RAHIM PENGGANTI (DINDA)

RAHIM PENGGANTI (DINDA)
Cemburu


__ADS_3

Setelah tau jika dirinya akan diajak Dito ke Bali, rasanya seperti mimpi bahkan Vika ingin sekali menolak, ia takut disana Dito akan macam-macam.


Ingin sekali mengutarakan penolakannya namun Vika masih belum nemu alasan yang pas.


"Setelah pulang kerja kita langsung ke supermarket, beli apa yang sekiranya dibutuhkan," ucap Dito.


"Tapi pak.." jawab Vika menggantung.


"Gak ada tapi-tapian, ingat Vika, kamu ini sekretaris pribadi saya dan juga calon istri saya, mulai sekarang belajar nurut, oke?" perintah Dito.


Tak ada jawaban dari Vika membuat Dito memberi kesimpulan jika calon istrinya setuju. Jam pulang kantor pun telah tiba, kini mereka berdua sudah berada didalam mobil menuju supermarket terdekat.


Disana, Vika sendiri bingung ingin membeli apa, mau membuat catatan kecil pun juga bingung darimana dulu. Ah pusing sekali! Mending langsung ke tempatnya dan beli apa aja deh, mumpung Dito lagi baik hati hehe.


Dito juga Vika tengah asyik memilih barang yang akan mereka bawa ke Bali, hingga tiba di bagian pakaian, Vika dan Dito sepakat berpisah karena tempat pakaian wanita dan pria berbeda. Ketika Vika tengah memilih-milih pakaian yang menurutnya cocok, tak sengaja ia menabrak seorang anak kecil yang sangat cantik dan menggemaskan, kulitnya putih bersih dan hidungnya mancung, bola matanya pun berwarna hazel.


"Aw.. Maaf ya sayang kakak gak sengaja," ucap Vika membantu gadis kecil itu berdiri.


"Its okay kak, Vanessa yang salah kok karena lari-lari di mall," jawab gadis kecil itu yang ternyata bernama Vanessa.


"Are you sure? Ada yang luka gak?" tanya Vika memastikan.


"Gak ada kak, i'm fine," jawab Vanessa menatap Vika sambil tersenyum.


"Syukurlah kakak jadi lega, nama kamu siapa cantik? Kenapa sendirian disini?" tanya Vika gemas.


"Namaku Vanessa kak, aku kesini papah kok," jawab Vanessa memperkenalkan diri.


"Mana papah mu? Kamu terpisah sama papah mu?" tanya Vika khawatir.


"Gak tante, papah lagi pilih baju," jawab Vanessa.


Tak berselang lama ada seorang pria yang tengah memanggil Vanessa dengan suara sedikit keras. Vanessa pun buru-buru menghampiri sumber suara hingga tak sengaja ia terjatuh untuk kedua kalinya, Vika yang mengamati gadis kecil itu segera menolongnya. "Hati-hati dong cantik, kakimu luka tuh, sakit ya?" tanya Vika penuh perhatian sambil membantu berdiri.

__ADS_1


Belum sempat Vanessa menjawab, ayah dari Vanessa sudah terlebih dahulu menghampiri.


"Astaga Vanessa.. Kamu sih lari-larian terus jadinya jatuh kan, sini papah gendong aja," tegur pria yang bagi Vika suaranya terasa tak asing, dengan memberanikan diri, Vika mendongakkan kepala untuk menatap siapa ayah dari gadis kecil yang menggemaskan ini.


"Ry.. Ryan?" tanya Vika dengan raut wajah terkejut.


"Kamu.. Vika?" jawab Ryan sama terkejutnya.


"Jadi ini..." tanya Vika menggantung sambil menunjuk Vanesa. Ryan seolah paham dengan bahasa tubuh mantan kekasihnya itu.


"Iya.. Kenalkan dia Vanessa, anakku," jawab Ryan memperkenalkan Vanessa.


"Kami sudah kenalan kok pah, kakak ini yang tadi nolongin Vanessa," ucap Vanessa.


"Iya.. Tadi anak kamu mau menghampirimu ketika namanya dipanggil, karena ia lari cukup kencang jadinya terjatuh, untung saja kakinya gak kenapa-napa," ucap Vika.


"Makasih.. Anakku memang gini, kalau diajak ke mall gak mau diam, apalagi kalau tadi kesini sama kakaknya," ucap Ryan.


"Apa? Kakak? Jadi anak kamu lebih dari satu dong?" tanya Vika kaget sekaligus penasaran.


