RAHIM PENGGANTI (DINDA)

RAHIM PENGGANTI (DINDA)
DINDA GERAM


__ADS_3

Pagi harinya Dinda menelpon Ryan berulang kali karena tak kunjung di angkat, Dinda jadi khawatir karena terakhir komunikasi Ryan mengatakan ingin ke bar bersama Rio dan nanti kalau ada sesuatu yang aneh dari dirinya jangan langsung marah, lalu Ryan berjanji akan mengabari Dinda sesegera mungkin, namun nyatanya? Hingga pagi hari tak ada satu pun notifikasi dari calon suaminya..


"Mas kamu dimana? Tolong jangan membuat aku khawatir.." gumam Dinda yang terus menelpon Ryan.


"Mommy?" tanya Farel heran.


"Yes boy, why?" tanya Dinda berusaha tenang.


"Kenapa mommy gelisah sekali? Ada apa mom?" tanya Farel penasaran.


"Gak kok mommy baik-baik saja mungkin Farel terlalu sayang sama mommy jadinya terlalu mengkhawatirkan mommy," ucap Dinda sembari tersenyum.


"Don't lie mom.." tegur Farel tak suka.


"No.." jawab Dinda.


"Mom.." pekik Farel.


"Gak ada apa-apa Farel sayang semuanya baik-baik saja, kamu panggil adik kamu gih habis itu kita sarapan bareng, mommy udah lapar," ucap Dinda mengalihkan obrolan dan menyuruh Farel memanggil adiknya.


"Hari ini kan anak-anak sekolah, apa pulangnya mampir ke rumah mas Ryan aja ya?" gumam Dinda bimbang lalu terpaksa ia tahan dan bersikap seolah baik-baik saja di depan anak-anaknya.


Setelah mereka selesai sarapan kini Dinda mengantarkan kedua anaknya ke sekolahan, Dinda sudah yakin kalau nanti mau mampir ke rumah Ryan untuk memastikan keadaannya secara langsung.


***

__ADS_1


Di rumah utama Ryan.


Ting.. Tong.. Suara bel rumah Ryan.


"Selamat pagi non, mari silahkan duduk," sapa ART lalu membukakan pintu.


"Makasih bi.. Mas Ryan ada di rumah kan?" tanya Dinda memastikan.


"Ada non sekarang ada di kamar," ucap ART lalu memanggilkan Ryan.


"Hah syukurlah paling nggak mas Ryan berasa di rumah jadi setidaknya mas Ryan baik-baik saja," batin Dinda merasa lega.


"Sayang.." sapa Ryan dengan muka bantalnya.


"Astaga kenapa muka bantal kamu menggemaskan sekali sih mas, mirip Farel.." batin Dinda ternganga.


"Oh iya mas.. Maaf.. Maaf.." jawab Dinda salah tingkah.


"Tumben sekali kamu kesini apalagi ini masih pagi, ada apa sayang?" tanya Rio kaget.


"Ada apa? Kamu masih tanya seperti itu mas? Kami gak tau bagaimana khawatirnya aku semalam gak bisa tidur karena memikirkan kamu yang tak kunjung mengabari aku.. Mana janjimu mas? Aku cemas tau gak," protes Dinda kesal sambil memukul-mukul dada Ryan.


"Sakit sayang.. Jangan galak gini dong," rengek Ryan.


"Makanya jangan ngeselin dong mas.. Kamu perginya ke bar mana bisa aku ini tenang," protes Dinda kesal.

__ADS_1


"Iya maaf ya sayangku, sebenarnya aku mau mengabari namun ada insiden yang penting sayang dan aku langsung bergerak cepat untuk mendapatkan bukti itu," ucap Ryan menjelaskan sambil memegang dadanya.


"Insiden apa mas? Tuh kan kamu ini bikin aku panik," tanya Dinda khawatir.


"Gak usah panik kan aku baik-baik saja, nih nyatanya aku ada di depan mata kamu," ucap Ryan menenangkan Dinda.


"Jelasin mas ada apa semalam?" tanya Dinda meminta penjelasan.


"Semalam mantan suami kamu ingin menjebak aku lagi, namun sayangnya aku segera mengetahui dan antisipasi jadinya malah jebakan itu mengenai Rio sendiri," ucap Ryan membuat Dinda terkejut.


