
Setelah acara reuni selesai kini Dinda memutuskan kembali ke rumah karena pikirannya sedang tidak fokus untuk bekerja.. Ia masih tidak percaya dengan kenyataan yang barusan diketahuinya bahwa mantan suaminya kini sedang mengalami masa sulit.
"Akh apakah pantas aku masih memikirkan mas Rio? Kami ini sudah berpisah cukup lama lagi pula luka yang ia toreh pun tidak sedikit, tetapi mengapa hati kecilku tidak tega melihat mas Rio terpuruk seperti ini? Pantas saja selama ini mas Rio sudah tidak lagi mengusik hidupku, apa mungkin keadaan perusahaan yang sedang kacau menjadi salah satu alasannya, hah semoga mas Rio dan keluarga bisa mengatasinya dengan baik, aku tidak boleh ikut campur terlalu jauh dan jangan terlalu di pikirkan, ayo Dinda berdamailah dengan dirimu sendiri, sembuhkan luka yang ada di dirimu itu.. " gumam Dinda lalu mengatur nafas supaya lebih rileks.
"Din tumben kamu pulang cepat?" tanya Sri.
"Iya bu lagi kurang enak badan, Anak-anak lagi apa bu?" alibi Dinda.
"Mana yang sakit? Sini ibu kerokin.. Anakmu lagi main tuh sama Salsa, biarin aja.. Biar anakmu kenal dengan orang sekitar lagian ada susternya yang jagain kan," ucap Sri perhatian.
"Kepala bu, agak pusing rasanya.." alibi Dinda memijit keningnya perlahan.
"Makanya to jangan terlalu kecapekan, kamu sih handle usahamu sendirian mbok ya cari karyawan, jangan eman uangmu tapi eman badanmu," celoteh Sri peduli.
"Iya ibuku sayang.. Tadi pagi sudah ada karyawan kok meskipun baru 1, nanti kalau jadi teman Dinda waktu SMA mau kerja juga," ucap Dinda lembut.
"Syukurlah.. Ibu terkadang khawatir sama kondisimu, semua kamu handle sendirian," ucap Sri lalu mengerok badan Dinda.
"Jangan khawatir bu, Dinda kan kuat.." gurau Dinda terkekeh.
"Kuat kok sampai masuk angin, tuh lihat kerokan nya merah banget malah sampai gosong ini bukan merah lagi," omel Sri dan Dinda hanya tersenyum.
"Ngomong-ngomong teman SMA mu yang mau bekerja namanya siapa?" tanya Sri.
"Namanya Meta bu," jawab Dinda.
"Oh.. Kayaknya kamu gak temanan dekat sama dia ya? Soalnya ibu asing dengan nama itu," tanya Sri.
"Iya bu kebetulan tadi waktu reuni Meta bilang mau cari kerjaan soalnya di tempat dia bekerja kemungkinan besar akan bangkrut bu, jadi Meta mau antisipasi dulu biar gak lama nganggur, cari kerja sekarang kan susah," ucap Dinda memberitahu.
"Kok dia bisa tau kalau perusahaannya mau bangkrut?" tanya Sri heran.
__ADS_1
"Dia bekerja jadi sekretaris bu," ucap Dinda malas membahas.
"Loh enak-enak jadi sekretaris kok mau kerja di tempatmu? Hati-hati Din soalnya ibu punya firasat gak enak sama temanmu itu," ucap Sri.
"Firasat gak enak gimana bu?" tanya Dinda.
"Ya secara logika ya, dia habis bekerja sebagai sekretaris di perusahaan besar, masak iya pas tau perusahaannya mau bangkrut dia langsung menerima tawaran mu kerja, kan aneh.. Harusnya dia punya chanel sesama sekretaris dong dan nantinya dia bekerja sebagai sekretaris lagi," ucap Sri ada benarnya juga.
"Iya juga ya bu.. Eh ibu tau gak kalau Meta itu kerja jadi sekretaris di perusahaannya siapa?" tanya Dinda membuat Sri penasaran.
"Ya mana ibu tau to nduk kan temannya itu kamu bukan ibu," ucap Sri sedikit kesal.
