
"Tidak perlu mengusir saya karena saya akan pergi dengan sendirinya bersama ibu Dinda dan mas Dito setelah semuanya selesai, apa anda lupa bahwa di dalam perjanjian pasca cerai sudah jelas tertulis bahwa dilarang keras saudara Rio membawa Farel dan Vanessa menginap atau membawa keluar yang bersangkutan lebih dari 24 jam dan tanpa izin ibu Dinda, apa anda melupakan itu?" sindir Ryan dan membuat Rio mati kutu.
"Maaf tapi kami membawa Farel dan Vanessa seizin ibu kandungnya kok bahkan kami menjemputnya secara baik-baik, jadi saya tidak terima kalau anak saya tertuduh seperti seorang penculik," bela Mayang.
"Tetapi saudara Rio membawa kedua anaknya melebihi batas waktu yang di tentukan dan juga menginap disini pun tanpa izin dari saudari Dinda, jadi otomatis itu melanggar perjanjian," ucap Ryan dengan elegan.
"Udahlah mas bawa aja Vanessa dan Farel pada ibunya, jangan dibuat ribet deh.. Aku gak mau ya hanya masalah ini nantinya jadi panjang," ucap Sisil udah muak.
"Diam kamu.. Wanita tanpa rahim sepertimu tau apa mengenai anak? Kamu tidak pernah tau bagaimana menyakitkannya terpisah dengan anak dalam waktu cukup lama bahkan berjumpa pun dibatasi oleh waktu, jadi lebih kamu diam saja atau masuk aja sana ke kamar, itu jauh lebih baik ketimbang hadirmu adanya menambah masalah jadi runyam" ucap Rio dan tanpa sadar menyakiti hati Sisil.
"KAMU JAHAT MAS!! AKU MEMANG WANITA TANPA RAHIM TAPI ASAL KAMU TAU MAS PENYEBAB SEMUA ITU KARENA AKU MENYELAMATKAN MAMAH KAMU, MAMAH KAMU... INGAT ITU MAS!!!" pekik Sisil histeris lalu berlari ke kamar.
"Sil.. Sisil.." teriak Mayang dan tidak di hiraukan oleh Sisil.
"Biarkan saja mah biar dia tau dan berubah, Rio sudah muak sama semua kelakuan dia," ucap Rio acuh.
"Tapi kata-katamu keterlaluan Rio, kamu menyakiti hatinya.." ucap Mayang geram.
"Mah kalau pun akhirnya Rio harus kehilangan Sisil maka Rio tidak akan menyesal mah, yang membuat Rio menyesal karena sudah mencampakkan Dinda waktu itu padahal Dinda istri terbaik untuk Rio," ucap Rio keceplosan.
"Nah akhirnya mengakui kan, udah mamah bilang dari dulu.. Lanjutin pernikahanmu dengan Dinda dan putuskan Sisil, andai waktu itu kamu menuruti mamah udah pasti hidup kalian bahagia bersama anak-anak kalian," ucap Mayang kesal.
"Waktu itu Rio bimbang mah dan mamah tau sendiri kita sudah terlanjur janji menikahi Sisil," ucap Rio sendu.
"Makanya jangan asal ucap janji, sekarang rasakan senjata makan tuan," cibir Mayang.
__ADS_1
"Ehem.. Masalah kalian harap di selesaikan nanti saja ya jangan libatkan kami, disini kami hanya butuh kalian mengembalikan Farel dan Vanessa kepada ibu kandungnya atau saya akan membawa masalah ini lebih serius," gertak Ryan serius.
"Jangan sok mengancam kami, pengacara aja belagu," cibir Rio kesal.
"Setidaknya saya pengacara terhormat dan profesional dalam berkerja, saya bisa membedakan mana urusan pekerjaan dan asmara dan saya tidak menganggu rumah tangga siapapun, saya mendekati Dinda ketika sudah sah menjadi single parent dan selesai, masa idah, jadi meskipun saya ini cuma pengacara tapi setidaknya saya tau bagaimana menghargai dan memperlakukan perempuan, saya tahu anda selalu ketus dengan saya lantaran saya sudah terang-terangan mengatakan dengan anda akan ke jenjang yang lebih serius dengan mantan istri anda, jadinya anda cemburu dan tidak bisa menerima semua ini secara legowo," ucap Ryan mampu skak mat Rio.
"Kalian akan menikah?" tanya Mayang terkejut.
"Iya bu dan secepatnya akan di laksanakan agar saudara Dinda beserta kedua anaknya hidup aman dan bahagia, bahkan tidak ada lagi kekacauan seperti ini lagi," sindir Ryan.
