
Melihat kedua mantan istrinya kini telah menemukan pendamping hidup sesuai pilihannya sendiri membuat hati Rio sedikit sakit, rasanya seperti teriris. Ia harus merelakan orang yang ia cintai agar bahagia dengan pilihannya sendiri.
Menang semua ini salahnya yang terlalu egois dan menganggap semuanya remeh, andai waktu bisa diputar, sudah pasti Rio akan menjaga mahligai pernikahannya dan mungkin saja saat ini dirinya bahagia dengan kedua anak kembarnya, rona bahagia juga pasti menyelimuti kedua orang tua Rio yang memang mendambakan cucu.
"Aku yang terlalu bodoh dan menganggap semuanya hal yang mudah, andai sifat arogan ku dari dulu bisa hilang dan bisa sedikit menekan ego, sudah pasti saat ini dan seterusnya hidupku bahagia, mamah dan papah juga akan senang sekali karena bisa bermain dengan cucunya dimasa tuanya,"
Hari demi hari Rio lalui dengan lurus-lurus saja, pagi ketika bangun tidur ia langsung bersiap untuk bekerja-sarapan lalu berangkat ke kantor, setelah pulang dari kantor pun Rio langsung mengurung diri di kamar dengan menonton beberapa film kesukaannya. Hanya hal itu saja yang Rio lakukan pasca bercerai untuk kedua kalinya, orang tua mana yang tega melihat anaknya murung dan menutup diri seperti itu?? Berulang kali orang tua Rio membujuk agar anaknya berbaur dengan kawannya namun selalu ditolak, alasannya capek lah, gak penting lah, padahal dulu saja tak ada hari tanpa nongkrong dengan temannya.
Hingga beberapa kali mamahnya Rio memperkenalkan anak teman arisan nya kepada Rio, siapa tau ada yang cocok, namun hingga 5 wanita dari anak temannya itu diperkenalkan, tak ada respon baik yang diberikan dari Rio. Mamahnya menjadi malu sendiri dengan temannya, apalagi anaknya juga sepertinya kecewa sekali pada Rio.
"Aduh Rio.. Harus berapa kali lagi mamah kenalkan kamu sama temen mamah?" keluh mamah Rio.
"Lagian mamah ini ngapain sih pakai comblangin Rio segala, Rio udah gede mah, nanti kalau minat nikah juga bakal datang calonnya, sekarang biarkan Rio menikmati kesendirian Rio sekaligus membalikkan keadaan perusahaan agar lebih stabil dan berkembang pesat, kejadian kemarin sempat membuat mental Rio hancur mah, untung Rio gak sampai gi-la," protes Rio yang berhasil membuat mamahnya bungkam.
"Maafkan mamah yang terlalu memaksa kamu, mamah gak tega aja melihatmu sekarang menutup diri seperti itu," ucap mamahnya merasa bersalah.
"Gak apa mah.. Tapi Rio mohon jangan lakuin lagi ya, Rio capek terus di comblangin kayak tadi, biarkan hati Rio istirahat dulu ya mah," pinta Rio dan mamahnya mengerti.
Setelah kejadian itu, tak ada lagi drama perkenalan anak sesama teman arisan mamahnya, untungnya orang tua Rio memiliki pemikiran yang luas dan tidak terlalu memaksa keinginan anak. Setidaknya didalam kesendirian Rio dirinya tidak tertekan, dukungan dari orang tuanya masih tetap membuat Rio bersemangat menjalani hari.
Hari ini Rio datang ke kantor lebih awal karena harus menyelesaikan presentasi sebelum nanti ditampilkan, kebetulan laptopnya ketinggalan di kantor jadinya Rio harus mengerjakan langsung di sana.
"Mau kemana Rio? Ini masih pagi?" tanya Suganda.
"Mau ke kantor pak, bahan presentasi masih kurang dan kebetulan laptopnya tertinggal di kantor," jawab Rio merapikan dasi.
"Ini terlalu pagi Rio, apa gak bisa nanti?" bujuk Suganda.
__ADS_1
"Gak bisa pah, meeting jam 10 pagi, ini aja udah jam setengah 7 belum lagi perjalanan ke kantor," tolak Rio.
"Setelah bercerai dengan Sisil nampaknya kamu serius sekali mengurus perusahaan," ucap Suganda.
"Kalau bukan Rio siapa lagi pah? Farel? Dia masih terlalu kecil," tanya Rio.
"Iya ya.. Papah ini punya cucu, kembar lagi, tapi jarang sekali bertemu dengannya, kapan-kapan ajak kesini ya Rio, papah sama mamah sebenarnya kangen sama si kembar," pinta Suganda.
"Iya pah nanti Rio omongin ke Dinda dulu," jawab Rio tak janji.
