RAHIM PENGGANTI (DINDA)

RAHIM PENGGANTI (DINDA)
Kejutan Untuk Sisil


__ADS_3

Nyatanya sekarang lo tidak bisa menikmati harta curian mu, yang ada lo malah di penjara sama gue.. Sia-sia gue maling," sindir Meta.


"DIAM!!! SEMUA INI KARENA MU YANG MENYERET GUE KE SINI," gertak Sisil emosi.


"Kalau kenyataanya lo tidak bersalah tidak mungkin kepolisian memasukkan mu ke dalam sel dan memakai baju tahanan," sindir Meta.


"PUNYA MULUT JANGAN BOCOR DONG, GAK BISA LIHAT SEPUPUNYA SENANG APA!!" pekik Sisil emosi.


"Gak.. Enak-enakan lo di sana bergelimang harta sedangkan gue disini hidup sengsara, ingat.. Kalau bukan gue yang melakukannya mana bisa lo punya duit segitu banyaknya," sindir Meta kesal.


"Kita ini saudara, harusnya lo biarin gue hidup bahagia, selama ini gue tersiksa dengan bayang-bayang Dinda," rengek Sisil.


"TIDAK ADA NAMANYA SAUDARA KALAU HANYA UNTUK DIJADIKAN BONEKA SAJA, BODOHNYA GUE YANG BARU MENYADARINYA SEKARANG!! JUJUR SAJA GUE LAGI KHAWATIR KALAU NANTI SUAMIMU NUNTUT GUE.. HUKUMAN GUE BAKAL BERTAMBAH," pekik Meta emosi.


"Kapan gue ini menjadikanmu boneka? Setiap transaksi mu berhasil gue selalu memberikan upah yang tidak sedikit, mana pernah gue lalai padamu?" tanya Sisil memutar balik keadaan.


"Memang lo tidak pernah lalai, tidak pernah lalai memanfaatkan gue untuk memuluskan rencana mu, sekarang nikmatilah apa yang udah kita perbuat," ucap Meta malas.


"Awas saja lo... Gue pastikan kalau gue akan secepatnya keluar dari sini dan akan gue pastikan hukuman mu makin di perpanjang," ancam Sisil emosi.


"Silahkan saja berkhayal.. Akan gue lihat siapa yang akan mengeluarkan mu dari sini," ejek Meta tersenyum kecut.


"Siapa lagi kalau bukan suami gue, mas Rio.. Dia mana tega melihat gue sengsara seperti ini," ucap Sisil sangat yakin.


"Haha lihat saja nanti, yang penting jangan terlalu tinggi berhalusinasi nanti kalau jatuh sakit banget loh," ejek Meta tersenyum kecut.


Satu bulan sudah Sisil dan Meta mendekam di penjara, selama itu pula Rio tidak pernah menampakkan diri menjenguk istrinya. Rio memang sangat marah dengan ulah Sisil yang sudah menghancurkan usaha Dinda, untung saja semua segera terungkap dan kini usaha Dinda sudah kembali seperti sedia kala.


Rio berencana ingin bercerai dengan Sisil dan kembali mendekati Dinda.

__ADS_1


***


Keesokan harinya Rio mengunjungi Sisil di kantor kepolisian.


"Mas Rio.. Akhirnya kamu jenguk aku juga mas, aku kangen sekali sama kamu mas.." ucap Sisil bahagia dan memeluk Rio erat.


"Lepasin Sil," ucap Rio malas.


"Mas istrimu ini kangen banget sama kamu, bisa-bisanya ya di suruh lepas.. Gak mau," rengek Sisil.


"Sisil lepaskan," ucap Rio setengah berteriak dan melepas paksa pelukan Sisil.


"Kamu kenapa sih mas? Kalau gak kangen sama aku ngapain datang kesini?" tanya Sisil.


"Kedatanganku kesini ingin menyampaikan sesuatu yang penting, bacalah," ucap Rio dan meletakkan sebuah surat di meja.


"MAS.. APA-APAAN INI!! TEGA SEKALI KAMU MELAKUKAN INI MAS, AKU DI PENJARA BISA-BISANYA DI CERAIKAN.. JAHAT KAMU MAS," pekik Sisil sangat emosi.


"Aku jahat? Kita sama-sama jahat jadi jangan merasa terkejut begitu, tanda tangani lah segera supaya proses cerai kita semakin cepat, jujur saja aku udah muak dengan tingkah mu apalagi setelah kamu habiskan setengah uang perusahaan, untung aku tidak memperkarakan mu!! bersyukurlah," ucap Rio malas berdebat.


