
Dito dengan tiba-tiba menemui papahnya yang berada di halaman depan sambil memberi makan ikan kesayangannya, selain jago dalam dunia berbisnis, papah Dito juga jago dalam hal perikanan, nyatanya ikan yang dulunya hanya berjumlah 5 ekor kini bisa menjadi puluhan ekor dalam waktu singkat, tak hanya itu saja, ukuran ikannya pun besar-besar.
"Pah.. Ada yang mau Dito bicarakan," ucap Dito dengan serius.
"Ada apa? Tumben sekali kamu mau bicara serius sama papah, sini duduk sebelah papah," jawab Bram.
"Ini tentang perusahaan cabang kita yang baru beroperasi beberapa tahun ini pah, mulai besok Dito mau dan siap menjadi CEO di sana," ucap Dito dengan mantap, ayahnya tak menyangka karena tak ada angin dan hujan anaknya tiba-tiba bersedia menangani perusahaan cabang miliknya, pasti ada maksud tersembunyi nih?
"Kamu serius mau menggeluti dunia usaha yang tak sesuai bidang mu? Kamu kan sudah punya perusahaan sendiri, kenapa mau mengurusi perusahaan cabang papah juga? Ada hal apa yang ingin kamu tuju?" tanya Bram penuh selidik.
"Gak ada sih pah, Dito hanya ingin melebarkan sayap dan menambah pengalaman, siapa tau disana Dito menemukan banyak pembelajaran," jawab Dito santai.
"Jika memang itu tujuanmu, baiklah.. Papah izinkan kamu mengelola usaha papah, tapi ingat ya, itu perusahaan baru jadinya masih banyak yang perlu dibenahi, kamu harus sabar," tegur Bram dan Dito mengangguk menyanggupi.
"Baiklah besok akan papah adakan jumpa pers pengenalan CEO baru, jangan lupa datang," ucap Bram.
"Rasanya gak usah seperti itu deh pah, Dito gak suka terlalu di eskpos," tolak Dito.
"Lalu bagaimana mereka nanti bisa tau kalau kamu yang menggantikan papah?" tanya Bram heran.
"Adakan saja rapat seluruh karyawan lalu perkenalkan Dito disana, jangan apa-apa panggil media pah, Dito malu," usul Dito dan Bram menyanggupi.
Izin untuk mengelola perusahaan cabang baru papahnya pun telah dikantongi, kini tinggal memberi kejutan pada Vika tentang siapa dirinya yang sebenarnya dan apa posisi dia disitu nantinya, sebetulnya sudah banyak karyawan yang mengetahui namun khusus karyawan baru saja yang mereka tak tahu karena dari awal mereka masuk memang tak pernah pemimpin perusahaan ada dikantor. Jadi wajar saja jika Vika dan teman seangkatannya tak tahu sama sekali siapa Dito dan ayahnya.
__ADS_1
Tak sabar menanti hari esok membuat Dito tak bisa memejamkan matanya, sudah berbagai cara ia coba untuk tidur namun tak kunjung mengantuk juga. Tanpa sengaja ponselnya menekan dengan acak dan kebetulan sekali ponselnya menelpon Vika, semua itu terjadi secara tidak sengaja karena Dito menyimpan ponsel dibawah bantal dengan posisi masih menyala.
"Dito? Ngapain telpon malam-malam? Mungkin ada yang penting banget kali ya, coba deh angkat," gumam Vika lalu menerima panggilan Dito.
"Halo.. Halo.. Ada apa?" tanya Vika.
Dito sama sekali tak menyadari jika ia menelpon Vika, tapi sepengetahuannya ia merasa ada suara Vika disekitar sini dan terus menanyakan ada apa, Dito terus mencari sumber suara itu dan tertuju dibawah bantal empuknya.
"Loh.. Sejak kapan gue telepon Vika? Aduh gimana ini," gumam Dito panik, ingin langsung mematikan sambungan telepon dirasa kurang sopan, dilanjut teleponan pun Dito malu.
"Halo?? Apa ada orang? Ada apa ya telepon saya?" tanya Vika lagi sedikit keras.
"Vika.. Vika.. Maaf tadi kepencet," jawab Dito kikuk.
"Gak ada, semua aman kok, makasih udah perhatiin," jawab Dito kikuk.
"Iya sama-sama, kenapa belum tidur? Ini sudah malam," tanya Vika yang lagi-lagi membuat Dito salah tingkah.
"Oh iya sampai lupa lihat jam, apa kamu sudah ngantuk?" tanya Dito memastikan.
"Lumayan sih, tadi mau tidur eh tiba-tiba kamu telepon, saya pikir ada apa," jawab Vika membuat Dito sedikit kecewa, tapi gak bisa dipungkiri juga sih ini sudah tengah malam dan memang waktunya untuk istirahat. Salah Dito sendiri yang gak bisa tidur malah kini menganggu orang lain.
