
Tiba di kontrakan, kebetulan sekali pemilik kontrakan ada didepan sedang membersihkan kamar yang mungkin akan ditempati orang baru. Perasaan takut melanda Vika lantaran ia tak memberi kabar selama 5 tahun lebih, apakah nantinya pemilik kontrakan akan memaafkannya??
"Permisi bu," sapa Vika dengan ramah, lalu pemilik kontrakan, bu Endang menengok ke arah Vika dengan wajah sedikit kaget.
"Loh.. Kamu? Kamu yang menempati kamar nomor 3 itu kan? Ada apa?" tanya Endang.
"Itu bu.. Anu.. Kedatangan saya kesini mau meminta maaf karena sudah lama meninggalkan kontrakan beserta barang-barang tanpa pamit," jawab Vika merasa sangat bersalah.
"Meninggalkan gimana maksudnya? Perasaan kamu izin sama saya ada urusan pekerjaan diluar kota untuk waktu yang cukup lama jadinya kontrakan mu di oper sama temanmu, gimana sih?" tanya Endang meminta penjelasan. Vika yang mendengar pun menjadi kaget, perasaan ia tak pernah izin kontrakannya ada yang menempati, siapa yang sudah melakukan ini semua??
"Eh.. Apa iya bu? Mungkin saya kelupaan, maklum sudah lama," tanya balik Vika.
"Sekarang apa temanku ada didalam bu?" tanya Vika lagi.
"Gak tau saya, coba aja dicek," jawab Endang.
Merasa mendapat lampu hijau dari pemilik kontrakan, Vika dengan cepat mendatangi kontrakannya, jujur saja ia penasaran siapa yang mengaku sebagai temannya dan apakah barangnya masih terjaga dengan baik?
Tok.. Tok.. Tok.. Suara ketukan pintu menggema kontrakan Vika namun seseorang yang mengaku temannya tak juga keluar. Ada yang tidak beres dengan semua ini, Vika harus segera mencari tahu agar semuanya tidak semakin jauh.
Ketika Vika ingin menemui pemilik kontrakan, ia bertemu salah satu temannya, Mona.
"Hei kamu Vika bukan?" sapa Vika memastikan.
"Iya.. Kamu.. Hmm mo.. Oh iya Mona," jawab Vika.
__ADS_1
"Kemana aja sih? Udah jadi bos ya makanya gak balik ke kontrakan lagi," tanya Mona.
"Gak kok.. Memang kebetulan ada keperluan yang cukup lama, oh iya kamu masih aja tinggal disini?" tanya Vika basa basi.
"Iyalah.. Disini harganya terbilang murah apalagi fasilitas penunjangnya oke, belum tentu kalau cari ditempat lain bakal dapat senyaman disini, eh btw temenmu itu jarang pulang ke kontrakan ya?" tanya Mona yang membuat Vika semakin kebingungan.
"Eh itu.. Iya mungkin, katanya kerjaan dia dengan kontrakan jaraknya lumayan," alibi Vika.
"Lalu kenapa milih kontrak disini? Aneh," tanya Mona.
"Gak tahu.. Katanya suka dengan suasananya, apa akhir-akhir ini temenku gak pulang?" tanya Vika.
"Beberapa hari yang lalu mereka pulang tapi sama cowok, katanya sih suami dia," jawab Mona membuat Vika terkejut. Siapa suami dan wanita itu??
"Kamu tau nama suaminya? Aku malah baru denger kalau dia dah nikah," tanya Vika.
"Oh oke makasih infonya, Mon," jawab Vika langsung bergegas pergi. Ia menuju jalan raya yang tak begitu jauh dari kontrakannya, kebetulan ada taksi lewat dan dia segera menaiki. Tujuan Vika adalah ke rumah Ryan untuk menanyakan ini semua.
Ting tong.. Suara bel rumah Ryan.
"Cari siapa non?" tanya bibi ramah.
"Bapak Ryan ada?" tanya Vika.
"Bapak sudah berangkat kerja non, baru saja," jawab bibi yang membuat Vika sedikit kecewa.
__ADS_1
"Kalau ibu ada kan?" tanya Vika lagi.
"Ada non, silahkan duduk dulu," jawab bibi mempersilahkan duduk dan memanggil Dinda.