"Hehe iya iya bu... Meta itu bekerja jadi sekretaris di perusahaannya mas Rio, Suganda crop," ucap Dinda membuat Sri kaget.
"Lah beneran nduk? Apalagi perusahaan mantan suamimu itu kan besar, apa dia gak malu nantinya kerja di tempatmu, kecuali kalau dia memang ada rencana khusus," tebak Sri.
"Ibu jangan su'udzon dulu," ucap Dinda berfikir positif.
"Nanti Dinda tanyakan bu," jawab Dinda lirih.
"Atau gak kamu kan punya nomor sekretaris Rio yang lama to? Coba aja tanya siapa tau ada jawaban mengejutkan," usul Sri membuat Dinda heran.
"Bisa-bisanya ibu berpikir buruk sama orang, biasanya gak gitu loh," ucap Dinda terheran.
"Pokoknya kali ini feeling ibu gak enak," ucap Sri tak mau di bantah.
Selesai kerokan kini Dinda menghubungi mantan sekretaris Rio via chat.
"Halo selamat sore.. Masih ingat dengan saya? Saya Dinda Safitri," isi chat Dinda dan langsung centang biru.
"Selamat sore.. Oh iya ibu Dinda kan? Mantan suami pak Rio? Apa kabar bu," jawabnya ramah.
__ADS_1
"Iya betul.. Kabar baik, bagaimana denganmu?" tanya Dinda basa-basi.
"Kabar saya juga baik bu, ada hal apa ibu menghubungi saya?" tanyanya penasaran.
"Ada yang ingin saya tanyakan mengenai sekretaris baru pak Rio," ucap Dinda mengawali.
"Iya bu ada apa dengan Meta?" tanyanya heran.
"Apa benar sekarang ini perusahaan mantan suami saya sedang pailit dan juga istrinya, Sisil sering menggunakan uang perusahaan," tanya Dinda penasaran.
"Kalau mengenai keadaan perusahaan pak Rio memang sebelum saya keluar sudah mulai menurun bu, saya saja di pecat secara tidak hormat sama pak Rio," curhatnya.
"Loh kenapa begitu?" tanya Dinda kaget.
"Semenjak cerai dengan ibu kehidupan pak Rio kacau, semuanya berantakan bu dan pekerjaan kantor sering terbengkalai, istrinya hanya bisa minta uang uang dan uang.. Saya di pecat karena di tuduh menggelapkan uang perusahaan padahal semua itu ulah bu Sisil, entah bagaimana jadinya saya yang kena," curhatnya dengan emoticon sedih.
"Kenapa Sisil jadi seperti itu ya? Lalu kamu tidak melakukan pembelaan apapun gitu?" tanya Dinda penasaran.
"Sudah bu tapi tetap saja bu Sisil orangnya licik dan jahat jadi pak Rio lebih percaya istrinya, lalu sebelum saya resign bu Sisil sudah merekomendasikan Meta sebagai sekretaris, awalnya saya curiga tapi yasudah lah bu semua sudah terjadi, sekarang saya sudah mendapatkan pekerjaan lebih baik," jawabnya dengan legowo.
"Meta di rekomendasikan Sisil? Mencurigakan.. " batin Dinda kaget.
"Meta tidak omongan apapun padamu?" tanya Dinda.
"Ada bu.. Katanya tiba-tiba dia di suruh bu Sisil menjadi sekretaris di perusahaan suaminya dan harus menuruti semua kemauan bu Sisil, kalau tidak menuruti maka keluarganya dalam bahaya, Meta memiliki hutang dengan bu Sisil cukup banyak dan bu Sisil menganggap lunas jika Meta mau bekerja sama mengeruk harta pak Rio," jawabnya yang membuat Dinda syok.
"Ada hubungan apa antara Meta dan Sisil?" tanya Dinda penasaran.
"Katanya mereka sepupu jauh bu," jawabnya singkat.
"Oh yasudah kalau begitu terimakasih informasinya, semoga kamu betah ya bekerja di tempat barumu.. Semoga kamu sehat selalu," balas Dinda mengakhiri chat nya.
__ADS_1
"Terimakasih banyak bu semoga kebahagian, keberkahan dan kesehatan menyertai ibu," jawabnya dengan emoticon menelungkup kan tangan.