RAHIM PENGGANTI (DINDA)

RAHIM PENGGANTI (DINDA)
Rio VS Mayang


__ADS_3

"Selamat siang," sapa Ira ramah sembari membawa parsel buah.


"Siang.. Eh ada besan, sini duduk," jawab Mayang ramah.


"Mamah.." jawab Rio lirih.


"Maaf ya baru bisa kesini soalnya kemarin-kemarin ada keperluan," ucap Ira basa-basi.


"Tidak papa kok jeng lagian Rio baru masuk kemarin, gimana kabarnya jeng?" tanya Mayang mencoba mengerti.


"Kabar baik jeng, bagaimana dengan kabar kalian?" tanya balik Ira.


"Ya kabar kami sedang tidak baik-baik saja jeng, anak saya masuk rumah sakit, suami juga sakit dan perusahaan diambang kebangkrutan," ucap Mayang sedih.


"Saya turut sedih atas kejadian yang menimpa keluarga anda jeng.. Jujur saja saya sebagai orang tua Sisil merasa malu ketika tau dia mengambil uang perusahaan dan hampir mencelakai Dinda, saya sampai tidak habis pikir mengapa anak saya sekarang bisa nekat seperti itu," ucap Ira pura-pura sedih.


"Mah.. Mamah tau kan dimana Sisil?" tanya Rio tanpa basa-basi.


"Mamah gak tau dimana dia," jawab Ira.


"Jangan bohong mah.. Rio yakin kalau mamah tau dimana Sisil dan berniat menyembunyikan agar Sisil tidak menjalani hukuman, jujurlah mah," desak Rio.


"Serius Rio.. Mamah tidak tau sama sekali dimana Sisil lagian nomornya pun tidak aktif," sanggah Ira.


"Mamah dan Sisil sangat dekat jadi mustahil kalau mamah tidak tau dimana Sisil, katakan sejujurnya mah atau nanti mamah ikut masuk, bui," gertak Rio.


"Rio jangan bicara sekeras itu, mau bagaimanapun juga jeng Ira itu mamah mertua kamu, mamahnya istrimu, hargailah dia dan bicaralah dengan benar," tegur Mayang.


"Habisnya Rio kesal mah bisa-bisanya Sisil nekat kabur, kalau gini kan merepotkan banyak orang dan hukuman dia semakin tambah," keluh Rio kesal.


"Bisa-bisanya ya Rio dengan lantangnya menuduh gue, untung saja ada mamahnya coba kalau enggak, duh bisa perang dingin," batin Ira kesal.


"Awas saja mah kalau benar mamah menyembunyikan Sisil," batin Rio mengepalkan tangan.


"Sudahlah Rio serahkan saja semua ini sama pihak kepolisian, mereka yang lebih paham.. Jangan terus menuduh mamahnya Sisil terus, siapa tau memang dia beneran tidak tau," jawab Mayang berusaha bijak.

__ADS_1


"Mah.. Jangan mudah percaya sama mamah Ira dan juga Sisil, mereka saja dulunya tega banget menyuruh Rio menikah sama perempuan lain untuk dijadikan rahim pengganti Sisil, sekarang apa imbasnya bagi Rio? Hidup Rio hancur mah.. Hancur.." keluh Rio.


"Kenapa kamu bahas nya sampai sana sih?" protes Ira kesal.


Ya habisnya memang semua ini penyebabnya itu kalian.. Karena kalian akulah yang menjadi korbannya, sekarang mana? Setelah mempunyai anak dari Dinda malah Rio gak bisa mengasuhnya," pekik Rio.


"Ya kalau masalah itu jangan salahkan mamah dong berarti kamu nya aja yang gak becus rawat anak, jangan semua salahkan mamah dan Sisil," protes Ira.


"Sudahlah jeng daripada terus berdebat dengan Rio mendingan jeng pulang saja, maaf ya jeng bukannya saya mengusir tapi Rio butuh istirahat yang cukup," usir Mayang secara halus.


"Anda mengusir saya? Ok fine saya pulang sekarang.. Kalian ini ya benar-benar membuat saya kesal, saya datang ke sini baik-baik malah di usir.." protes Ira dengan wajah marah.


"Bukan bermaksud mengusir jeng namun kedatangan anda malah membuat anak saya emosi, jadi alangkah baiknya anda pulang saja, nanti bisa bertemu lagi ketika kondisi sudah membaik," ucap Mayang.


"Ah sama saja.." ucap Ira langsung berlenggang pergi.


"Rio lain kali jagalah sikap dan ucapan pada mertuamu, dia ibunya Sisil, ibu dari istrimu, sama saja dia itu orang tuamu," tegur Mayang.


"Susah mah kalau harus bersikap baik sama mereka," protes Rio.


"Mah.. Rio yakin kalau mamah Ira itu tau keberadaan Sisil, Rio sangat yakin mah.. Jangan mudah percaya sama mereka," ucap Rio kesal.


"Mamah bukannya gak percaya namun mamah harus melihatnya secara langsung apakah benar besan mamah menyembunyikan Sisil, lagian kalau kamu terus menerus menuduh seperti tadi yang ada dia malah gak nyaman dan merasa terintimidasi," tegur Mayang.


