RAHIM PENGGANTI (DINDA)

RAHIM PENGGANTI (DINDA)
Dinda Bertemu Calon Mertua


__ADS_3

"Ehem.. Setelah papah tau alasan dia bercerai dan latar belakangnya maka papah setuju kamu menikahinya dan kapan waktu kamu siap datang ke rumahnya segera kabari papah," ucap Leo dengan serius dan mamahnya pun kaget.


"Pah dia janda, anak dua lagi" bisik Lia tak suka.


"Setidaknya dia berstatus janda bukan karena kesalahannya dan memang kalau dari awal dia hanya di inginkan rahimnya saja mana mungkin dia mau mah.. Dia juga punya usaha juga kan, setidaknya dia tidak bergantung pada anak kita, jadi segi finansial pun anak kita tidak begitu di rugikan, hanya di sayangkan saja status dia janda," ucap Leo menerima lapang dada.


"Terserah papah," jawab Lia kesal.


"Besok bawalah kesini dan perkenalkan pada kami, jangan lupa ajak anaknya," pinta Leo dan Ryan menyambut baik niatan papahnya.


Ryan langsung menghubungi Dinda dan mengatakan bahwa besok ia diminta untuk datang ke rumahnya bertemu kedua orang tua Ryan.


"Halo sayang?" sapa Ryan antusias.


"Iya mas.. Udah sampai rumah?" tanya Dinda.


"Sudah dan aku udah berbicara pada papah dan mamah, mereka menyetujui kita menikah, besok papah dan mamah meminta kamu dan anak-anak datang kemari," ucap Ryan sangat antusias.


"Serius mas mereka menerima aku? Mereka tahu kalau aku ini janda?" tanya Dinda bahagia.


"Tau dan mereka tidak mempermasalahkannya, besok datang ya jam 11 siang aku jemput," ucap Ryan tak sabar.


"Baiklah mas.. Makasih sudah menerima aku yang seorang janda," ucap Dinda terharu.


"Tidak perlu seperti itu, kamu memang pantas mendapatkan pengakuan," ucap Ryan.


"Makasih mas.." jawab Dinda bahagia.


"Yasudah kalau begitu aku tutup telponnya ya, see you tomorrow," ucap Ryan lembut.


"Iya mas see you," jawab Dinda bahagia.


"Gak nyangka keluarga mas Ryan bisa dengan mudahnya menerima statusku menjadi janda anak dua, mungkin ini semua ada mas Ryan yang begitu kekeh meyakinkan kedua orang tuanya.. Sungguh aku tidak salah memilih," gumam Dinda sangat bahagia.

__ADS_1


***


Sesuai perjanjian semalam kini Ryan sudah menjemput Dinda dan kedua anaknya, hari ini Dinda sangat cantik dengan penampilan feminim, ia mengenakan dress selutut berwarna peach, semakin menambah kecantikan alami yang di milkinya.. Begitu pun dengan kedua anaknya yang hari ini tampil sangat cantik dan tampan. Ryan merasa bahagia dan bangga bisa memiliki mereka.


Di perjalanan mereka menghabiskan dengan canda gurau dan bernyanyi bersama, Dinda pun turut serta karena untuk menghilangkan rasa gerogi di hatinya.


"Jangan cemas begitu, semuanya akan baik-baik saja," ucap Ryan sambil mengelus punggung tangan Dinda.


"Mana bisa mas? Ini kan pertemuan penting takutnya nanti kedua orang tuamu jadi membenci ku dan juga anak-anak bagaimana?" tanya Dinda pesimis.


"Tidak akan.. Jangan berbicara yang tidak baik karena ucapan adalah doa" tegur Ryan.


"Tapi.." jawab Dinda terpotong dengan isyarat diam Ryan.


Tiba di rumah Ryan yang mewah dan juga megah, Dinda sampai takjub melihatnya apalagi kedua anaknya.


"Mas serius ini rumah kamu? Yang waktu lalu rumah siapa?" tanya Dinda penasaran.


"Ini rumah kedua orang tuaku sedangkan kemarin memang rumahku," jawab Ryan enteng.


Di Sana kedua orang tua Ryan dan tante Siska sudah menunggu di meja makan, mereka sengaja mengajak Dinda dan kedua anaknya makan bersama.


