RAHIM PENGGANTI (DINDA)

RAHIM PENGGANTI (DINDA)
Kepo Tentang Meta


__ADS_3

Setelah mendapat informasi yang valid kini Dinda tambah memikirkan Rio, ia merasa kasihan pada mantan suaminya itu.. Sudah susah payah orang tuanya mendirikan perusahaan malah kini hampir hancur di tangan anaknya.


"Coba deh aku minta tolong Dini untuk mengorek informasi tentang Meta," gumam Dinda lalu mengajak Dini bertemu.


###


Di Kafe Hitz


"Hai Dinda.. " sapa Dini lalu duduk.


"Hai Dini.. " sapa Dinda ramah.


"Pesan makan dan minum dulu nih, santai aja aku traktir," ucap Dinda menyodorkan buku menu.


"Bu bos.. Makan di kafe gini mah murah," goda Dini terkekeh.


"Ish apaan sih, gak juga.. Bos darimana coba?" tanya Dinda merendah.


"Udah ada karyawan ya pasti bos dong," ucap Dini mengedipkan matanya.


"Kenapa tuh mata? Kelilipan?" tanya Dinda.


"Ahh kamu nih diajak bercanda juga," jawab Dini kesal dan Dinda hanya tertawa.


"Sorry.. Udah pesan dulu gih," jawab Dinda lalu Dini memilih menu yang ada dan memutuskan memesan chicken steak dan mineral water.


"Ada apa nih tumben ngajak ketemu?" tanya Dini to teh point.


"Hmm aku mau nanya nih, kamu dekat gak sama Meta?" tanya Dinda hati-hati.


"Ya gak deket banget sih, ada apa emangnya?" tanya Dini penasaran.


"Boleh gak kalau aku minta pertolonganmu, tapi tolong ya jangan kasih tau siapapun," pinta Dinda memohon.


"Siap bu bos.. Beres, apa itu?" tanya Dini penasaran.


"Kamu mau gak jadi mata-mata? Soalnya jujur aja nih aku masih penasaran sama Meta," ucap Dinda hati-hati.


"Memang Meta kenapa?" tanya Dini penasaran.


"Kamu ngerasa aneh gak sih? Dia kan kerja jadi sekretaris di perusahaan yang besar, siapa sih yang gak kenal Suganda crop? Ya kan..dia bilang kalau perusahaannya mau gulung tikar dan tanpa ragu mau bekerja denganku yang notabene cuma agen skincare," ucap Dinda.

__ADS_1


"Iya sih pas dia minta kerjaan ya aku sempat kaget juga, harusnya dia cari link ke temannya yang sekretaris juga dong.." ucap Dini yang jawabannya sama dengan ibunya.


"Nah itu problemnya, tau sendiri kan gimana Meta dari zaman sekolah dulu? Dia maunya selalu menandingi aku, dia gak mau kalah saing," ucap Dinda flashback.


"Iya ya sampai pacar aja dia pacari bekas mu, apapun kamu punya pokoknya dia harus punya," jawab Dini juga flashback.


"Nah itu.. Sampai rumah aku pikir-pikir dan langsung kaget kenapa tanpa pikir panjang dia mau kerja denganku," ucap Dinda.


"Coba nanti aku cari tau ya semoga saja ada jawabannya," jawab Dini netral.


"Semoga ya.. Aku butuh bantuan mu banget, nanti kalau ada hasil kamu boleh deh ambil paket skincare yang kamu mau," ucap Dinda memberi angin segar.


"Ah serius din?" tanya Dini tak percaya.


"Serius lah masak bohong sih, ambil yang platinum pun oke," jawab Dinda enteng.


"Ahh itu paket idaman ku dari dulu Din, serius mau kasihkan ke gue cuma-cuma?" tanya Dini.


"Serius Dini," jawab Dinda meyakinkan dan Dini bersorak senang.


"Thank Dinda.." jawab Dini bahagia.


Lalu pesanan mereka datang dan kini mereka menikmatinya sambil berbincang riang, Dinda yakin jika Dini bisa di andalkan.


Seminggu lamanya Dinda menunggu kabar dari Dini namun tak kunjung ada info apapun, dan tepat hari ini Meta melamar di kantornya Dinda. Mau gak mau Dinda menerimanya karena sudah berjanji.


