
Sudah 2 bulan Aldo tidak bertemu dengan Dinda sehingga membuat dirinya rindu, sudah berulang kali Aldo mengirim pesan namun jarang dibalasnya. Aldo sempat berfikir apakah Dinda ingin menjaga jarak dengannya namun disatu sisi dirinya merasa bingung dengan kesalahan apa yang dibuatnya? Padahal terakhir kali bertemu diantara mereka baik-baik saja.
Seketika Aldo teringat jika Dinda pernah memberikan nomor ponsel Fio, tak mau berlama-lama akhirnya Aldo bergegas menghubungi Fio. "Demi mendapat kabar tentang Dinda gak ada salahnya dong chat salah satu karyawannya,"
Hampir setengah jam Aldo menanti balasan dari Rio namun tak juga dibalas bahkan pesannya belum juga dibaca, rasa resah dan gelisah menghampiri Aldo hingga akhirnya tiba dimana pesannya terbaca, Aldo sudah tidak sabar menanti jawaban Fio.
"Halo selamat siang apa benar ini Fio? Ini gue Aldo temannya Dinda Safitri, bos mu di kantor," isi chat yang ia baca membuatnya kaget.
"Tumben dia hubungi gue? Aneh banget," batin Fio namun tetap juga dibalas mengingat Aldo adalah teman bosnya dan juga rasa penasaran melanda dirinya, apa tujuan dia menghubunginya. "Halo.. Selamat siang juga, iya betul ini saya, ada yang bisa dibantu?" balasnya yang langsung centang biru.
"Formal banget sih santai aja napa," ucap Aldo disertai emoticon tersenyum.
Fio yang melihat balasan dari Aldo merasa tak nyaman dan menganggap jika dia orang yang sok asik ya meskipun memang di pertemuan pertama ia memang anaknya enak dan asik diajak ngobrol tapi mana bisa Fio bersikap sok kenal sok dekat jika belum kenal dekat. Dengan bosnya sendiri yang Fio kenal lama pun sampai sekarang belum bisa bersikap biasa saja, masih ada rasa sungkan.
Karena tak mau Aldo menunggu balasan terlalu lama akhirnya Fio pun membalas meskipun sebenarnya dia sendiri kebingungan mau menjawab apa. "Duh balas apa ya? Gue mana pandai basa-basi," Hmm balas gini aja deh "hehe ya mau gimana lagi anda kan temannya bos saya mana berani saya bersikap non formal," Lalu pesannya juga langsung terbaca oleh Aldo.
"Ah inikan diluar jam kerja jadi bersikap biasa saja layaknya teman, kalau terlalu formal nanti garing," jawab Aldo dengan cepat.
"Iya Pak Aldo baiklah," jawab Fio.
"Panggil nama saja lah emang gue dah tua apa?" protes Aldo dan di seberang sana Fio tersenyum melihat balasan Aldo.
"Iya, Aldo," jawab Fio sembari menambahkan emoticon tersenyum.
"Good.. Udah lama nih kalian gak main ke kafe, apakah ada sesuatu?" tanya Aldo memancing.
"Oh iya maaf soalnya belum ada waktu hehe," jawab Fio yang membuat Aldo bingung.
"Memangnya sibuk sekali ya?" tanya Aldo.
"Iya nih soalnya bu Dinda baru saja launching produk baru merk beliau sendiri, DS Skincare," jawab Fio yang membuat Aldo tersenyum kemenangan. Akhirnya ia tau apa yang membuat Dinda tak juga membalas pesannya.
"Wah mulai kapan? Kenapa gak kabari gue sih?" protes Aldo.
"Wah maaf kalau itu kurang tau, kami saja juga kaget ketika bu Dinda tiba-tiba memberitahu ada produk baru keluaran beliau sendiri," ucap Fio.
"Apa gak ada meeting dulu?" tanya Aldo kepo.
__ADS_1
"Enggak ada sama sekali," jawab Fio.
"Sekarang bos mu dimana?" tanya Aldo.
"Ada di ruangannya," jawab Fio singkat.
"Apa jangan-jangan Aldo chat gue karena dia mau tau keberadaan bu Dinda ya? Kan biasanya mereka saling chatting kenapa sekarang harus melalui gue sih? hih males banget.. Kalau gini gak usah diladeni," batin Fio kesal karena ia merasa membuang waktu dengan percuma.
