
Sepekan kemudian kini Dinda dan Rio sudah tiba di pengadilan untuk mengetahui bagaimana hasil keputusan cerainya.
"Selamat siang saudara, apakah persidangan ini sudah bisa di mulai?" tanya pak Hakim.
"Sudah pak hakim," jawab mereka bebarengan.
"Baik.. Saya akan membacakan hasil keputusan cerai saudara Rio dengan saudari Dinda, setelah kami telaah dan diskusi, kami memutuskan bahwa gugatan cerai saudari Dinda disetujui berikut juga gugatan yang lainnya yang di ajukan berupa hak asuh anak atas nama Farel Putra Suganda jatuh pada saudari Dinda, adapun gugatan yang di ajukan lagi adalah nafkah anak setiap bulannya sesuai kesepakatan berdua, saya membuka ruang diskusi untuk kalian menentukan berapa nominal setiap bulannya yang harus diberikan saudara Rio kepada kedua anaknya," ucap pak Hakim mengetuk palu 3 kali.
"Alhamdulillah akhirnya aku bebas," ucap Dinda penuh syukur.
"Maaf Pak Hakim saya mengajukan keberatan jika hak asuh jatuh kepada mantan istri saya, kemarin dia kepergok bermain di belakang dengan pengacaranya dan sesuai tuduhan saya kemarin jika mereka memang sudah memiliki hubungan khusus, terlebih pak Ryan pengacara hebat sudah pasti bayarannya mahal, darimana mantan istri saya mendapatkan uang itu sedangkan dia tidak bekerja, padahal kemarin saya niatnya ingin mengembalikan Farel pada ibunya tapi mengingat ibunya ada main dengan pengacaranya langsung mengurungkan niat saya, jadi saya mohon hak asuh anak biarkan saya yang mengambilnya pak," ucap Rio dengan tenang namun mampu menohok perasaan Dinda.
"Mas.. Fitnahan apalagi yang kamu perbuat? Jangan mempersulit langkahku untuk mengambil kembali Farel," protes Dinda tak terima.
__ADS_1
"Saya ada buktinya pak jadi tidak asal tuduh, berikut buktinya," ucap Rio lalu menunjukkan bukti pada ketua Hakim.
"Permisi pak Hakim, disini saya keberatan jika saya mendapat tuduhan seperti ini, sama saja saya mencoreng profesi saya sebagai pengacara, saya tidak serendah itu dan saya mendapatkan bukti yang lebih valid pak. Memang kemarin saya dan klien saya datang ke apartemen saudari Sisil guna mengambil Farel sesuai permintaan saudari Sisil, bukti percakapan juga ada pak.. Setelah itu saudari Sisil memberikan kami minuman yang di dalamnya sudah di campurkan obat tidur dan obat perangsang dengan dosis yang cukup tinggi, buktinya pun saya juga ada," ucap Ryan dengan tenang lalu menyerahkan bukti-bukti.
"Mau di jebak atau pun tidak tetapi kalian sudah melakukan hubungan yang terlarang apalagi posisinya saudari Dinda masih berstatus sah suami saudara Rio, tindakan ini bisa di katakan perselingkuhan," ucap pak Hakim yang jawabannya sangat membuat Rio puas.
"Tetapi kami tidak sengaja pak Hakim, ini semua murni jebakan," protes Dinda menahan gemuruh di dada.
"Selingkuh ya selingkuh saja pakai acara di jebak segala, udahlah Dinda kita ini sama saja," ucap Rio dengan entengnya.
"Maaf Pak Hakim bukannya saya lancang, namun kami beneran tidak selingkuh," bela Ryan.
"Gue tau lo naksir mantan istri gue, jujurlah," sindir Rio.
__ADS_1
"Yang dikatakan saudara Rio memang benar, saya menyukai klien saya karena dia memiliki kepribadian yang kuat, mandiri.. Kalau pun akhirnya terjadi sesuatu atau bahkan menimbulkan benih di rahim klien saya, maka saya akan siap menikahinya," ucap Ryan dengan tegas dan membuat Rio murka.
"Baik.. Saudara harap tenang, kami memutuskan bahwa gugatan saudari Dinda di kabulkan namun gugatan berupa hak asuh anak kami tolak, kami memutuskan bahwa kedua anak saudari Dinda dan saudara Rio di asuh bersama dengan pembagian sesuai kesepakatan berdua, berikut juga masalah hak anak setiap bulan silahkan di diskusikan berdua," ucap pak Hakim lalu mengetuk palu 3 kali.
"Mas bisa-bisanya kamu sekeji itu, aku benci denganmu mas.." ucap Dinda dengan sorot mata penuh kebencian.
"Makanya jangan melawanku Dinda, kini hak asuh anak terbagi dua jadi saya menginginkan Farel tetap denganku dan aku merelakan Vanesa bersamamu, untuk hak anak-anak, berapa yang kamu mau?" ucap Rio dengan senyum puas.
"Dasar manusia gak punya hati, baiklah aku biarkan kamu mengurus Farel, jika suatu hari terjadi sesuatu padanya jangan harap aku akan diam mas, aku pastikan akan mengambil Farel. Untuk hak Vanesa, aku meminta 100 juta setiap bulan," ucap Dinda angkuh.
"Baiklah akan aku penuhi asalkan aku bisa hidup dengan keturunanku. Terima kasih Dinda sudah menyempurnakan hidupku," ucap Rio bahagia.
"Baiklah karena keduanya sudah mencapai kesepakatan bersama maka sidang cerai hari ini saya anggap sudah selesai dan final, dengan ini berarti saudara Rio dengan saudari Dinda sudah bukan suami istri lagi," ucap pak Hakim mengetuk palu 3 kali lalu keluar dari ruang persidangan.
__ADS_1
"Kita tunggu mas sampai kapan kamu mampu merawat Farel dengan bantuan Sisil, mana bisa dia mengurus anak, ****** mu itu hanya perlu hartamu saja, lihat dan tunggu saja semoga suatu saat kamu tidak menyesalinya," gertak Dinda lalu pergi di susul oleh Ryan.
"Ingat pak, ibu Dinda sudah bukan istri anda lagi dan saya akan memastikan jika sesuatu terjadi padanya maka saya lah yang akan bertanggung jawab, selamat karena anda sudah membuang berlian demi sebuah biji jagung," sindir Ryan sambil tersenyum seringai.