
"Paket.." teriak tukang ojek online dari luar rumah.
"Ya sebentar..." ucap Ryan dari dalam rumah lalu membuka pintu.
"Permisi pak ini ada paket untuk ibu Dinda Safitri," ucap petugas paket memberikan paketnya.
"Dari siapa mas?" tanya Ryan penasaran.
"Kurang tahu pak karena tidak tertera nama penerima," jawab petugas lalu Ryan memilih menerima paket sang istri.
"Yasudah makasih mas," jawab Ryan lalu petugasnya pergi dan Ryan menghubungi Dinda.
"Kenapa mas?" tanya Dinda ketus.
"Kamu memberitahu alamat rumah baru kita pada siapa sayang?" tanya Ryan.
"Ha? Gak ada tuh.." jawab Dinda kaget.
"Tadi ada kiriman paket untukmu, nih udah aku terima.. Coba kamu cek," ucap Ryan membuat Dinda kaget dan penasaran.
"Aku gak merasa pesan apapun mas lagian tidak ada yang tau selain keluargaku," jawab Dinda heran dan begitupun Ryan.
"Sudahlah lebih baik kamu kesini saja dan lihat isinya, jujur saja aku juga penasaran sayang," ucap Ryan lalu Dinda mengiyakan.
Sesampainya di rumah Dinda langsung membuka paket dan betapa terkejutnya dia dengan isi paket tersebut.
"MAS.. APA INI?" pekik Dinda marah.
"La apa sayang?" tanya Ryan tak mengerti.
"LIHAT DAN JELASKAN!!!" teriak Dinda sangat emosi.
"Astaga.. Ini gambar apaan? Jujur aku gak pernah melakukan ini sayang," tanya Ryan sangat terkejut.
"IMPOSSIBLE MAS.. JADI INI ALASANMU MENYURUHKU PULANG KARENA INGIN MENUNJUKKAN PAKET ISTIMEWA INI? IYA?? SOK-SOKAN GAK NGERTI SIAPA PENERIMANYA.." pekik Dinda emosi.
"Memang aku gak ngerti.. Aku harus berkata apa?" tanya Ryan kebingungan.. Ia sangat kaget siapa orang yang dengan teganya memfitnah seperti ini.
"SUDAHLAH MAS AKU UDAH MUAK MENDENGAR ALIBI MU TERUS..KALAU MEMANG KAMU MASIH ADA HUBUNGAN SAMA DIA KENAPA TIDAK DITUNTASKAN DENGAN MENIKAH, MENGAPA KAMU MALAH MENIKAHI KU? SEKARANG KATAKAN SEJUJURNYA APA ALASANMU MENIKAH DENGANKU DAN SEJAK KAPAN KAMU MEMPUNYAI HUBUNGAN KHUSUS DENGAN DIA," cecar Dinda sangat emosi hingga berlinang air mata.
__ADS_1
"Aku tidak pernah memiliki hubungan khusus dengan dia dan wanita yang aku sayang hanyalah kamu.. Kamu Dinda Safitri.. Kalau memang aku gak ada rasa padamu kenapa menikahi mu?" cecar Ryan tak terima dengan tuduhan Dinda.
"Ya siapa tau kamu ada alasan khusus kayak mantan suamiku itu mas," sindir Dinda.
"Astaga segitu buruknya penilaian mu terhadapku.. Semua yang terjadi sekarang ini adalah fitnah..ini jebakan, tolong mengertilah," rengek Ryan memohon.
"Mengerti? Maksudmu aku harus mengerti kamu dan Vika tidur bersama, gitu? Kamu pikir aku ini gak punya hati mas," cecar Dinda.
"Bukan begitu.. Aku dan Vika tidak pernah tidur bersama, silahkan cek seluruh hotel di sekitar sini bahkan se-Indonesia, ada tidak booking atas namaku," tantang Ryan.
"For what? Bisa aja kalian menggunakan identitas palsu, kamu kan pengacara mas sudah pasti urusan kepengurusan dokumen kamu ahlinya," sindir Dinda.
"Aku tidak sekeji itu," protes Ryan emosi.
"Sudahlah mas.. Semuanya sudah sangat amat jelas bahkan buktinya pun aku sendiri yang melihatnya, bahkan kamu sendiri yang mempersilahkan untuk membuka aibmu.. Andai kamu tau kalau isinya adalah foto ini sudah pasti kamu akan menyembunyikannya dariku bahkan kamu akan membakarnya agar tidak ada jejak," ucap Dinda menebak.
"Buat apa aku melakukan itu kan aku tidak bersalah, aku bisa menjamin bahwa foto itu adalah editan," ucap Ryan.
"Coba saja buktikan," tantang Dinda.
"Oke akan aku buktikan dan jika memang aku pemenangnya aku harap kamu kembali ke rumah ini, rumah impian kita," pinta Ryan.
