
Mendengar bantahan langsung dari Farel membuat Ryan merasa tak senang sekaligus malu, ia seperti kehilangan muka dihadapan Rio, mantan suami Dinda. Apa yang membuat Farel berani membantahnya?? Sejuta pertanyaan memenuhi otaknya, namun sayang sekali, orang yang sedang ia pikirkan sudah lebih dulu pergi dengan papah kandungnya.
"Din.. Dinda," teriak Ryan setelah masuk ke rumah.
"Ya mas, kenapa??" tanya Dinda penasaran.
"Farel.. Siapa yang mengajarkan dia untuk membantah orang tuanya? Kamu? Apa Rio?" tuduh Ryan kesal.
"Maksudmu apa ya mas aku gak ngerti," jawab Dinda kebingungan.
"Tadi Rio datang kesini dan tiba-tiba anak-anak menghampiri Rio dengan pakaian sudah rapi, setelah aku tanya ternyata mereka ada janji untuk pergi makanya Rio berani kesini dan apa kamu tau jawaban Farel ketika aku tanya kenapa gak izin dulu denganku??" tanya Ryan membuat Dinda semakin penasaran, lantas dia menggelengkan kepala.
"Farel bilang kalau dirinya bukan anak kecil lagi bahkan tidak seharusnya selalu menuruti apa yang aku katakan," ucap Ryan dengan wajah kesal.
"Mana mungkin Farel bicara seperti itu?" tanya Dinda tak percaya.
"Tanyakan saja padanya kalau tak percaya, dia sedang bersenang-senang dengan ayah kandungnya, aku gak menyangka, anak yang aku besarkan dengan sepenuh hati kini membangkang," jawab Ryan penuh kekecewaan lalu, pergi entah kemana.
Jujur saja, Dinda sama sekali tak menyangka jika anaknya akan bersikap tidak baik terhadap orang yang lebih tua, terlebih Ryan adalah papahnya ya meskipun papah tiri. Ingin sekali Dinda menghubungi Rio dan meminta penjelasan namun anak bayinya rewel, Dinda lebih memilih menenangkan anaknya dulu.
***
Di sisi lain, Rio tak menyangka jika kini Farel berani bersikap seperti itu kepada ayah tirinya, padahal Rio maupun Dinda tak pernah mengajarkan hal buruk. Rio memiliki pikiran akan menanyakan tentang tadi setelah mereka selesai bersenang-senang, Rio gak mau momen ini nantinya menjadi mereka badmood.
"Farel.. Vanessa.. Enaknya hari ini kemana nih?" tanya Rio dengan semangatnya.
"Vanessa mau ke kolam renang yang baru dibuka itu loh pah, yuk kesana," ajak Vanessa.
"Eh dek kita kan gak bawa baju ganti apalagi pakaian renang," tegur Farel.
__ADS_1
"Kan bisa beli disana kak, ribet banget," bantah Vanessa.
"Gak.. Kakak maunya ke taman yang baru dibuka itu pah, kata temen-temen ada aquarium raksasa," usul Farel.
"Ihh.. Kakak ngalah dong sama adeknya," protes Vanessa.
"Lagian kamu ini, enakan di taman itu lah, kita kan sudah sering renang, betul gak pah?" usul Farel.
"Sudah.. Sudah.. Jangan berdebat gitu, gimana kalau kalian suit? Siapa yang menang ya nanti bisa menentukan hari ini mau kemana," usul Rio lalu mereka sepakat. Sayang sekali yang menang ialah Farel. Jadi hari ini mereka akan pergi ke taman yang sedang diinginkan Farel.
"Yeyyy aku pemenangnya, tuh kan dibilangin ngeyel," ejek Farel menjulurkan lidah.
"Ish nyebelin!" gerutu Vanessa.
"Kita ke taman ya anak-anak, deal ya, renangnya kan bisa besok lagi, kalau di taman itu gak setiap hari buka," bujuk Rio.
Akhirnya mereka terdiam dan Rio bisa melajukan mobil dengan santai, terlebih Dinda tak memberi batas waktu jadinya Rio bisa leluasa mengajak anak-anaknya.