"APA MAS? MAS RIO INGIN MENJEBAK MU LAGI? GIMANA BISA?" tanya Dinda panik sekaligus marah.


"Ya mantan kamu selalu saja membuat aku heran, apa sih yang ada di pikirannya sampai mempunyai niatan untuk menjebak ku, untungnya apa coba" ucap Ryan heran.


"Jelasin kronologinya mas biar aku paham," desak Dinda serius.


"Berawal ketika aku datang terlambat ke bar dan aku awalnya curiga kenapa hanya berdua saja dengan Rio, namun semuanya berhasil aku tepis.. Pikirku siapa tau temannya yang lain datang terlambat, namun sampai jam setengah sepuluh tidak ada satupun temannya yang datang selain aku, ya daripada penasaran mending aku tanya dong apa benar kalau di bar ini hanya kita berdua saja dan kamu memang tidak mengundang temanmu, kamu tau sayang apa jawaban mantan suamimu itu? Dia menjawab iya.. Dia berbohong mengundang koleganya ke bar, tujuan dia ingin bertemu denganku katanya sebagai bentuk rasa ikhlas dia karena sudah melepaskan kamu untukku.. Kan aneh ya? Rio statusnya mantan suami, untuk apa meminta restu dia? Oke kebohongan pertama terungkap, mulai itu aku sudah antisipasi.. Lalu Rio memberikan aku minuman yang sudah siap di gelas sedangkan untuknya baru di tuangkan dalam gelas, merasa aneh aku gak langsung minum dan memilih tanya-tanya sama Rio sembari, mencari celah untuk menukar minumannya, untungnya Rio beneran bertemu koleganya dan dari sana mereka mengobrol cukup lama.. Waktu yang pas untukku menukar minuman, hasilnya ya setelah kami saling bersulang tiba-tiba saja Rio merasakan panas dalam tubuhnya dan banyak berkeringat.. Disitu kebohongan keduanya terungkap dengan memberikan sesuatu ke dalam minuman ku, lalu ketika aku ingin memapah Rio, tiba-tiba saja ada wanita seksi yang mendekati kami dan apa kamu tau yang dia katakan? Dia mengatakan kalau sudah di sewa oleh Rio beserta kamar menginapnya.. Dari situ bisa disimpulkan dong sayang kalau sebenarnya tujuan Rio mengajak aku ke bar untuk menjebak ku seolah-olah aku ini menghabiskan satu malam dengan wanita sewaan Rio, namun sayangnya malah Rio sendiri yang kena getahnya.. Dia dibawa oleh wanita sewaannya ke dalam kamar yang sudah di pesan dan ya setelah itu bukan urusanku lagi dong sayang kan mereka sama-sama dewasa, lalu sebelum pulang aku mengambil sampel minuman bekas Rio untuk membuktikan bahwa ada obat yang sengaja di campurkan ya meskipun sebenarnya sudah jelas kalau obatnya itu obat perangsang tapi aku tetap ingin ada bukti, takut sewaktu-waktu Rio membantahnya," ucap Ryan dengan detail.


"Mas.. Kenapa mas Rio sejahat itu sama kamu?" tanya Dinda sembari menangis.


"Untuk motif kali ini masih tanda tanya sayang yang jelas tujuannya itu untuk membuat aku agar terlihat buruk di depan kamu," ucap Ryan menenangkan Dinda.


"Mas Rio jahat sekali.. Hiks.. Hiks.." ucap Dinda tersedu.


"Sudah sayang sudah.. Yang penting calon suamimu ini tidak apa-apa dan selamat dari jebakan mantan suamimu itu, kita tinggal menunggu bukti saja," ucap Ryan memeluk Dinda supaya tenang, di pelukan Ryan lah tangis Dinda semakin pecah.. Ia merasa ada saja masalah yang di hadapannya menjelang pernikahan.

__ADS_1


"Mas Rio harus segera di beri pelajaran, ini tidak bisa di biarkan mas.. Ini tidak mudah untuk di maafkan, aku gak terima kalau kamu di beginiin mas.. Selama ini aku udah cukup sabar dan lebih banyak diam menghadapi mas Rio beserta keluarganya namun tidak untuk kali ini," gertak Dinda dengan gemuruh di dada.


__ADS_2