RAHIM PENGGANTI (DINDA)

RAHIM PENGGANTI (DINDA)
Vika Baper


__ADS_3

Hari demi hari telah dilewati dengan begitu cepat, Vika dan juga Dito semakin terlihat sering bersama entah masih jam kantor atau pun di luar jam kantor, desas desus jika Vika sengaja mendekati Dito agar dipromosikan sampai juga ditelinga keduanya, Vika geram bukan main ketika tuduhan keji itu tertuju padanya, bagaimana bisa mereka yang tak tahu apa-apa tentang Vika bisa menilai dan menyimpulkan dengan seenaknya.


"Kenapa banyak diem? Kamu terpengaruh gosip mereka ya?" tebak Dito.


"Jelas.. Sama aja nama baikku jadi jelek karena gosip murahan ini, buat apa deketin atasan hanya untuk promosi jabatan," jawab Vika kesal.


"Gak usah didengerin dan jangan diambil hati, kerja aja yang rajin dan pertahankan kinerja serta etika mu, atasan tidak sembarangan menunjuk karyawan untuk naik jabatan," ucap Dito santai.


"Iya kamu enak tinggal ngomong gitu apalagi kamu ini bosnya, mana ada yang berani menjelekkan kamu," ucap Vika geram.


"Ada.. Nah ini kita berdua sedang jadi trending topik, udahlah jangan diambil pusing, mereka iri sama kamu dan harusnya kamu bersyukur akan itu karena artinya kamu lebih dari mereka," ucap Dito.


"Tapi kan gak dengan gosip beginian juga kali," protes Vika.


"Namanya manusia, memang kamu bisa menutup semua mulut mereka? Sedangkan kamu aja hanya diberi dua tangan sama Tuhan, itu artinya kamu diminta untuk lebih menutup semua omongan buruk mereka dan menunjukkan jika kamu ini lebih baik ketimbang kamu susah payah menyumpal mulut mereka, jangan buang energi mu dengan sia-sia karena gosip beginian," jawab Dito.


"Tauk ah! Malas!! Ngomong sama kamu gak akan pernah ada puasnya," protes Vika.


"Tapi bisa dipastikan aku orang yang pertama yang akan melindungi mu dan menjagamu," ucap Dito dengan penuh keyakinan.

__ADS_1


"Apaan sih.." jawab Vika salah tingkah, jujur saja ia terkesima dengan jawaban demi jawaban yang Dito berikan, semua terlihat dewasa dan tenang. Itu yang Vika inginkan dari dulu, apapun posisinya ia bisa memposisikan diri dengan tenang dan seolah tidak terjadi masalah apa-apa. Cukup lama Vika memandang Dito hingga tanpa sadar Dito mengetahui jika diperhatikan oleh Vika segitunya.


"Ehem.. Jangan terlalu lama memandang takutnya naksir," sindir Dito.


"Hih.. Apaan sih! Pede banget," ucap Vika mengelak.


"Hahaha.. Ngaku aja deh daritadi aku tau loh kalau diperhatiin terus, nanti naksir baru tau rasa," ucap Dito penuh percaya diri dan Vika hanya bergidik ngeri padahal dalam hatinya ia senang karena Dito makin lama makin perhatian kepadanya.


***


Keesokan harinya di kantor dengan tiba-tiba Dito ingin mengumpulkan semua karyawan di ballroom seperti apa yang dilakukan papahnya tempo hari, tentu saja pemberitahuan mendadak ini kembali membuat beberapa karyawan khawatir, mana gosip yang beredar sudah sampai ditelinga bos lagi.


"Makanya jadi orang jangan julid, udah tau dibalik Vika ada pak Dito, masih beraninya julidin mereka," jawab Ina dan Siska hanya melengos kesal.


Dito maju menuju mic dan mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru ruangan untuk melihat dimana Vika berada, nah.. Vika ada dibarisan tengah paling pinggir, Dito dengan mudah bisa melihat gadis idamannya.


