RAHIM PENGGANTI (DINDA)

RAHIM PENGGANTI (DINDA)
Keabsurdan Ryan


__ADS_3

Kini usia kandungan Dinda sudah memasuki empat bulan, banyak orang yang merayakannya dengan cara mengadakan pengajian.. Dinda pun berencana ingin melakukan itu, namun ia harus berdiskusi dulu dengan suaminya karena Dinda ingin mengundang seluruh karyawan dan juga temannya.


"Mas ada yang mau aku omongin," ucap Dinda.


"Hmm apa itu?" jawab Ryan penasaran.


"Usia kandungan anak kita kan udah empat bulan mas kalau di daerahku ada acara pengajian yang namanya mapati, boleh gak kalau kita merayakannya?" tanya Dinda.


"Ya boleh-boleh saja malah itu bagus," jawab Ryan setuju.


"Tapi aku mau mengundang teman dan karyawan ku mas, boleh?" tanya Dinda.


"Kamu undang mereka kesini?" tanya Ryan dan Dinda hanya mengangguk.


"Aduh gimana ya sayang.. Ini rumah kita dan memang sudah kesepakatan kalau hanya sedikit yang tau, aku gak mau terjadi hal yang tidak di inginkan," ucap Ryan menolak halus.


"Tapi mereka teman dan karyawan ku mas, aku percaya kok mereka bisa jaga rahasia," pinta Dinda.


"Namanya orang kalau suatu hari gelap mata mana kita tau sayang, aku hanya antisipasi.. Gini aja gimana kalau acaranya di adain di rumah ibumu atau rumah kedua orang tuaku," usul Ryan.


"Gak disini mas?" tanya Dinda kecewa.


"Disini boleh saja tapi hanya keluarga kita," jawab Ryan.


"Yahh pengennya disini mas ada keluarga, karyawan dan teman dekat," rengek Dinda.


"Maaf sayang tapi ini demi kebaikan kita," tolak halus Ryan.


"Kita buat perjanjian aja mas kalau sampai diantara mereka ada yang membocorkan lokasi rumah baru kita maka mereka akan dapat sanksi," usul Dinda.


"Jangan ah.. Sama saja nantinya kamu gak percaya sama mereka, apa kamu gak memikirkan apakah nantinya dia tersinggung atau tidak," ucap Ryan.


"Hm iya sih mas," jawab Dinda.


"Tuh kan.. Makanya cara aman kalau kamu mau mengundang mereka ya adakan aja acaranya di rumah ibu atau rumah orang tuaku," jawab Ryan.


"Hmm gini aja mas, acara mapati di rumah ibu sedangkan nanti mitoni di rumah mamah dan papah, gimana?" usul Dinda.


"Oke.. Itu juga baik, nanti biar aku kabari ke keluargaku," jawab Ryan setuju.


"Ok mas nanti selepas anak-anak pulang sekolah aku mau mampir ke rumah ibu dan memberitahu acara kita," ucap Dinda.


"Biar aku juga ikut," ucap Ryan.


"Gak usah.. Kamu kerja aja cari uang yang banyak," tolak Dinda.


"Aku gak mau kamu jemput anak-anak sendirian," ucap Ryan khawatir.


"Biasanya gitu kan," jawab Dinda enteng.

__ADS_1


"Ya tapi kan kandungan mu makin lama makin besar," ucap Ryan khawatir.


"Gak apa mas.. Katanya aku boleh lakukan apapun asalkan itu membuatku bahagia dan nyaman," sindir Dinda dan Ryan kalah telak.


"Ok.. Baiklah terserah kamu, ingat ya jaga batasannya.. Jangan ngebut kalau naik mobil nanti bayi kita terguncang," tegur Ryan.


"Siap mas," jawab Dinda.


***


Setibanya di kantor, Ryan langsung mengerjakan tugas-tugas yang sudah menumpuk dan ketika jam makan siang tiba, Ryan bergegas mencari makan.


Ketika sedang menunggu pesanannya datang, ingin sekali Ryan menonton vlog beberapa artis yang namanya masih trending dan sedang hamil, kebetulan sekali salah satu artis tersebut habis melakukan USG di salah satu rumah sakit di Singapura.. Melihat itu Ryan langsung memiliki keinginan yang sama, apalagi ini adalah anak pertama mereka.


"Kehamilan anak pertama dan langsung USG di Singapura? Hmm bagus juga nih idenya, kira-kira nanti Dinda mau gak ya?" gumam Ryan menebak-nebak.


Setelah makanannya tiba Ryan memilih segera menghabiskan makanannya dan segera mengunjungi kantornya Dinda.. Ryan sudah tidak sabar ingin menyampaikan keinginannya.


