RAHIM PENGGANTI (DINDA)

RAHIM PENGGANTI (DINDA)
Meta Tertangkap (2)


__ADS_3

"Hasil yang saya cermati menunjukkan bahwa semua permasalahan ini bermula dari produk palsu yang di pesan lalu banyak customer yang tidak cocok dengan produk itu dan berimbas sampai sekarang," ucap Vika membuat Dinda tersedak.


"Uhuk.. Uhuk.. Saya tidak pernah memesan produk palsu, siapa yang sudah order? Apakah itu Meta?" tanya Dinda geram.


"Semua bukti mengarah pada pemilik dokumen ini," ucap Vika tidak mau menyebutkan nama.


"Berarti benar kalau Meta dalang dibalik semua ini, bagaimana bisa dia order produk palsu sedangkan setiap transaksi masuk dan keluar harus melakukan persetujuan saya?" tanya Dinda penasaran.


"Dia memanipulasi data bu, pasti ada data yang sudah dia sembunyikan, entah itu di hancurkan atau di buang begitu saja, mungkin waktu itu posisinya anda pernah lengah sehingga mantan admin bisa dengan leluasa order produk palsu yang di gabung dengan orderan produk asli, saya kasihan dengan customer yang mendapatkan produk palsu," ucap Vika semakin membuat Dinda syok.


"Bagaimana bisa dia berbuat seperti itu, dimana dia membeli produk palsunya?" tanya Dinda geram.


"Dia membeli via online dan langsung di kirim lewat paket jadinya antara admin dan penjual palsu tidak pernah saling bertemu," ucap Vika.


"Bisa kasih tau nomor dan alamat penjual palsu itu, semua bukti sudah anda kumpulkan?" tanya Dinda.


"Semua bukti sudah siap dan valid, jika anda ingin bertindak lebih jauh bukti ini cukup kuat," ucap Vika dengan mantap.


"Baiklah makasih.. Saya sangat puas dengan kinerja anda, tak butuh waktu lama semuanya bisa terungkap, untuk Meta.. Kasus ini akan saya ajukan ke kepolisian supaya dia mendapatkan ganjaran yang setimpal," ucap Dinda sudah sangat geram.


"Semoga semuanya berjalan dengan lancar dan nama baik perusahaan anda bisa kembali," harap Vika dengan tulus.


"AWAS SAJA KAMU META!! TIDAK ADA AMPUN UNTUKMU!! SUDAH DITOLONG MALAH MENIKUNG, DEMI SISIL KAMU TEGA MENGHANCURKAN USAHA YANG SEDANG GUE RINTIS.. KALAU MEMANG SISIL TERLIBAT AKAN GUE PASTIKAN DIA MENERIMA BALASANNYA!!!" batin Dinda mengepalkan tangan.


Tak butuh waktu lama kini Dinda sudah melaporkan masalah ini pada pihak polisi dan Dinda berharap semoga Meta segera terungkap.


***

__ADS_1


2 hari kemudian kepolisian memberitahu Dinda bahwa Meta sudah tertangkap dan di tetapkan sebagai tersangka. Dinda yang mendapat kabar itu sontak langsung bahagia dan mendatangi kantor polisi.


"Selamat siang bu ada yang bisa saya bantu?" tanya petugas kepolisian.


"Selamat siang Pak saya ingin bertemu dengan Meta Maretha," ucap Dinda tak sabar.


"Baiklah silahkan menunggu di sana," jawab petugas kepolisian menunjuk ruang kunjungan.


Dinda menunggu di ruangan kunjungan cukup lama karena Meta baru saja ditetapkan sebagai tersangka, jadi banyak berkas yang harus di proses terlebih dahulu.


"Dinda" ucap Meta lirih.


"Hai Meta, gak nyangka ya di pertemuan kita kali ini kamu memakai baju tahanan dengan tangan di borgol, sebenarnya gue gak tega dan merasa kasihan namun ulah mu sendiri yang membuatmu berada disini" sindir Dinda.


"Din maafin gue, tolong cabut tuntutan gue," rengek Meta.


"WOY DIN SADAR DIRI DONG DARI DULU MEMANG GUE GAK SUKA SAMA LO, DARI DULU LO SELALU SAJA INGIN BERSAING DENGAN GUE DALAM BANYAK HAL!!! GUE MELAKUKAN SEMUA INI KARENA GUE GAK SUKA KALAU LO SUKSES, GUE GAK RELA!!! HARUSNYA ITU GUE YANG SUKSES, GUE.." pekik Meta sambil menggebrak meja.


"Gak kebalik? Dari dulu lo selalu ingin lebih di atas gue dan baru sekarang lo di jatuhkan oleh tingkah mu sendiri" ucap Dinda terkekeh.


"KARENA LO ORANGNYA SOK KECAKEPAN MAKANYA GUE MUAK MELIHAT SIKAPMU YANG SOK LEMAH LEMBUT ITU!! BODOHNYA MEREKA YANG SAMPAI MENYUKAIMU!!" pekik Meta melotot tajam.


