RAHIM PENGGANTI (DINDA)

RAHIM PENGGANTI (DINDA)
Diskusi Alot


__ADS_3

"Nyatanya mamah menyetujui usulan Sisil untuk menjadikan ku alat penghasil anak kan? Mamah sama Sisil itu sama saja, pantas kalian ini cocok," sindir Dinda.


"Dinda.. Jaga ucapan mu," gertak Rio.


"Kenapa mas? gak terima?? lebih gak terima aku mas, aku... Aku ini ibunya dan akulah yang susah payah mengandung mereka, jangan sampai aku melaporkan ini ke pihak kepolisian jika kalian tetap nekat membawa salah satu di antara mereka," gertak Dinda serius.


"Kenapa kamu menjadi mengancam kami? Kami ini juga keluarganya," ucap Mayang tak terima.


"Keluarga? Haha kalian pandai sekali melawak.. Mana ada keluarga yang membiarkan aku dijadikan alat!! Ingat mah aku disini korban jadi jangan memutar balik keadaan," gertak Dinda.


"Cukup Dinda.. Aku muak dengan semua perkataan mu, kami disini datang baik-baik ingin menengok anakku, kenapa kamu memancing emosi kami, ha? Apa salah jika aku menginginkan salah satu diantara kedua anak kami, setidaknya ini adil kan? kamu dapat dan saya pun juga, jadi apa yang di permaslahkan? Biaya? Tenang saja aku tidak akan luput dari tanggung jawab, kalau perlu kita buat perjanjian hitam di atas putih disertai saksi dari pengacara, bagaimana?" usul Rio.


"GAK.. MAU KAMU PANGGIL SERATUS PENGACARA PUN TETAP AKU TIDAK SETUJU MAS, ANAK-ANAK TETAP DENGANKU DAN DALAM PENGAWASAN KU. AKU INI IBUNYA DAN MEREKA MENYUSUI DARI AIR SUSUKU JADI JANGAN HARAP BISA MEMISAHKAN MEREKA MAS, INGAT AKU TIDAK MAIN-MAIN!!" gertak Dinda emosi.


"Din jangan egois dong. aku juga ingin merawat anak," pinta Rio.


"Pergi dari sini, kehadiran kalian tidak di harapkan," usir Dinda.


"Din.." ucap Rio geram.


"Dengar apa yang di inginkan anakku? Pergi atau kami panggil security dan memblaclist kalian supaya tidak boleh masuk," ancam Tono tegas.


"Oke kami akan pergi, tapi ingat satu hal, kami tidak akan tinggal diam," ancam Rio lalu mencium kedua anaknya dan pergi.


Setelah kepergian Rio dan mamahnya dari rumah sakit kini Dinda meluapkan semua rasa emosi dan kecewanya dengan menangis histeris, ia tidak menyangka jika nasibnya akan seperti ini, padahal ia berfikir jika Rio adalah jawaban atas doa-doanya selama ini, Rio datang ketika hati Dinda sedang patah hati karena di selingkuhi.. Kini hal yang sama pun terjadi, Rio ternyata menikahinya karena menyimpan maksud lain.


"Din.. janganlah larut dalam kesedihan, ada anak-anakmu yang lebih membutuhkanmu," ucap Sri mengusap punggung anaknya.

__ADS_1


"I.. Iya bu Dinda tau, tapi hati Dinda sakit bu.. Sakit sekali, biarkan Dinda meluapkan semua amarah ini bu," pinta Dinda terus menangis dan orang tua Dinda hanya bisa pasrah.


Di satu sisi Mayang dan Rio tak terima dengan Dinda yang mengusirnya secara kasar, harga diri mereka seperti di injak-injak.


"Mah.. Rio gak terima atas penghinaan Dinda, pokoknya Rio harus bisa mengambil anak Rio dan menikahi Sisil," ucap Rio menggebu.


"Mamah juga gak terima tapi mau gimana lagi? Kita memang keterlaluan Rio.. Dinda tidak punya salah pada kita, selama ini dia menjadi istri dan menantu yang baik, yang bermasalah sebenarnya itu pacarmu si Sisil," ucap Mayang membenarkan perlakuan Dinda.


"Mah.. Kenapa malah membela Dinda? Ingat mah dia sudah menginjak-injak harga diri Rio.. Mau dia marah pun harusnya ingat dong kalau Rio ini masih suaminya," ucap Rio kesal.


