RAHIM PENGGANTI (DINDA)

RAHIM PENGGANTI (DINDA)
Dito Memikirkan Vika


__ADS_3

Setelah 3 minggu gak bertemu karena kesibukan masing-masing membuat Dito merasa ada yang aneh dihatinya, ia ingin bertemu Vika tapi bagaimana cara menyampaikannya? Dito terlalu gengsi untuk mengakui ini semua, padahal diantara mereka saling memiliki kontak telepon.


"Ada apa dengan diri gue? Kenapa sih tiba-tiba kangen sama cewe ngeselin macam Vika, gak tantenya gak keponakannya bikin kesel, udah tau dia bikin kesel tapi kenapa kok gue pengen ketemu? Hei hati.. Ada apa denganmu? Mengapa kau membuat diriku menjadi pria pengemis perhatian begini? Ha?? Tolong dong kembalikan wibawa gue yang dulunya dingin dan gak kenal cinta," umpat Dito mengusap wajahnya kesal, kebetulan cuaca hari ini sangat panas dan hari ini ia cuti kerja. Karena bingung mau ngapain, Dito memutuskan untuk keluar rumah mencari udara segar.


Ketika Dito ingin masuk ke mobil mahalnya, ada Indah yang kebetulan juga keluar rumah, karena berpapasan bertemu akhirnya Dito menyapa Indah dengan alasan tidak enak, mereka bertetangga apalagi rumahnya bersebelahan jadi gak etis kalau tidak saling menyapa.


"Hai tante Indah," sapa Dito ramah.


"Hei Dito.. Tumben kamu di rumah," jawab Indah.


"Lagi libur kerja tan, mau pergi ya?" tanya Dito.


"Iya, mau ke supermarket beli bahan makanan, rencana nanti siang tante mau mengantarkan makan siang buat Vika," jawab Indah.


"Kebetulan sekali saya juga mau keluar tan, ayo bareng," ajak Dito.


"Memang kamu mau kemana?" tanya Indah.


"Cari angin tan, bosan dirumah," jawab Dito lalu Indah mengangguk saja dan masuk ke mobil mewah Dito, seumur-umur baru kali ini ia merasakan naik mobil mewah apalagi di dalamnya sangat nyaman.


"Ini mobil idaman kaum hawa nih," celetuk Indah yang dijawab ketawa kecil dari Dito.


"Eh serius loh, coba aja kamu langsung gaet satu cewek dijalan, otomatis dia mau," usul Indah.


"Tante nih memangnya kucing main gaet aja," jawab Dito tak habis pikir.

__ADS_1


"Iya to.. Kucing besar haha," lawak Indah lalu keduanya ketawa bersama. Dito gak menyangka dibalik umur Indah yang sudah menua itu masih aja mencari jokes yang sangat lucu, pandai sekali mencairkan suasana. Pantas saja pernikahan Indah dengan suaminya awet meskipun belum juga dikaruniai momongan.


Yang awalnya hanya mengantar Indah ke supermarket, kini Dito sekalian menemani berbelanja dan kembali mengantar pulang. Awalnya Indah dibuat heran dengan tingkah anak muda satu ini namun kembali Indah mengingat jika tadi ia bilang akan mengantarkan makan siang untuk Vika, ah kalau gini kan Indah jadi menduga jika Dito sudah mulai ada rasa dengan keponakannya itu.


Tiba di rumah, tak lupa Indah mengucapkan rasa terima kasihnya dan memberikan beberapa cemilan untuk Dito sebagai rasa terima kasih. Awalnya Dito menolak namun Indah memaksa hingga akhirnya diterima lah pemberian Indah.


"Oh iya tante sampai lupa bilang," teriak Indah sebelum masuk rumah dan Dito sebelum kembali ke mobil.


"Bilang apa tante?" tanya Dito penasaran.


"Nanti siang tante mau mengantarkan makanan buat Vika, apa kamu mau ikut?" tanya Indah yang membuat Dito kaget, memang sih dia ingin sekali bertemu Vika tapi apa harus begini caranya? Apa ini gak terlalu kentara? Apa nanti gak menurunkan harga dirinya sebagai pria ketus?


"Kok malah diem? Kalau gak mau gakpapa, tante gak memaksa kok, tante buatin Vika makan siang karena beberapa hari ini dia kurang enak badan, tante kasihan lihatnya, suruh izin sebentar malah gak mau," ucap Indah memancing perhatian Dito.


"Sakit apa memangnya? Apa sudah diperiksa?" tanya Dito memastikan.