"Sudah. Sudah.. Tidak penting membahas ini, tolong bawa Farel dan Vanessa kemari," ucap Dinda kesal.
"Dia anakku Din.. Apa salah mereka menginap disini? Aku tidak mungkin menyiksanya," ucap Rio tak rela.
"Kalau kamu dan mamah memang tidak mungkin menyakiti Farel dan Vanessa tetapi tidak untuk istri tersayang mu itu" sindir Dinda.
"Iya benar itu, mamah akan jadi penjaminnya," ucap Mayang menimpali.
"Dan Dinda akan memastikan membawa masalah ini ke yang lebih serius jika kalian bersikukuh tidak membawa Farel dan Vanessa kemari, dan saya akan memastikan juga tidak akan ada lagi waktu kalian untuk berjumpa dengan mereka," ucap Dinda tegas.
"Dan saya akan menjadi penjaminnya," ucap Dito tegas.
"Dan saya yang akan meneruskan masalah ini, ke arah yang lebih serius sesuai instruksi ibu Dinda, jadi bagaimana pak Rio? Masih mau mengatakan apalagi?" tanya Ryan.
"Kenapa keadaan malah berbalik menyerang aku dan mamah? Kalian ini benar-benar.." ucap Rio tertahan.
__ADS_1
"Kamu pun juga benar-benar.. Benar-benar memalukan bahkan menjatuhkan harga dirimu, dan keluargamu," sindir Dinda penuh penekanan.
"Rio sudahlah bawa mereka pada ibunya," ucap Mayang pasrah.
"Tapi mah.. " ucap Rio tertahan dan Rio akhirnya pasrah, ia membawa Farel dan Vanessa pada Dinda.
Farel di gendong oleh Dito sedangkan Vanessa di gendong oleh Rio menuju mobil Dinda.
Sebelum pergi tidak lupa Dinda meminta Ryan untuk membuat perjanjian tertulis untuk Rio.
"Terimakasih atas kedewasaan mu mas, tapi sebelum aku pergi dari sini akan ada perjanjian terlebih dahulu dan aku meminta pak Ryan yang menuliskannya," ucap Dinda membuat Rio terkejut.
"Perjanjian apalagi Dinda? Jangan memojokkan posisiku," protes Rio.
"Tidak ada yang di pojok kan, ini hanya sebuah peringatan namun secara tertulis dan sah secara hukum, jadi jika sewaktu-waktu mas Rio melanggarnya lagi aku tidak perlu buang energi untuk menyadarkan, cukup isi perjanjian saja yang nantinya akan berbicara," ucap Dinda dengan tegas.
"Apa isi perjanjian itu?" tanya Rio penasaran.
"Pertama, jika mas Rio membawa pergi Farel dan Vanessa melebih batas waktu maka mas Rio akan terkena hukuman dengan tidak boleh berjumpa dengan Farel dan Vanessa selama 3 bulan terhitung hari dimana mas Rio membawanya,
Yang kedua, jika mas Rio dengan sengaja membawa Farel dan Vanessa menginap tanpa seizin dari ibu kandungnya maka itu termasuk tindakan penculikan anak dan akan langsung di perkarakan,
Yang ketiga jika mas Rio sampai membawa Farel dan Vanessa pergi jauh bahkan secara sengaja memisahkan ibu dan anaknya maka sudah langsung di pastikan mas Rio akan diburu polisi dan akan menjadi DPO, setelah tertangkap polisi maka biarkan hukum kepolisian yang berjalan dan tidak akan ada kata ampun lagi bagi mas Rio sekaligus ibu kandungnya akan melarang keras mas Rio berjumpa lagi dengan Farel dan Vanessa sampai kapanpun, kecuali jika ada kepentingan yang sangat urgent yang sangat membutuhkan hadirnya sosok ayah kandung," ucap Dinda dengan tegas dan lantang, tak lupa Ryan sudah merekamnya dan juga mencatatnya di note hp.
"Din.. Ini keterlaluan" protes Rio tak setuju.
__ADS_1
"Semua perjanjian yang sudah terucap terhitung mulai hari ini mas, jadi nanti setelah surat perjanjiannya jadi silahkan segera tanda tangan dan akan di sahkan secara hukum, semua ini aku lakukan karena aku ingin melindungi kedua anakku dan juga supaya mas Rio tidak semena-mena lagi denganku, ingat mas jangan lagi menganggap remeh," ucap Dinda penuh penekanan dan langsung bergegas pergi di susul Dito dan Ryan.