RAHIM PENGGANTI (DINDA)

RAHIM PENGGANTI (DINDA)
Kehidupan Baru Vika


__ADS_3

Acara dinner sangat berkesan bagi Vika apalagi ketika dia tau jika Dito adalah pria baik, Vika sempat salah menduga dan menilai jika Dito adalah pria yang jutek dan menyebalkan.


Setelah barang-barangnya sudah pindah ke kamar, kini waktunya bagi Vika untuk istirahat, rencana besok ia akan mencari pekerjaan baru. Vika gak mau terlalu membebani tantenya apalagi suami tantenya sangatlah menyebalkan baginya. Entah terlalu kecapekan atau memang sudah mengantuk, Vika langsung tertidur pulas tanpa mengganti pakaiannya terlebih dahulu.


***


Pagi hari sudah memancarkan sinarnya apalagi awan biru ikut menambah keindahan alam di pagi hari ini. Semangat Vika kini kembali membara lagi dan ia berharap penuh beberapa lamaran yang sudah ia buat nantinya akan membuahkan hasil.


"Sarapan dulu Vik," ajak Indah yang sudah terlebih dahulu duduk bersama suaminya.


"Iya tante," jawab Vika yang ikut duduk dan mengambil selembar roti beserta selai cokelat.


"Enak kali jam segini baru bangun langsung sarapan!" sindir Yudhi.


"Pah.. Stop!" tegur Indah.


Merasa suasana sarapan sangat canggung, Vika segera menghabiskan rotinya lalu beranjak pergi. Ia tidak mau terlalu lama disana yang ada tante dan suaminya bertengkar.


Dengan berbekal alamat yang sudah ia tulis di kertas, Vika dengan leluasa menghampiri tiap kantor sambil menitipkan lamarannya. Ada beberapa kantor yang langsung menolak lamaran Vika dengan alasan posisi yang dibutuhkan sudah terisi. Namun tak membuat semangat Vika patah, ia tetap maju melanjutkan sisa perjalanannya demi mendapatkan pekerjaan, hingga tak terasa sore hari pun tiba. Vika memutuskan pulang karena badannya sudah lengket akibat sengatan sinar matahari dan rasa capek melanda nya.


"Kok jam segini baru pulang? Kamu kemana aja?" tanya Yudhi penuh selidik.


"Cari kerja.. Gue gak mau dianggap benalu disini," jawab Vika ketus.

__ADS_1


"Good.. Ternyata peka juga," sindir Yudhi dan Vika hanya melengos saja lalu berjalan ke kamar.


"Jangan lupa kalau nanti gajian, gantian beliin kebutuhan rumah," teriak Yudhi yang dibalas tutupan pintu sangat keras.


"Dasar anak gak punya etika!" gumam Yudhi.


Didalam kamar tak hentinya Vika meneteskan air mata karena mendengar perkataan Yudhi secara langsung, apa selama ini ia terlalu membebankan mereka? Mengapa Yudhi dengan tega berkata seperti itu.


Didalam kesedihan yang sedang melanda nya, ada sebuah panggilan masuk dari nomor tak dikenal. Vika cukup lama merespon panggilan itu sampai akhirnya diangkat.


"Halo.. Dengan siapa?" tanya Vika.


"Apa benar ini dengan saudara Vika Isyana Cantika?" tanya penelepon memastikan.


"Kami dari PT Canggih Jaya Raya Indonesia ingin memberitahu kepada saudara bahwa anda lolos seleksi tahap pertama, jadi dimohon besok datang langsung ke kantor untuk kembali menjalani serangkaian tes pukul 09.00 WIB," jawab penelepon.


"Ha?? Saya lolos seleksi? Alhamdulillah terima kasih atas kabar baiknya, saya akan datang tepat waktu," jawab Vika bahagia lalu sambungan telepon terputus. Yang tadinya sedih kini berganti dengan senyum ceria dan juga semangat 45. Vika bergegas menyiapkan pakaian yang cocok dipakai untuk besok, setelah semuanya siap baru Vika tidur.


***


Suara dentingan sendok dan garpu mengiringi pagi hari yang menjadi hari bahagia bagi Vika.


"Keponakan tante kok tumben girang sekali?" goda Indah.

__ADS_1


"Iya tante hari ini Vika mau interview dan menjalani serangkaian tes, doakan semoga Vika lolos," harap Vika yang diaminkan tantenya. Setelah selesai sarapan, tak lupa Vika berpamitan pada Indah juga suaminya, meskipun Vika kesal dan tak suka dengan Yudhi namun tak bisa dipungkiri jika status Yudhi adalah suami dari tantenya yang harus ia hormati juga.


