RAHIM PENGGANTI (DINDA)

RAHIM PENGGANTI (DINDA)
Sisil Siuman


__ADS_3

Setelah kepergian Mayang kini Sisil menunjukkan kemajuan dengan menggerakkan kedua tangannya sambil mengedipkan mata.


"Ma..Mah," sapa Sisil lirih.


"Astaga Sisil kamu udah siuman, sebentar mamah panggil dokter dulu," ucap mamahnya bahagia lalu bergegas memanggil dokter.


"Dok tolong periksa anak saya tadi dia memanggil nama saya dan bisa menggerakkan tangannya," ucap mamah Sisil.


"Baik bu, sebentar saya periksa pasien dulu," jawab dokter lalu memeriksa Sisil dengan detail.


"Bagaimana dok?" tanya mamah Sisil penasaran.


"Syukurlah anak ibu sudah melewati masa kritisnya dan mulai proses pemulihan, harap jangan terlalu banyak diajak berkomunikasi dan biarkan pasien beristirahat penuh," ucap dokter menatap mamah Sisil.


"Syukurlah... Akhirnya kamu sudah bisa melewati semua ini, mamah bangga padamu," ucap mamahnya bahagia.


"Butuh waktu berapa lama sampai kondisi pasien dinyatakan sembuh dok?" tanya pak polisi yang ikut melihat kondisi Sisil.


"Kurang lebih seminggu.. Kalau pasien memiliki semangat untuk sembuh kemungkinan besar bisa lebih cepat," ucap dokter.


"Baik kalau begitu terima kasih," ucap pak polisi.


"Sama-sama Pak.. Kalau begitu saya permisi dulu, tolong jaga pasien supaya kondisinya tetap stabil," pinta dokter pada mamah Sisil.


"Pasti dok pasti.." jawab mamahnya.


Hari demi hari telah berlalu, kini Sisil sudah di nyatakan sehat dan mau gak mau harus dibawa lagi ke penjara.


"Selamat pagi.. " sapa dokter hendak memeriksa Sisil di dampingi beberapa polisi.


"Selamat pagi pak," jawab Sisil ramah.

__ADS_1


"Saya mau memeriksa keadaan pasien, apakah sudah membaik?" tanya dokter memastikan.


"Sudah dokter," jawab Sisil lirih.


"Baik.. Permisi ya saya periksa dulu," ucap dokter lalu memeriksa keadaan Sisil dengan detail.


"Bagaimana dokter?apakah pasien sudah sembuh?" tanya pak polisi.


"Dari hasil pemeriksaan saya kondisi pasien sudah membaik dan tinggal menunggu besok apakah hasil lab nya menunjukkan kemajuan yang signifikan," ucap dokter dan polisi yang menjaga hanya mengangguk setuju.


"Kalau begitu saya permisi dulu,"pamit dokter.


Sisil merasa cemas karena setelah dia dinyatakan sembuh otomatis besok dia akan dibawa ke penjara, Sisil tidak mau kembali lagi ke tempat terkutuk itu.


" Mah.. "ucap Sisil sedih.


" Ada apa sayang?" tanya mamahnya.


"Sisil gak mau kalau besok dibawa ke penjara mah, Sisil gak mau kembali ke tempat itu lagi," ucap Sisil menangis terisak.


"Ayo dong mah lakuin sesuatu, apa mamah mau Sisil terus menerus di penjara?" tanya Sisil.


"Ya enggak lah, kabar kamu masuk penjara aja mamah sampai gak tahu, mana ada yang ngasih tau mamah? Gak ada Sil.. Baru kamu masuk rumah sakit aja suamimu itu ngabarin mamah, gimana mamah gak marah coba? Tadi ada mertuamu juga kesini dan mamah sempat bersitegang," ucap mamahnya geram.


"Maafin Sisil mah memang ini semua permintaan Sisil pada mas Rio dan mamah Mayang supaya tidak memberitahu kalau Sisil masuk penjara, Sisil gak mau membuat mamah pikiran dan nanti jatuh sakit," ucap Sisil sedih.


"Mamah ini orang tuamu, mamah ini keluargamu.. Kenapa kabar gak baik seperti ini malah kamu sembunyikan dari mamah? Apa mamah sudah tidak berarti lagi di hidupmu? Apa sekarang yang terpenting di hidupmu itu hanya keluarga suamimu saja? Iya? Mamah kecewa sekali sama kamu tapi melihatmu menyedihkan seperti ini hati mamah gak tega, mamah gak kuat melihatnya," keluh mamahnya berlinang air mata.


"Bukan begitu mah, jangan berpikir kayak gitu dong.. Sisil sangat sayang sama mamah, hanya mamah orang terpenting di hidup Sisil, jangan lagi punya pemikiran seperti itu ya mah, Sisil beneran gak mau lihat mamah sedih bahkan kecewa sama Sisil, hanya itu mah.." ucap Sisil terisak.


