
"Lama sekali sih, tante sampai bosan disini," protes Indah.
"Maaf tante habisnya jarak loby sama ruang kerja Vika cukup jauh sih, padahal Vika udah naik lift," jawab Vika lalu menerima bingkisan dari tantenya, seketika aroma harum masakan tante Indah menguar di hidung Vika dan seketika itu juga perutnya memberontak untuk diberi makanan.
"Kamu mau makan dimana?" tanya Indah.
"Disini tan, dimana lagi?" tanya balik Vika.
"Yakin kamu makan di loby? Emang boleh?" tanya Indah memastikan.
"Gak tau juga tan, yasudah kita ke kantin yuk, masak tante udah jauh-jauh kesini tapi gak disuguhin apa-apa," jawab Vika menggandeng tangan Indah menuju kantin.
"Maaf kedatangan saya terlambat, tadi parkiran penuh, untung saja satpam disini kenal saya jadinya diprioritaskan," ucap seorang pria yang ada di belakang mereka berdua, suara yang tak asing bagi Vika dan seketika itu juga Vika membalikkan badan. Alangkah terkejutnya siapa orang yang ada didepannya kini, Dito.. Ya Dito tetangga tantenya tiba-tiba ada disini, ada apa dia datang kesini dan kenapa meminta maaf? Eh jangan-jangan??
Vika langsung melirik ke arah tantenya dan respon yang diberikan tantenya sungguh diluar dugaan, tantenya hanya ketawa kecil sambil tangannya membentuk tanda V.
"Jangan bilang orang spesial yang tante maksud itu dia," bisik Vika.
"Tentu saja lah, dia kan spesial untukmu, udah deh kalian PDKT aja, tante merestui kok," jawab Indah yang dibalas cubitan kecil oleh Vika.
"Apa kedatangan saya menganggu kenyamanan mu?" tanya Dito memastikan, karena ia sedari tadi memperlihatkan ekspresi tak nyaman Vika.
"Enggak kok, saya hanya kaget aja kenapa tiba-tiba ada kalian disini, maaf jika sudah membuatmu salah sangka," jawab Vika tak enak hati lalu mereka bertiga berjalan ke kantin. Pandangan semua karyawan tertuju pada Vika dan Dito, semua yang bertemu dengan Dito tak luput menyapa bahkan memberi salam hingga membuat Vika juga tantenya heran, darimana mereka bisa tau Dito? Memang sih Dito anak orang kaya raya tapi apa iya berita kekayaannya sampai ke telinga rekan kantornya hingga tak segan mereka menyapa??
Hingga tiba di kantin pun para pemilik kedai mengangguk hormat pada Dito, Lagi-lagi Vika dan Indah dibuat penasaran dengan sosok Dito, mana kehadiran mereka bertiga menjadi pusat perhatian di kantin lagi, Vika semakin risih dibuatnya.
"Mau pesan apa?" tanya Vika pada mereka berdua.
__ADS_1
"Minum aja deh, tante haus sekali, orange juice," jawab Indah sambil memegang tenggorokan.
"Kalau kamu?" tanya Vika sedikit sungkan.
"Sama aja deh," jawab Dito dan Vika mengangguk.
Pesanan sudah datang, kini mereka menikmati minuman dengan nikmat, cuaca hari ini memang lah sangat panas sekali sehingga minum jus jeruk adalah pilihan yang pas. Vika juga tak lupa memakan bekal yang dibawakan tantenya, sebelum dimakan, terlebih dahulu Vika menawari mereka namun sayangnya merek menolak. Akhirnya dengan malu-malu Vika memakan sendiri bekalnya. Jika biasanya ia tak sungkan makan dalam jumlah banyak namun kali ini, berbeda, ada Dito didepannya jadi Vika harus jaim. Indah yang melihat cara makan keponakannya yang tak biasanya hanya bisa tersenyum sendiri.
"Memang ya pria bisa merubah watak yang doyan makan dalam jumlah besar menjadi minum, kalau gini terus kan mengurangi anggaran biaya makan dirumah, apa setiap makan aku panggil Dito ke rumah saja ya biar Vika makannya sedikit dan penuh lemah lembut begini?" batin Indah.
"Kenapa tante senyum-senyum sendiri?" tanya Vika.