"Besok mampir ya ke kafe gue ada promo besar-besaran loh," balas Aldo.
"Promo apaan?" tanya Fio penasaran, jika membahas berbau promo dia pasti akan gerak cepat. Maklum lah anak kos yang rumahnya jauh di pulau seberang sana, jika ada yang murah kenapa harus beli mahal?
"Promo buy 1 get 1 untuk item tertentu dan ada potongan harga 25.000 minim pembelian 150.000" balas Aldo.
"Sungguh? Menarik sekali," balas Fio senang.
"Tentu dong, makanya datang ya," ucap Aldo.
"Lihat besok deh ya," jawab Fio tidak bisa memastikan.
"Saya usahakan," jawab Fio.
"Ok.. Gue tunggu loh, awas kalau gak dateng bakal gue samperin tuh bos mu," gertak Aldo dan Fio hanya membalasnya dengan emoticon jempol oke.
"Hahhh rasanya malah jadi mak comblang antara bu bos dengan kawannya, eh btw bu Dinda berarti beneran kasih nomer gue dong?" gumam Fio yang tiba-tiba teringat.
"Astaga.. Kenapa bu bos jahil banget sih," gumam Fio lagi. Tak mau hanya menduga saja akhirnya Fio menyambangi ruangan bosnya.
Tok.. Tok.. Tok..
"Masuk," seru Dinda dari dalam ruangan.
"Selamat siang bu," sapa Fio.
"Siang.. Duduk," perintah Dinda dan Fio pun menuruti.
"Ada apa?" tanya Dinda setelah karyawannya itu duduk.
__ADS_1
"Hmm, begini bu.. Apa benar ibu memberikan nomor hp saya ke pak Aldo?" tanya Fio memastikan.
"Ya betul memang kenapa Fio? Kamu setuju kan?" tanya balik Dinda.
"Soalnya.. soalnya tadi pak Aldo menghubungi saya bu," jawab Fio malu-malu.
"Lalu persoalannya?" tanya Dinda penasaran.
"Saya jadi gak enak kalau terus menerus dihubungi pak Aldo, tadi beliau juga berpesan kalau besok disuruh datang ke kafenya," ucap Fio.
"Ah iya Aldo.. Beberapa kali dia chat saya tapi jarang dibalas," jawab Dinda.
"Ya bu, jadi gimana? Kita datang ke kafe apa enggak?" tanya Fio memastikan.
"Gak tau ya," jawab Dinda bingung.
"Sama dengan saya bu tapi pak Aldo mengancam kalau nanti kita gak datang bakal di samperin kesini," ucap Fio membuat Dinda tertawa terbahak.
"Haha biarin aja dia kesini, sekali kali dia juga harus datang ke tempatku dong.. Masak iya cuma kita yang ke sana," jawab Dinda.
"Tapi bu.." ucap Fio terpotong.
"Kenapa? Kalau kamu mau datang ya silahkan, saya gak melarang kok.. Jangan-jangan kalian sedang PDKT ya?" goda Dinda dan Fio salah tingkah.
"Eh enggak kok bu, kata siapa?" sanggah Fio.
"Udah deh jujur aja.. Aldo baik kok orangnya," goda Dinda dan Fio salah tingkah.
"Enggak bu.. Yasudah besok kita gak usah ke sana saja, katanya ada promo bu makanya saya sampai nyamperin ibu hehe maklum lah bu anak kos kan suka yang berbau promo," ucap Fio yang dijawab anggukan oleh Dinda.
"Ok besok kita ke sana.. Malah harusnya gratis," jawab Dinda yang dijawab ketawa oleh Fio.
"Kasihan dong bu kalau setiap ke sana selalu minta gratisan," ucap Fio sembari tertawa.
"Biarin.. Salah sendiri memaksa," jawab Dinda dan keduanya saling tertawa.
"Yang dicari oleh pak Aldo sebenarnya itu anda bu bukan saya.. Mana mungkin seorang owner kafe besar suka sama karyawan biasa, gak selevel dong bu, saya sadar diri kok. Coba saja nanti kalau pak Aldo tau jika posisi ibu sudah bersuami, apakah nanti akan sama seperti ini?" batin Fio yang merasa tak enak hati.
__ADS_1