
Setelah selesai liburan bersama keluarga kini Dinda sudah kembali melakukan rutinitas seperti biasanya, seperti halnya hari ini ia sudah mulai berangkat kerja dan alangkah terkejutnya ketika para karyawannya menyambut kedatangan Dinda dengan sebuah kejutan kecil.
"Loh ini sudah jam berapa kok toko masih tutup? Aku yang kepagian atau mereka yang terlambat sih, Fio dimana lagi?" gumam Dinda sembari menelpon Fio.
"Kenapa gak di angkat? Apa selama ini di tinggal kelakuan mereka seperti ini? Awas saja mereka.. Pagi-pagi sudah membuat kesal," gumam Dinda langsung membuka toko dengan wajah tak bersahabat.
Tanpa sepengetahuan dia, di dalam para pegawai sudah bersiap untuk memberinya kejutan..
"Eh itu ibu udah datang.. Semuanya bersiap," bisik Fio sambil mengarahkan teman kerjanya.
"Oke oke.. Ayo semuanya bersiap," jawab salah satu karyawan lainnya dan kini mereka sudah berada di posisi masing-masing.
"Dengerin aba-aba ya, hitungan ketiga kita mulai," ucap Fio meng komando dan semuanya mengangguk.
"1... 2...3... Mulai" ucap Fio membuat Dinda terperanjat kaget.
"Welcome back ibu Dinda Safitri, happy wedding my bos.." seru karyawannya kompak seraya meniup terompet.
"Astaga.. Kalian.." ucap Dinda terharu sambil melihat sekeliling dekorasi karyawannya.
"Selamat datang kembali dari liburannya bu dan selamat atas pernikahannya, semoga pernikahan ibu menjadi pernikahan yang membawa ibu ke dalam kebahagiaan, kesejahteraan dan kedamaian, maafkan kami yang hanya bisa memberikan kejutan seadanya begini bu karena kami semua kaget ketika ibu memberitahu bahwa besok sudah mulai kerja lagi, anda ibu memberitahunya beberapa hari sebelumnya pasti kita mempersiapkan yang lebih baik lagi," ucap Fio mewakili karyawan lainnya dan memberikan kado.
"Kalian tidak perlu repot seperti ini, saya pikir kalian datang terlambat makanya saya terpaksa membuka toko sendirian padahal nanti selesai buka toko saya mau menelpon kalian satu persatu untuk menegur kalian, maafkan saya karena sudah sempat berpikir negatif tentang kalian.. Terima kasih banyak atas kejutannya, saya sungguh tidak menyangka kalau kalian akan se peduli ini," ucap Dinda menangis terharu.
"Ini semua tidak sebanding dengan kebaikan ibu kepada kami, sekali lagi happy wedding bu.. Semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah dan warrahmah," ucap salah satu karyawan juga ikut terharu.
"Terima kasih.. Semoga doa baik berbalik lagi kepada kalian semua ya, untuk ungkapan terima kasih dari saya maka besok toko libur sehari dan kita berlibur, bagaimana kalau ke pemancingan?" usul Dinda yang langsung di sambut sorak gembira karyawannya.
__ADS_1
"Wah serius bu?" tanya Fio tak menyangka.
"Serius... Jadi hari ini kalian melayani pelanggan sekaligus memberitahu bahwa besok libur sehari, biar mereka tidak kecewa.. Kalian paham kan? Nanti untuk waktu dan tempatnya saya kabari lewat Fio, oh iya untuk dress code nya bebas ya, saya kan mengajak kalian untuk refreshing jadi pakailah pakaian senyaman kalian," ucap Dinda sumringah.
"Baik bu.. Makasih," jawab karyawannya kompak dan bahagia. Mereka merasa beruntung karena bisa memiliki bos sebaik Dinda.
"Yasudah ini kadonya saya terima ya sekali lagi makasih.. Kalian boleh kembali bekerja, sebelum itu kita berswafoto dulu yuk" ajak Dinda lalu foto bersama semua karyawannya.
Lalu semuanya kembali melanjutkan aktivitasnya dengan baik, tanpa terasa jam sudah menunjukkan waktu makan siang.. Baik Dinda maupun karyawannya menutup toko sebentar dan berlanjut membeli makanan.
"Fio bisa datang ke ruangan saya," ucap Dinda via HT.
"Bisa bu sebentar," jawab Fio lalu bergegas ke ruangan Dinda.
"Ada apa bu?" tanya Fio.
"Serius bu? Kenapa ibu baik sekali pada kami?" tanya Fio melongo tak percaya.
"Saya bisa sampai di titik ini juga ada kerja keras kalian juga kan, ini hanya reward kecil untuk kalian.. Tolong ya pesankan, ini uangnya.. Kalau nanti kurang telpon saya," ucap Dinda merendah lalu memberi segepok uang.
