RAHIM PENGGANTI (DINDA)

RAHIM PENGGANTI (DINDA)
Semakin Salah Paham (2)


__ADS_3

Menunggu adalah hal yang membosankan bagi semua orang, hal yang sia-sia karena tidak melakukan aktivitas apapun demi mendapatkan kabar yang valid. Apalagi Dinda harus menunggu temannya menyelesaikan pesanan yang entah sampai jam berapa. Ketika mata Dinda hampir terpejam, ada notifikasi masuk dari ponselnya yang membuat mata Dinda mau gak mau terbuka untuk membaca.


"Ini laki lo bukan?" tanya Fitri mengirimkan foto.


"Iya.. Masak lo lupa sih Fit," balas Dinda.


"Ya kemarin kan pakai baju bebas sekarang pakai pakaian formal, gue pangling lah," balas Fitri.


"Kok lo bisa tau posisi suami gue ada dimana?" tanya Dinda penasaran.


"Ternyata pesanan yang gue buat itu untuk menyambut kedatangan suami lo dan rekan kerjanya, nih gue lagi dibelakang dia," balas Fitri.


"Astaga.. Bisa kebetulan begitu ya Fit, bisa tolong videoin gak kegiatan suami gue di sana?" pinta Dinda.


Tak berselang lama ada kiriman video dari Fitri mengenai kegiatan Ryan di sana, ketika Dinda mengamati dengan detail, ada seorang wanita yang duduk bersebelahan dengan suaminya, dari video terlihat jelas bahwa mereka kenal dekat. Siapa wanita itu? Kenapa senyum mas Ryan begitu merekah ketika didekat wanita itu???


"Fit.. Lo liat gak siapa cewek yang duduk di sebelah suami gue?" tanya Dinda yang hatinya mulai panas.


"Gue liat tapi gue gak kenal dia siapa, kelihatannya dia memiliki power yang cukup kuat deh, soalnya banyak yang hormat padanya" jawab Fitri.


"Bisa tolong cari tau gak? Kok gue rasa suami gue akrab banget sama cewek itu," pinta Dinda.


"Aduh Dinda.. Kenapa lo over thinking banget sih? Bisa aja kan dia itu kerabat kerja, lagian mereka gak duduk berduaan aja loh, dimeja mereka ada banyak orang, please deh jangan lebay," tegur Fitri.


"Please.. Kalau mereka ada hubungan khusus, gue bakal terbang ke sana sekarang juga," ucap Dinda.

__ADS_1


Tak mendapat balasan dari Fitri membuat Dinda merasa gelisah, kemana temannya itu? Apa dia udah gak mau bantuin lagi? Emang sih Dinda udah janji bakal merusuhi Fitri kali ini aja tapi kenapa gak ada balasan jika Fitri mau mencari tau atau gak?


"Fit.." isi chat Dinda.


"Fit.. Lo marah sama gue ya karena udah menganggu kegiatanmu? Sorry Fit," isi chat Dinda lagi. Tak berselang lama temannya membalas.


"Apaan sih, baper amat jadi orang, lagi galau sampai kayak gini amat, gue lagi cari info tau!" tegur Fitri.


"Serius? Thanks Fit, lo emang the best," jawab Dinda senang, ia lega karena Fitri tak marah padanya.


"Sama-sama.. Nih gue udah dapat informasi, cewek yang duduk di sebelah suami lo namanya Frida, dia pengusaha sukses di kota ini dan dia juga terjun ke dunia politik, kabar yang beredar Frida sedang ada kasus cukup besar yang menyeret namanya, makanya itu ia meminta tolong suami lo buat jadi lawyernya," ucap Fitri sangat valid.


"Serius? Hanya itu? Tapi kok kelihatan akrab banget ya?" ucap Dinda masih ragu.


"Oke.. Oke...makasih banyak informasi yang lo berikan ya Fit, makasih udah mau membantu gue, kebaikan lo bakal gue ingat terus, oh iya kirimin nomer rekening lo dong," ucap Dinda.


"For what? Gue ikhlas bantuin nya," tolak Fitri.


"Lo ikhlas.. Tapi kan gue mau kasih sedikit rezeki buat keponakan gue di sana, kan lo udah ada anak, jadi anggap aja ini rezeki anakmu," ucap Dinda. Setelah tau nomer rekening Fitri, langsung saja Dinda mengirimkan nominal yang terbilang banyak bagi Fitri.


