RAHIM PENGGANTI (DINDA)

RAHIM PENGGANTI (DINDA)
DINDA GERAM (2)


__ADS_3

"APA MAS? MAS RIO INGIN MENJEBAK MU LAGI? GIMANA BISA?" tanya Dinda panik sekaligus marah.


"Ya mantan kamu selalu saja membuat aku heran, apa sih yang ada di pikirannya sampai mempunyai niatan untuk menjebak ku, untungnya apa coba" ucap Ryan heran.


"Jelasin kronologinya mas biar aku paham," desak Dinda serius.


"Berawal ketika aku datang terlambat ke bar dan aku awalnya curiga kenapa hanya berdua saja dengan Rio, namun semuanya berhasil aku tepis.. Pikirku siapa tau temannya yang lain datang terlambat, namun sampai jam setengah sepuluh tidak ada satupun temannya yang datang selain aku, ya daripada penasaran mending aku tanya dong apa benar kalau di bar ini hanya kita berdua saja dan kamu memang tidak mengundang temanmu, kamu tau sayang apa jawaban mantan suamimu itu? Dia menjawab iya.. Dia berbohong mengundang koleganya ke bar, tujuan dia ingin bertemu denganku katanya sebagai bentuk rasa ikhlas dia karena sudah melepaskan kamu untukku.. Kan aneh ya? Rio statusnya mantan suami, untuk apa meminta restu dia? Oke kebohongan pertama terungkap, mulai itu aku sudah antisipasi.. Lalu Rio memberikan aku minuman yang sudah siap di gelas sedangkan untuknya baru di tuangkan dalam gelas, merasa aneh aku gak langsung minum dan memilih tanya-tanya sama Rio sembari, mencari celah untuk menukar minumannya, untungnya Rio beneran bertemu koleganya dan dari sana mereka mengobrol cukup lama.. Waktu yang pas untukku menukar minuman, hasilnya ya setelah kami saling bersulang tiba-tiba saja Rio merasakan panas dalam tubuhnya dan banyak berkeringat.. Disitu kebohongan keduanya terungkap dengan memberikan sesuatu ke dalam minuman ku, lalu ketika aku ingin memapah Rio, tiba-tiba saja ada wanita seksi yang mendekati kami dan apa kamu tau yang dia katakan? Dia mengatakan kalau sudah di sewa oleh Rio beserta kamar menginapnya.. Dari situ bisa disimpulkan dong sayang kalau sebenarnya tujuan Rio mengajak aku ke bar untuk menjebak ku seolah-olah aku ini menghabiskan satu malam dengan wanita sewaan Rio, namun sayangnya malah Rio sendiri yang kena getahnya.. Dia dibawa oleh wanita sewaannya ke dalam kamar yang sudah di pesan dan ya setelah itu bukan urusanku lagi dong sayang kan mereka sama-sama dewasa, lalu sebelum pulang aku mengambil sampel minuman bekas Rio untuk membuktikan bahwa ada obat yang sengaja di campurkan ya meskipun sebenarnya sudah jelas kalau obatnya itu obat perangsang tapi aku tetap ingin ada bukti, takut sewaktu-waktu Rio membantahnya," ucap Ryan dengan detail.


"Mas.. Kenapa mas Rio sejahat itu sama kamu?" tanya Dinda sembari menangis.


"Untuk motif kali ini masih tanda tanya sayang yang jelas tujuannya itu untuk membuat aku agar terlihat buruk di depan kamu," ucap Ryan menenangkan Dinda.


"Mas Rio jahat sekali.. Hiks.. Hiks.." ucap Dinda tersedu.


"Sudah sayang sudah.. Yang penting calon suamimu ini tidak apa-apa dan selamat dari jebakan mantan suamimu itu, kita tinggal menunggu bukti saja," ucap Ryan memeluk Dinda supaya tenang, di pelukan Ryan lah tangis Dinda semakin pecah.. Ia merasa ada saja masalah yang di hadapannya menjelang pernikahan.


"Mas Rio harus segera di beri pelajaran, ini tidak bisa di biarkan mas.. Ini tidak mudah untuk di maafkan, aku gak terima kalau kamu di beginiin mas.. Selama ini aku udah cukup sabar dan lebih banyak diam menghadapi mas Rio beserta keluarganya namun tidak untuk kali ini," gertak Dinda dengan gemuruh di dada.


***

__ADS_1


Bukti sudah keluar dan di situ tertulis bahwa di dalam minuman bekas Rio mengandung obat perangsang dengan dosis tinggi. Ryan membacanya tidak kaget karena ia sudah menduga sebelumnya.. Tak lupa ia mengabari Dinda dan hari itu juga mereka datang ke rumah Rio.


