
Beberapa menit kemudian minuman sudah jadi dan kini Ryan ingin menyampaikan hal yang serius.
"Bapak dimana bu?" tanya Ryan.
"Kebetulan bapak sedang pergi ke nikahan temannya," ucap Sri.
"Sebenarnya ada yang ingin saya sampaikan bu tapi bapak tidak ada disini," ucap Ryan sungkan.
"Tidak apa katakan saja, nanti biar ibu sampaikan pada bapak," ucap Sri penasaran.
"Begini bu... Mengingat saya dan Dinda sudah menjalani hubungan maka saya tidak mau jika hubungan ini hanya sekedar begini saja bu, saya berniat ingin mempersunting Dinda, apakah ibu merestui kami?" tanya Ryan gugup.
"Alhamdulillah akhirnya kalian ada rencana ingin bersatu, jujur ibu bahagia mendengarnya.. Untuk masalah restu ibu sangat merestui kalian dan ibu yakin bapak juga akan merestui," ucap Sri bahagia.
"Bu.. Saya sangat senang mendengarnya.. kalau begitu saya pamit pulang dulu untuk menyampaikan pada keluarga saya," pamit Ryan dengan raut wajah bahagia.
"Baik.. Hati-hati di jalan ya pak," ucap Sri sangat perhatian.
"Iya bu," jawab Ryan mencium tangan Sri dan menuju mobil, Dinda mengantarkannya sampai ke teras.
"Mas.. Serius kamu ingin meminang ku?" tanya Dinda ragu.
"Serius.. Akan aku bawa kedua orang tua bahkan keluargaku nanti ke rumahmu, tunggu saja kabar dariku," ucap Ryan serius.
"Akan aku tunggu mas.. Semoga ini awal yang baik untuk kita," ucap Dinda berharap.
"Tentu.. Ini awal yang baik untuk kita, yasudah aku pamit dulu ya sayang, titip salam buat kedua anakku," ucap Ryan masuk ke mobil dan melambaikan tangan pada Dinda.
"Hati-hati mas..." pinta Dinda perhatian.
***
Lalu Ryan sudah sampai di mansion mewahnya, di sana kebetulan ada saudaranya yang berkunjung.
"Hai mah pah, eh ada tante Santi, apa kabar tante?" sapa Ryan ramah dan ikut duduk di ruang keluarga.
"Kabar baik.. Oh iya tante mau kasih kabar kalau Nisa bulan depan akan menikah, ini undangan untukmu," ucap Santi menyerahkan undangan VIP pada Ryan.
__ADS_1
"Cepat sekali tan?" tanya Ryan kaget.
"Ya gak cepat.. Memang sudah umurnya untuk menikah, kamu sih yang kelamaan," ejek Santi.
"Tante ini selalu aja begitu," protes Ryan.
"Makanya cepetan menikah, perempuan di dunia ini kan banyak kenapa kamu tak juga membuka hati?" ucap Santi.
"Ryan sudah menemukan tambatan hati dan sekarang ingin berdiskusi pada mamah dan papah," ucap Ryan serius.
"Pantas saja kamu pulang kemari," sindir Leo-papah Ryan.
"Kan Ryan sering datang kemari pah, salah sendiri papah sibuk terus," protes Ryan.
"Sudah sudah.. Siapa wanita yang sukses menambatkan hatimu?" tanya Lia-mamah Ryan penasaran.
"Ya perempuan kemarin mah, apa mamah lupa?" tanya Ryan mengingatkan.
"Oh itu.. Serius kamu ingin menikahinya?" tanya Lia memastikan.
"Serius mah makanya Ryan ingin mamah dan papah melamar kan Dinda untuk Ryan," pinta Ryan.
"Namanya Dinda Safitri, dia anak kedua dari pasangan suami istri Sri dan Tono, ayahnya dulu menjadi abdi negara dan sekarang sudah pensiun, sedangkan ibunya dulu menjadi dokter spesialis jantung, kakaknya mengikuti jejak ayahnya dan sekarang sudah menjadi mayor jenderal," ucap Ryan memperkenalkan singkat keluarga Dinda.
"Bibit bebet bobotnya baik loh apalagi yang perlu di ragukan?" tanya Santi penasaran.
"Memang latar keluarganya itu baik namun yang memberatkan itu statusnya," ucap Lia.
"Statusnya? Ada apa dengan statusnya?" tanya Leo penasaran.
"Dia seorang janda beranak dua pah," ucap Ryan dengan gentleman.