"Biarkan waktu yang membuktikannya mah, Diam-diam Rio sudah menyuruh orang untuk memantau mamah Ira kalau nantinya terbukti menyembunyikan Sisil ya jangan harap mereka akan bebas," ucap Rio geram.


"Fokuslah dengan kesembuhan mu, jangan melakukan apapun dengan emosi, kondisi keluarga kita sedang rumit jadi mamah mohon jangan menambah rumit," pinta Mayang.


"Dimana letak Rio menambah kerumitan mah? Rio hanya menanyakan dimana Sisil dan apa benar mertua Rio menyembunyikannya, hanya itu mah.. Rio tidak menanyakan hal lain, mertua Rio saja yang jawabannya berkelit dan merasa tersinggung, kalau memang tidak menyembunyikan ya harusnya jangan marah dong," bantah Rio.


"Kamu ini ya kalau di kasih tau orang tua selalu saja melawan.. Mana pernah kamu mendengarkan mamah ataupun papah, ini hasilnya dari sifat kurang ajar mu.. Kamu yang selalu ingin menang sendiri dan tidak mau kalah, ini adalah apa yang kamu tuai selama ini, sudah sering kamu mengecewakan mamah dan papah tapi kami selalu bersabar, kami berharap suatu saat kamu berubah.. berubah menjadi yang lebih baik namun semakin hari kamu semakin jauh ke jalan yang salah, kamu sendiri yang merusak masa depanmu dan kamu sendiri yang membuat semua ini rumit," keluh Mayang berlinang air mata.


"Mah kenapa jadi menyudutkan Rio?" tanya Rio kesal.


"Lantas mamah harus menyudutkan siapa? Anak mamah cuma kamu," tanya balik Mayang.

__ADS_1


"Gak pernah sekalipun Rio terlihat benar di mata mamah dan juga papah," ucap Rio kecewa.


"Kamu pernah terlihat benar dan mamah papah sempat bahagia akan hal itu namun sayangnya hanya sementara saja," ucap Mayang membuat Rio penasaran.


"Yang mana mah?" tanya Rio penasaran.


"Ketika kamu bertemu dengan Dinda dan menikahinya, itu hal paling benar yang pernah kamu lakukan dalam hidupmu namun sayang kamu hanya mempertahankannya sebentar saja, kamu terlalu kemakan omongan Sisil dan akhirnya kamu jatuh ke lubang yang sama untuk kesekian kalinya," sindir Mayang.


"Benar mah.. Rio memang salah besar sudah mencampakkan Dinda.. Wanita yang begitu sempurna dan nyaris tidak ada celahnya, namun waktu itu Rio bimbang mah, di satu sisi Rio harus menepati janji untuk menikahi Sisil namun di satu sisi Rio sudah mulai mencintai Dinda, waktu itu Rio bimbang mah," ucap Rio.


"Kenyataannya kamu memilih jalan yang salah dengan melepaskan Dinda," sindir Mayang.


"Karena Dinda gak mau di madu mah," protes Rio.


"Ya jelas dia tidak mau karena Dinda perempuan cerdas dan memiliki harga diri yang tinggi, tidak seperti istrimu sekarang yang kerjaannya hanya menjadi benalu di keluarga kita.. Semua wanita mana pun tidak akan ada yang rela jika dimadu, andai ketika Dinda menjadi istrimu lalu dia di belakangmu menjalani hubungan dengan pria lain, apakah kamu rela?" sindir Mayang.


"Ya gak rela lah mah.. Dinda hanya boleh jadi milikku," jawab Rio tak suka.


"Makanya itu jangan menyuruh orang untuk menuruti kemauan mu jika kamu sendiri saja tidak mau di posisi itu, jangan egois Rio.. Dinda juga punya perasaan," ucap Mayang geram.


"Iya mah maaf.. Sampai sekarang Rio tidak ikhlas Dinda menikah dengan pengacaranya," keluh Rio memasang wajah sedih.


"Mamah pun juga menyesal sudah kehilangan menantu sebaik dia namun apa mau dikata? Nasi sudah menjadi bubur, sampai detik ini Dinda masih mau berkomunikasi dengan mamah dan di izinkan suaminya rasanya mamah sudah bersyukur," ucap Mayang.


"Sialan.. Kedatangan gue kemari mau jenguk mas Rio malah yang ada gue mendapat kabar kurang enak, kenapa sih mereka malah memikirkan Dinda ketimbang gue? Gue masih menjadi bagian keluarga mereka loh.. Sialan bener keluarga mas Rio, memang gak punya hati, susah payah gue datang kesini yang ada hanya kekecewaan yang di dapat," gumam Sisil kecewa lalu pergi dari rumah sakit.


Rio melihat bayangan Sisil berada di balik pintu dan berlalu pergi.


"Sisil.." panggil Rio lirih.


"Mana? Gak ada orang," tanya Mayang.


"Tadi Rio melihat bayangan Sisil ada di balik pintu mah, Rio merasa daritadi Sisil ada disini," ucap Rio.


"Mana mungkin.. Ini tempat umum Rio, bisa langsung di tangkap lah kalau dia beneran datang kesini," ucap Mayang tak percaya.

__ADS_1


"Coba mamah cek CCTV rumah sakit sambil Rio menelpon polisi," perintah Rio dan Mayang menyetujuinya.


__ADS_2