"Selamat siang om dan tante perkenalan saya ini Dinda safitri dan ini adalah kedua anak saya namanya Farel dan Vanessa," sapa Dinda ramah lalu berjabat tangan, tak lupa ia menyuruh kedua anaknya salim.


"Ih lucunya.. Kalian ini menggemaskan," ucap Santi sangat gemas.


"Selamat siang... Senang bertemu dengan anda, Dinda," sapa Leo menyambut ramah.


"Saya juga senang bisa bertemu langsung dengan anda, suatu kehormatan bagi saya di undang untuk makan siang di sini, di tengah keluarga ini," ucap Dinda merendah.


"Kami juga senang bisa berjumpa langsung dengan calon istrinya Ryan, maafkan kami kalau semuanya mendadak," ucap Leo sungkan.


"Tidak apa pak memang semuanya ini mendadak dan saya pun juga terkejut ketika mas Ryan ingin mempersunting saya, jadi ya saya memaklumi itu," ucap Dinda lembut.

__ADS_1


"Oh iya Dinda.. Kata Ryan kamu itu agen ABC Skincare ya?" tanya Santi antusias.


"Iya tante.." jawab Dinda malu.


"Ih kamu hebat sekali sih masih muda udah sukses jadi agen dan memiliki toko sendiri, kebetulan tante salah satu customermu loh, tante pakai produk yang kamu jual," ucap Santi.


"Wah iya kah tan? Aduh senang sekali rasanya bisa memiliki customer seperti tante, udah lama menggunakan ABC Skincare tan?" tanya Dinda bahagia.


"Sudah dong tapi dulu tante order sama vivi, sekarang dia juga tambah sukses, senang lihatnya.. Tante cukup kenal baik dengan dia," ucap Santi menjelaskan.


"Kebetulan saya mengambil dari mbak Vivi kok tan jadi ya produknya sama, memang mbak Vivi orangnya baik banget, saya banyak di bantu sama mbak Vivi," ucap Dinda antusias.


"Iya dia mah memang baik banget pantas aja ya kalau makin sukses kayak kamu, semoga saja kamu nanti nyusul atau gak buat aja produk mu sendiri" usul Santi.


"Aduh mana berani tan, begini saja udah kewalahan kok hehe," jawab Dinda merendah.


"Tan udah deh jangan ajak Dinda ngobrol terus, kedatangannya kesini mau berkenalan dengan mamah dan papah sebelum nanti jadi istri Ryan, kalau tante ngomong terus kapan waktu mamah dan papah tanya-tanyain Dinda," protes Ryan kesal.


"Ish kamu ini ya gak tau apa kalau cewek udah bahas skincare tuh bakalan lama apalagi langsung klik satu sama lain, betul gak Din?" tanya Santi tak mau mengalah.


"Sudahlah biarin saja toh dari setiap jawabannya papah bisa menilai bagaimana dia," jawab Leo mengalah.


"Oh iya saya mau tanya, apakah sampai sekarang anak-anak sering kamu pertemukan dengan ayah kandungnya?" tanya Lia penasaran.


"Saya tidak membatasi mantan suami saya untuk berjumpa dengan kedua anak saya asalkan dengan syarat tidak boleh menginap dan pulang seusai waktu yang saya tentukan," ucap Dinda.


"Berarti sering bertemu dong? Kalau nanti kalian sudah menikah apakah masih akan seperti itu? Bagaimana nanti perasaan anak saya melihat kalian akrab?" tanya Lia ketus.


"Kalau nanti sudah menikah akan saya diskusikan dengan mas Ryan bagaimana pembagian waktu anak-anak sama ayah kandungnya.. Saya tidak mau nanti mas Ryan salah paham dan berpikir macam-macam dengan saya," ucap Dinda mantap.


"Baiklah.. " jawab Lia pasrah dan akhirnya mereka makan siang dalam diam, setelah selesai kini Dinda dan kedua anaknya memutuskan pulang.


"Kami pamit pulang dulu, terima kasih sudah mengajak kami makan siang bersama, saya dan anak-anak sangat senang sekali," ucap Dinda ramah.

__ADS_1


"Kami juga senang bisa menjamu dengan baik, lain kali datanglah kemari dan ajak kedua anakmu, rumah ini nantinya juga rumah kalian juga," ucap Leo dengan hati senang.


"Ba..Baik Pak, kalau begitu saya permisi dulu," jawab Dinda menahan keharuan di hatinya.


__ADS_2