"Udahlah terima aja kekalahan, sampai kapan pun lo gak bakal bisa bersaing dengan gue, jadilah dirimu sendiri dan bahagia lah tanpa menyakiti orang lain," nasehat Dinda.


"Jangan sok suci ceramahin gue!! Urus saja hidupmu, jangan jadi perusak rumah tangga orang," ucap Meta geram.


"Gue merusak rumah tangga orang? Rumah tangga siapa??" tanya Dinda penasaran.

__ADS_1


"YA RUMAH TANGGA BOS GUE LAH, SIAPA LAGI!!! LO PENYEBAB SEPUPU GUE SUDAH GAK DI SAYANG LAGI OLEH SUAMINYA, PAKAI PELET APA LO SAMPAI BOS GUE SEGITU CINTANYA, HA??" pekik Meta emosi.


"Oh jadi istri bos mu itu sepupu kamu? Berarti kalian bekerja sama dong buat menghancurkan perusahaan bos kamu sendiri, kenapa kamu mau? Jangan pikir gue gak tau segalanya.. Lo sudah memanipulasi banyak data untuk mencairkan dana dan menyerahkannya pada sepupumu itu," ucap Dinda membuat Meta terkejut.


"Darimana lo tau semua ini?" tanya Meta kaget.


"Darimana?? Memang penting ya untukmu? Yang terpenting kan kamu sudah mendapatkan ganjarannya jadi nikmati saja sisa hidupmu disini, jangan sampai bos mu mendengar ini dan melaporkan mu kesini juga, ntar masa tahanan mu jadi lebih panjang," sindir Dinda tersenyum smirk.


"JANGAN LO PIKIR GUE AKAN BISA DI JEBLOSKAN DENGAN MUDAHNYA, ADA SEPUPU GUE YANG SIAP MEMBANTUNYA, KALAU NANTI GUE BEBAS JANGAN HARAP GUE AKAN MENGAMPUNI MU," pekik Meta.


"Haha sepupu? Sisil maksudmu? Jangan berharap lebih, karena gue juga mencantumkan nama dia dalam masalah skincare gue, lo mau melakukan semua ini karena perintahnya kan?" sindir Dinda.


"Darimana lo bisa tau nama sepupu gue? Jangan bilang lo beneran ingin merebut bos gue, jangan murahan Din," sindir Meta tersenyum mengejek.


*plak* (Dinda menampar pipi Meta secara kasar hingga menimbulkan bekas kemerahan) "JAGA UCAPAN MU, DARITADI GUE UDAH SABAR MENGHADAPI LO YANG SELALU ANGKUH.. GUE TERSINGGUNG KETIKA LO BILANG GUE MURAHAN DAN MENYEBUT KALAU GUE INI MEREBUT MAS RIO, KALAU GAK TAU FAKTA YANG SEBENARNYA LEBIH BAIK DIAMLAH.. JANGAN SAMPAI LO MALU!!" ancam Dinda sangat emosi.


"Woyy ini di kantor polisi, mengapa lo berani sekali tampar gue.. Ada hubungan apa sih kenapa lo kelihatannya pernah dekat sekali dengan mereka," ucap Meta geram.


"Mau tau siapa gue di mata mas Rio? Lo pernah bilang kan kalau mas Rio seperti kehilangan arah setelah berpisah dengan istri dan anak kembarnya, lo tau dia itu siapa? DIA ADALAH GUE.. DINDA SAFITRI, GUE MANTAN SUAMI BOS MU YANG SELALU LO BILANG GANTENG ITU, GUE ORANGNYA.." ucap Dinda tersulut emosi.


"Lo?? Jangan halu deh.. Jangan ngaku-ngaku ingin punya cowok tajir, sekali pelakor mah pelakor aja," sindir Meta tak percaya.


"Terserah lo mau percaya atau tidak yang terpenting gue udah bicara sebenarnya, gue adalah mantan istri mas Rio dan gue melahirkan anak kembar, gue yang menggugat cerai mas Rio karena dia dan Sisil manusia keji yang tak punya hati, tujuan mas Rio menikah denganku hanya sebagai rahim pengganti Sisil sepupumu itu, dia di vonis mandul karena rahimnya diangkat akibat kecelakaan ketika menyelamatkan mamahnya mas Rio, Sisil lah yang menyuruh mas Rio untuk mencari wanita lain, hingga akhirnya mas Rio mencintaiku dengan sendirinya..jadi dimana letak gue sebagai pelakor?" tanya Dinda penuh penekanan dan menunjuk muka Meta.


"Gak.. Ini gak bener, pasti lo bohong kan? Iyakan Din.. Jangan halu Dinda, sadar.." pekik Meta tak menerima kenyataan.


"Susah ngomong sama orang yang dari awal sudah salah kaprah menerima informasi, tanyakan saja pada Sisil dan mas Rio secara langsung kalau nanti dia ingat menjenguk mu," ucap Dinda lalu memilih pergi meninggalkan Meta.. Setidaknya ia sudah puas karena Meta mendapatkan ganjarannya.

__ADS_1


__ADS_2