RAHIM PENGGANTI (DINDA)

RAHIM PENGGANTI (DINDA)
Vika Keluar Dari Penjara (2)


__ADS_3

"Tante...." teriak Vika histeris. Untung saja teriakan Vika terdengar oleh tetangga sebelah nya yang kebetulan sedang diluar rumah.


Ting tong ting tong.. Suara bel rumah Indah membuat Vika penasaran, siapa yang datang ke rumah tantenya?


"Maaf, cari siapa?" tanya Vika setelah membuka pintu.


"Tadi saya mendengar ada suara orang berteriak, apakah itu anda? Ada yang bisa saya bantu?" tanya Dito-tetangga sebelah Indah.


"Eh.. Iya.. Tadi saya refleks berteriak soalnya tante saya pingsan," jawab Vika panik lalu teringat jika tantenya masih tergeletak di lantai.


"Astaga.. Tante, dia masih ada dilantai," ucap Vika lagi sambil berlari diikuti Dito dari belakang.


"Dimana kamar tante mu? Biar saya gendong," tanya Dito yang membuat Vika seketika terkesima dengan kesigapan Dito.


Merasa tak mendapatkan tanggapan apapun membuat Dito merasa sedikit kesal karena ia sudah cukup lama membopong Indah yang menurutnya cukup berat. "Ehem.. Apa perlu saya ulangi lagi pertanyaannya?" sindir Dito yang membuyarkan lamunan Vika.


"Maaf.. Maaf.. Disitu, situ kamar tante Indah, dari tangga belok ke kanan, kamar tante nomor 2 dari kanan," jawab Vika dengan cepat dan Dito hanya mengangguk saja lalu segera membawa Indah ke kamarnya.


"Ada minyak kayu putih?" tanya Dito.


"Emm.. Itu.. Aku gak tau, baru hari ini aku mengunjungi tante setelah lebih dari 7 tahun putus kontak," jawab Vika lirih.


"Apa gak bisa mencarinya di kamar tante kamu ini atau gak tanya ke pembantu dimana letak kotak p3k, saya butuh minyak kayu putih agar tante kamu cepat sadar jadi jangan curhat dulu," sindir Dito sinis, seketika Vika merasa kesal bercampur malu. Perkataan Dito memang ada benarnya, disini kan tante Indah gak sendirian, ada pembantu juga, kenapa dia malah jawab begitu, ahh pusing..


Vika bergegas menghampiri pembantu rumah tangga Indah dan meminta tolong dibawakan minyak angin ke kamar Indah.


Berulang kali minyak kayu putih dihirup kan ke hidung Indah dan akhirnya kini sadar juga. Wajah Dito yang semula tegang kini berubah menjadi lega.

__ADS_1


"Syukurlah.." gumam Dito bernafas lega.


"Di..Dito? Kamu Dito anaknya pak Bram kan, tetangga sebelah saya?" tanya Indah memastikan.


"Iya.. Saya Dito Maulana Bramantyo, tetangga sebelah anda, tadi saya mendengar ada suara teriakan disini lalu saya datang untuk memastikan, keponakan anda membenarkan jika dia tadi refleks berteriak karena anda pingsan, makanya saya tadi langsung membawa anda ke kamar dan memberikan pertolongan pertama dengan minyak kayu putih, syukurlah anda segera sadar," jawab Dito menjabarkan.


"Terima kasih banyak sudah membantu saya, perkenalkan dia keponakan tante namanya Vika, semoga setelah ini kalian bisa menjalin hubungan bertetangga dengan baik," ucap Indah memperkenalkan Vika lalu mereka bersalaman.


"Vika Isyana Cantika," ucap Vika menyebutkan nama lengkapnya.


"Dito.. Dito Maulana Bramantyo, senang bertemu dengan anda, maaf jika tadi saya sedikit ketus karena saya pun tadi juga panik," jawab Dito sembari tersenyum yang membuat Vika salah tingkah, untung saja deheman dari Indah membuat Vika segera tersadar.


"Berhubung keadaan sudah membaik, saya pulang dulu, permisi," pamit Dito.


"Loh.. Kenapa cepat-cepat? Ayo makan siang dulu," ajak Indah.


"Oh begitu.. Yasudah besok saya ajak makan malam ke resto Luxurious jam 7 malam ya sebagai tanda terima kasih dari saya," ucap Indah yang dijawab anggukan kepala oleh Dito, setelah itu ia pergi.