"Mas maafin aku.. Semua aku lakuin dengan terpaksa, aku gak mau mas kalau nantinya hartamu semuanya di serahkan ke anak-anakmu, aku ini juga istrimu jadi aku juga ingin mendapat bagian itu," rengek Sisil.


"Benar dugaan Dinda kalau tujuanmu menikah denganku karena harta dan ingin hidup enak, dasar parasit!! Keputusanku menceraikan mu sudah tepat jadi silahkan tanda tangani, untuk harta warisan.. Tentu saja semuanya akan aku, alihkan pada Farel dan Vanessa karena mereka anak kandungku dan posisi gue anak tunggal jadi mereka lah pewarisnya," ucap Rio tersenyum kecut.


"Mas.. Ini gak adil untukku, ingat mas karena pengorbananku sampai sekarang mamah mu masih sehat, ingat itu mas.. Nyawa dibayar mahal," protes Sisil tidak terima.


"Aku rasa harta yang udah kamu curi itu cukup, jadi silahkan kamu nikmati harta curian mu itu," sindir Rio tersenyum kecut.


"Posisiku di penjara mas mana bisa menikmati itu semua," protes Sisil.

__ADS_1


"Ya semua itu salahmu.. Mengapa mengusik hidup Dinda? Kamu lupa siapa beking Dinda? Beraninya kamu mengusik terus menerus sekarang ya rasakan akibatnya," ucap Rio mengingatkan.


"Mas jangan terus menyalahkan aku dong.. Kalau kamu tidak mencintai Dinda mungkin semua baik-baik saja mas," protes Sisil.


"Aku mencintainya karena datang dengan sendirinya, jadi jangan salahkan hati.. Kalau untuk urusan hatiku dengan hatimu, maafkan aku karena sekarang perasaan itu sudah sirna, jadi untuk apa pernikahan ini dilanjutkan?" ucap Rio dengan entengnya.


"Segitu mudahnya kamu menikah dan bercerai ya mas? Apa kamu gak takut menyesal nantinya? Kamu sudah pernah menyesal karena melepas Dinda.. Sekarang kamu sudah siap untuk melepas ku mas?" tanya Sisil memastikan.


"Tidak akan pernah ada penyesalan untukku berpisah denganmu, aku sungguh menyesal ketika harus berpisah dengan Dinda.. Dia wanita yang sempurna dan tidak silau akan harta, jadi jangan mempersulit langkahku," ucap Rio membuat Sisil naik pitam.


"DINDA TERUSSS... APA TIDAK PERNAH SEHARI PUN KAMU TIDAK MEMIKIRKANNYA MAS? AKU INI CAPEK KALAU TERUS DI BANDINGKAN DENGAN DINDA!!! SEMUA ORANG ITU BERBEDA MAS!! JANGAN TERLALU OBSESI!! DINDA SUDAH MEMILIH PAK RYAN UNTUK MENJADI PENDAMPING HIDUPNYA.. BANGUN MAS.. JANGAN MENGHARAPKAN SESUATU YANG TIDAK PASTI, FOKUSLAH DENGAN APA YANG ADA DI DEPAN MATA," Pekik Sisil emosi.


"Selagi janur kuning belum melengkung maka Dinda bebas di dekati siapapun, cepat tanda tangan," desak Rio.


"Tidak akan.. Karena kamu tidak punya bukti untuk menggugat ku ketika sidang mas," sindir Sisil.


"Siapa bilang? Semua bukti sudah jelas dan sudah aku persiapkan, jangan terus merengek padaku karena tidak akan merubah apapun keputusanku," desak Rio.


"Mas kenapa kamu gigih sekali bercerai denganku? Tolong pikirkanlah lagi mas, kita sudah bersama cukup lama," rengek Sisil.


"Tidak ada lagi yang perlu di kenang karena semuanya sudah kau atur dalam sandiwara mu, sudah cukup aku berbaik hati padamu, jangan sampai kesabaran ku habis," gertak Rio.


"Apa maksudmu berbicara seperti itu mas? Aku tidak pernah bersandiwara apapun," tanya Sisil kaget.


"Sudahlah aku telah mengetahui semuanya.. Selama ini kamu sudah memikirkan banyak cara untuk menjadi istriku, makanya ketika kamu sudah sampai di titik ini kamu tidak mau bercerai, semua sudah terbongkar jadi jangan lagi berkelit wahai wanita ular!!" ucap Rio geram.


"AKU TETAP TIDAK MAU BERCERAI, TITIK" pekik Sisil tidak terima dan menangis tersedu.


"Maka aku yang nantinya akan membuatmu tanda tangan surat ini dengan sendirinya," ucap Rio tersenyum smirk dan meninggalkan Sisil.

__ADS_1


__ADS_2