
"Oke saya akan cerita dan meskipun nantinya ada sesuatu dengan anak-anak saya memang pantas di minta pertanggungjawaban, jadi dulunya saya bekerja sama dengan salah satu perusahaan besar dan berpengaruh di Singapura, niat hati ingin melebarkan sayap agar bisa go internasional dengan usaha sendiri malah berujung musibah, uang yang seharusnya untuk investasi malah diambil oleh Sisil yang kini ada di penjara, kini sang pemilik dana datang ke kantor untuk menagih kembali seluruh harta yang sudah ia tanamkan di perusahaan, ya memang ini salahku juga di tengah jalan aku memutuskan sepihak kerja samanya, jadi mungkin saja sekarang ini mereka murka makanya itu meminta uangnya balik secara utuh sedangkan dana yang ada baru berapa saja, padahal sudah saya bayarkan separuh dananya tapi masih saja anak buahnya mengusik kenyamanan ku dengan mengikuti kemana pun aku pergi sampai aku ada di titik paling kesal, lalu saya utarakan maksud hati agar mereka tidak terlalu mencolok mengikuti namun mereka malah mengancam akan mencelakai anak-anak, awalnya aku kira hanya gertakan karena tidak mungkin mereka tau dimana sekolahnya, namun aku salah.. Mereka tau dimana sekolah anak-anak dan mengancam akan mencelakai mereka jika aku sampai mempermainkan mereka," keluh Rio yang membuat Ryan murka.
"OH JADI KARENA ULAH MU KINI DINDA YANG HARUS MENANGGUNG AKIBATNYA, APA ANDA TAU KARENA INFORMASI YANG TADI ANDA SAMPAIKAN MEMBUAT ISTRI DAN ANAK SAYA HAMPIR SAJA KEHILANGAN NYAWANYA, DINDA HARUS DILARIKAN KE RUMAH SAKIT KARENA MENGALAMI PENDARAHAN HEBAT JUGA AIR KETUBANNYA KERUH, KINI MAU GAK MAU ANAK KAMI YANG SEHARUSNYA BELUM LAHIR KE DUNIA DIHARUSKAN LAHIR AGAR IBU DAN BAYINYA SELAMAT, SUDAH DUA KALI ANDA SELALU MENCELAKAI ISTRI SAYA DAN ITU SEMUA BERUJUNG PENDARAHAN, APA MAU ANDA SEBENARNYA, HA? ANDA MAU ISTRI SAYA MENGALAMI KESUSAHAN? BEGITU?" pekik Ryan sungguh emosi.
"Apa? Dinda harus melahirkan? Sungguh gak ada niatku untuk memperburuk kondisi kehamilan Dinda, jika bukan mereka sendiri yang mengatakannya mana saya tau kalau anak-anak diawasi oleh mereka," ucap Rio.
"Apapun itu andalah penyebab istri saya celaka," ucap Ryan geram.
"Maafkan saya sungguh saya menyesalinya," pinta Rio namun tak di gubris oleh Ryan dan memilih mematikan panggilan.
Ryan seketika geram dengan boy, ia merasa apa boy mempermainkan dirinya hingga berani mengusik anak-anak.
"Halo boy," sapa Ryan.
"Hei yo bro, whats wrong?" tanya boy yang sedang menikmati minuman memabukkan sambil menghisap rokok.
"Apakah lo lupa jika ingin menolong gue menghancurkan Rio Suganda?" tanya Ryan.
"Tidak.. Malahan ini gue lagi suruh anak buah untuk terus teror Rio," sanggah boy.
__ADS_1
"Tapi barusan saja Rio Suganda telpon istri gue dan mengatakan jika anak-anak diawasi oleh sekelompok orang yang berperawakan mirip preman," ucap Ryan.
"Loh yang benar saja? Saya tidak memerintahkan itu pada mereka, saya hanya meminta mereka menghancurkan Rio Suganda," ucap boy juga terkejut.
"Jika terbukti anak buah anda yang melakukan ini sungguh saya kecewa sekali," ucap Ryan kecewa.
"Biarkan saya konfirmasi dulu ke anak buah, jika benar maka langsung saya berikan hukuman," pamit boy lalu mematikan panggilan. Setelah menelpon Ryan kini boy menelpon anak buahnya yang ada di Indonesia.
"Halo bos apa ada tugas tambahan?" tanya anak buahnya siap siaga.
"Tugas tambahan apanya, apa kalian mengawasi anak-anak nya Rio Suganda?" tanya boy sedikit meninggi.
"I..iya bos memangnya kenapa?" tanya anak buahnya gugup.
"Memberitahu tentang apa ya bos? Kami di tugaskan mengawasi serta selalu meneror Rio Suganda agar hidupnya hancur, kalau perlu sampai ke keluarganya juga," ucap anak buahnya jujur.
