RAHIM PENGGANTI (DINDA)

RAHIM PENGGANTI (DINDA)
Rio Tak Terima


__ADS_3

Lalu Rio mencari info tentang Ryan dan berhasil mendapatkan nomor HPnya. Tak butuh waktu lama Rio langsung menghubungi Ryan.


"Halo selamat siang dengan Ryan Hadiningrat disini, ada yang bisa di bantu?" tanya Ryan ramah.


"Selamat siang.. Saya Rio Putra Suganda, sudah pasti tau dong siapa saya," ucap Rio angkuh.


"Oh bapak Rio, ada yang bisa saya bantu?" tanya Ryan terkejut.


"Bisakah kita bertemu besok ketika jam makan siang?" tanya Rio ketus


"Ada hal apa yang perlu di bahas?" tanya Ryan.


"Ini sangat penting dan saya minta rahasiakan ini dari Dinda, jangan sampai pertemuan kita besok bocor," gertak Rio.


"Memangnya kenapa pak?" tanya Ryan heran.


"Tidak perlu banyak tanya tinggal ikuti saja perintah saya dan sampai ketemu besok sjang, untuk lokasi akan saya share lok," ucap Rio kesal lalu mematikan panggilan.


"Pertemuan besok siang dan di rahasiakan dari mantan istrinya, hal apa yang akan dia bahas? Sebenarnya malas sekali bertemu dengannya tapi ya mau gimana lagi aku sangat penasaran," batin Ryan.


"Jika memang benar kalian akan menikah, jangan harap gue akan diam.. Dinda hanya boleh untukku dan dia itu milikku, siapapun pria yang mendekatinya aku tidak akan setuju, biarlah dulu gue pernah menyesal melepasnya setidaknya kali ini tidak lagi," gumam Rio sambil meremas handphone mahalnya.


***


Esok harinya sesuai janji kini keduanya berada di sebuah cafe terkenal dan Rio sengaja booking VIP Room.

__ADS_1


"Selamat siang Pak Rio, maaf saya terlambat," sapa Ryan ramah dan mengulurkan tangan.


"Siang.. Harusnya pria itu datang tepat waktu," sindir Rio tersenyum kecut.


"Maaf karena tadi ada berkas yang harus segera di selesaikan," jawab Ryan menahan kesal dan mengurungkan tangannya karena tidak disambut baik.


"Yasudah silahkan duduk pak, ada sesuatu yang ingin saya tanyakan," ucap Rio ketus dan Ryan menurut.


"Hal apa yang ingin anda tanyakan?" tanya Ryan bersikap tenang.


"Mengenai mantan istri saya, Dinda," ucap Rio.


"Ada apa dengan ibu Dinda?" tanya Ryan.


"Saya mendengar kabar bahwa anda ingin mempersunting matan istri saya, apakah itu benar?" tanya Rio penuh penekan.


"Tidak penting anda tau dari siapa karena saya disini ingin menanyakan itu, apakah anda yakin ingin menikahinya?" tanya Rio.


"Tentu saja bahkan sekarang kita sedang masa ya bisa di bilang berpacaran," ucap Ryan memicu emosi Rio.


"Apakah kalian ini tidak tahu malu?" sindir Rio.


"Malu karena hal apa pak?" tanya Ryan heran.


"Kalian sama-sama sudah berumur bahkan Dinda seorang janda, bisa-bisanya kalian malah berpacaran, apa kata orang," cibir Rio.

__ADS_1


"Masalah itu tidak perlu anda repot-repot memikirkan, saya dan juga ibu Dinda sudah mem publish ke semua orang bahwa kami akan menikah dalam waktu dekat dan ya pihak keluarga kami menyambut baik, jadi buat apa mempermasalahkan omongan orang lain? Bagi saya ya antara saya dan pasangan saya baik-baik saja bahkan semakin intens," ucap Ryan semakin memancing emosi Rio.


"Anda jangan harap bisa memilikinya karena dia hanya boleh saya miliki," ucap Rio penuh penekan dan menatap Ryan tajam.


"Anda kan sudah menjadi mantan suaminya sudah jelas anda ini masa lalu dari pasangan saya mengapa anda menolak hubungan kami? Ketika anda membuang Dinda saja dia bisa menerimanya dan tidak balas dendam bahkan sekarang kehidupannya jauh lebih baik setelah berpisah dengan anda, ingat pak anda dulu yang membuang Dinda dan mencampakkan nya begitu saja, jadi jangan salahkan saya jika saya yang akan merawatnya," ucap Ryan penuh penekanan.