#Di kantor


Tiba di kantor yang dituju, ternyata Vika tak sendirian, ada kurang lebih 10 orang yang sedang antre menunggu panggilan. Nyali Vika seketika ciut mengingat yang lolos seleksi penampilannya sungguh meyakinkan apalagi salah satu dari mereka lulusan dari universitas terbaik di kota ini. Rasa nervous langsung melanda Vika dan tak lupa ia terus berdoa agar diterima bekerja di sini.


Hampir 30 menit menunggu kini giliran Vika dipanggil, sebelum masuk ia rapikan dulu penampilannya dan tak lupa mengatur nafas setenang mungkin.


"Permisi.. Selamat siang," sapa Vika dengan senyum ramahnya.


"Siang.. Silahkan perkenalkan dirimu dan jelaskan apa yang membuat anda ingin menjadi salah satu bagian di perusahaan ini," pinta HRD yang sebelumnya melihat penampilan Vika dari atas hingga bawah tanpa kedip. Hari ini Vika memang terlihat seksi lantaran ia mengenakan rok span hitam yang ketat sehingga membentuk lekuk tubuh bagian bawahnya, apalagi kemeja yang ia gunakan pas di badannya, bisa dibayangkan betapa seksi dan menggodanya penampilan Vika. Munafik jika lawan jenis tak tergoda dengan penampilan Vika.


"Terima kasih.. Baik saya akan memperkenalkan diri saya, perkenalkan nama saya Vika Isyana Cantika atau bisa juga dipanggil Vika, saya memiliki beberapa pengalaman dalam dunia bekerja, diantaranya pernah bekerja sebagai staf kantor di PT Maju Makmur, pernah bekerja sebagai staf gudang utama di PT Sejahtera Sentosa, dulu juga pernah menjajal dunia per kasiran disebuah retail ternama, yang terakhir saya bekerja di PT Gemilang Jaya di bagian audit.. Alasan mengapa saya ingin menjadi salah satu bagian di perusahaan ini karena saya sangat tertarik akan hal baru dan terus ingin mencoba dan mencoba, dalam hidup tak dipungkiri jika setiap manusia menginginkan naik level, dan saya rasa disinilah saya bisa menambah skill saya juga mencoba hal baru, demikian perkenalan singkat dari saya, kurang lebih saya mohon maaf, selamat siang" ucap Vika dengan tenang, lugas dan tak lupa sembari senyum.


"Jika nantinya anda terpilih menjadi salah satu bagian dari kami, apakah anda sudah siap dengan semua peraturan yang ada?" tanya HRD.


"Saya siap dan saya berusaha tidak membuat kecewa perusahaan karena telah memilih saya," jawab Vika dengan sangat mantap.


"Baiklah.. saya rasa sudah cukup, mohon tunggu dulu diluar ya, setelah ini akan saya langsung umumkan siapa saja yang akan lolos, semoga kamu salah satunya," ucap HRD lalu Vika pamit undur diri.


Detik berganti menit dan menit berganti jam, menunggu adalah hal yang membosankan bagi Vika apalagi situasi disini sangatlah tegang juga canggung. Di sela-sela doanya, terselip harapan jika nantinya Vika lolos maka perusahaan inilah yang akan menjadi tempat keduanya selain di rumah tante Indah. Waktu yang ditunggu pun tiba, Vika dan yang lainnya sudah pasti deg-degan.


"Selamat siang semuanya, terima kasih sudah mau menunggu, maaf jika kami membutuhkan waktu yang cukup lama karena ini merupakan keputusan yang tak mudah, kalian sudah lolos seleksi tahap awal maka sudah pasti kalian memiliki kriteria yang cocok dengan perusahaan ini, namun sayang sekali perusahaan hanya membutuhkan dua orang saja jadinya saya memilih secara ketat, adapun nanti nama yang saya panggil silahkan maju dan jika nama kalian tidak disebutkan, saya mohon maaf, mungkin disini bukan tempat anda, jadi jangan patah semangat, masih banyak perusahaan yang membutuhkan orang-orang seperti kalian," ucap HRD lalu membuka selembar kertas dari map-nya.

__ADS_1


"Nama yang saya panggil silahkan maju, Via Savira dan juga Vika Isyana Cantika," ucap HRD yang membuat Vika tak percaya. Setelah ini kehidupan yang lebih baik terpampang jelas dimatanya.


__ADS_2