"Selamat pagi semuanya, maaf jika pengumuman ini membuat kalian terganggu dan pekerjaan kalian jadi terbengkalai sejenak, disini saya ingin mengumumkan sesuatu yang sangat penting dan harus kalian semua tandai mulai hari ini, sebelumnya saya sudah mendengar gosip miring tentang kedekatan saya dengan salah satu karyawan sini, ada yang mengatakan jika semua itu ada unsur bisnis supaya bisa naik jabatan, entah darimana pikiran picik itu berasal, saya yang mendengar pun sungguh heran kenapa memiliki karyawan yang pemikirannya sangat dangkal, untuk nama yang saya panggil silahkan naik kesini, Vika Isyana Cantika," ucap Dito dengan lantang, Vika yang merasa memiliki nama itu kaget bukan main. Apa tujuan Dito menyuruhnya ke atas panggung? Mana disaksikan banyak karyawan lagi.


Dengan langkah ragu, Vika berjalan menuju panggung meskipun setiap langkahnya banyak pasang mata yang menyorotnya, seketika Vika menjadi pusat perhatian banyak karyawan dan banyak pula dari mereka yang berbisik-bisik.

__ADS_1


Tiba di panggung, Vika langsung diarahkan untuk mendekati Dito.


"Dia adalah karyawan yang sedang menjadi trending topik di perusahaan saya dan dia juga yang dituduh sengaja mendekati saya demi sebuah bisnis, yaitu promosi jabatan, sungguh gosip yang sangat murahan dan sangat tidak menunjukkan etika baik di perusahaan ini, saya paling gak suka memiliki karyawan yang pikirannya dangkal dan menganggap semuanya ke arah negatif, karena lama-lama saya merasa gerah makanya saya ingin meluruskan semuanya, memang benar Vika sedang dekat dengan saya tapi bukan dia dulu yang mendekati melainkan saya, tau apa penyebabnya? Pasti kalian tidak tau kan dan hanya berasumsi saja, Vika dan saya tetanggaan, rumah saya dengannya bersebelahan jadi sudah pasti kami ini dekat, apalagi diantara keluarga kami sudah saling kenal dengan baik, fakta itu saja sudah pasti membuat kalian tercengang bukan? Tak hanya itu saja informasi yang ingin saya sampaikan, mulai hari ini saya meresmikan Vika menjadi sekretaris pribadi saya, jadi jika kedepannya ada gosip tak enak lagi maka tidak akan ada ampun bagi semuanya tanpa terkecuali, dan ada satu hal lagi," ucap Dito yang membuat Vika merasa malu.


"Apalagi sih pak? Stop.. Jujur aku malu nih, mana dilihat banyak orang," bisik Vika.


"Diam dan ikuti saja semuanya dengan baik, oke?" ucap Dito mengedipkan mata sekilas yang membuat Vika tercengang sekaligus salah tingkah, sejak kapan Dito menjadi genit seperti itu??


"Dan untuk informasi selanjutnya ialah mengenai hal pribadi dari kami berdua, baik saya maupun Vika sudah resmi memiliki hubungan dan doakan saja dalam waktu dekat bisa melangkah ke jenjang yang lebih serius," ucap Dito lagi yang mampu membuat Vika kaget bukan main.


"Pak.. Apa-apaan ini?? Udah dong jangan membuat kegaduhan," bisik Vika kesal.


"Ini kebenaran yang harus kamu tahu, selama ini aku memendam rasa padamu dan mulai kapan perasaan ini muncul, aku pun tak tahu pasti, yang jelas.. Setiap berada di dekatmu ada saja hal dari dirimu yang menarik untukku, apapun yang ada pada dirimu bahkan apa adanya dirimu membuatku semakin menyukaimu, salahkah jika aku mengungkapkan perasaan ini pada semua karyawan ku? Agar mereka tahu betapa seriusnya aku kepadamu, Vika Isyana Cantika," ucap Dito dengan serius dan menatap Vika lekat.


"Tapi gak gini juga dong pak, malu nih.. Kita bukan ABG lagi," ucap Vika malu.


"Lebih malu lagi jika perasaan ini terus terpendam makin lama, aku gak mau tersiksa dengan egoku," ucap Dito serius.


Wah.. Gimana nih kelanjutan hubungan mereka berdua? Akankah Dito dan Vika berpacaran???

__ADS_1


__ADS_2