RAHIM PENGGANTI (DINDA)

RAHIM PENGGANTI (DINDA)
Kesalahpahaman Ryan (2)


__ADS_3

"Kamu ini kenapa sih mas? Fokus dong dengan permasalahannya jangan fokus ke hal yang lain," tanya Dinda mulai emosi.


"Kamu itu yang kenapa? Kenapa bisa dengan mudahnya mau di peluk mantan suamimu itu, masih sayang kamu dengannya? Masih ada sisa rasa?" cecar Ryan murka.


"Kamu..bisa-bisa nya kamu ngomong seperti itu," ucap Dinda tak percaya.


"Bisa karena ada fakta yang saya lihat langsung, dari sekian banyaknya nomor di ponsel kamu mengapa hanya dia yang kamu telpon?" sindir Ryan tersenyum kaku.


"Aku hanya menelpon mas Rio saja? Hei.. Kalau belum melihat buktinya jangan asal tuduh mas," bantah Dinda.


"Nyatanya hanya dia kan yang datang," jawab Ryan dengan entengnya.


"LIHATLAH DAFTAR PANGGILAN DI HPKU DENGAN MATA KEPALA KAMU SENDIRI, SUDAH BERAPA BANYAK AKU MENELPON BAHKAN MENGIRIMKAN PESAN KEPADAMU NAMUN TAK SATUPUN YANG KAMU RESPON, SELURUH KONTAK SUDAH AKU HUBUNGI MAS DAN BANYAK DARI MEREKA YANG TIDAK MENGANGKATNYA.. LIHATLAH DARI SEKIAN BANYAKNYA NOMOR YANG AKU HUBUNGI HANYA MAS RIO, PAK RT, TETANGGA SEBELAH SAJA YANG RESPON NAMUN APA? HARUSNYA PAK RT DAN TETANGGA SEBELAH DATANG LEBIH AWAL MENOLONG AKU DAN ANAK-ANAK TAPI NYATANYA MEREKA DATANG KETIKA POLISI SUDAH ADA DISINI DENGAN BERDALIH MENGUMPULKAN MASSA TERLEBIH DAHULU, MEMANGNYA AKU INI SEDANG DEMO YANG HARUS MEMBUTUHKAN BANYAK ORANG, NYATANYA MEMANG HANYA MAS RIO YANG DATANG MENYELEMATKAN AKU.. MEMANG AKU TIDAK MENAMPIK ITU TAPI AKU TIDAK TERIMA KETIKA KAMU MENGATAKAN BAHWA AKU HANYA MENGHUBUNGI MAS RIO SAJA, SETELAH INI TERSERAH KAMU MAU PERCAYA ATAU MASIH KEKEH DENGAN GENGSI MU ITU YANG TERPENTING ANAK-ANAK SELAMAT DAN ORANG TADI SUDAH DI RINGKUS POLISI," teriak Dinda meluapkan emosinya sambil berlinang air mata dan menyerahkan ponselnya pada Ryan.


Ryan lalu mengecek semua panggilan terakhir Dinda dan benar saja, istrinya tidak hanya menghubungi Rio melainkan hampir semua kontak.. Lalu Ryan mengembalikan hp Dinda dengan perasaan bersalah.. Meskipun di hatinya masih ada rasa cemburu melihat istrinya di peluk pria lain.


"Gimana? Sudah jelas atau anda ingin mengatakan bahwa ini rekayasa kami? begitu? Anda ini seorang pengacara yang sedang naik daun jadi sudah pasti kalau cara berpikir anda seharusnya lebih rasional.. Seharusnya anda mengesampingkan rasa cemburu buta anda dan menanyakan bagaimana kondisi istri serta kedua anaknya, apa anda tau bagaimana perjuangan Dinda menghadapi orang tadi seorang diri? Kalau boleh jujur saya memang kagum dan salut dengan Dinda karena di tengah ketakutannya dia masih bisa berpikir jernih untuk menyelamatkan anaknya.. Ketika Dinda berhasil membuat orang tadi kesakitan seketika itu juga Dinda lari ke kamar Vanessa lalu menggendongnya ke kamar Farel, di sana Dinda menginstruksi kedua anaknya agar turun ke bawah dan pergi ke rumah ibunya.. Dinda juga tak lupa membuatkan tali dari sprei dan selimut Farel agar kedua anaknya bisa turun ke bawah secara selamat, sampai segitunya Dinda bisa berpikir loh... Saya saja yang menjadi cowok merasa kagum akan hal itu, ketika saya datang Dinda sudah tidak bisa membendung lagi rasa takut di dirinya..maka dari itu saya memeluknya agar dia lebih tenang" ucap Rio dengan tenang namun mampu membuat Ryan terdiam seribu bahasa.. Ia baru tau kalau Dinda baru saja melewati masa sulit seorang diri dan lebih menyelamatkan kedua anaknya.. Ya meskipun Ryan sendiri juga dalam kondisi yang tidak baik-baik saja karena kantornya di teror lalu orang itu malah menemui Dinda.