"Yes gue udah berhasil masuk ke sini, dengan embel-embel pernah satu sekolahan memudahkan gue menghancurkan Dinda," batin Meta tersenyum smirk.


"Met.. Sini," panggil Dinda.


"Iya Din, ada apa?" tanya Meta penasaran.


"Hmm serius nih kamu mau kerja disini? Ini bukan bidang mu loh, gajinya pun masih gedean di tempatmu kerja dulu," ucap Dinda sungkan.


"Aduh Dinda ya gak papa daripada gue gak kerja, masih untung gue langsung keterima disini," ucap Mayang akting.


"Berarti perusahaan tempatmu bekerja beneran udah bangkrut?" tanya Dinda.


"Belum sih tapi gaji karyawan pada nunggak 2 bulan, mending resign sekarang daripada makin numpuk, ya kan?" ucap Meta membuat Dinda kaget.


"Mas Rio berarti benar-benar sulit, kasihan sekali mas," batin Dinda sedih.

__ADS_1


"Kenapa Din kok bengong?" tanya Meta kepo.


"Gak. Gak papa, cuma gak nyangka aja perusahaan sebesar itu bisa gulung tikar ketika yang mengurus anaknya," ucap Dinda keceplosan.


"Kok lo tau Din kalau yang urus sekarang anaknya?" tanya Meta curiga.


"Ya.. Ya tau soalnya tetangga gue ada yang kerja di sana" ucap Dinda kikuk.


"Oh kerja di bidang apa Din" tanya Meta kepo.


"Office girl dan dia juga resign kemarin, sempat kecewa karena ga dapat pesangon tapi ya mau gimana lagi?" ucap Dinda gugup.


"Ya mau gimana lagi, resiko resign ya gitu Din kalau ga dapat pesangon ya nasib, kalau dapat, meskipun sedikit ya alhamdulillah, apalagi perusahaan tempatku kerja sedang pailit, untuk gaji karyawan aja belum bisa apalagi beri pesangon," ucap Meta dengan enteng.


"Yasudah yang terpenting kamu sudah kerja disini dan kamu bisa langsung kerja hari ini, kamu tak kasih posisi jadi admin online ya jadi job desk nya itu promosiin produk, edit foto dan beri caption menarik lalu membalas chat para customer," ucap Dinda dengan lugas.


"Oke.. Gue mulai sekarang ya biar cepat kelar," ucap Meta lalu melakukan tugasnya.


"Oke semangat ya semoga betah, oh iya untuk jam kerjanya dari jam 09.00-17.00, hari minggu libur" ucap Dinda memberitahu.


"Siap Din," jawab Meta sigap dan Dinda meninggalkan Meta bekerja.


"Hah kalau bukan menghancurkan Dinda mana mau gue kerja sampah kayak gini, masih enak jadi sekretaris lah.. Bergengsi dan bisa tampil modis, ah kalau bukan pailit mana mau gue kerja beginian, bisa rusak citra gue," batin Meta lalu berkutat di laptop.


Setelah memantau sebentar kinerja Meta, kini Dinda menghubungi Dini.. Entah kenapa sejak terakhir bertemu hingga sekarang dia belum juga menghubungi Dinda.


"Halo Din," sapa Dinda.


"Ha.. halo Dinda.." jawab Dini gugup.


"Kenapa kamu gugup sekali? Ada masalah?"tanya Dinda penasaran.


" Bu.. bukan, maafin gue ya Din.. Gue belum bisa memberi informasi apapun soalnya Meta ganti nomor dan pindah kosan, gue kehilangan jejak, sebenarnya gue mau memberitahu tapi gue takut bikin lo kecewa," ucap Dini sedih.


"Astaga gue pikir lo ini kenapa-napa atau malah kepergok Meta habisnya gak ada kabar sama sekali, oh iya lo gak usah repot cari dia karena sekarang udah kerja disini," ucap Dinda.


"Loh.. Memang dia resign dari tempat kerja yang dulu?" tanya Dini kaget.


"Maybe.. Tadi pagi bilang begitu, udah 2 bulan dia gak gajian," ucap Dinda.


"Masak sih perusahaan sebesar begitu sampai nunggak gaji karyawan? Gue jadi curiga Din, ntar gue bakal pura-pura ke toko dan mencari informasi," ucap Dini curiga.

__ADS_1


"Baiklah gue tunggu ya, see you," jawab Dinda dan akhirnya mengakhiri panggilan.


__ADS_2