"Dulu ya dulu jangan di sangkut pautkan dengan sekarang, alasan saya dulu menceraikan dia karena saya sudah berjanji untuk menikahi Sisil, sekarang saya sudah memenuhi itu dan saya sudah muak dengannya," ucap Rio ketus.


"Wow anda luar biasa sekali pak, setelah muak dengan Sisil, orang yang dulu anda bela sebegitunya bahkan anda sudah menghina Dinda dengan menyakitkan kini anda menjilat ludah anda sendiri dengan mengejar kembali mantan istri anda? Anda tidak malu? Setelah nantinya muak dengan Dinda maka dengan siapa lagi anda akan berganti wanita?" sindir Ryan membuat Rio murka.


"JAGA MULUT ANDA YA PAK PENGACARA, JANGAN ANGGAP SAYA INI TAKUT DENGAN ANDA YANG NOTABENE HANYA SEORANG PENGACARA, SAYA PERINGATKAN JANGAN LAGI MENDEKATI DINDA..BIARKAN DIA MENJADI MILIK SAYA LAGI KARENA HANYA SAYA YANG BERHAK MEMILIKI DAN MEMBAHAGIAKANNYA, MAU DIKASIH MAKAN APA ANAK-ANAKKU JIKA NANTI HIDUP DENGAN ANDA, HA?" pekik Rio emosi.


"Bapak Rio Suganda terhormat, saya ini memang hanya seorang pengacara, jauh berbeda sekali dengan anda yang seorang pengusaha terkenal bahkan kaya raya tapi saya bisa memastikan jika Dinda beserta kedua anaknya akan hidup bahagia dengan saya, masalah finansial bisa di pikirkan bersama jadi saya dan Dinda sudah ada kesepakatan, setidaknya saya tidak seperti anda yang suka merendahkan martabat wanita dan mengandalkan semuanya selesai dengan harta," sindir Ryan.


"ANDA BERANI SEKALI BERBICARA SEPERTI ITU KEPADA SAYA, JANGAN MEREMEHKAN SAYA PAK RYAN ATAU ANDA AKAN MENYESAL, JANGAN LAGI COBA-COBA MENDEKATI DINDA DAN KEDUA ANAK SAYA," pekik Rio tak terima di hina.


"Saya tidak akan gentar dengan ancaman anda karena Dinda statusnya masih sendiri jadi siapapun berhak untuk mendekatinya termasuk saya, coba saja anda mendekatinya kalau berhasil," ejek Ryan.


"Oh tentu saja saya akan mendekati dia lagi jadi jangan harap anda akan menang," gertak Rio.


"Ketika nanti anda yang kalah maka bersiaplah pasang badan untuk diri anda sendiri, oh iya satu lagi.. Selesaikan dulu permasalahan anda dengan Sisil baru anda boleh bersaing dengan saya untuk mendekati Dinda, jangan egois pak yang menginginkan dua wanita sekaligus, jangan jadi pria rakus," cibir Ryan.


"Jangan ikut campur dalam masalah saya, mau bagaimana nanti akhirnya saya dengan Sisil biarlah menjadi urusan saya, jangan sok jadi pahlawan," ucap Rio ketus.


"Sok jadi pahlawan? Dimana kata-kata saya yang menunjukkan bahwa saya ini sok pahlawan? Saya hanya mengucapkan fakta yang ada," ucap Ryan terkekeh.

__ADS_1


"Sok suci.. Sok-sokan nasehati orang sedangkan anda saja masih memperjuangkan Dinda untuk menjadi milik anda, lihatlah saya.. Tak butuh waktu lama bercerai dengan Dinda langsung menikah dengan Sisil, pria itu ya begini," ucap Rio dengan sombongnya.


"Karena anda menikahi ibu Dinda hanya memanfaatkan rahimnya saja, jadi jangan berbangga dulu.. Ingat pak karma akan berlaku, semoga saja setiap tetes air mata dan rasa sakit yang di rasakan ibu Dinda tidak akan anda rasakan esok hari," gertak Ryan lalu memilih meninggalkan kafe. Ia merasa sia-sia saja meluangkan waktu bertemu pria arogan seperti Rio.


__ADS_2