"Baiklah nanti Dito ikut ke kantor Vika, kalau mau berangkat nanti kabari ya tan," jawab Dito yang dijawab anggukan kepala oleh Indah. Setelah itu mereka masuk ke rumah masing-masing. Hati Indah sangat senang ketika melihat ekspresi khawatir dari anak tetangganya itu, setidaknya analisa dia yang menyimpulkan jika Dito ada rasa pada Vika nyata adanya.


Jam istirahat kantor pun telah tiba, Vika menanti kedatangan tantenya yang sudah memberitahu untuk tidak jajan di kantin karena tantenya akan kesana mengirim makanan. Didalam chat juga terlampir jika kedatangan tantenya bersama orang spesial, siapa dia? Hal itu membuat Vika sangat penasaran. Ketika Vika sedang memikirkan siapa orang yang datang bersama tantenya, ada panggilan masuk dari ponselnga dan Vika segera menjawab, dia adalah tante Indah. Orang yang ditunggu Vika.


"Halo tante, udah sampai?" tanya Vika memastikan.


"Udah.. Tante ada di loby, tolong kamu kesini ya, sekuriti disini menyebalkan, udah dibilangin berkali-kali kalau aku ini tante kamu masih aja gak percaya," keluh Indah.


"Tante kan baru pertama kesini dan Vika juga karyawan baru, jadi wajar kalau pak satpam bersikap begitu, tante disana sendirian?" tanya Vika.

__ADS_1


"Udah dibilangin kalau tante sama orang spesial tapi dia lagi parkir mobil, cepetan kesini mumpung makanannya hangat," ucap Indah tak sabar lalu Vika memutus panggilan dan segera datang kesana.


Dalam setiap langkahnya entah kenapa perasaannya tiba-tiba saja berdebar dengan kencang, ia sangat penasaran siapa orang yang bersama tantenya? Se-spesial apakah dia sampai tantenya sendiri enggan menyebut namanya. Tiba di loby, Vika celingukan mencari keberadaan tantenya dan akhirnya mereka bertemu juga.


"Lama sekali sih, tante sampai bosan disini," protes Indah.


"Maaf tante habisnya jarak loby sama ruang kerja Vika cukup jauh sih, padahal Vika udah naik lift," jawab Vika lalu menerima bingkisan dari tantenya, seketika aroma harum masakan tante Indah menguar di hidung Vika dan seketika itu juga perutnya memberontak untuk diberi makanan.


"Kamu mau makan dimana?" tanya Indah.


"Disini tan, dimana lagi?" tanya balik Vika.


"Yakin kamu makan di loby? Emang boleh?" tanya Indah memastikan.


"Gak tau juga tan, yasudah kita ke kantin yuk, masak tante udah jauh-jauh kesini tapi gak disuguhin apa-apa," jawab Vika menggandeng tangan Indah menuju kantin.


"Maaf kedatangan saya terlambat, tadi parkiran penuh, untung saja satpam disini kenal saya jadinya diprioritaskan," ucap seorang pria yang ada di belakang mereka berdua, suara yang tak asing bagi Vika dan seketika itu juga Vika membalikkan badan. Alangkah terkejutnya siapa orang yang ada didepannya kini, Dito.. Ya Dito tetangga tantenya tiba-tiba ada disini, ada apa dia datang kesini dan kenapa meminta maaf? Eh jangan-jangan??


Vika langsung melirik ke arah tantenya dan respon yang diberikan tantenya sungguh diluar dugaan, tantenya hanya ketawa kecil sambil tangannya membentuk tanda V.


"Jangan bilang orang spesial yang tante maksud itu dia," bisik Vika.


"Tentu saja lah, dia kan spesial untukmu, udah deh kalian PDKT aja, tante merestui kok," jawab Indah yang dibalas cubitan kecil oleh Vika.


"Apa kedatangan saya menganggu kenyamanan mu?" tanya Dito memastikan, karena ia sedari tadi memperlihatkan ekspresi tak nyaman Vika.

__ADS_1


"Enggak kok, saya hanya kaget aja kenapa tiba-tiba ada kalian disini, maaf jika sudah membuatmu salah sangka," jawab Vika tak enak hati lalu mereka bertiga berjalan ke kantin. Pandangan semua karyawan tertuju pada Vika dan Dito, semua yang bertemu dengan Dito tak luput menyapa bahkan memberi salam hingga membuat Vika juga tantenya heran, darimana mereka bisa tau Dito? Memang sih Dito anak orang kaya raya tapi apa iya berita kekayaannya sampai ke telinga rekan kantornya hingga tak segan mereka menyapa??


Siapakah Dito sebenarnya dan apakah Dito nantinya berlabuh pada Vika?


__ADS_2