"DASAR BODOH.. MANA ROY?" pekik boy murka.
"Sebentar saya panggilkan bos," pamit anak buahnya ketakutan lalu berlari memanggil Roy.
__ADS_1
"Halo big bos, ada apa?" tanya Roy tanpa merasa berdosa.
"ADA APA ADA APA!!! LO ITU YANG APA-APAAN!!! UDAH LUPA SAMA APA YANG GUE PERINGATKAN, HA?" pekik boy murka.
"Ma..maaf bos tapi yang bagian mana?" tanya Roy menciut.
"DASAR GAK BERGUNA!!!! LO SURUH MEREKA BUAT MENGAWASI ANAK-ANAK RIO SUGANDA? APAKAH ITU BENAR?" tanya boy.
"I..iya bos benar memang salahnya dimana? Kami hanya antisipasi saja jika nantinya target melarikan diri," ucap Roy benar-benar lupa.
"MASIH UNTUNG POSISIMU DI INDONESIA, ANDAI ADA DI SEKITAR GUE UDAH PASTI MAMPUS LO.. GUE KAN UDAH MEMPERINGATKAN KETIKA LO MAU TERBANG KE INDONESIA, LO BOLEH MENGUSIK KELUARGANYA RIO SUGANDA JIKA NANTINYA DIA MEMPERSULIT KERJA KITA NAMUN JANGAN SEKALI-KALI KALIAN MENYENTUH ATAUPUN MENGUSIK HIDUP ANAK-ANAKNYA.. KENAPA GITU AJA PAKAI LUPA SIH!!! BECUS KERJA GAK, HA?" pekik boy sangat marah dan Roy langsung menepuk jidat karena baru ingat akan hal itu.
"Astaga boy maaf.. Saya benar-benar minta maaf, jujur bos saya lupa, tapi saya belum menyuruh mereka untuk mencelakai anaknya kok bos, mereka masih memantau saja itu dari, kejauhan," ucap Roy merasa bersalah.
"MAAF MU SUDAH TAK ADA GUNANYA LAGI, KINI KALIAN BALIK KE SINI SEKARANG JUGA DAN TERIMA PEMBALASAN DARIKU, KARENA KECEROBOHAN KALIAN ISTRI DARI RYAN HADININGRAT CELAKA!!! LO KAN TAU KALAU ANAK SAMBUNG RYAN ITU ANAK KANDUNGNYA RIO SUGANDA, BERANI KALIAN MENGUSIK SAMA SAJA KALIAN MEMANCING SINGA YANG LAGI TIDUR, SEKARANG ISTRINYA MASUK RUMAH SAKIT GARA-GARA DI KABARI OLEH RIO JIKA ANAKNYA DALAM BAHAYA, ISTRINYA HARUS TERPAKSA MELAHIRKAN DINI!!! KALIAN MEMBUAT GUE MALU DAN KEHILANGAN MUKA DI HADAPAN RYAN HADININGRAT!!! PULANG SEKARANG!!!!" ucap boy sudah sangat emosional dan mau gak mau anak buahnya menurut.
"Ba..baik bos," jawab Roy lirih lalu mengabari semua anak buahnya jika hari ini mereka harus terbang ke Singapura.
Roy merasa enggan ke sana karena dia tau hukuman yang akan dihadapinya sungguh berat apalagi ini menyangkut Ryan Hadiningrat, seseorang yang sangat berjasa bagi bos besarnya. Masalah ini bagi bos besar adalah masalah besar apalagi istrinya Ryan sampai masuk rumah sakit.
__ADS_1
Boy sungguh kecewa dengan para anak buahnya, tak ada satu pun dari mereka yang kerjanya beres, selalu saja ada kesalahannya. Selama ini boy selalu memaafkan mereka namun tidak untuk kali ini, kesalahan mereka sungguh fatal. Ryan Hadiningrat sungguh marah pada dirinya dan itu membuat boy merasa bersalah, jika tidak ada bantuan dari Ryan mana mungkin boy bisa berdiri tegak dan sesukses sekarang ini.. Belum juga boy membalas jasa Ryan malah kini anak buahnya menoreh luka.
"Gue memang gengster yang terkenal kejam namun jika menyangkut hutang budi, sampai kapan pun gue bakal ingat dan akan selalu gue kenang, namun hari ini.. Anak buah gue sendiri yang menoreh luka pada Ryan, hubungan gue dengannya terancam renggang akibat kecerobohan mereka.. Hukuman apa yang pantas didapatkan mereka? Jika memecat mereka siapa yang nantinya akan membantu dia dalam bekerja, jika merekrut orang baru belum tentu bisa sehebat mereka ya meskipun banyak keteledorannya tapi kesetiaan mereka tak perlu diragukan lagi," batin boy penuh kebimbangan.