
"Aku belum bisa menerima kesalahanmu itu bahkan terkadang melihatmu, secara refleks ingatanku memutar adegan dimana kamu dan mantan kamu bersetubuh!" ucap Dito geram.
"Aku tahu.. Sampai kapan pun gak akan bisa kamu melupakan itu," jawab Vika sadar diri.
"Kamu tau aku berselingkuh dengan Ryan saja sudah membuatmu murka, bagaimana jadinya kalau kamu tau keburukan ku yang lain, mungkin kamu akan yakin meninggalkan aku," ucap Vika.
"Apa keburukan mu yang lain? Apakah tentang selingkuh juga?" tanya Dito penasaran.
"Entah nantinya kita jadi menikah atau tidak, aku siap menerima semua keputusan itu dengan lapang dada, aku sangat buruk, gak berhak aku mendapatkan kamu yang hidupnya nyaris sempurna, dulu aku sempat menghilang selama 5 tahun bahkan tante ku saja gak bisa tau dimana keberadaan ku," jawab Vika pesimis menceritakan masa lalunya yang seorang narapidana.
"Memang kamu dimana? Diculik? Dibawa diluar negeri?" tanya Dito semakin penasaran.
"Aku.. Dulunya aku sempat menginginkan seorang pria yang pernah singgah didalam hidupku, pria itu adalah cinta pertama ku dan pernah aku berharap bisa hidup bersamanya, bahagia bersamanya, namun kami terpaksa kandas ditengah jalan dan hilang kontak bertahun-tahun lamanya, hingga pada suatu hari kami tak sengaja bertemu, kami sepakat saling tukar kontak, aku pikir dia masih single, jadi aku berikan nomorku padanya, hingga ada di suatu titik dimana aku dihubungi olehnya bukan untuk bertemu ataupun menanyakan kabar, melainkan untuk dimintain tolong perihal audit, aku bersedia karena aku pikir disana bakalan bisa berjumpa dengannya, namun aku salah besar, ternyata aku menolong gebetan dia dan sekarang ini menjadi istrinya, aku gak bisa menerima ini, waktu itu aku terlalu labil sehingga aku menghalalkan segala cara agar rumah tangga mereka berantakan, berulang aku aku mencoba menjebak bahkan meneror mereka namun selalu saja ketahuan hingga akhirnya berimbas ke ranah hukum, dengan bukti yang sudah mereka kumpulkan, aku terbukti bersalah dan ya.. Aku di penjara selama 5 tahun, aku.. Perempuan yang sempat kamu cintai bahkan akan kamu jadikan istri ini adalah seorang mantan narapidana, bukan karena kasus kekerasan, menghabisi nyawa orang atau memakai obat terlarang, aku berada dalam penjara dengan waktu yang cukup lama akibat asmara," ucap Vika terbata-bata bahkan suaranya nyaris hilang karena serak.
Dito yang mendengar kejujuran dari Vika semakin dibuat tak percaya, orang yang ia sayangi pernah menjadi narapidana? Dito gak bisa membayangkan jika orang tuanya kelak tau ini apakah bisa termaafkan, bisa saja kedua orang tua Dito nantinya menjadi benci pada Vika.
"Kamu terlalu mengejutkan buatku, Vika.. Fakta-fakta darimu sungguh membuatku pusing, luka di hati belum sembuh sudah kau buat luka baru lagi," batin Dito yang diam seribu bahasa ketika tahu kenyataan sebenarnya.
Melihat calon suaminya hanya diam saja membuat Vika sadar diri jika ia memang tak pantas bersanding dengan Dito. "Kenapa kamu diam? Pasti kamu gak bisa menerima hal ini kan?" tanya Vika tersenyum getir.
__ADS_1
"Ada lagi fakta darimu yang harus aku tau?" tanya Dito lirih.
"Hanya itu saja, ketahuan selingkuh dengan statusku yang pernah menjadi narapidana," jawab Vika.
"Siapa pria yang kamu kejar? Jangan bilang mantan kekasihmu itu yang kalian habiskan waktu bersama di hotel?" tebak Dito dan Vika mengangguk.
"Astaga.. Pantas saja kamu dengan mudahnya mau berselingkuh, dulu kamu ingin merusak rumah tangga nya dengan menghalalkan segala cara namun gagal, sekarang kamu sudah berhasil, rumah tangga mereka mungkin ada di ujung tanduk dan keinginan untuk memilikinya sangat besar, kamu hebat!" sindir Dito.
