dinda panik sendiri, pertanyaan apa yang akan di lontarkan untuknya.
"Apa itu mas?" tanya Dinda kikuk.
"Apa benar anak-anak barusan mengalami penculikan di sekolahan yang lama?" tanya Rio membuat Dinda kaget.
"Mas Rio tau darimana?" tanya Dinda penasaran.
"Anak-anak sendiri yang mengatakannya, apa itu benar?" tanya Rio memastikan.
"Iya mas itu benar, kejadiannya ketika pulang sekolah.. Kebetulan aku jemput nya telat" ucap Dinda malas menjelaskan.
"Siapa pelakunya?" tanya Rio serius.
"Aku gak tau namanya mas," jawab Dinda jujur.
"Motifnya? Apa kamu tau?" tanya Rio.
"Tau.. Hanya sebuah kesalahpahaman saja, dia menggunakan kuasanya yang notabene preman pasar," ucap Dinda.
"Kalau mereka preman pasar kenapa bisa sekolah di sana? Bukannya sekolah anak-anak yang lama cukup elite ya?" tanya Rio.
"Ya kalau itu aku kurang tau mas tapi yang jelas semuanya sudah selesai dan kini anak-anak tidak bertemu lagi dengan mereka, itu yang terpenting," jawab Dinda.
__ADS_1
"Kenapa kamu gak memberitahu tentang ini," ucap Rio marah.
"Masalahnya kan sudah selesai mas lagian waktu itu mana kepikiran aku buat cari pertolongan orang luar, yang ada ya aku dan mas Ryan menghadapi bersama.. Keluargaku aja tak beritahu beberapa hari setelah kejadian kok," ucap Dinda tersinggung.
"Tapi aku ini ayah biologis mereka jadi apapun yang terjadi pada mereka aku berhak tau, aku ini ayahnya.. Ayah kandung malahan tetapi kenapa kamu mengatasi masalah besar ini pada ayah tirinya? Apa karena dia seorang pengacara jadinya kamu anggap aku ini gak becus gitu?" cibir Rio kesal.
"Gak pernah sekalipun aku memiliki pikiran jelek tentangmu mas jadi apapun yang terjadi pada anak-anak ya aku dan mas Ryan wajib menghadapinya apalagi ini gak ada sangkut pautnya dengan profesi suamiku, jadi jangan apa-apa diungkit profesi suamiku mas.. Sampai sekarang aku dan mas Ryan tidak memperpanjang kasus ini," ucap Dinda kesal.
"Tapi kamu tetap saja menyembunyikan masalah ini dariku, kenapa emangnya? Kamu takut kalau nantinya bakal aku ambil alih hak asuhnya?" sindir Rio.
"Karena aku rasa tidak perlu jika masih bisa di selesaikan dengan orang sedikit, lebih sedikit orang yang tau itu lebih baik," ucap Dinda.
"Aku akan usahakan hak asuh anak jatuh ke tanganku karena kamu sudah mengancam keselamatan anak-anak, kali ini aku gak mau tinggal diam," gertak Rio membuat Dinda ciut.
"Mas gak bisa gitu dong.. Hak asuh anak sudah final jatuh ke tanganku," protes Dinda.
"Maaf ya bukannya mamah ikut campur tapi apa yang dikatakan Rio memang benar, kalian sudah membahayakan keselamatan cucu-cucu mamah, ketika mamah mendengar penjelasan dari Farel dari situ mamah bisa membayangkan bagaimana tegarnya Farel menghadapi masalah yang ada, Farel juga tidak menunjukkan rasa takut sedikit pun tapi mau bagaimanapun namanya anak-anak pasti ada rasa takut," ucap Mayang.
"Mamah selalu saja membela mas Rio, mana pernah mamah membela Dinda? Gak kan.. Jadi mamah gak perlu ikut berbicara dalam hal ini, karena kalian sama saja tujuannya untuk menyudutkan aku," ucap Dinda emosi.