"Yasudah kalau begitu aku mau ke rumah ibu dulu untuk memastikan kondisi anak-anak ku, kamu disini gak papa kan? Sudah ada suamimu yang akan menjagamu," ucap Rio, pamit lalu pergi ke rumah ibunya Dinda.

__ADS_1


"Puas kamu mas?" tanya Dinda tersenyum kaku.


"Kenapa aku lagi yang salah?" tanya Ryan kesal.


"Jelas mas.. Sudah sangat jelas kalau ini semua kesalahanmu, semua penyebabnya adalah kamu.. Malu aku mas di hadapan mas Rio, maluuuuuu," pekik Dinda geram.


"Kenapa harus malu?" tanya Ryan heran.


"Aku malu karena sudah menampakkan pertengkaran di depan matanya jadi semua kesan baik yang selama ini kita tampakkan bisa saja tidak berarti lagi baginya, bisa saja mas Rio mengira kalau kita selama ini hanya pura-pura, lagian aku juga malu karena sudah kamu tuduh sampai segitunya padahal itu semua salah besar," ucap Dinda penuh penekanan.


"Oh jadi kamu malu sama mantan suami kamu itu? Kamu inginnya terkesan sempurna, begitu? Tapi kamu sendiri menyadarinya gak kalau aku bisa semarah ini karena kamu dan mantan suamimu itu berpelukan, sadar dong Dinda kalau sekarang kamu adalah wanita bersuami, apa ya pantas kamu dan Rio seperti tadi? Apapun alasannya tetap saja itu salah, salah Dinda.. Aku juga punya hati, aku juga bisa merasakan cemburu," ucap Ryan mengeluarkan semua isi hatinya.


"Apa kamu tidak menonton televisi? Kamu tidak melihat berita hari ini?" tanya Ryan dengan wajah lelah.


"Aku melihatnya mas, kamu sedang di teror oleh seseorang kan? Sekuriti mu yang jadi sasarannya, aku melihatnya mas dan aku sangat terkejut.. Lalu aku menelpon mu berulang kali tapi kamu abaikan setelah itu datanglah peneror yang sama yang meneror kantormu," ucap Dinda menjelaskan.


"Jadi yang meneror kamu adalah orang yang sama?" tanya Ryan kaget.


"Iya mas dan dia hampir saja melukaiku, dia membawa pisau dan juga pistol.. Bisa saja dia menembak ku kapan saja," ucap Dinda membenarkan.

__ADS_1


"Jadi dia sudah tau mengenai hal pribadiku sejauh ini? Siapa dia sebenarnya? Jujur saja sayang aku pun belum pernah janji temu dengan dia mengapa dia yang gak bisa menerima?" ucap Ryan merasa heran.


"Dia memang tidak ingin memakai jasamu mas tujuan dia adalah menghancurkan mu, tadi dia mengatakannya padaku sebelum mas Rio datang," ucap Dinda serius.


"Sudah aku duga kalau alasan dia mensomasi pekerjaanku gak masuk akal, ternyata ini.. Lalu dia mengatakan apa lagi?" tanya Ryan.


"Ya hanya mengatakan itu karena setelah itu mas Rio datang," jawab Dinda.


"Aku minta maaf ya sayang karena aku sudah kelewatan memarahi mu, jujur saja ketika aku melihatmu di peluk Rio seketika emosiku gak bisa tertahan, aku gak bisa menerima itu.. Kamu sekarang sudah jadi milikku jadi gak boleh ada laki-laki yang menyentuhmu selain aku," ucap Ryan penuh penyesalan.


"Aku tau itu mas tapi lain kali jangan di ulangi, apalagi tadi di hadapan mas Rio.. Dia orang luar mas ya meskipun pernah menjadi suamiku tapi dia tidak seharusnya mendengar pertengkaran kita," tegur Dinda.


"I know.. Aku sungguh menyesal sudah berbuat seperti itu dan maafkan aku karena sudah membuat keselamatanmu dan anak-anak terancam, setelah ini aku akan mencari rumah agar tidak ada kejadian seperti ini lagi, aku tidak akan menyebarkan dimana alamat rumahku yang baru selain keluarga," ucap Ryan dengan serius.


"Aku ikut saja mas," jawab Dinda pasrah.


Tiba-tiba terdengar suara benda terjatuh dari luar kamar.. Dinda masih trauma dan kini hanya bisa berlindung di belakang suaminya, ia takut jika aksi teror tadi masih berlanjut.


"Apa itu mas? Bukannya tadi orangnya sudah dibawa sama polisi? Apa ini orang yang berbeda?" tanya Dinda ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2