"Yasudah kalau gitu, selamat istirahat ya," ucap Dito lalu Vika juga tak lupa memberikan ucapan selamat malam. Entah kenapa setelah mendengar suara Vika juga ucapan selamat malam, hati Dito menjadi tenang dan kini bisa tertidur nyenyak.
__ADS_1
***
Pagi telah tiba, Vika sudah bersiap untuk ke kantor begitu juga dengan Dito yang hari ini tampil sangat fresh dengan balutan jas mewahnya yang semakin membuat penampilan nya paripurna. Tak sabar rasanya diperkenalkan sebagai CEO di perusahaan tempat Vika bekerja, ia ingin tahu bagaimana respon Vika ketika tau ini semua.
Perjalanan menuju kantor tak membutuhkan waktu lama, jalanan yang lenggang seakan memberi isyarat pada Dito jika semuanya nanti akan dilancarkan. Tiba di kantor, tak lupa ayahnya memberitahu sekretaris untuk mengumpulkan semua karyawan di ballroom.
Banyak yang penasaran mengapa semuanya disuruh berkumpul disini tak terkecuali Vika, bertanya pada yang lebih lama kerja disini juga tak mendapat jawaban pasti. Mereka semua tak ada yang tau apa tujuan semuanya dikumpulkan disini.
Tiba-tiba suasana menjadi hening ketika tangan kanan ayahnya Dito maju menuju mic untuk memberi informasi. "Selamat pagi semuanya, semoga kalian selalu diberikan kesehatan, maaf jika pemberitahuan ini terkesan mendadak dan menganggu jam kerja kalian, kami pun juga tak menyangka akan hal ini," ucap tangan kanan Bram membuat semuanya semakin bingung, perasaan cemas menyelimuti mereka.
"Saya disini hanya bertugas mengumpulkan kalian semua sembari menunggu direktur utama kita naik kesini, beliau lah yang akan memberikan informasi pada kita semua," ucap tangan kanan Bram lagi.
Tak berselang lama muncullah Bram dengan balutan jas silver yang terlihat mewah juga tatanan rambut yang sangat rapi, baru pertama kali ini Vika melihat wujud pemilik perusahaan, meskipun sudah berumur namun penampilannya sangatlah berkharisma dan seperti menolak tua. Vika mengamati wajah Bram dengan seksama dan ia merasa jika pemilik perusahaan memiliki wajah yang mirip dengan tetangga sebelahnya, Dito.. Ya benar, Bram hampir mirip dengan Dito.
"Halo semuanya, selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua, semoga kalian semua selalu dalam lindungan Tuhan dan selalu diberi kesehatan, saya Bramantyo, CEO kalian yang sudah pasti banyak yang mengenali siapa saya, maaf jika acara rapat ini sangat mendadak dan diharuskan semua karyawan berada di sini, mulai hari ini saya ingin menyampaikan pada kalian semua bahwa saya mengundurkan diri sebagai CEO dan posisi saya digantikan oleh anak saya, tujuan saya hari ini mengumpulkan kalian semua karena ingin memperkenalkan anak saya yang mulai hari ini menjabat sebagai CEO yang baru, silahkan tunjukkan pesonamu wahai anakku," ucap Bram yang membuat suasana di ballroom sedikit riuh karena tak sabar dengan kemunculan Dito. Tak berselang lama, Dito tampil didepan semua karyawannya dengan penampilan yang sangat sempurna, jas yang ia kenakan sama dengan ayahnya, silver. Namun yang membedakan versi muda dengan versi berumur, meskipun begitu keduanya sama-sama terlihat bersinar.
"Ha? Dito? Jadi dia.." gumam Vika terkejut.
"Perkenalkan ini dia CEO yang baru kalian, dia bernama Dito Maulana Bramantyo, mulai hari ini Dito resmi menjadi pengganti saya dan semua urusan yang belum sempat saya handle, dengan resmi saya limpahkan pada anak saya, semoga dengan perusahaan dibawah pimpinan anak saya akan membawa perusahaan semakin maju dan bertambah cabangnya, demikian pengumuman yang ingin saya sampaikan, kurang lebih saya mohon maaf jika acara ini menganggu waktu kerja kalian, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih" ucap Bram mengakhiri.
"Selamat pagi semuanya, perkenalkan saya Dito Maulana Bramantyo atau kalian bisa panggil saya Dito biar lebih enaknya, saya disini yang menggantikan papah saya di perusahaan ini dan saya harap ke depannya kita bisa saling bekerja sama untuk memajukan perusahaan agar semakin maju dan berkembang dengan pesat, semoga kedepannya kita juga bisa menggapai goal-goal yang belum sempat terelesiasikan, terima kasih juga atas waktu kalian yang sudah meluangkan waktunya datang kesini, semoga setelah ini perusahaan bisa semakin terdepan, demikian yang saya sampaikan semoga kita bisa bekerja sama dengan baik, selamat pagi dan selamat bekerja," ucap Dito dengan tenang.
Nah loh.. Jadi Dito atasan Vika di kantor, wah kejutan apalagi nih..
__ADS_1