"Kamu yang harusnya membuang jauh-jauh niatan untuk mengambil hak asuh anak-anak, itu tidak akan aku biarkan mas.." pekik Dinda terbawa emosi.
"Tapi kamu membahayakan mereka," pekik Rio.
"TAPI NYATANYA SEKARANG ANAK-ANAK AMAN KAN? MEREKA BERADA DI TEMPAT YANG AMAN DAN KAMU TIDAK PERLU SUSAH PAYAH MENGAJUKAN HAK ASUH, NANTI YANG ADA KAMU TIDAK BISA MENERIMA KEKALAHAN.. TUJUAN KALIAN SUDAH TERPENUHI KAN SEKARANG PULANGLAH, INI MAU MALAM DAN SUAMIKU AKAN PULANG AKU TIDAK MAU DIA MENDENGAR KERIBUTAN DISINI," usir Dinda penuh emosi.
"Berani sekali kamu mengusir mamahku secara kasar!!!" ucap Rio geram.
"Karena mamah mu sudah terlalu ikut campur," jawab Dinda tak gentar.
"Dia neneknya anak-anak," pekik Rio.
"I know.. Tak perlu diperjelas.. Selama ini aku sudah cukup menghormatinya namun karena kali ini mamah terlalu ikut campur jadi ya jangan salahkan aku untuk marah," ucap Dinda.
__ADS_1
"Pokoknya akan aku ajukan gugatan hak asuh anak di pengadilan.. Untuk hari ini anak-anak tidur di tempatku, takutnya nanti ada hal aneh-aneh yang terjadi," ucap Rio tegas.
"Gak akan aku biarkan anak-anak tidur di sana, pergilah hari sudah mulai malam," usir Dinda.
Ryan yang melihat ada mobil Rio masih terparkir langsung bergegas turun, ia tidak mau membiarkan waktu Dinda dan Rio terlalu lama berduaan.
"Ada apa ini?" tanya Ryan kaget melihat istrinya berlinang air mata.
"Mas Ryan," ucap Dinda lirih lalu berlari ke pelukan suaminya.
"Ada apa?? Kenapa kamu sampai menangis? Apa yang dilakukan oleh mereka?" tanya Ryan.
"Mas Rio.. Mas Rio mau," ucap Dinda terisak.
"Saya akan mengajukan hak asuh anak di pengadilan karena kalian terbukti lalai menjaga anak-anak, bisa-bisanya anak pulang sekolah diculik," sindir Rio membuat Ryan murka.
"Apa anda lupa jika hasil ketuk palu itu bersifat final? Mengapa anda baru akan menggugat?" tanya Ryan dengan entengnya.
"Masih ingat dan masih dengan jelas teringat, namun kasus kali ini berbeda, kalian jelas-jelas lalai dalam hal menjaga anak," ucap Rio.
"Tidak ada unsur kelalaian dari sini karena penculik adalah salah satu teman sekolah anak-anak jadinya dia tau seluk beluk sekolahan bahkan bisa saja menghapal waktu kapan saja ketika situasi sepi," ucap Ryan.
"Tetap saja ada kesalahan anda dalam hal ini," ucap Rio kesal.
"Dimana kesalahan kami?" tanya Ryan heran.
"Ya waktu itu," jawab Rio bimbang.
"Intinya aku tidak membiarkan ini terjadi," tolak Ryan.
"Tidak bisa begitu dong.. Semua harus di proses secara hukum," pinta Rio.
"Silahkan saja dan semoga anda menang," ejek Ryan namun Rio tak gentar sama sekali, ia bertekad ingin memperjuangkan hak asuh anak-anaknya.. Ia tidak menyangka bahwa Dinda akan membahayakan kedua anak-anak.
__ADS_1
"Akan gue buktikan kalau gue bisa mengambil hak asuh mereka, kesalahan yang kalian buat sungguh sangat membahayakan anak-anak, jangan harap gue akan diam.. Sudah cukup selama ini aku mengalah," batin Rio penuh amarah.