RAHIM PENGGANTI (DINDA)

RAHIM PENGGANTI (DINDA)
Rio Terpuruk


__ADS_3

Setelah kepergian Sisil kini Rio lebih fokus mengembalikan kejayaan perusahaan keluarganya.. Sebenarnya ingin sekali Rio menjemput Sisil dan membawanya kembali ke rumah namun mengingat mamahnya tidak suka pada Sisil membuat Rio harus menahan diri sejenak, Rio akan membawa Sisil pulang jika semuanya sudah mulai kondusif lagi.


"Gimana ya keadaan Sisil sekarang? Mau bagaimana pun dia kan masih istriku," gumam Rio lalu menghubungi Sisil.


Kebetulan Sisil men silent ponselnya jadi dia tidak mengetahui ada chat masuk, terlalu sibuk bekerja membuat Sisil semakin senang menjalani hidup apalagi ada Ronald yang selalu membantunya dalam hal apapun.


Merasa pesannya tak kunjung dibalas membuat Rio berfikir jika istrinya masih marah padanya.. Rio menjadi semakin merasa bersalah. Suganda yang melihat putranya gusar langsung mendekati,


"Ada masalah apa?" tanya Suganda.


"Gak ada pah," jawab Rio berbohong.


"Jujurlah.. Jangan semua kamu pendam sendiri," tegur Suganda.


"Iya pah.." jawab Rio patuh.


"Coba ceritakan apa yang membuatmu seperti ini, papah akan mendengarkannya dengan baik setelah itu akan papah coba bantu selesaikan," ucap Suganda bijak.


"Baik Pak.. Jadi gini, masalah perusahaan kita sekarang ini sedang kacau pah sampai membayar karyawan pun rasanya gak sanggup, maafkan Rio yang gak becus meneruskan perusahaan.. Selama ini Rio terlalu terlena dengan harta dan kekuasaan," ucap Rio dengan sedih.


"Untuk hutangmu dengan mafia itu apakah udah beres?" tanya Suganda memastikan.


"Belum pah.. Setelah dia menyatakan somasi akan mengakusisi perusahaan, Rio langsung mengambil semua uang yang Rio punya di bank dan Rio bayarkan padanya.. Sekarang sisa hutang tinggal 500 miliar pah sedangkan Rio sudah tidak memiliki uang sepersen pun, apalagi setelah Sisil kabur dari rumah, selama itu pula Rio tidak menafkahi nya pah makanya Rio membiarkan dulu Sisil tinggal di rumah ibunya, untuk anak-anak pun juga sama.. Rio sudah berdiskusi dengan Dinda untuk mengurangi jatah bulanan anak-anak dan untungnya Dinda bisa menerima itu.. Rio seperti orang lemah yang tak berguna pah," ucap Rio frustasi.

__ADS_1


"Kenapa kehidupanmu menjadi seperti ini nak, mana Rio yang dulu? Rio yang ceria dan hebat? Kenapa kamu sekarang jadi Rio yang lemah?" tanya Suganda.


"Rio yang dulu telah hilang terbawa oleh rasa sesal karena sudah mencampakkan wanita sebaik Dinda dan juga sudah mengabaikan anak-anak selucu dan sepintar Vanessa juga Farel, awal mula Rio hancur dari situ pah.. Rio terlalu memegang janji untuk menikahi Sisil," ucap Rio menyesal.


"Sekarang penyesalan tidak ada gunanya lagi, mari bangkit dan ubahlah semuanya satu persatu.. Papah akan bantu kamu melunasi hutangmu dengan mafia itu, tapi papah mohon setelah ini janganlah asal mencari investor.. Papah tidak menyalahkan mu ketika memilki keinginan untuk melebarkan sayap perusahaan sampai ke negara tetangga namun mulai saat ini harap lebih cermat, diskusikan semuanya pada papah dulu.. Berurusan dengan mafia tidak akan pernah bisa selesai dengan baik, untuk masalahmu dengan Sisil cobalah setelah ini kamu jenguk dia dan coba ajak pulang ke rumah, dia baru bebas dari penjara dan tujuan pertamanya itu kesini, ke rumahmu yang sebagai suaminya bukan pulang ke rumah mamahnya, dari situ papah lihat jika dia memang tulus mencintaimu.. Setelah ini cobalah untuk menerima Sisil dengan baik dan buang jauh-jauh rasamu terhadap masa lalu, ingat Rio.. Masa lalu mu sudah bahagia dengan pilihannya dan sekarang dikaruniai anak kan? Cobalah seperti Dinda yang bisa menerima semuanya dengan ikhlas.. Papah yakin apa yang kamu tuai sekarang adalah apa yang kamu tanam ketika sedang bersama Dinda, mungkin ini jawaban atas doa Dinda yang dulu kamu sakiti.. Mungkin yang dirasakan Dinda saat itu lebih pedih," tegur Suganda.