Keadaan yang tadi sempat mencair kini kembali canggung lagi, kepergian Dito membuat Vika dan Indah saling diam. Perasaan Indah masih sangat kecewa juga kaget dengan tingkah laku keponakannya sedangkan Vika merasa sangat bersalah karena selalu merepotkan tantenya.


"Tante.." panggil Vika memecah keheningan.


"Ya.. Apa yang ingin kamu katakan?" tanya Indah.


"Tante sudah mendingan?" tanya Vika dan Indah hanya mengangguk saja.


"Syukurlah.. Vika lega mendengarnya," jawab Vika.

__ADS_1


"Tante.. Jadi mencarikan Vika kontrakan gak?" tanya Vika lagi dengan ragu-ragu.


"Buat apa? Rumah tante terlalu kecil untuk kau tempati?" sindir Indah.


"Bukan tante.. Vika gak mau terlalu merepotkan tante, kedatangan Vika yang mendadak serta membawa kabar tak menyenangkan sudah membuat tante sedih apalagi jika kedepannya Vika tinggal disini," jawab Vika tak enak hati.


"Apa selama ini tante mu merasa keberatan? Pernah tante mengeluh ketika mengurus mu sedari kecil?" tanya Indah dan Vika menggeleng.


"Tinggallah disini, biaya untuk kontrakan bisa kamu gunakan untuk simpanan mu kelak, hanya kamu satu-satunya keluarga yang tante miliki, jika tante menelantarkan mu berapa jahatnya tante menjadi manusia," ucap Indah meyakinkan. Akhirnya Vika menerima ajakan tantenya untuk tinggal disini, semoga saja ini bukan awal keburukan bagi rumah tangga tante dan suaminya, Vika tau betul, bagaimana tabiat suami tantenya jika Indah tak ada di rumah.


Setelah bebersih dan menggunakan pakaian dari tantenya, wajah dan tubuh Vika sedikit terlihat lebih cerah. Awal gang baik bagi Indah melihat kemajuan keponakannya. Keduanya sedang duduk di belakang rumah sambil memandang kolam ikan.


"Vika, apa yang membuatmu bisa mendekam dipenjara?" tanya Indah penasaran.


"Itu.. Tindakan paling bodoh yang pernah Vika lakukan seumur hidup dan sekarang Vika sangat menyesalinya, tante," jawab Vika sedih.


"Memang apa tindakan yang kamu lakukan?" tanya Indah penasaran.


"Vika berbuat sesuatu yang membuat seseorang merasa tidak nyaman bahkan mengancam keselamatan jiwa," jawab Vika.


"Memangnya apa Vika? Katakan saja semuanya," desak Indah.


"Beberapa tahun yang lalu Vika bertemu lagi dengan mantan kekasih Vika, tante pasti tau siapa orangnya," ucap Vika mengawali cerita.


"Jangan bilang dia itu Ryan? Ryan yang sekarang menjadi pengacara handal dan terkenal itu," tebak Indah yang dibenarkan oleh Vika.


"Lalu? Hubungan Ryan dengan kamu di penjara itu apa?" tanya Indah lagi.

__ADS_1


"Sudah lama sekali diantara kami putus kontak dan entah kenapa ketika Vika ingin move on, tiba-tiba Ryan datang menghubungi Vika dengan meminta tolong karena temannya sedang ada masalah di kantor perihal audit, dari situ perasaan yang sudah mulai hilang malah kembali lagi tante, Vika gak bisa mengendalikan diri dan merasa waktu itu bukanlah diri Vika, obsesi untuk mendapatkan Ryan lagi membuat Vika menjadi manusia gila tante apalagi teman yang Vika bantu itu kini menjadi istrinya Ryan, hati Vika semakin tak terima dan menolak kenyataan ini semua, Vika melakukan segala cara hingga berujung ke tindakan kriminal, Ryan berulang kali menegur dengan halus namun kesabaran Ryan juga istrinya terlalu tipis sehingga melaporkan Vika ke penjara dan dengan bukti yang Ryan laporkan ke polisi, Vika dihukum 5 tahun penjara, hidup Vika hancur tante.. Tak ada siapapun yang tau jika Vika masuk penjara bahkan sekarang Vika pun gak tau barang-barang Vika dikontrakkan masih ada atau sudah terbuang, Vika pun sebenarnya gak mau jika langsung pergi ke rumah tante dengan kondisi begini, namun bagaimana lagi? Vika gak ada pilihan lain.. Hanya tante yang bisa membantu Vika," ucap Vika dengan isakan tangis.


__ADS_2