"Eh.. Gak ada, ini loh tante baru inget kalau tadi perjalanan kesini Dito ada cerita sama tante katanya mau mencicipi sedikit masakan tante tapi maunya waktu ada kamu, wahai keponakan tante yang cantik ini," goda Indah tersenyum penuh kemenangan sedangkan Vika juga Dito kaget dengan omongan Indah.
"Ka.. Kapan Dito bilang begitu, tan?" tanya Dito.
"Tante.." ucap Vika penuh penekanan dan matanya sedikit melotot, ia tau ini hanya akal-akalan tantenya saja.
"Benar kan Dito?" tanya Indah memastikan, sebelum Dito menjawab terlebih dahulu Indah mengirim pesan jika keponakannya itu sedang sakit dan jangan sampai dibuat sedih. Untung saja Dito segera membaca pesan itu.
"Eh hmm gimana ya? I..iya," jawab Dito gugup.
"Ha? Serius?" tanya Vika masih tak percaya.
"I..iya.. Saya mau mencicipi makanan tante kamu tapi harus sama kamu, apa kamu mau?" tanya Dito masih dengan kegugupan nya.
"Bo..boleh, bentar aku mintakan piring dulu, ngomong dong daritadi, kalau gini kan sama aja makan sisa punyaku jadinya aku gak enak hati," protes Vika.
__ADS_1
"Buat apa pinjem piring? Satu bekal berdua, tadi Dito bilang begitu, jadi suapin Dito sekarang," perintah Indah yang membuat keduanya salah tingkah.
"Jangan bercanda tan," ucap Vika mulai kesal.
"Siapa yang bercanda, makanan tinggal segitu kok mau pinjam piring malah kasihan ibu-ibu kantin dong, udah makan aja satu bekal berdua, ayo suapin Dito sekarang," desak Indah.
Entah kenapa Dito mendadak kelu lidahnya untuk menolak namun mendengar keisengan tantenya Vika entah kenapa Dito merasa senang. Ia ingin melihat apakah nanti Vika beneran menyuapi nya atau tidak?
"Vika.. Makanan kamu diemin kayak gitu kapan habisnya, ingat jam istirahat hampir habis," tegur Indah kesal dengan keponakannya karena tak juga melakukan apa keinginannya.
"Iya tante iya," jawab Vika kesal, dengan rasa gugup dan canggung Vika menyuapi Dito yang sedari tadi diam saja. Vika memiliki dua pemikiran pada Dito, apakah ia sekarang sedang menahan kesal atau ini memang keinginannya?
Tanpa menunggu lama kini sendok bekas Vika sudah dekat dengan bibir Dito, antara ingin membuka mulut atau menolak, hatinya dilanda kebimbangan. Jika menolak takutnya membuat Vika sedih dan malu namun dalam hatinya ia juga tak menolak keinginan aneh tantenya Vika itu namun jika diterima nantinya Dito sendiri yang akan malu karena disaksikan banyak orang disini.
"Dito.. Kenapa bengong? Itu sendok udah ada di dekatmu," tanya Indah.
"Iya tante," jawab Dito lalu menerima suapan Vika. Setelah disuapin oleh Vika untuk pertama kalinya, hati Dito semakin berdegup kencang dan salah tingkah kini menyelimuti Dito.
"Nah.. Gitu dong, lama amat buka mulutnya kasihan Vika nanti pegal tangannya," ucap Indah dengan senyum penuh kemenangan.
"I..iya tante habisnya saya malu dilihatin banyak orang," jawab Dito lirih.
"Oh iya mau tanya sampai lupa, tadi waktu di loby kamu kan bilang kalau petugas disini kenal kamu makanya kamu di prioritaskan, maksudnya apa ya? Apa status mu disini menjadi tamu kehormatan?" tanya Vika penasaran.
"Itu.. Memang kamu gak tau siapa aku disini?" tanya Dito memastikan dan Vika hanya menggelengkan kepala, pertanda ia memang tidak tahu.
Hmm.. Kira-kira siapa ya Dito di perusahaan tempat Vika bekerja? Belum juga rasa dag dig dug dengan adegan Vika menyuapi Dito, kini dibuat dag dig dug lagi dengan status Dito disini.
__ADS_1