"Uang 500 miliar itu banyak loh pah kalau nanti papah butuh sesuatu gimana? Biar Rio saja yang cari solusinya.. Ini masalah Rio yang membuatnya," tolak Rio.


"Tidak usah begitu, papah mau masalahmu cepat selesai dan semuanya kembali seperti semula," ucap Suganda tak mau dibantah.


"Rio juga maunya seperti itu pah tapi tidak memberatkan kalian," ucap Rio sedih.


"Papah tidak merasa keberatan begitu pun dengan mamah, percayalah ini juga demi kebaikan bersama," ucap Suganda.


"Baiklah pah makasih atas bantuannya.. Papah memang yang terbaik, maafkan Rio yang belum bisa menjadi anak yang membanggakan kalian, Rio hanya bisa membuat kalian sedih dan kecewa, maafkan Rio pah," ucap Rio penuh penyesalan.


"Iya pah.. Rio akan memperbaiki semuanya dan memulai dari awal," ucap Rio sangat yakin.


"Papah tunggu itu.. Sekarang tunjukkan berapa nomor rekening mafia itu biar papah transfer sekarang juga," ucap Suganda tak sabar.


"Sekarang juga pah?" tanya Rio kaget.


"Tentu saja.. Mana?" tanya Suganda lalu Rio memberikan nomor rekening Boy.

__ADS_1


"Sudah masuk.. Sekarang hubungi dia dan katakan jika semuanya sudah selesai," perintah Suganda dan Rio menghubungi Boy.


"Halo.." ucap Rio mengawali obrolan.


"Ya Halo, bagaimana?" tanya Boy.


"Hari ini saya sudah transfer sisa hutangnya, silahkan di cek dulu," ucap Rio to the poin.


"Benarkah? Wait.." tanya Boy memastikan lalu mengecek m-banking nya dan benar saja Rio sudah melunasi sisa hutangnya. Senyum merekah terpampang di wajah Boy.


"Gimana Boy?" tanya Rio memastikan.


"Ya benar sudah masuk.. Akhirnya anda sadar juga untuk melunasi nya padahal dalam waktu seminggu ini jika anda tak kunjung melunasi maka saya akan mengakusisi perusahaan secara penuh," ucap Boy sembari tertawa.


"Dan untungnya sebelum hari itu saya sudah melunasi nya.. Terima kasih sudah mau bekerja sama dengan saya dan Terima kasih sudah pernah membantu saya dalam memajukan perusahaan, senang pernah berbisnis dengan anda," ucap Rio dengan sopan.


"Oh ya tentu saja.. Terima kasih juga mengembalikan semua modal dengan waktu yang singkat," ucap Boy senang.


"Sama-sama.. Kalau begitu saya tutup telponnya, see you next time," pamit Rio lalu mematikan panggilan.


Suganda yang mendengar obrolan anaknya merasa lega karena satu persatu masalah yang dihadapi Rio selesai dengan baik ya meskipun Suganda memerlukan pengorbanan yang tidak sedikit.. Setidaknya masih ada uang dan juga saham di beberapa perusahaan yang bekerja sama dengannya tanpa sepengetahuan sang putra.


"500 miliar tidak ada artinya jika melihat sang putra sedih, lebih baik aku relakan kehilangan uang sebesar itu demi keberlangsungan hidup dan juga perusahaan Rio, mau bagaimanapun sekarang perusahaan sudah menjadi hak mutlak Rio tinggal bagaimana setelah ini aku membimbingnya agar lebih jeli lagi dalam memimpin perusahaan, aku yakin ditangan Rio perusahaan yang sudah aku rintis dari 0 akan menjadi perusahaan yang lebih besar.. Rio memiliki kompeten di bidang ini namun terhalang oleh masalah pribadi juga emosi yang belum cukup matang," batin Suganda merasa lega melihat senyum di bibir anaknya.

__ADS_1


Boy yang merasa sudah tidak ada urusan lagi dengan Rio bergegas menyuruh anak buahnya untuk pulang ke Singapura. Namun sayangnya salah satu anak buahnya membuat ulah, ia telah membakar bagian belakang gedung Rio Suganda tanpa sepengetahuan Boy.


"KENAPA KALIAN SEKARANG INI BERTINDAK TANPA PERINTAH DARI GUE DULU!!! SIAPA BOS KALIAN SEBENARNYA HA!!! MANA ADA GUE MEMINTA KALIAN UNTUK MEMBAKAR PERUSAHAAN RIO SUGANDA, CEPAT PULANG SEMUANYA ATAU KALIAN AKAN MASUK PENJARA," pekik Boy murka dan semua anak buahnya bergegas pulang ke Singapura.


__ADS_2