
"Selamat siang saudara semuanya, sidang hari ini saya nyatakan mulai," ucap pak Hakim.
"Untuk saudara penggugat, Rio Putra Suganda silahkan masuk ke ruangan," perintah pak Hakim lalu Rio masuk dan duduk.
"Untuk saudara tergugat, Dinda Safitri silahkan masuk ke ruangan," ucap pak Hakim dan Dinda pun masuk dengan perasaan cemas.
"Baik.. Sidang bisa dimulai dengan saudara penggugat, Rio Putra Suganda.. Apa tujuan anda menggugat saudari Dinda Safitri?" tanya pak Hakim.
"Terima kasih pak Hakim, akan saya jawab pertanyaan anda dengan detail.. Semuanya berawal ketika kedua anak kami pulang sekolah, Dinda belum tiba di lokasi sehingga menyebabkan kedua anak kami di culik dan sampai sekarang anak kami yang perempuan bernama Vanessa Putri Suganda mengalami trauma," ucap Ryan.
"Baik.. Lalu apa yang ingin anda gugat?" tanya pak Hakim.
"Saya menggugat hak asuh anak pak Hakim, disini sudah terlihat jelas jika mantan istri saya, Dinda Safitri lalai dalam hal menjaga keselamatan dan keamanan anak-anak," ucap Ryan dengan mantap dan tenang.
"Kenapa dia terlihat tenang dan percaya diri sekali? Ada yang mencurigakan," batin Ryan terus memperlihatkan gerak gerik Rio.
"Baik.. Sekarang untuk saudari tergugat, Dinda Safitri.. Apa yang ingin anda sampaikan dan juga apa pembelaan anda?" tanya pak Hakim.
__ADS_1
"Baik pak Hakim terima kasih banyak waktunya, saya menyatakan keberatan atas tuduhan yang dilontarkan saudara Rio, disini tidak ada unsur kelalaian saya dalam menjaga anak-anak karena ini adalah sebuah musibah, mana ada yang mau pak kalau anak kita di culik? Pasti semua orang gak akan mau dan tidak akan mau.. Begitu juga dengan saya, tapi dalam waktu kurang dari 24 jam kedua anak saya berhasil di temukan malah penculiknya sendiri yang menunjukkan alamatnya, jadi saya tidak seratus persen salah pak Hakim.. Untuk hak asuh anak-anak saya mohon pertimbangkan kembali keinginan saudara Rio karena saya tidak yakin anak-anak akan nyaman di dekat ayahnya.. Dulu saja saya memenangkan gugatan hak asuh anak karena memang terbukti saudara Rio melakukan kecurangan dengan menculik anaknya sendiri bahkan sampai di sana anak saya yang bernama Farel Putra Suganda tidak mendapat perlakuan yang baik dari istri saudara Rio, jadi mohon di pertimbangkan pak, saya masih ada rekaman suara anak saya ketika mengeluh bagaimana buruknya perilaku istri saudara Rio Putra Suganda," ucap Dinda dengan tenang namun menohok Rio. Ryan merasa bangga memiliki istri seperti Dinda, di situasi sulit seperti ini ia masih bisa menunjukkan sikap tenangnya di depan banyak orang.
"Yang mulai Hakim saya mengajukan keberatan atas apa yang disampaikan oleh saudari Dinda Safitri, kejadian itu sudah sangat lama bahkan ketika anak-anak kami masih bayi merah jadi seharusnya tidak perlu di ungkit lagi," bantah Rio.
"Itu bagimu mas karena kamu sangat getol sekali ingin mengambil anak-anak ku, ingat mas kamu dulu yang membuang kami secara sadar jadi mengapa sekarang kamu memungut mereka disaat anak-anak sudah bahagia dengan sosok ayah yang baru, sosok ayah yang bisa membuat mereka bahagia, aman, nyaman dan sangat merasa di sayang," sindir Dinda.
"Itu kejadian dulu.. Tolong fokus saja dengan masalah yang sekarang, masalah yang jelas-jelas kamu terbukti bersalah," ucap Rio.
"Oh silahkan.. Saya hanya mengutarakan isi hati saja, pak Hakim yang akan memutuskan semuanya.. Saya percaya jika yang mulia Hakim bisa bersikap adil dan berpihak dalam kebenaran," ucap Dinda.
