RAHIM PENGGANTI (DINDA)

RAHIM PENGGANTI (DINDA)
Farel Tidak Mau Pulang


__ADS_3

Setelah puas berjalan-jalan kini hari sudah menampakkan cahaya malam harinya, itu artinya Dinda harus mengantarkan anak laki-laki nya ke rumah mantan suaminya.


Berat hati harus melepaskan sang anak meskipun itu kepada ayah kandungnya sendiri, sebenarnya sampai sekarang Dinda masih belum ikhlas harus di pisahkan dengan Farel, namun apa boleh buat? Ketua hakim sudah mengetuk palu mengatakan bahwa anaknya harus di rawat oleh mas Rio karena Dinda memiliki anak kembar, jadi supaya tidak terjadi tumpang tindih alias adil untuk semuanya, ya meskipun waktu itu Dinda mengajukan banding namun tetap saja di tolak.


Dinda tidak kehabisan akal, lalu ia bersama Ryan mengajukan permohonan hak asuh yang di dalamnya berisi jika Dinda boleh bertemu dengan putranya kapan pun dan boleh menginap di rumahnya, Dinda juga mengajukan permohonan apabila suatu hari ayah biologisnya maupun ibu sambungnya tidak mampu mengurus dan merawat Farel dengan baik maka hari itu juga Dinda mengambil alih hak asuh dan bersifat final.


Awalnya gugatan itu di tolak oleh Rio karena ia merasa permohonan Dinda hanya menguntungkan pihaknya saja, Rio tidak terima dan menyatakan keberatan, namun sayang.. Ketua hakim akhirnya mengabulkan permohonan Dinda dengan di bubuhi tanda tangan di atas materai atas usul Dinda dan pengacaranya. Rio tidak bisa berkutik dan hanya bisa pasrah, yang penting baginya harus merawat Farel sebaik mungkin dan jangan sampai ada celah bagi Dinda untuk mengambil anaknya.


Di rumah Rio.


"Yuk turun sayang ini sudah sampai, " ucap Dinda dengan lembut.


"No mommy.. Farel gak mau pulang, ayo tidur di rumah mommy aja, " rengek Farel.


"Kok gitu sayang memangnya ada apa? Ini kan rumah Farel juga, yuk turun," ajak Dinda namun lagi-lagi Farel menolaknya.


"Sebenarnya ada apa sayang? Coba ceritain sama mommy, " ucap Dinda sangat penasaran.


"Tapi mommy janji ya sama Farel setelah ini pulang ke rumah mommy," pinta Farel dan Dinda menyanggupinya.


"Iya sayang tapi harus tetap izin dulu sama papah, oke," ucap Dinda.


"Farel gak suka sama mamah Sisil, dia gak sayang sama Farel.. " ucap Farel dengan wajah sedih.


"Hustt.. Farel gak boleh bicara seperti itu ya, mamah Sisil sayang kok sama Farel, kalau boleh mommy tau, kenapa Farel sampai punya pemikiran seperti itu?" tanya Dinda heran sekaligus terkejut.

__ADS_1


"Mom.. Farel berkata sungguh-sungguh, setiap papah berangkat kerja pasti mamah Sisil selalu marah-marahi Farel, katanya Farel ini harusnya gak tinggal disini, kata mamah Sisil juga kalau Farel ini menyusahkan hidup mamah Sisil, padahal selama ini yang merawat Farel itu Sus sama nenek," ucap Farel berlinang air mata.


"Astaga.. Kenapa mamah Sisil tega sekali bicara seperti itu? Yasudah Farel masuk ke mobil dulu ya soalnya mommy mau bertemu papah dan mamah Sisil, kalau mommy gak izin nanti malah mommy yang kena marah, tunggu disini ya sayang," pinta Dinda dan Farel patuh lalu masuk ke mobil.


"Din.. Mau kemana?" teriak Sri dari kaca mobil.


"Masuk sebentar bu, tunggu disitu dulu dan tolong jagain Farel dan Vanessa sebentar," ucap Dinda menoleh sekilas lalu kembali masuk ke rumah Rio.


"Akhirnya dateng juga, mana anak gue?" tanya Sisil dengan sinis.


"Anakmu? Telinga gue gak salah denger kan? Sejak kapan lu melahirkan Farel? Rahim aja gak ada, ups.." sindir Dinda tersenyum smirk.