"Baik bu saya akan pesankan sekarang," jawab Fio antusias lalu pergi memesan makanan sekaligus memberitahu seluruh karyawan yang lainnya.
"Baik banget ya bos kita," ucap salah satu karyawan merasa bahagia.
"Iya bikin betah kerja disini, kapan lagi coba bisa dapat bos sebaik ini? Pantas aja ya disini jarang sekali buka lowongan," seru lainnya ikut menimpali.
Hingga akhirnya pesanan sudah datang dan semuanya sudah bersiap untuk menyantapnya.
__ADS_1
"Jangan di sentuh dulu loh kita tunggu bu Dinda turun, bentar gue kabari dulu," tegur Fio dan semuanya mengerti.
Tok. Tok.. Tok..
"Masuk.." jawab Dinda dari dalam.
"Bu pesanannya sudah siap, ibu ikut turun dan makan bersama juga kan?" tanya Fio hati-hati.
"Iya dong ini kan perayaan untuk kita semua masak saya hanya melihatnya saja, yasudah yuk turun bareng," ucap Dinda lalu mereka turun bersama.
Para karyawan sudah bersiap dengan wajah yang bahagia, Dinda bisa merasakan aura positif dan kebahagiaan mereka.
"Halo semuanya.. Sebelumnya saya minta maaf ya kalau acara ini mendadak, kebetulan saya barusan membaca laporan hasil penjualan dan hasilnya saya sungguh puas, dua bulan ini penjualan kita melebihi target yang saya perkirakan makanya itu acara makan-makan ini sebagai bentuk rasa terima kasih saya kepada kalian karena telah berkerja keras dan sudah menjadi karyawan yang baik, tanpa kalian maka mustahil saya bisa sampai di titik ini, kalau begitu mari kita mulai acara makan-makannya," ucap Dinda dengan perasaan bahagia dan semuanya merasa tersanjung karena sudah sangat di pedulikan oleh bosnya.
"Terima kasih banyak ya bu.. Kami merasa menjadi karyawan paling beruntung karena memiliki bos seperti anda," ucap Fio tulus dan yang lainnya ikut mengiyakan.
"Tidak usah seperti itu.. Ini juga sudah menjadi kewajiban saya sebagai atasan yang harus memperhatikan kalian, oh iya satu lagi.. Bulan ini ada bonus juga untuk kalian semua, nanti lihat sendiri ya di slip gaji," ucap Dinda membuat karyawannya merasa sangat beruntung.
"Alhamdulillah makasih banyak bu," ucap Fio terharu bahkan sampai berlinang air mata.
"Sama-sama.. Yuk semuanya makan mumpung masih hangat, selamat makan semuanya," ucap Dinda lalu mereka semua makan tanpa ada batasan antara bos dengan karyawan.
"Beruntung sekali gue bisa memiliki bos sebaik bu Dinda, gak hanya baik tapi juga cantik dan pintar, beruntung sekali pria yang sudah mempersunting nya, semoga rezeki bu Dinda dan keluarga selalu di beri kelancaran," batin Fio merasa terharu.
"Gak nyangka kalau sekarang gue bisa di titik ini, banyak sekali perjuangan bahkan air mata yang sudah gue alami, namun berkat kegigihan dan kerja keras yang tiada henti kini semuanya membuahkan hasil, andai dulu gue langsung menyerah.. Gak bisa membayangkan bagaimana nasib karyawan yang menggantungkan hidupnya kepadaku, semua ini juga ada kerja keras suami dan keluarga yang tidak pernah berhenti support gue dalam hal apapun selagi itu menuju kebaikan, gue merasa beruntung karena di kelilingi orang-orang baik dan hebat seperti mereka, semoga usaha yang gue rintis dari nol bisa semakin besar dan bersinar lagi," batin Dinda tak lupa memotret momen ini di ponsel mahalnya lalu ia buat status dengan caption "bahagianya bisa memiliki karyawan seperti mereka, kerja keras yang mereka lakukan kini, membuahkan hasil yang memuaskan.. Terima kasih kalian karena sudah turut andil di cerita kesuksesan dan kebahagiaan ku.. Semoga kita semakin solid dan bisa melebarkan sayap lebih luas lagi."
Rio yang kebetulan langsung membaca status Dinda merasa iri karena hidup mantan istrinya semakin hari semakin nampak kebahagiaan turut menyertai.
__ADS_1
"Beruntung sekali hidupmu Din.. Setelah berpisah denganku apapun keinginanmu kini sudah terwujud dan kamu mampu membuktikannya dengan cara yang baik kan elegan, bodohnya gue yang dulu dengan cuma-cuma membuang mu demi Sisil" gumam Rio merasa sedih sambil terus menatap status Dinda dan mengclose up foto Dinda.