"Intinya sama saja.. Tanpa sadar kamu sudah membuat mamah ini orang yang sudah tidak penting bahkan orang yang tidak berarti lagi di hidupmu," ucap mamahnya sedih.

__ADS_1


"Mah.. Maafin Sisil," rengek Sisil menangis.


"Kenapa kamu bisa sampai seperti ini? Ulah apa yang kamu lakukan?" tanya mamahnya.


"Sisil ingin membalas dendam Sisil pada Dinda mah, Sisil gak terima kalau nasib Dinda selalu mulus bahkan mas Rio sampai sekarang masih mengejar Dinda.. Dengan lantangnya mas Rio bilang kalau dia menyesal menceraikan Dinda dan bahkan mas Rio gak rela jika Dinda dekat dengan pria mana pun, bagaimana Sisil gak sakit hati mah kalau suami yang Sisil sayangi dengan teganya mengatakan itu.. Sisil sakit hati mah, sakit sekali rasanya apalagi mamah Mayang mendukung Rio untuk mendekati Dinda lagi tanpa memikirkan nasib Sisil yang masih berstatus istri sahnya, Sisil merasa gak di hargai mah.. Itulah sebabnya Sisil berpikir ingn membuat Dinda hancur," ucap Sisil emosi.


"Kurang ajar sekali mereka, pantas saja mertuamu itu sangat membela anaknya.. Ternyata ini alasannya, sekarang bagaimana nasib Dinda? Apakah sudah hancur?" tanya mamahnya geram.


"Percuma mah ngomong sama mereka, karena mereka semua tidak punya hati, di depan Sisil aja berani mengatakan itu apalagi di belakang Sisil... Untuk urusan Dinda, semua berjalan lancar mah, usahanya hampir bangkrut dan dia sangat kebingungan mengembalikan usahanya, namun ya lagi-lagi Dinda beruntung karena di kelilingi pria tajir yang siap menyuntikkan dana.. Meskipun usaha Dinda kini mulai membaik setidaknya Sisil puas sudah melihatnya terpuruk," ucap Sisil.


"Pria tajir yang mengelilinginya? Siapa saja Sil? Apakah suamimu termasuk?" tanya mamahnya


"Kalau mas Rio itu sudah jelas mah, gak perlu di tanya lagi," ucap Sisil malas.


"Bukannya perusahaan dia lagi krisis ya? Kenapa dia bersikap seperti pahlawan kesiangan?" tanya mamahnya heran.


"Memang mah tapi kan mas Rio sangat mumpuni memimpin perusahaan dan Sisil rasa kalau sekarang perusahaan mas Rio juga mulai membaik kok mah," ucap Sisil.


"Kalau usahanya sudah bagus lagi kemungkinan besar suamimu makin getol membela mantan istrinya dong Sil, kamu yakin akan berdiam diri saja?" tanya mamahnya memprovokasi.


"Makanya itu mah Sisil mau keluar dari sini, Sisil mau mengikat dengan kencang suami Sisil supaya tidak jatuh ke Dinda lagi," ucap Sisil menggebu.


"Tapi bagaimana caranya? Ini sulit apalagi di luar banyak sekali polisi," tanya mamahnya.


"I know mah, tapi please bantu Sisil," rengek Sisil penuh harap.


"Hmm.. Mamah ada ide tapi ini sedikit gila sih dan mamah takut kalau nantinya ini akan merugikan mu," ucap mamahnya bimbang.


"Apa mah? Katakan saja sekarang apapun resikonya Sisil siap asalkan mas Rio tetap bersama Sisil," desak Sisil tak sabar.


"Mamah akan keluar sebentar membeli obat tidur karena nanti jam 7 malam ada suster yang kontrol kesehatanmu kan? Nah ketika suster itu datang nantinya mamah akan pura-pura komplain kalau minuman yang diberikan rumah sakit bau dan mamah menyuruh susternya untuk minum," ucap mamahnya tersenyum smirk.

__ADS_1


"Kalau nanti gak berhasil mah?" tanya Sisil.


"Ya mamah belinya obat tidur dan obat bius dong, kalau susternya gak mau dengan terpaksa mamah bekap dia dari belakang supaya pingsan, setelah itu kalian berganti pakaian.. Jadi ketika nanti kamu keluar dari ruangan ini, polisi taunya kamu adalah perawat dan perawat yang sebenarnya kita posisikan di bed ini sebagai pasien, ya meskipun besok paginya semuanya akan terbongkar dan otomatis kamu jadi buronan, gimana? Kamu sudah siap? Hanya itu satu-satunya cara kamu keluar dari sini," ucap mamahnya sangat meyakinkan Sisil.


__ADS_2