"Sialan beraninya bikin masalah sama gue, apa lu lupa kalau sekarang gue ini sudah sah menjadi nyonya Rio Suganda?" ucap Sisil angkuh.


"Gak penting juga untuk di ingat, masih ada hal yang jauh lebih berguna yang harus gue ingat di otak gue.. Mana mas Rio? Suruh keluar sekarang, gue ada perlu dengannya," ucap Dinda mulai malas meladeni Sisil.


"Oh ya jelas dong dia harus tetap menafkahi Vanessa per bulannya, gue tidak menampik itu, mana mas Rio? Cepetan suruh keluar waktu gue gak banyak," desak Dinda dan akhirnya Sisil memanggil Rio.


"Dinda? Mana Farel?" tanya Rio panik.


"Ada di mobil, dia gak mau balik lagi kesini, masih ingat kan mas perjanjian ajuan permohonan ku ketika sidang cerai tempo lalu? Kini aku akan mengambilnya," ucap Dinda dengan tenang dan membuat Rio terkejut.


"Apa-apaan kamu din? Gak.. Aku gak setuju, kami merawat Farel dengan sangat baik jadi atas dasar apa kamu ingin mengambilnya?" tanya Rio tak terima.


"Silahkan tanyakan langsung dengan istri tersayang anda mengapa Farel sampai tidak mau menapakkan kakinya disini," ucap Dinda.

__ADS_1


"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Rio pada Sisil dengan tatapan tajam.


"Loh ya aku gak tau mas, dia aja yang tiba-tiba berkata seperti itu, mana aku tau dia maksudnya mau ngomong apa," jawab Sisil.


"Ahh pura-pura gak tau.. Mau gue jelasin?" tantang Dinda menyeringai.


"Udah jelasin aja daripada ribet, katakan Din," desak Rio tak sabar.


"Selama ini istrimu itu bermuka dua mas, di depanmu dia berlagak sangat menyayangi Farel seperti anak kandungnya sendiri, tapi apa kamu tau bagaimana perlakuan dia ketika di belakangmu? Dan kata apa saja yang sudah dia lontarkan kepada Farel, coba sebutkan nyonya besar Rio Suganda," ucap Dinda tegas.


"Sisil... Katakan yang sejujurnya," gertak Rio.


"Beneran mas aku gak tau maksud dia ngomong begitu itu apa? Halu kalik, katanya lu kesini mau minta duit? Yaudah minta aja habis itu cabut dari sini, jangan bikin onar deh," cibir Sisil mulai gugup.


"Sisil... " ucap Rio geram.


"Ah kelamaan deh, pakai drama segala," sindir Dinda lalu memutar rekaman suara Farel.


"SISIL!!! APA BENAR YANG DIKATAKAN FAREL? KAMU SUNGGUH KETERLALUAN," ucap Rio sangat emosi.


"Mas.. Bisa aja ini ulah dia supaya kita bertengkar, apa bisa aja dia menyuruh Farel untuk mengatakan itu," protes Sisil gelagapan.


"Cih.. Untungnya apa untuk gue menyuruh anak kandung gue sendiri berbohong, jangan memutar balikkan fakta, semua sudah jelas, oh apa perlu gue panggilkan Farel kesini dan biar Farel mengatakan semuanya," cibir Dinda.


"Mana Farel? Bawa kesini," pinta Rio dan Dinda menuruti, lalu Farel ikut bergabung dengan mereka dan benar saja Farel mengatakan sesuai dengan isi rekaman Dinda.

__ADS_1


"Semua sudah jelas kan? Sesuai perjanjian ya mas aku berhak mengambil Farel kalau terbukti kalian lalai merawat dan menjaganya, memang Sisil tidak main tangan tapi setidaknya perkataan istrimu itu langsung ke psikisnya mas.. Bagaiman kalau nantinya Farel terus menerus tinggal disini? Bisa kena mental mas, aku gak terima itu," ucap Dinda tegas.


"SISIL... AKU BENERAN KECEWA PADAMU, SELAMA INI AKU PIKIR KAMU MEMANG MENYAYANGI FAREL DENGAN TULUS, KAMU SENDIRI YANG MENYURUH KU UNTUK MEMILIKI ANAK DARI PEREMPUAN LAIN LALU KENAPA SEKARANG KAMU MENCAMPAKKAN FAREL? DIMANA LETAK KEMANUSIAAN MU?" teriak Rio sangat murka.


__ADS_2