RAHIM PENGGANTI (DINDA)

RAHIM PENGGANTI (DINDA)
Pertama Kerja


__ADS_3

Setelah mendapat pengumuman yang memuaskan baginya, kini Vika pulang ke rumah dengan wajah yang sangat bahagia. Vika tak sabar membagikan kebahagiaan ini pada tantenya.


"Tante.." panggil Vika riang.


"Ada apa Vik?" tanya Indah penasaran.


"Ada kabar baik yang mau Vika bagi ke tante, hayo tebak apa itu?" goda Vika.


"Punya gebetan baru? Udah move on dari Ryan?" tebak Indah.


"Ish tante ini, Ryan mulu deh.. Jangan bahas percintaan dulu tante, Vika masih trauma, ini beda.. Lihat nih," jawab Vika menyerahkan selembar kertas.


"Ini kan perusahaan sangat benefit, Vik, serius kamu diterima? Tante dulu pernah daftar disana beberapa kali tapi selalu gagal, ketat banget aturannya," tanya Indah memastikan.


"Iya tante.. Vika lolos seleksi dan besok sudah mulai bekerja, perusahaan itu membutuhkan 2 orang dan Vika salah satu yang terpilih," jawab Vika antusias.


"Wah.. Tante senang sekali mendengarnya, meskipun tante belum bisa kerja disana tapi setidaknya sudah terwakilkan keponakan tante yang cantik ini, selamat ya sayang semoga karirmu disana bagus, jangan lupa share ke tante gimana rasanya kerja disana, oke," ucap Indah bahagia lalu mereka berpelukan cukup erat.


Mengingat hari sudah sore, Vika diminta Indah untuk bebersih dan membantu memasak, hari ini tante Indah sengaja memasak sendiri karena request suaminya, rencananya Indah akan memasak capcay seafood. Setelah masakan selesai dan mereka usai makan malam dengan nikmat, mereka memutuskan pergi ke kamar masing-masing untuk istirahat.


***


Pagi yang telah ditunggu Vika kini akhirnya tiba juga, hari ini Vika sungguh bersemangat dan berpenampilan serapi mungkin, perusahaan yang telah menerimanya menjadi karyawan bukanlah sembarang perusahaan, banyak yang menginginkan masuk di perusahaan itu karena selain gajinya yang tinggi, di perusahaan ini juga terbuka bagi siapa saja bisa naik jabatan asal sudah teruji kinerjanya dan dinyatakan layak, makanya banyak orang yang berlomba masuk disana.


"Cantik sekali keponakan tante," puji Indah dan Vika hanya tersenyum malu, mereka sarapan hanya berdua saja karena tiba-tiba Yudhi harus keluar kota. Sarapan telah selesai, kini Vika pamitan kerja, tak lupa ia meminta doa tantenya supaya semuanya dilancarkan dan hari ini bekerja dengan baik.

__ADS_1


***


Tiba di kantor, Vika disambut hangat oleh teman seperjuangannya yang sama-sama terpilih, dia bernama Siska. Kebetulan sekali Siska memiliki banyak kesamaan dengan Vika jadinya mereka cocok.


"Selamat pagi saudara Vika juga Siska, hari ini seperti yang kalian tahu adalah hari dimana kalian pertama kali bekerja, mari saya tunjukkan ruang kerja anda," ucap HRD dengan ramah lalu mereka berjalan menuju ruang kerja Siska dan Vika.


"Disini tempat kerja kalian dan bisa dimulai hari ini ya, untuk job desk nanti ada kepala staf yang memberitahu, semoga kalian betah bekerja di sini dan bisa memajukan perusahaan bersama-sama," ucap HRD lagi dan tak lupa sebelum beranjak pergi, mereka bersalaman.


"Bagus banget ya Vik tempat kerjanya, aku gak nyangka loh bakalan dapat ruangan sebagus ini," ucap Siska kagum.


"Apalagi denganku Sis, ini terlalu berlebihan untuk posisi kita yang hanya staf,," ucap Vika.


"Dari staf menjadi kepala staf hehe" harap Siska.


"Aamiin.. Semoga ya," timpal Vika.


"Ehem.. Asik sekali ngobrolnya," sindir kepala staf yang membuat suasana sebelumnya bahagia menjadi sunyi senyap.


"Eh.. Ibu.. Maaf Bu, kami hanya sedang bercanda," ucap Siska takut.