"Harus izin ya?" tanya Suganda heran.
"Iya pah, kalau enggak izin malah jadi masalah, Rio gak mau urusan lagi sama meja hijau, kapok, yasudah Rio berangkat dulu ya pah," pamit Rio dan Suganda hanya mengangguk saja sambil mengantar anak semata wayangnya ke halaman depan.
Di kantor, Rio terlalu sibuk bekerja sampai lupa sarapan, untung saja sekretarisnya tau jika hari ini bosnya berangkat pagi, sekretaris berinisiatif membelikan sarapan untuk Rio.
"Loh? Makasih banyak ya, malah jadinya ngrepotin," ucap Rio kaget tapi menerima pemberian sekretarisnya sebagai bentuk menghargai.
"Sama-sama Pak, silahkan dimakan dulu, mumpung masih hangat," ucap sekretarisnya.
"Ini semua berapa? Nanti saya transfer ke rekening mu," tanya Rio.
"Gak usah pak, gratis," jawab sekretaris.
"Gak.. Saya gak mau kalau gini, kamu udah susah payah beliin saya sarapan, masak iya gratis, berapa?" tanya Rio mendesak.
"Ini pak bill nya," jawab sekretaris menyerahkan nota pembelian pada Rio dan seketika notifikasi transferan masuk ke ponsel sekretaris.
__ADS_1
"Ini terlalu banyak pak," ucap sekretaris sungkan.
"Gak papa, sebagai bentuk rasa makasih saya dan itung-itung ongkos kirim," jawab Rio lalu membuka makanan.
"Kamu sudah makan?" tanya Rio lagi.
"Sudah pak, waktu bapak memberitahu saya kalau hari ini masuk pagi, saya langsung siap-siap ke kantor, kebetulan memang posisi saya sedang diresto itu untuk sarapan," jawab sekretaris dan Rio hanya mengangguk saja.
Setelah sekretarisnya pergi, Rio memakan sarapannya dengan lahap, jujur saja memang dirinya merasa lapar namun tugas harus tetap berjalan dong, Rio gak mau kliennya nanti kecewa karena bahan presentasinya belum siap. Sambil bekerja Rio juga sambil sarapan. Sekali pekerjaan dua gayung terlampaui, itulah peribahasa yang pas untuk Rio.
Sarapan sudah selesai, tugas juga sudah selesai, waktu masih pukul 9.30, setidaknya masih ada sisa waktu untuk Rio bersantai sejenak. Rio memutuskan keluar ruangan untuk mencari angin, Rio langsung tertuju ke sebuah coffe shop yang hari ini baru buka. Sudah pasti sangat ramai sekali karena sedang ada promo besar-besaran, karena penasaran akhirnya Rio ikut antre. Hingga 10 menit berlalu namun belum juga waktunya Rio untuk membeli karena saking panjangnya antrean itu. Akhrinya Rio memutuskan balik ke kantor, biarlah ia membeli besok ketika harga normal daripada hari ini harus antre dan memakan waktu, mana meeting juga mau dimulai.
Ketika Rio berjalan tergesa-gesa, tak sengaja Rio bertabrakan dengan wanita cantik yang sedang membawa beberapa map. "Brak.. Aduh maaf mbak saya gak sengaja," ucap Rio tak enak hati.
"Aduh gimana ini mas baju saya kotor kan? Mana saya mau interview lagi," keluh wanita itu sedih.
"Mbak lagi cari kerja?" tanya Rio.
"Iya mas sudah sebulan ini masukkin lowongan kesana-kemari kemari, baru hari ini dapat panggilan eh malah pakaian saya kotor, mana jarak rumah kesini jauh," keluh wanita itu.
"Sudah mbak, gak usah datang ke tempat mbaknya interview," ucap Rio membuat wanita itu kesal.
"Eh mas enak saja kalau ngomong, anda siapa nyuruh saya gak boleh datang interview! Emang dengan larangan mas bisa membuat saya bertahan hidup?" protes wanita itu kesal.
"Saya? Perkenalkan saya adalah Rio Suganda, maafkan jika kata-kata saya gak pantas didengar oleh anda, namun benar mbak, gak usah datang kesana, berikan CV anda pada saya dan akan saya jamin anda bisa kerja hari ini," ucap Rio.
"Anda serius mas? Memang anda bekerja dimana?" tanya wanita itu.
__ADS_1
"Tepat didepan anda itu, saya berkerja disana dan nantinya CV anda akan saya berikan ke bagian HRD agar ditempatkan sesuai kriteria perusahaan," jawab Rio dengan penuh keyakinan lalu wanita itu menatap gedung yang sangat tinggi sekali. Apa iya dirinya bisa masuk ke perusahaan yang terkenal bonafit itu?