"Udah banyak juga ya anak kamu," ucap Vika menahan rasa sesak di dada. Dia saja belum sepenuhnya move on dari Ryan eh malah pria yang dicintainya sudah bahagia dengan keluarga kecilnya.


Melihat Vika senyum dan merasa dekat dengan pria yang diajak bicara membuat Dito merasa penasaran sekaligus cemburu, siapa pria itu?


"Sayang.. Aku udah belanjanya, kamu udah belum?" tanya Dito yang tiba-tiba muncul membuat Vika kaget.


"Eh Dito.. Belum, aku belum memilih baju satu pun," jawab Vika sedikit gugup.


"Loh.. Daritadi kamu ngapain sayang? Bincang-bincang sama dia? Siapa dia?" tanya Dito.


"Kenalin.. Dia.. Dia Ryan," jawab Vika salah tingkah.


"Hai.. Saya Dito Maulana Bramantyo, kekasih Vika," ucap Dito memperkenalkan diri sambil menjabat tangan Ryan.

__ADS_1


"Saya Ryan.. Teman masa lalu Vika," jawab Ryan menerima jabatan tangan Dito.


"Maksudnya?" tanya Dito tak paham.


"Dia.. Ryan adalah mantanku," jawab Vika lirih namun masih bisa didengar oleh Dito maupun Ryan.


"Apa?? Jadi karena dia yang membuatmu gak jadi memilih, baju?" pekik Dito kesal. Ia tak menyangka demi, berbincang dengan masa lalunya membuat Vika jadi mengesampingkan urusan liburan dengannya.


"Bukan begitu kok, aku bisa jelasin," ucap Vika tak ada salah paham.


"Papah.." teriak Vanessa menghampiri Ryan.


"Ha? Papah?" gumam Dito kaget melihat anak kecil berlari ke arah Ryan.


"Dia anakku, namanya Vanessa," jawab Ryan yang bisa membaca pikiran Dito.


"Iya Dit, dia itu anaknya Ryan, namanya Vanessa dan kenapa daritadi aku belum juga memilih baju? Ya karena Vanessa, tadi aku sudah sempat memilih eh malah gak sengaja menabrak Vanessa, aku khawatir dong kalau dia terpisah dari orang tuanya, secara mall ini kan luas eh gak taunya papahnya juga ada disini sedang pilih baju, tak berselang lama Ryan menemukan Vanessa, ketika aku ingin memilih baju kembali, Vanessa jatuh saat menghampiri papahnya, ya refleks aku menolongnya dan aku juga baru tau hari ini kalau dia anaknya Ryan," ucap Vika menjelaskan.


"Jadi mantan kamu ini sudah menikah?" tanya Dito.


"Ya benar, saya sudah menikah dan memiliki anak," jawab Ryan dengan mantap.


"Baguslah.. Aku pikir kalian akan reuni," sindir Dito.


"Mana mungkin!! Dia udah berkeluarga dan lihat anaknya aja ada didepan mata kamu!" pekik Vika.


"Ya mana tau, gak papa to mantan kamu udah punya anak, yang penting kan bukan anak kalian," sindir Dito.


"Apa maksudmu ngomong begitu? Ha?" tanya Vika gak terima.


"Ya mana tau kalian diam-diam punya anak, ups," sindir Dito yang sudah sangat kesal.


"Mana mungkin!! Pikiranmu terlalu kejauhan! Kami waktu pacaran tidak sejauh itu," protes Vika tak terima.

__ADS_1


"Perkataan anda terlalu menyinggung saya bahkan harga diri saya serasa diinjak-injak, saya memang pernah bersama Vika dalam waktu yang cukup lama namun bukan berarti gaya pacaran kami seperti apa yang anda tuduhkan, saya sangat menjaga kehormatan wanita apalagi Vika sempat bersemayam dihati saya, mana tega saya melakukan itu, jadi tolong jaga ucapan anda! Cemburu boleh tapi jangan segitunya, saya tegaskan jika saya sudah berkeluarga bahkan kehidupan saya bahagia, jadi jangan berprasangka buruk dulu! Mantan ya mantan, yang lalu biarlah berlalu, kalau ketemu gak ada salahnya saling sapa namun masih dalam batas wajar!! Jika kamu gak percaya pada Vika berarti kamu meragukan rasa cintanya ke kamu! Dan kamu pun tidak percaya diri dengan dirimu sendiri bahwa kamu pantas dicintai oleh wanita seperti Vika!" skak mat Ryan yang sudah sangat jengah.


__ADS_2