
Tak terasa si kembar sudah berusia 35 hari yang menurut adat Jawa disebut dengan Selapanan, di saat itu juga sang anak di beri nama.
"Din 2 hari lagi acara Selapanan anak kamu, apa kamu sudah mempersiapkan nama?" tanya Sri memastikan.
"Iya bu.. Kita pesan saja ya bu sekalian aqiqah, kondisi keluarga kita sedang tidak baik-baik saja takutnya nanti ada yang memanfaatkan keadaan kalau kita mengundang banyak orang untuk membantu masak. Bukan suudzon dengan warga sekitar bu, melainkan Dinda berjaga-jaga saja," ucap Dinda dan ibunya pun setuju.
Ketika mereka sedang asyik mengobrol tiba-tiba pak Ryan datang.
"Permisi," salam Ryan sambil mengetuk pintu.
"Eh iya Pak Ryan silahkan masuk," ucap Dinda dengan ramah.
"Maksud kedatangan saya kemari ingin memberitahu jika minggu depan anda sudah bisa mengajukan gugatan cerai, mengingat anda sudah selesai masa nifas," ucap Ryan dengan tenang.
"Eh iya Pak maaf saya sampai lupa jika masih bersuami, saya serahkan semuanya sama bapak.. Saya minta tolong semoga saya bisa terbebas dari mas Rio dan mereka tidak menuntut anaknya, saya mohon," pinta Dinda.
"Baik bu akan saya usahakan semaksimal mungkin, semoga keberuntungan berpihak pada kita.. Kalau begitu saya meminta berkas-berkasnya bu, apakah sudah lengkap?" tanya Ryan memastikan.
"Sudah pak sudah saya persiapkan, maaf kalau saya merepotkan bapak sampai bapak meluangkan waktu kemari, saya lagi sibuk mengurus Selapanan anak saya pak," ucap Dinda tak enak hati lalu ke dalam kamar mengambil berkas.
"Selapanan? Hmm sepertinya klien saya berasal dari jawa," gumam Ryan.
"Ini pak berkasnya, terima kasih banyak sudah mau saya repot kan," ucap Dinda sungkan.
"Ahh tidak usah sungkan begitu bu, saya memaklumi kondisi anda makanya saya berusaha meringankan beban anda, oh iya kalau boleh tau kapan acara anak anda?" tanya Ryan penasaran.
"2 hari lagi pak," jawab Dinda.
__ADS_1
"Ohh saya usahakan akan datang," ucap Ryan dengan polosnya hingga membuat Dinda terkejut.
"Serius pak? Apa tidak merepotkan? Anda sangat sibuk, suatu kebanggaan bagi saya bisa menerima tamu kehormatan seperti anda," ucap Dinda sungkan.
"Jangan begitu bu, saya juga sama seperti anda," ucap Ryan merendah.
"Bapak pengacara terkenal sedangkan saya hanya orang biasa pak," ucap Dinda tak enak hati.
"Sudah sudah saya pulang dulu bu, saya usahakan akan datang ke acara anak anda, selamat siang," ucap Ryan tak mau memperpanjang perdebatan.
***
Acara Selapanan anaknya berjalan secara lancar dan khidmat. Dinda sangat bersyukur karena di tengah masalah yang menerpa nya masih banyak orang baik yang tulus mendukungnya.
Nama anak Dinda yang perempuan adalah Vanesa Putri Suganda, sedangkan anak laki-laki Dinda bernama Farel Putra Suganda. Dinda sengaja menyematkan nama marga suaminya karena mau bagaimana pun mereka adalah anak kandung Rio Pratama Suganda.
"Terima kasih pak Ryan sudah menyempatkan waktu berharganya datang ke acara anak saya, terima kasih juga atas hadiahnya, semoga anda diberikan kesehatan, kejayaan dan kemakmuran selalu," ucap Dinda tulus.
"Bagus kamu ya, kita belum cerai tapi kamu sudah mengundang pria lain ke rumahmu," sindir Rio mengejutkan Dinda.
"Mas Rio?" tanya Dinda terkejut.
"Kenapa? Kaget karena aku ke sini? Ingat Dinda kita ini masih sah suami istri dan kamu dengan cepatnya sudah membuka peluang pria lain untuk mendekatimu, aku ini ayah kandungnya tetapi yang kamu undang ke acara Selapanan anak kita malah pengacara sok sibuk itu, kamu keterlaluan Din," cibir Rio tak suka.
"Memang kamu harus dan berhak tau apapun yang terjadi dengan anakmu dan aku? Urus saja ****** mu mas, aku bahagia hidup seperti ini, sebentar lagi kita akan sidang cerai karena aku sudah mengajukan gugatan, masa nifas ku sudah selesai mas," gertak Dinda membuat Rio terkejut.
"Apa?? Aku tidak akan menyetujuinya," tolak Rio mentah-mentah.
__ADS_1
"Terserah.. Semoga ke depannya kamu tidak mempersulit langkahku mas, pergilah ini sudah malam," usir Dinda kesal.
"Kamu mengusirku?" tanya Rio tak percaya.
"Tentu saja karena ini sudah malam tidak baik bertamu," sindir Dinda.
"Aku masih suamimu jadi sah-sah saja kalau aku datang tengah hari atau pun subuh sekali pun, aku akan menginap disini," ucap Rio lalu masuk rumah.
"Mas.. Jangan jadi orang gak tau malu dong, udah di usir masih ngeyel," ucap Dinda kesal dan mengikuti langkah Rio.
"Aku merindukan mereka, setidaknya biarkan aku disini semalam saja.. Aku ingin menghabiskan waktu bersama kalian sebelum semuanya berakhir, aku ingin merasakan bagaimana memiliki keluarga utuh," pinta Rio.
"Tapi sayangnya aku sudah tidak percaya lagi perkataan mu mas, bisa saja kamu mencari celah lalu mengambil lagi Farel," tolak Dinda.
"Farel? Jadi nama anak kita yang laki-laki itu Farel? Siapa nama anak kita yang perempuan dan sebutkan nama lengkap mereka," ucap Rio antusias.
"Farel Putra Suganda dan Vanesa Putri Suganda," jawab Dinda malas.
"Oh syukurlah kamu masih menyematkan namaku pada mereka," ucap Rio senang.
"Karena aku tidak mungkin mengelak jika kamu memang ayah biologis mereka jadi mereka berhak mendapatkan marga namamu mas," ucap Dinda bijak.
"Baiklah aku senang mendengarnya," jawab Rio senang lalu menggendong Farel dengan gemasnya.
Lalu mereka menghabiskan waktu semalam dengan rasa canggung dan karena sudah tidak kuat menahan rasa kantuk kini Dinda terlelap.
Merasa ada kesempatan emas, Rio membawa baby Farel dengan hati-hati supaya tidak ketahuan istrinya.
__ADS_1
Keesokan paginya Dinda menyadari jika Farel tidak ada di tempat tidur begitu juga dengan mas Rio, seketika Dinda murka dan merasa bodoh karena sudah mempercayai suaminya.
"MAS RIOOOO... KEMBALIKAN FAREL MASSSS..." teriak Dinda meluapkan emosinya lalu menangis histeris.