"Gak apa.. Tidak ada salahnya memiliki harapan tinggi siapa tau suatu saat bisa mewujudkannya, oh iya perkenalkan saya Sari, disini saya menjabat sebagai kepala staf dan sepertinya kalian sudah tau apa maksud dan tujuan saya datang kesini," ucap Sari memperkenalkan diri.


"I..ibu kepala staf disini dan tadi mendengar perbincangan kita?" tanya Vika kaget.


"Ya.. Saya mendengar dengan jelas perbincangan kalian, kenapa memangnya? Memang tidak ada salahnya kan memiliki keinginan besar, dulu saya juga begitu kok malah saya dulunya ada di bagian pantry," jawab Sari membuat Vika dan Siska terkejut.

__ADS_1


"Bagian pantry?" tanya Siska lirih.


"Ya.. Kenapa? Gak percaya kan? Inilah salah satu kelebihan perusahaan ini, meskipun posisi OB sekalipun jika memiliki potensi dan kinerja yang bagus ya bakal dipromosikan oleh atasan, jadi jika kalian memiliki keinginan yang kuat maka lakukan dengan sungguh-sungguh, diam-diam atasan memantau kalian," jawab Sari.


"Maaf Bu bukannya saya berniat buruk untuk menggeser posisi ibu, kami tadi hanya berkhayal saja kok bu, tolong jangan berpikir buruk ya bu," ucap Siska merasa bersalah.


"Kalian ini kenapa sih? Saya saja gak masalah kok, sudah jangan dibahas lagi, masih ada hal lebih penting yang harus dibahas, ini job desk kalian, coba dipelajari dulu jika ada yang perlu ditanyakan silahkan tanyakan langsung pada saya," ucap Sari menyerahkan beberapa lembar ke mereka berdua.


Baik Siska maupun Vika sama-sama mempelajari job desk dengan cermat dan serius, mereka tak mau luput satu hal pun, kebetulan tugas yang harus mereka kerjakan tidak berat bahkan mampu mereka lakukan dengan cepat. Lagi-lagi mereka merasa beruntung bisa terpilih dan bekerja di perusahaan ini, apa kata orang diluar berarti memang benar adanya jika perusahaan ini sangatlah memanusiakan manusia, perihal gaji pun juga sangat layak mengingat pekerjaan yang mereka lakukan hanya sedikit saja.


Dirasa cukup, Sari kembali menanyakan apakah ada yang ingin dibahas?


"Maaf Bu kalau saya ini lancang, setelah saya membaca semua job desk yang ibu berikan, rasanya ini terlalu sedikit untuk dilakukan sebagai staf, apa ini hanya sementara atau seterusnya bu?" tanya Vika dengan hati-hati.


"Ya benar dan itu bersifat permanen ya, setau saya pun pekerjaan staf ya memang begini malah ada yang lebih ringkas," jawab Sari heran.


"Soalnya saya dulu mengerjakan dia jabatan sekaligus bu, audit juga administrasi dan keduanya memiliki job desk yang berjibun," ucap Vika.


"Setiap perusahaan memiliki kebijakan tersendiri, jika dulunya kamu ditempatkan langsung dalam 2 posisi ya seharusnya perihal gaji pun juga dua kali lipat, apa ada lagi yang ingin ditanyakan?" tanya Sari sekali lagi dan keduanya menggeleng, itu menandakan mereka sudah paham.


"Baiklah kalau begitu saya anggap pengenalan job desk berjalan lancar dan bisa segera terjun ya, jika dipertengahan kalian mengalami kesulitan atau tidak terlalu paham, jangan sungkan bertanya, malu bertanya sesat dijalan," jawab Sari dan keduanya mengangguk.


"Baik bu, terima kasih banyak atas bimbingannya," ucap Siska disertai senyum manis.


"Sama-sama, ini memang tugas saya jika perusahaan merekrut orang baru, setelah ini kalian boleh bekerja dan masing-masing di meja sudah tersedia laptop beserta perlengkapannya ya, jika kalian haus bisa langsung ke pantry tanpa menunggu jam istirahat tiba asalkan hal itu tidak menganggu pekerjaan kalian," ucap Sari menjelaskan dengan lembut.

__ADS_1


"Baik bu," jawab Sari dan Vika kompak.


__ADS_2