"Setelah keluar dari penjara, aku menyadari jika waktu itu bukan karena rasa cinta namun hanya sebuah obsesi untuk mendapatkan dia kembali," jawab Vika merasa menyesal.
"Kamu menyadari? Kalau sadar kenapa kamu malah mengulangi lagi? Bedanya kali ini kamu berhasil, kamu sudah membuat Ryan ada dalam pelukanmu," sindir Dito.
"Menolak kok berkelanjutan!" sindir Dito.
"Yang ketahuan itu aku sudah berusaha menolak, aku gak mau terjadi untuk kedua kalinya, nyatanya aku diajak menikah siri aku gak mau! Aku sadar menjadi duri dalam rumah tangga orang itu gak baik, mungkin jika aku ada di posisi Dinda akan merasakan sakit yang luar biasa, apalagi diantara mereka sudah ada anak," ucap Vika.
"Bijak sekali bicaramu tapi kok gak bisa kamu praktekkan!" sindir Dito.
"Bisa.. Asalkan hari itu aku gak bertemu dia, aku sudah menjauh bahkan menghindari dia, tapi ya itu.. Dia berjanji jika hal itu adalah terakhir kalinya dan ia juga berjanji gak akan menganggu hidupku lagi, makanya aku bersedia meskipun aku tau itu salah," jawab Vika menyesal.
__ADS_1
"Apa kamu menyesalinya?" tanya Dito.
"Bukan hanya menyesal tapi sangat amat menyesal, aku terlalu naif waktu itu, penasaran bagaimana rasanya memiliki Ryan seutuhnya, maafkan aku, semua keputusan ada di tanganmu, aku siap menerima apapun itu, yang terpenting bagiku, kelak kamu bahagia dengan orang yang tepat" jawab Vika.
"Jika aku mengakhiri semua ini sekarang?" tanya Dito memastikan, melihat raut wajah kaget juga sedih dari Vika membuat Dito sebenarnya gak tega.
"Aku siap menerima ini semua, aku mengucapkan banyak terima kasih padamu karena sudah menemani hari-hariku dengan penuh cinta, sudah menyayangiku dengan tulus bahkan sudah menjadikan aku pribadi yang lebih baik," jawab Vika berlinang air mata.
Setelah mengatur nafas dengan baik dan bisa kembali mengeluarkan keluh kesahnya, Vika kembali melanjutkan kata-katanya, "Jika ini memang keputusan yang terbaik bagimu dan bisa membuatmu bahagia, aku akan menerimanya, aku mau kamu bahagia, aku gak mau kamu terpuruk hanya karena aku, jujur saja.. Aku menyayangimu, aku bahagia bisa menjadi orang yang ada didalam hidupmu meskipun sekejap, aku merasa menjadi salah satu wanita yang beruntung, sekali lagi maafkan aku yang belum bisa membahagiakanmu, setidaknya aku sudah lega karena sudah mengatakan yang sebenarnya siapa diriku," ucap Vika berusaha tegar.
"Kenapa kamu malah memberitahu aibmu padaku? Apa kamu gak punya pemikiran jika kejujuran mu akan membawa dampak besar dalam hubungan kita?" tanya Dito penasaran, dimana-mana aib disimpan serapat mungkin.
"Karena aku gak mau kamu mendengar bahwa aku mantan narapidana dari orang lain, aku gak mau itu, makanya aku antisipasi dari sekarang agar kelak kamu dapat omongan dari pihak luar, kamu gak akan kaget atau kecewa," jawab Vika.
"Aku gak tau harus berkata apa dan aku pun gak tau harus memutuskan bagaimana hubungan kita, kejujuran mu membuatku kaget otak dan hatiku saat ini belum sinkron, lebih baik kamu pulang saja," usir halus Dito.
"Aku akan pulang tanpa kamu minta, tapi aku minta izin padamu untuk berpamitan pada kedua orang tuamu, mau bagaimana pun aku diterima di keluarga ini dengan baik jadi aku harus pergi pun juga baik-baik," pamit Vika.
"Gak.. Jangan katakan apapun pada mereka, skandal mu saja mereka gak tahu, aku sengaja merahasiakan itu semua, lagian aku juga belum memutuskan bagaimana hubungan kita ke depannya," tolak Dito.
__ADS_1