"Saya akan sanggup bahkan saya akan memberikan nafkah yang sangat layak pada mereka," ucap Rio dengan mantap.
"Yang mulia Hakim saya mau berbicara," ucap Dinda mengacungkan tangan.
"Silahkan.." jawab pak Hakim.
"Kamu serius mas bakalan memberikan anak-anak kehidupan yang sangat layak? Ingat mas anak kita kembar dan semuanya sekolah di IIS, tau dong sekolah apa itu? Sudah pasti biaya perbulannya mahal.. Kamu sendiri menyuruh saya untuk menyekolahkan anak-anak di sekolahan yang biasa saja padahal sudah jelas kalau anda itu pewaris tunggal bahkan penerus perusahaan Suganda grup, sebuah perusahaan raksasa di negeri ini, masak menyekolahkan anak kandungnya sendiri harus yang murah, apa karena perusahaan anda sedang bangkit lagi ya kan waktu itu sempat gulung tikar karena sangat istri diketahui mengambil uang perusahaan dengan jumlah fantastis, sekarang pun istri anda statusnya masih buron kan? bahkan anda waktu itu menghina saya dan juga suami apakah bisa membiayai kedua anak yang bersekolah di sana, kamu yakin dengan ucapan mu barusan mas? Bisa di pertanggung jawabkan?" sindir Dinda yang mampu membuat Rio terdiam membisu.
__ADS_1
"Saudara Rio, apakah semua yang dikatakan oleh saudara Dinda Safitri itu benar?" tanya pak Hakim dan lagi-lagi Rio hanya diam. Sampai pak Hakim mengulang pertanyaan hingga tiga kali.
"Mas jawablah.. Lihat tuh pak Hakim sampai kesal denganmu, tiga kali loh pak Hakim mengulang pertanyaan yang sama," ucap Dinda.
"Yang dikatakan saudara Dinda memang benar adanya pak, istri saya mengambil uang perusahaan dan sekarang jadi buron itu benar, istri saya dulu pernah memperlakukan Farel dengan buruk itu pun juga benar bahkan sampai kabar perusahaan saya yang sempat gulung tikar itu juga benar..semua benar yang mulia," jawab Rio lesu.
"Baiklah atas apa yang sudah di sampaikan oleh saudara-saudara dan disini memang terlihat jelas siapa yang banyak kesalahannya, jadi kami memutuskan untuk menolak gugatan saudara Rio Putra Suganda," hasil keputusan Hakim melegakan Dinda dan keluarganya.
"Apa? Tolong pak Hakim di pertimbangkan lagi, anak saya di culik bahkan menimbulkan trauma, tolong pak hakim," ucap Rio tak terima dengan keputusan Hakim.
"Kasus penculikan memang murni bukan sebuah kelalaian karena korbannya bisa siapa saja, namun disini sudah sangat jelas bahwa yang membahayakan anak-anak adalah anda karena apa yang sudah dilakukan oleh istri anda, istri anda seorang buron karena ketahuan mencuri, pernah melakukan hal yang tidak baik terhadap saudara Farel Putra Suganda apalagi kondisi perusahaan anda tadi sudah anda benarkan sendiri jika masih ada di fase merintis ulang, sudah pasti nantinya anda akan mengalami kesulitan ketika membiayai kedua anak anda apalagi mereka di sekolah dengan taraf internasional, maka keputusan yang saya putuskan sudah baik dan adil untuk kalian, maka sidang hari ini saya nyatakan selesai," ucap pak Hakim menjelaskan dan mengetuk palu tiga kali.
"Pak gak bisa begini dong, anak-anak bisa sekolah di tempat biasa.. Tolong pak," pinta Rio yang tidak di tanggapi oleh hakim.
"Terima saja kesalahanmu, makanya jangan sok jagoan ingin melawan kami, meskipun kamu sering menindas istri gue tapi bakalan gue ingat apapun yang anda remehkan pada kami, kita lihat siapa yang akan sukses dalam 5 tahun ke depan, lo atau gue," tantang Ryan tersenyum smirk dan Rio hanya mengepalkan tangan sambil dadanya bergemuruh.
"Sudah mas buang waktu saja mengurusi dia, aku sudah malas, mending pulang," ajak Dinda tak menatap Rio sama sekali.
__ADS_1