"Non Dinda? Anda makin cantik sekali, dimana si kembar non?" tanya pembantu Rio sumringah.


"Terimakasih bi, si kembar lagi sekolah bi.. Mas Rio ada di rumah kan?" tanya Dinda langsung ke intinya.


"Ada non sebentar bibi panggilkan, duduk dulu" ucap pembantu Rio lalu Dinda dan Ryan duduk.


"Dinda? Pak Ryan?" ucap Rio kaget.


"Iya mas ini kami," jawab Dinda dengan dingin.


"Ada dua hal yang membawa kami kemari mas, salah satunya akan saya beritahu.." ucap Dinda dengan serius.


"Apa itu?" tanya Rio penasaran.


"Untuk hal pertama akan saya sendiri yang mengatakan, anda masih ingat kejadian ketika di bar? Pasti anda masih mengingatnya dengan jelas dong.. Di sana kan anda tiba-tiba merasakan panas dan membutuhkan sebuah sentuhan bukan? Apakah minuman itu sebenarnya memang untuk anda? Atau anda sengaja menukarnya namun sang target sudah keduluan mengetahuinya?" sindir Ryan membuat Rio kaget.


"Apa maksud anda sebenarnya?" tanya Rio pura-pura gak tahu.

__ADS_1


"Sudahlah mas percuma saja ngomong baik-baik sama dia.. Biar aku yang memperjelas semuanya.. Mas Rio yang terhormat mengapa anda tega sekali ingin menjebak mas Ryan supaya terlihat tidur bersama wanita sewaan anda di sebuah bar? Mengapa cara anda sungguh murahan sekali, apa alasanmu melakukan ini semua mas? Apa?? Salah mas Ryan padamu pun apa sampai kamu memiliki pemikiran sekotor itu," cecar Dinda penuh penekanan.


"Apaan sih din jangan bicara ngawur deh," bantah Rio.


"Mau kamu membantah seperti apapun kami kesini membawa bukti mas, bukti yang bisa saja membawamu masuk ke penjara," gertak Dinda membuat Rio ketakutan.


"Jangan karena Ryan seorang pengacara sehingga apapun masalahnya kamu seret ke jalur hukum, mana buktinya aku mau lihat," tantang Rio lalu Dinda melempar bukti ke meja, di sana bukti sangat kuat apalagi bukti minuman yang Rio berikan mengandung obat perangsang dosis tinggi. Rio tak bisa berkutik lagi.


"Katakan sejujurnya apa alasan semua ini mas?" tanya Dinda penuh penekanan.


"Ya memang benar aku melakukan itu semua, aku tidak setuju kalau kamu menikah dengan Ryan.. Di rumah sakit aku kan sudah mengatakannya secara gamblang padamu mengapa kamu tidak mendengarkan aku dan mengapa kamu malah meneruskan pernikahan kalian?" ucap Rio emosi.


"Mas.. Sudah cukup dengan semua ambisi mu yang semakin hari semakin gila itu, aku sudah muak selama ini hanya diam saja!!" pekik Dinda.


"Din dengarkan aku.. Kamu tidak akan bahagia bila bersama dia," sindir Rio membuat Ryan murka.


"APA MAKSUD ANDA MENGATAKAN ITU? AKU INI BUKAN PRIA YANG SUKA MEMPERMAINKAN WANITA MACAM ANDA, AKU MENIKAHI DINDA KARENA MEMANG AKU TULUS MENCINTAINYA TANPA PERLU EMBEL-EMBEL SEBAGAI RAHIM PENGGANTI!! INGAT ITU PAK RIO.. KAMI MEMUTUSKAN UNTUK MENIKAH KARENA MEMANG KAMI SALING MENCINTAI!!! JADI JANGAN LAGI MENGHALANGI LANGKAHKU UNTUK MENIKAHI DINDA!! INGAT ANDA INI SUDAH MANTAN SUAMINYA, TIDAK ADA HAK LAGI ANDA UNTUK MENGATUR DINDA JADI TERIMA SAJA NASIBMU!! OH IYA DAN SATU LAGI, AKU INGIN MEMBERIKAN INI UNTUK ANDA.. INI UNDANGAN PERNIKAHAN KAMI, DATANGLAH.." ucap Ryan sangat emosi lalu melempar undangan pernikahannya dengan Dinda di atas meja.


"iNGAT MAS AKU SANGAT KECEWA PADAMU!! AKU HARAP INI TERAKHIR KALINYA KAMU BERTINDAK BODOH SEPERTI INI!!" ucap Dinda sambil menyeka air matanya dan berlalu pergi di susul Ryan.

__ADS_1


__ADS_2