"Kenapa kamu gak putusin Sisil aja setelah itu lanjutkan pernikahanmu dengan Dinda, mamah gak tega memisahkan cucu mamah dengan ibu kandungnya," ucap Mayang bimbang.


"Gak mah pokoknya Rio harus menikahi Sisil dan mengambil anak-anakmu Rio, jangan halangi langkah Rio mah.. Rio udah janji sama Sisil, ingat mah karena pengorbanan Sisil juga mamah masih sehat," ucap Rio geram dan Mayang hanya diam seribu bahasa.


Mayang merasa bimbang menentukan pilihan, jauh di lubuk hatinya dia tidak menginginkan rencana ini, tetapi dia tidak menampik ingin memiliki cucu langsung dari darah daging putra semata wayangnya.


"Mas Rio," sapa Sisil memeluk Rio.


"Sil ada yang mau aku bicarakan," ucap Rio serius dan mereka duduk bersebelahan.


"Ada apa mas?" tanya Sisil penasaran.


"Hari ini Dinda sudah melahirkan," ucap Rio lirih.


"Akhirnya.. Ya bagus dong mas lalu masalahnya dimana?" tanya Sisil senang.


"Dinda bersikeras tidak mau memberikan anaknya padaku, dia sampai mengancam akan melaporkan masalah ini ke polisi jika aku masih memaksa mengambil anaknya," ucap Rio kebingungan.

__ADS_1


"Hadeh gitu aja kok bingung sih mas, kamu itu ayah biologisnya dan pernikahan kalian masih sah secara agama dan negara, kalau dia melaporkan ke polisi ya kamu putar balik keadaan dong.. Bilang aja selama kehamilan sampai melahirkan kamu tidak di beritahu dan mereka tidak mengizinkan kamu bertemu anaknya, lagian duit mu kan banyak mas kenapa bingung sih, bayar aja polisi sama pengacara biar kasus ini kamu yang menang," ucap Sisil geram.


"Iya juga ya Sil.. Sampai sekarang Dinda masih istriku, memang sih dia lahiran tidak memberitahu kami," ucap Rio.


"La terus kamu tau nya darimana mas?" tanya Sisil penasaran.


"Dari mata-mata yang aku sewa," jawab Rio.


"Nah itu bisa di jadikan alibi mas kalau sampai melahirkan pun mereka sengaja tidak memberitahumu, udah masalah Dinda jangan dibuat ribet," ucap Sisil dan Rio kini semakin yakin untuk merebut anaknya.


"Lalu bagaimana caranya agar aku bisa mengambil anaknya Dinda?? Dia melahirkan kembar Sil, aku ingin anak yang cowok," tanya Rio.


"Apa?? Kembar?? mujur banget sih hidup dia, coba kalau mas Rio gak kenal Sisil mungkin sekarang kalian sedang berbahagia ya mas apalagi mamah mu, Sisil yakin pasti mamah mu sangat senang," ucap Sisil iri.


"Sstt.. Jangan berbicara seperti itu, aku tetap akan menikahi mu," ucap Rio mantap.


"Serius mas??" tanya Sisil memastikan.


"Iya.. Makanya bantu aku mengambil salah satu anaknya Dinda, setelah itu kita bisa segera menikah," ucap Rio dan Sisil berpikir keras cara untuk mengambil anak Rio.


"Hmm aku ada ide mas, kita bayar mahal salah satu suster yang jaga di rumah sakit untuk mengambil anaknya Dinda, setelah itu suruh dia resign dan pergi ke luar kota, bagaimana?" usul Sisil.


"Apa ada yang mau? Itu beresiko Sil," tanya Rio ragu.


"Jelas mau asalkan nominalnya menggiurkan mas, beri dia 1 miliar, ini tugas mudah loh.. Siapa yang bakal menolaknya, setidaknya nanti kasih DP dulu setengahnya," ucap Sisil memprovokasi.


"Itu nominal yang fantastis Sil.." ucap Rio terkejut.

__ADS_1


"Kan habis mengambil anakmu mereka harus resign dan pergi jauh mas, memang di sana dia tidak butuh biaya, udah deh jangan bawel, minta solusi malah nawar," cibir Sisil kesal dan Rio hanya mengangguk patuh.


__ADS_2