Melihat tamu yang datang ternyata adalah Vika, seseorang yang dulu pernah menghiasi hari-hari suaminya membuat Dinda tak bisa mengendalikan rasa cemburunya. "Ternyata tamunya itu kamu, ada apa ya? Oh ya berarti kamu sudah bebas?" tanya Dinda sedikit ketus.
"Iya ini aku, beberapa hari yang lalu sudah bebas, kedatanganku kesini sebenarnya ingin bertemu kamu juga suamimu tapi katanya Ryan gak ada di rumah," jawab Vika.
"Mas Ryan baru saja berangkat bekerja dan sebentar lagi aku juga, katakan saja tujuanmu datang lagi kesini karena apa?" desak Dinda.
"Aku mau nanya perihal kontrakan, tadi aku sempat datang kesana dan bertemu salah satu temanku, dia bilang katanya kontrakan yang aku tempati di oper kontrak dan mengaku sebagai temanku, awalnya aku kaget mendengar itu tapi ketika tau kalau orangnya itu kalian rasa terkejut bertambah dengan rasa penasaran, kenapa kalian sampai segitunya?" tanya Vika penasaran.
"Oh jadi karena itu yang membuatmu sampai datang kesini, ingat Vika.. Kamu di penjara dan mendapat hukuman yang cukup lama, 5 tahun bukan waktu yang sebentar, suamiku berbaik hati dengan memikirkan tempat tinggal mu, suamiku punya pikiran jika suatu saat kamu kembali namun semua barangmu sudah di buang sama pemilik kontrakan kan kasihan, kamu harus memulai semuanya dari awal, jadi suamiku mencari info dimana kontrakan mu, setelah dapat barulah suamiku membayar biaya sewa hingga 5 tahun lamanya dengan dalih kamu dipindah tugaskan ke luar kota dan digantikan olehku, ya.. Aku yang berperan sebagai temanmu, semua ini karena ide suamiku, dia memang kesal dan ingin membuatmu jera namun dia tak tega jika nantinya setelah bebas hidupmu malah jauh lebih menderita," ucap Dinda dengan lugas dan tenang.
"Jadi.. Kalian melakukan semua ini hanya untukku?" tanya Vika tak percaya.
"Ya begitulah.. Setidaknya berterima kasihlah kepada suamiku karena dia masih memberikan sisi kemanusiaannya padamu, suamiku mengingat bagaimana jasamu waktu mengaudit kantorku waktu itu," jawab Dinda.
"Lalu barang-barang ku?" tanya Vika.
"Aman.. Semua barang mu masih ada ditempatnya dan tidak pernah aku usik, sampai ponsel pun masih aman di sana, hanya saja aku sengaja membiarkan ponselmu mati karena aku gak mau ikut campur dalam hal pribadimu terlalu dalam," jawab Dinda.
"Terima kasih.. Makasih sudah menjaga barang ku dengan baik," ucap Vika terharu. Ia tak menyangka jika rival yang ingin ia kalahkan justru menjadi bidadari ketika ia terpuruk, ya meskipun tak bisa dipungkiri jika penyebab Vika masuk penjara karena ulah suami istri itu tapi dibalik itu semua ada kebaikan yang terus ia lakukan, membayar sewa kontrakan selama 5 tahun adalah hal yang luar biasa mengingat dirinya sudah sangat jahat kepada Dinda.
"Gak masalah.. Itu hal yang mudah, aku tidak tinggal di sana, hanya sesekali berkunjung dan memastikan barang mu aman, setelah itu baru pulang ke rumah," jawab Dinda.
__ADS_1
"Yasudah kalau begitu aku pamit pulang dulu, makasih atas kebaikan kalian, terima kasih sudah membantuku dan merawat barang-barang ku dengan baik, semoga kebaikan kalian nantinya dibalas oleh yang maha kuasa dengan berlipat ganda," ucap Vika dengan tulus, Dinda mengaminkan. Tak lupa Dinda memberikan kunci kontrakan Vika.
"Terima kasih.. Oh iya sampaikan rasa terima kasihku kepada suamimu, aku tau dia orang baik dan kamu beruntung bisa memilikinya, aku saja yang terlalu bodoh karena sudah mengabaikan dia," ucap Vika lalu pamit pergi. Hati Dinda yang semula sudah mereda kini mendadak menjadi panas, perkataan sang mantan kekasih membuat dirinya cemburu.