"Ryan.. Masih banyak perempuan di luar sana yang cocok bersanding denganmu, mengapa pilihanmu pada seorang janda? Belum apa-apa nantinya kamu sudah menafkahi kedua anaknya," tolak Leo.
"Makanya itu pah tadi mamah memastikan pada Ryan," ucap Lia.
"Pah.. Mah.. Mau dia janda ataupun perawan tidak masalah bagiku, yang terpenting bagaimana kepribadian dia.. Sebenarnya Dinda juga gak mau menjadi janda namun nasib sudah menjadi bubur, mantan suaminya yang sudah menorehkan luka hati Dinda begitu dalam," ucap Ryan meyakinkan orang tuanya.
__ADS_1
"Apalagi dia bercerai hidup, pasti ke belakangnya akan memberatkan mu, percayalah pada papah," tegur Leo.
"Tidak pah.. Semuanya sudah jelas kok karena dulunya Dinda klien Ryan jadinya ya Ryan sangat tahu bagaimana Dinda," ucap Ryan mantap.
"Apa alasan dia bercerai dengan suaminya?" tanya Leo penasaran.
"Karena dari awal mantan suaminya tidak pernah mencintai Dinda, tujuan awal menikahinya hanya untuk dijadikan rahim pengganti untuk kekasihnya yang tidak bisa memiliki keturunan, Dinda mengetahui semua itu ketika kandungannya 7 bulan dan setelah mengetahui semua itu Dinda pulang ke rumah orang tuanya hingga melahirkan, di saat anaknya selapanan dan Dinda selesai masa nifas.. Dinda menghubungi saya untuk meminta bantuan agar memenangkan perceraian dengan mantan suaminya, awalnya Ryan menganggap ini seperti masalah biasa namun ternyata tidak, mantan suaminya sungguh licik, ia menculik anaknya ketika Dinda baru saja melahirkan dan menahannya selama satu tahun, setelah ada celah untuk Dinda merebut anaknya kini hak asuh mutlak jatuh ke tangan Dinda dan bersifat final," ucap Ryan menjelaskan dengan detail.
"Astaga ada ya manusia jahat seperti dia, kasihan Dinda yang menjadi korban, tapi untung saja Dinda bisa memenangkan hak asuhnya," ucap Santi simpati.
"Ya begitulah cara memperlakukan manusia yang berada di bawahnya, mantan suaminya kan bukan orang sembarangan," ucap Ryan kesal.
"Siapa mantan suaminya?" tanya Leo serius.
"Rio putra suganda, putra semata wayang dari CEO suganda corp," ucap Ryan penuh penekan.
"Ahh keluarga suganda memang dari dulu selalu begitu, papah tidak kaget lagi, syukurlah kalau calon istrimu itu bisa bebas dari mereka," ucap Leo kesal.
"Iya pah makanya itu Dinda dan Ryan berusaha keras agar semuanya tidak merugikan pihak Dinda dan alhamdulillah semua berhasil, kini ketika Dinda sudah bangkit dan memiliki usaha, mantan suaminya kembali lagi mengejar Dinda dengan dalih menyesal telah meninggalkannya" ucap Ryan cemburu.
"Apa usaha Dinda?" tanya Santi penasaran.
"Agen ABC skincare tante," ucap Ryan jujur.
"Wah agen yang ada di ruko pinggir jalan itu? Tante pakai produknya loh, lihat nih sekarang tante glowing kan," ucap Santi dengan kemayu.
"Iya tante glowing sekali," puji Ryan.
"Ehem.. Setelah papah tau alasan dia bercerai dan latar belakangnya maka papah setuju kamu menikahinya dan kapan waktu kamu siap datang ke rumahnya segera kabari papah," ucap Leo dengan serius dan mamahnya pun kaget.
"Pah dia janda, anak dua lagi" bisik Lia tak suka.
"Setidaknya dia berstatus janda bukan karena kesalahannya dan memang kalau dari awal dia hanya di inginkan rahimnya saja mana mungkin dia mau mah.. Dia juga punya usaha juga kan, setidaknya dia tidak bergantung pada anak kita, jadi segi finansial pun anak kita tidak begitu di rugikan, hanya di sayangkan saja status dia janda," ucap Leo menerima lapang dada.
"Terserah papah," jawab Lia kesal.
"Besok bawalah kesini dan perkenalkan pada kami, jangan lupa ajak anaknya," pinta Leo dan Ryan menyambut baik niatan papahnya.
__ADS_1
Ryan langsung menghubungi Dinda dan mengatakan bahwa besok ia diminta untuk datang ke rumahnya bertemu kedua orang tua Ryan.