"Oke deal," jawab Dinda lalu memilih langsung pergi ke rumah ibunya.
"Semoga kamu bisa membuktikannya mas dan semoga saja kamu tau siapa dalang semua ini, jujur saja hati kecilku berkata kalau kamu tidak melakukan hal itu tapi entah kenapa bukti foto yang aku lihat sangatlah nyata," gumam Dinda berurai air mata.
Sesampainya di rumah Dinda langsung memeluk ibunya, ia tidak mau menanggung kesedihan ini terlalu lama.
"Ibu.. Hiks.. Hiks.." sapa Dinda langsung memeluk dan terisak.
"Kamu kenapa? Ada apa?" tanya Sri panik.
"Lihat ini bu," ucap Dinda menyerahkan foto Vika dan Ryan.
"ASTAGA.. INI BENERAN DINDA?" pekik Sri.
"Dinda masih meragukannya bu," jawab Dinda lirih.
"Ragu? Karena apa? Jelas-jelas ada foto ini," tanya Sri heran.
__ADS_1
"Tadi mas Ryan menelpon Dinda katanya ada kiriman paket dari seseorang padahal Dinda tidak pesan apapun bahkan alamat rumah baru Dinda kan hanya sedikit yang tahu, kenapa kurirnya bisa mengirimkan ke aku sedangkan aku tidak merasa pesan.. Kan aneh bu?" ucap Dinda yang kebetulan baru menyadari kejanggalan itu.
"Nah kalau kamu sendiri meragukan kenapa malah sedih?" tanya Sri.
"Istri mana bu yang gak akan sedih ketika tau suaminya berpose seperti ini," ucap Dinda semakin terisak.
"Katanya foto ini meragukan? Lalu kenapa kamu terkesan membenarkan keaslian foto ini" ucap Sri bingung.
"Memang Dinda meragukan bu tapi setelah dilihat terus menerus fotonya seperti nyata bu, lihatlah.. Ibu saja langsung marah kan ketika tau foto ini," tanya Dinda.
"Ya jelas marah lah karena ibu hanya kamu kasih tau mentahannya saja tanpa perlu dijelaskan bagaimana detailnya," protes Sri.
"Benar juga sih.." gumam Dinda lirih.
"Lah iya sekarang kenapa kamu yang bimbang? Respon suamimu gimana?" tanya Sri penasaran.
"Responnya ya gak terima terus menerus Dinda tuduh.. Mas Ryan sedang mencari bukti," ucap Dinda.
"Baguslah.. Yasudah percayakan saja sama suamimu semoga dia bisa membuktikannya, ingat Din jangan terlalu mempercayai informasi secara mentah dan sepihak, takutnya nanti kamu salah paham dan berdampak besar," tegur Sri.
"Iya bu makasih.." jawab Dinda paham dan kini perasaannya sudah lega.
"Yasudah sekarang fokus saja sama pekerjaanmu dan juga si kembar, biarkan Ryan yang memikirkan cara untuk membuktikan," ucap Sri perhatian.
"Iya bu makasih banyak sudah selalu menjadi malaikat penolong Dinda," ucap Dinda terharu.
Ketika Dinda sudah bisa bernafas lega kini ia membuka ponselnya dan tidak sengaja membaca status Vika.
"Sebentar lagi akan ada yang mengejutkan sekaligus membahagiakan,"
"Biasanya perpisahan adalah hal yang paling menyedihkan bagi semua orang apa lagi dengan orang yang di cintainya, namun tidak untuk bagiku.. Kabar perpisahannya adalah hal yang menggembirakan untukku.. Lets see," kedua status Vika yang membuat Dinda jadi, merasa tersindir. Ia ingin, memancing Vika dengan balasan status yang lebih elegan.
"Aduh suamiku.." status Dinda dengan emoticon sedih yang langsung dibaca oleh Vika.
"Kenapa dengan suaminya? Bermasalah ya?" balas Vika berkomentar.
"Bermasalah yang bagaimana ya?" tanya Dinda pura-pura gak tahu.
"Ya gak tau kan kalian yang menjalani hubungan lagian istrinya kan lu.. Makanya suami dijaga yang bener jangan sampai tergoda pelakor," sindir Vika sangat bahagia.
__ADS_1
"Oh, tentu saja dong akan gue ikat sekencang nya biar tidak melirik wanita yang bukan levelnya.. Lagian gue hanya buat status gitu aja tapi lo udah beramsumsi yang aneh-aneh, mencurigakan.. Asal lo tau ya suami gue habis beliin gue cincin berlian dan tiket liburan, nih.. Tolong haters kalau mau menggoreng opini lihat dulu siapa rivalnya," sindir Dinda yang langsung membuat Vika emosi. Ia merasa rencana gagal.
"What?? Jadi rencana gue gagal? Ah gak mungkin" gumam Vika tak percaya.