"Din.. Ini kebanyakan tau! Gue gak bisa nerima ini, gue kembaliin ya," tolak Fitri merasa tak berhak mendapat sebanyak ini.


"Apaan sih Fit, gak usah! Itu buat anakmu," tolak Dinda.


"Tapi kebanyakan Dinda, pesanan tadi aja nominalnya gak sampai segitu kok," ucap Fitri.

__ADS_1


"Udah di bilangin anggap aja rezeki untukmu dan keluargamu Fit, makasih udah mau bantuin gue tanpa pamrih, maaf jika hari-hari ini gue ngerepotin lo terus," jawab Dinda.


"Makasih banyak ya Din.. Lo emang temen gue paling baik, gak dulu gak sekarang masih sama baiknya," puji Fitri.


"Gak usah gitu ah, emang udah jalan rezeki mu saja," ucap Dinda tak enak hati.


"Sekali lagi makasih banyak ya Din.. Semoga rumah tanggamu baik-baik saja, harmonis dan bahagia selalu, semoga kamu sekeluarga selalu diberikan kesehatan, kelancaran rezeki dan dipermudah kan segala urusan," doa tulus Fitri.


"Aamiin.. Semoga doa baik berbalik ke kamu ya Fit," ucap Dinda terharu.


"Aamiin.. Jujur aja ya Din gue hampir nyerah karena usaha catering yang gue jalanin sepi, bahkan gue hampir tutup, tiba-tiba ada orderan cukup banyak yang ternyata untuk penyambutan suami lo disini, gue udah bahagia banget Din akhirnya ada uang untuk makan besok, apalagi ditambah transferan dari lo, bisa sampai setengah tahun nih uang buat kebutuhan sehari-hari," curhat Fitri.


"Namanya rezeki gak bakal ketukar Fit, yaudah gue tambahin ya biar lo ada modal buat catering, semoga dengan ini catering mu nanti jadi rame dan bisa buka cabang dimana-mana," ucap Dinda mentransfer lagi sejumlah uang ke Fitri.


"Ini kebanyakan Dinda.. Kenapa sih lo jadi orang baik banget," ucap Fitri tak enak hati.


"Dah terima aja, gue mau jemput anak gue dulu ya Fit, kapan-kapak gue main ke sana deh ajak anak-anak gue," pamit Dinda yang sebenarnya hanya ingin meluapkan kesedihan seorang diri. Jika ia terlalu menjawab chat dari Fitri yang ada kesedihannya semakin bertambah.


"Dibalik rasa sedihku yang menurutku paling sedih ini ternyata masih ada orang yang lebih sedih dari pada aku, bahkan untuk makan pun ia memutar otak dengan susah payah, apa selama ini aku kurang bersyukur? Tak perlu melihat orang lain diluar sana, cukup dengan perkataan Fitri saja sudah sangat menamparku, dia yang banting tulang untuk kehidupan sehari-hari tak pernah mengeluh padaku bahkan siap sedia menolongku, sedangkan aku? Baru diberi masalah secuil saja udah sedih segitunya, egoisnya aku yang memaksa temanku membantu masalahku sedangkan dia sendiri di sana juga sedang kebingungan, semoga rezeki yang aku berikan bisa bermanfaat bagi keluarganya dan semoga usahanya semakin maju, memang aku tak bisa membantu banyak namun dengan doa yang tulus siapa tau diijabah oleh yang maha kuasa," batin Dinda.


Tring.. Pesan masuk dari Ryan.


"Sayang kok pesanku hanya dibaca saja? Masih marah ya? Maaf ya sayang harusnya aku pulang besok tapi terpaksa ditunda beberapa hari ke depan, ada klien yang butuh bantuan ku, masalah ini cukup pelik sayang, do'ain ya semoga suamimu ini bisa memenangkan kasus ini," chat Ryan yang membuat Dinda kesal.


"Jadi wanita yang bernama Frida itu yang membuat mas Ryan menunda kepulangannya? Sekuat apa sih power dia sampai mas Ryan saja tak berani membantah," gumam Dinda heran.

__ADS_1


__ADS_2