
Sudah 2 bulan sudah Dinda menyandang status sebagai janda muda, ia tidak bisa terus menerus bergantung pada kedua orang tuanya dan pemberian mas Rio. Dinda bertekad ingin membuka usaha online.
"Gak mungkin aku terus menerus hidup bergantung pada orang tua dan pemberian mas Rio, uang yang diberikan mas Rio adalah yang Vanessa seutuhnya, jadi kalau di campur adukan dengan biaya hidup sehari-hari malah yang ada uang Vanessa menipis," gumam Dinda sambil berpikir lalu ia berselancar di dunia maya dan menemukan postingan seseorang yang sedang membutuhkan reseller produk kecantikan, tanpa pikir panjang Dinda langsung menghubungi orang tersebut dan hari itu juga Dinda sudah menjadi reseller produk kecantikan brand ternama.
"Halo kakak selamat siang, apakah lowongan untuk reseller masih ada? Kebetulan saya berkenan kak, apa saja syarat menjadi reseller?" isi chat Dinda.
"Iya kak Halo! Selamat siang! Terima kasih sudah menghubungi kami, kebetulan lowongan pekerjaan menjadi reseller masih terbuka luas bagi kalian yang berminat menjadi pengusaha online, tidak perlu keluar modal banyak jika kalian para reseller belum bisa stok barang, cukup posting saja barang yang mau di jual jika ada pembeli baru di ambil, mudah kan kak.. Berminat?" balasan chat agen brand kecantikan.
"Berminat sekali kak, saya coba stok 3 barang dulu apakah boleh? Dimana lokasi saya mengambil barangnya kak?" tanya Dinda antusias.
"Wah senang sekali mendengar semangat kakak untuk memulai berbisnis, tentu saja boleh kak namanya merintis usaha.. Untuk alamat kami berada di Jl kembang arum sari nomor 1A ya kakak atau klik saja di google maps ABC skincare," balasan agen ABC skincare.
"Wah kebetulan sekali alamatnya lumayan dekat, semoga ini jalanku Tuhan, harus optimis dan yakin Dinda, tunjukkan pada semua orang kamu bisa berdiri sendiri," gumam Dinda memotivasi dirinya sendiri lalu mendatangi rumah agen ABC skincare.
Disana Dinda merasa nyaman karena agen nya kebetulan sangat cantik dan ramah sekali, Dinda sangat betah mengobrol dengannya apalagi mereka berdua memiliki kesamaan sebagai single parent, bedanya Vivi-agen ABC skincare di tinggal suaminya yang memilih perempuan lain yang katanya jauh lebih cantik dan menarik, itu sebabnya Vivi nekad berjualan skincare dan juga memakainya, ia berharap suatu saat mantan suaminya akan menyesal.
Setelah tiba di rumah Dinda langsung memposting jualannya di berbagai media sosial, kebetulan Dinda memiliki kemahiran dalam editing foto atau pun video jadi ia bisa dengan mudah menarik perhatian pembeli ketika melihat produk yang di jualnya.
__ADS_1
1 jam kemudian ada notifikasi masuk yang menanyakan tentang produknya dan berhasil membeli.
Ting.. Notifikasi HP Dinda
"Hai kakak apakah produk tersedia?" tanya salah satu pembeli.
"Ready stock kak, mau ambil berapa?" tanya Dinda semangat.
"Saya mau coba satu paket dulu ya kak kalau nanti cocok saya beli lagi," ucap pembeli.
"Iya kak gak papa, mau di paket kan atau di antar kak?" tanya Dinda.
Setelah selesai mengirim pesanan pertamanya kini Dinda semakin optimis jika produk yang ia jual akan laris manis karena skincare saat ini adalah barang kebutuhan dan suatu keharusan.
Baru sehari menjadi reseller, 3 produk yang ia stok kini ludes terjual, Dinda mengucap syukur karena semuanya di permudah.
Lalu Dinda mengunjungi rumah Vivi untuk stok barang lebih banyak lagi.
__ADS_1
"Loh say kok kesini lagi?" tanya Vivi heran.
"Hehe maaf ya say soalnya tadi langsung habis, aku mau stok lagi lebih banyak," jawab Dinda malu-malu.
"Wah kamu hebat sekali say dalam sehari bisa menjual 3 produk padahal ini masih permulaan ya, semoga ini awal yang baik untukmu, wah bisa-bisa kamu nanti saingan aku nih," goda Vivi.
"Aduh ya enggak dong say, kamu lebih hebat dan sudah hapal betul dunia usaha, aku mah masih amatir," ucap Dinda merendah.
"Gak lama kamu kan bakal sukses say, mau stok berapa nih?" tanya Vivi.
"Aamiin kita harus sukses bersama dong say, hmm stok 10 paket ya say biar nanti gak bolak balik, kasihan anak-anakku di rumah," ucap Dinda lalu Vivi dengan semangat mengemas pesanan Dinda.
Setelah semua selesai kini Dinda pulang ke rumah sambil menunggu orderan yang masuk, semakin hari orderan Dinda semakin banyak dan dalam waktu 3 bulan dirinya sudah bisa mendirikan agen kosmetik tersebut, tak lepas dari itu ada peran mbak Vivi yang selalu support dalam keadaan apapun, kini Vivi sudah menjadi supplier yang artinya Dinda adalah anak buah Vivi.
Meskipun begitu Dinda bersyukur karena penghasilan menjadi agen jauh lebih besar daripada ketika ia menjadi reseller. Setidaknya ia tidak perlu lagi keluar panas-panasan demi mengantar barang karena Dinda sudah memiliki driver khusus untuk mengirim dagangannya.
"Alhamdulillah ya din sekarang kamu sudah sukses, setidaknya penghasilan kamu per bulan bisa menyeimbangi nominal yang Rio berikan pada Vanessa, tabung lah uang yang kamu dapat dan belikan sesuatu yang bernilai tinggi kemudian hari," ucap Sri terharu.
__ADS_1
"Iya bu semua juga berkat doa dan kerja sama ibu, kalau tidak ada ibu mana bisa Dinda berdiri sampai sekarang ini," ucap Dinda menyeka air mata karena ia sendiri pun tidak percaya bisa sekuat ini bertahan.