###


Tiba di kantor Dinda..


"Selamat siang Pak.." sapa Fio ramah.


"Siang.. Istriku ada didalam kan?" tanya Ryan memastikan.


"Ada pak silahkan masuk," jawab Fio.


Tok.. Tok.. Tok...


"Masuk.." jawab Dinda dari dalam.


"Hai sayang.. Selamat siang," sapa Ryan mengejutkan Dinda.


"Mas Ryan? Kok udah sampai sini aja?" tanya Dinda kaget.


"Iya dong.. Suprise," jawab Ryan cekikikan.


"Mas.. Katakan apa mau mu," ucap Dinda.


"Because I miss you," rayu Ryan.


"Mas.." ucap Dinda penuh penekanan.


"Hehe iya iya, tujuanku datang kesini mau menyampaikan maksud hatiku," ucap Ryan membuat Dinda kebingungan.


"Maksudnya?" tanya Dinda tak mengerti.


"Tadi aku lihat vlog salah satu artis yang sedang hamil anak pertama dan dia langsung melakukan USG di Singapura," ucap Ryan membuat Dinda semakin tak mengerti.

__ADS_1


"Maksudnya apa sih mas? Jujur aja deh langsung ke intinya," tanya Dinda kesal.


"Oke oke.. Intinya aku mau kita melakukan yang sama dengan artis itu, kita terbang ke Singapura buat USG," ucap Ryan sumringah dan Dinda sungguh terkejut.


"Mas? Yang benar saja dong," ucap Dinda kaget.


"Ya benarlah.. Emang aku bercanda," jawab Ryan dengan entengnya.


"Tapi itu buang duit mas lagian di sini juga banyak kan rumah sakit yang bagus dan dokter kandungan yang bagus," tolak Dinda.


"Demi anak berapapun duit yang di keluarkan akan aku lakukan," ucap Ryan.


"Mas.. Lebih baik uangnya untuk keperluan lain saja," tolak Dinda.


"Gak.. Aku mau seperti itu," tolak Ryan.


"Mas.. Biaya pesawatnya saja sudah berapa belum biaya USG dan lainnya," ucap Dinda berpikir logis.


"Gak masalah sayang.. Setiap anak ada rezekinya masing-masing," ucap Ryan.


"Aku gak yakin mas, terbang jauh-jauh hanya untuk USG saja," tolak Dinda.


"Gak jauh kalau dari sini," ucap Ryan kekeh.


"Coba pikirkan lagi dengan matang mas," ucap Dinda mengingatkan.


"Sudah.. Makanya aku sampai datang," jawab Ryan.


"Kalau aku mas, aku loh ya.. Lebih baik uangnya untuk hal yang lebih bermanfaat, setelah punya anak kebutuhan kita banyak loh dan panjang," tegur Dinda.


"Gak masalah.. USG di sana kan juga bermanfaat," ucap Ryan dengan entengnya.


"Aku tau mas kamu begitu antusias dengan kehamilan ini namun tolonglah di pikir lagi apalagi si kembar juga sekolahnya mahal," ucap Dinda memperingatkan.


"Kamu gak suka dengan usul ku? Tujuanku baik loh untuk mendokumentasikan momen anak kita ketika masih di kandungan, agar anak kita tau kalau masih di dalam perut saja orang tuanya sudah sangat antusias menyambutnya apalagi nanti kalau lahiran," ucap Ryan tersinggung.


"Maaf mas bukan begitu maksudku.. Aku tau kamu mau yang terbaik untuk anak kita, tapi tolong lah mas sesuaikan dengan budget yang ada," jawab Dinda berpikir logis.


"Kamu pikir aku gak mampu memberikan yang terbaik?" tanya Ryan tersinggung.


"Bukan mas.. Buka begitu," jawab Dinda merasa bersalah.


"Lalu?" tanya Ryan.


"Aku mau kita tetap USG dan selalu periksa di sini saja mas, sama saja kok.. Malah kita nantinya bisa memiliki uang lebih untuk menyambutnya, kita tidak tau bagaimana kehidupan esok hari," ucap Dinda dengan hati-hati.


"Aku sudah mempersiapkan semuanya, kamu jangan khawatir," jawab Ryan kesal.


"Iya mas aku tau," jawab Dinda mengalah.

__ADS_1


"Yasudah kita tetap terbang ke Singapura, besok toko mu libur seminggu kan? Kita manfaatkan itu untuk berlibur di sana," jawab Ryan tak mau dibantah dan Dinda hanya mengangguk saja.


__ADS_2