"Farel.. Vanessa.. Sini dulu, papah mau bicara," ucap Rio membuat kedua anaknya menghampiri Rio.
"Ada apa pah?" tanya Farel.
"Iya pah, ada apa?" tanya Vanessa.
"Kita kan sudah kesini sesuai keinginan kak Farel, gimana kalau sekarang kita ikuti keinginan adikmu, Vanessa? Kita berenang?" ajak Rio.
"Mau pah.. Mau.. Yeyeye," jawab Vanessa histeris.
"Pah.. Ini kan belum selesai, pintu keluar juga masih jauh," protes Farel kesal.
__ADS_1
"Farel sayang, dengerin papah dulu makanya, kita berenangnya tetap disini kok, tadi papah gak sengaja melihat tulisan jika pengunjung bisa berenang bersama ikan-ikan, kalian pasti mau kan?" tanya Rio.
"Serius pah? Mau.. Mau.." tanya Farel memastikan.
"Kalau semua mau, yuk kita kesana, papah bayar dulu setelah itu baru kita diberi pakaian berenang beserta perlengkapannya," ajak Rio ke loket spot berenang.
Farel juga Vanessa sudah tak sabar untuk merasakan berenang bersama ikan yang biasanya ada di laut, tak perlu jauh-jauh snorkling ke laut jika disini saja tersedia. Ah papah Rio memang the best, batin keduanya senang.
Setiap anak dibandrol harga 1.500.000 untuk sekali berenang dengan durasi 30 menit, untuk dewasa 2.500.000 dengan durasi yang sama, meskipun harus membayar mahal, namun Rio tak masalah. Kebahagiaan anak-anak adalah yang utama. Proses pembayaran selesai, kini mereka sudah siap untuk berenang.
Sebelum renang, terlebih dahulu melakukan pemanasan dan juga ada sedikit intruksi dari pemandu. Tak lupa, Rio juga sudah menyewa handycam yang dipasang di kepala anak-anak juga Rio, setidaknya ketika mereka rindu momen ini mereka nantinya bisa memutar ulang lewat video.
"Kalian sudah siap?" tanya Rio.
"Siapp," jawab si kembar kompak.
"Bagus.. Ingat kata pemandu ya, jangan jauh-jauh dari jangkauan pemandu dan jika ditengah perjalanan kalian merasa kram kaki segera bilang, oke?" ucap Rio lalu mereka mengangguk.
Kini mereka sudah berada di sebuah aquarium raksasa yang isinya terdapat banyak sekali ikan, mulai dari yang kecil hingga besar. Sebenarnya Rio takut karena disini juga ada ikan hiu, namanya hewan buas kan bisa kapan saja memangsa yang ada didekatnya namun pendamping menjamin jika ikan hiu tidak akan menerkam karena usianya masih muda.
Wajah bahagia tergambar jelas di wajah kedua anaknya, Farel dan juga Vanessa seperti merasa bebas berada disini. Beberapa kali Rio menangkap bahasa tubuh anaknya yang terlihat lebih nyaman juga bahagia berada diluar rumah. Hanya saja, Rio akan menanyakannya nanti ketika dalam perjalanan pulang, biarkan saja sekarang ini anak-anaknya merasa bahagia dulu.
Tak terasa 30 menit telah berlalu, kini mereka sudah berada di luar lagi dan berganti pakaian, untung saja perlengkapan yang digunakan tadi waterproof jadinya mereka tidak basah. Setelah selesai meng-upload video mereka ke ponsel masing-masing, kini waktunya untuk isi perut. "Kalian lapar? Mau makan dimana?" tanya Rio.
"Terserah deh pah, ngikut aja," jawab Farel.
"Ke tempat steak yang dulu pernah kesana yuk pah, Vanessa pengen makan itu," ajak Vanessa lalu mereka meluncur ke sebuah restoran steak yang terkenal.
Tiba di restoran, mereka memesan makanan sesuai keinginan lalu memakannya dengan lahap, lagi-lagi Rio dibuat heran dengan gaya anaknya makan, tak biasanya Farel juga Vanessa seperti tidak pernah makan dua hari.
__ADS_1
"Apa yang sudah terjadi dengan anak-anakku?" batin Rio menerka-nerka.