RAHIM PENGGANTI (DINDA)

RAHIM PENGGANTI (DINDA)
Kembar Diculik


__ADS_3

"Aw.. Galak sekali sih.. Jangan begitu dong baby," jawab mamah Fera gemas. Tanpa di sadari olehnya ada suaminya yang mendengarkan obrolan istrinya..


"Bagus sekali.. Beraninya lo memiliki pria lain," ucap suaminya mengagetkan mamah Fera.


"Papah? Sejak kapan ada disini?" tanya mamah Fera kelabakan dan panggilannya belum di matikan sehingga Ryan dan istrinya bisa dengan jelas mendengar obrolan mereka.


"Sejak tadi ketika lo dengan murahannya merayu pria lain.. Mau cari gara-gara?" tanya suaminya geram.


"Bukan begitu pah.. Bukan.." ucap mamah Fera ketakutan.


"Katakan padaku siapa pria itu," tantang suaminya.


"A..aku gak tau siapa dia pah," jawab mamah Fera berbohong.


"Berani membohongi ku siap-siap saja hukuman menanti.. Ingat karena diriku sekarang kamu bisa menjadi wanita sungguhan, wanita utuh dan tidak perlu susah payah menjajakan tubuh" gertak suaminya.


"I..iya pah aku tau itu," jawab mamah Fera ciut.


"Berani sekali dia bermain api di belakangku, pokoknya aku harus mencari info siapa pria yang di telpon istriku itu," batin suaminya langsung berlalu pergi dan mamah Fera baru ingat kalau panggilannya masih berlangsung dan dia langsung mematikannya.


"Sialan.. Malu gue di dengar mereka, ah mereka bisa besar kepala nih.. Ini gak boleh di biarkan," gumam mamah Fera kesal dan melempar hpnya di kasur.


Di saat yang sama, suaminya sedang mencari informasi melalui anak buahnya.


"Siapa tadi yang ikut mengawal istri gue?" tanya suami mamah Fera serius.


"Kami bos.." jawab anak buahnya yang sedang duduk di kursi sambil merokok.


"Apakah kalian tau siapa pria yang menjalin hubungan dengan istriku?" tanya suami mamah Fera penasaran.


"Ka..kami gak tau bos.. Tadi kami hanya mengawal di sekolahan saja setelah itu bu bos minta pulang," ucap anak buahnya ketakutan.


"Tumben sekali dia tidak memberi pelajaran pada anak teman sekolahnya?" tanya suami mamah Fera heran.


"Itu dia bos yang membuat kita semua bingung.. Tiba-tiba saja ketika ada seorang pria menghadap bu bos seketika itu juga bu bos mengenali dan sikap garangnya berubah menjadi kekecewaan," ucap salah satu anak buah dengan jujur.


"Siapa pria itu?" tanya suami mamah Fera.


"Kami kurang tau bos sepertinya namanya Ryan.. Iya bos Ryan Hadi.. Hadiningrat," ucap anak buahnya sambil mengingat.


"KENAPA KALIAN TIDAK MELAPOR DARITADI? APA KALIAN DI ANCAM ISTRIKU?" pekik suami mamah Fera emosi.


"Maaf bos kami pikir bukan masalah yang penting," ucap anak buahnya ketakutan.

__ADS_1


"Apapun informasi mengenai istriku katakan langsung atau kalian yang kena imbasnya, cari sekarang juga siapa pria itu dan dimana rumahnya.. Dia harus menerima rasa marahku," perintah suami mamah Fera dengan sorot mata marah.


"Baik bos.." jawab anak buahnya dan bergegas mencari informasi.


Pria yang dicari oleh bos besar kali ini berbeda, biasanya mereka dengan cepat mendapatkan informasi dan langsung meringkus nya namun kali ini mereka harus bekerja sangat keras..


"Gimana nih? Pria tadi bukan orang sembarangan deh soalnya tadi kan sampai sewa bodyguard kelas atas.. Itu bukan bodyguard kaleng-kaleng loh," ucap temannya.


"Iya nih tapi mau gimana lagi? Daripada kita pulang gak bawa info apapun malah yang ada kena salam olahraga bos besar.. Udahlah terus aja cari siapa tau nemu," ucap temannya yang lain tak mau terkena amukan bos besarnya dan akhirnya mereka semua setuju dan melanjutkan pencarian.


"Gue dapat info nih, namanya Ryan Hadiningrat bekerja sebagai pengacara dan namanya sudah melalang buana, dia memiliki istri dan dua anak.. Tapi sayang sekali lokasi mereka dimana tidak di ketahui, yang ada rumah orang tua dan rumah lama mereka," ucap temannya membacakan informasi.


"Coba saja datangin rumah orang tua dan rumah lamanya siapa tau mereka ada di sana," ucap salah satu temannya dan mereka semua meluncur ke lokasi.


Naas sekali.. Mereka tidak menemukan jejak Ryan Hadiningrat beserta keluarganya, hasil pencarian mereka malam ini zonk dan mau gak mau mereka bersiap untuk menerima amukan bos besarnya.


"Gimana nih? Gue gak mau kena salam olahraga lagi, yang kemarin aja belum sembuh betul," keluh temannya.


"Setidaknya kita punya info meskipun sedikit, coba saja dulu," ajak temannya yang satu.


"Baiklah semoga tidak ada salam olahraga, kalau amukan sih gak papa," jawab temannya lalu mereka pulang ke markas.


***


Di sana bos besar sudah menunggu anak buahnya dengan rasa penasaran yang besar..


"Udahlah mau gimana lagi? Kepalang tanggung," ucap temannya pasrah dan mereka semua mendekati bos besar.


"Gimana?" tanya bos besar.


"Kami hanya mendapat info sedikit saja bos soalnya pria yang anda maksud cukup tertata dalam menutupi hal pribadinya," ucap anak buahnya ketakutan.


"Apapun informasi kalian coba katakan," ucap bos besar tak sabar.


"Nama Ryan Hadiningrat bekerja sebagai pengacara dan namanya sudah melalang buana, anak tunggal dari Hadiningrat grup.. Sudah memiliki istri dan dua anak namun sayang lokasi rumahnya tidak bisa di lacak," ucap anak buahnya membacakan informasi.


"Mengapa kalian tidak tau dimana rumahnya?" tanya bos besar heran.


"Karena ada seseorang yang melindungi dia bos.. Soalnya siapapun tidak mengetahui dimana rumah pak Ryan.. Yang kami dapatkan adalah rumah ibunya si perempuan dan rumah lama mereka," ucap anak buahnya.


"Itu juga sudah cukup.. Besok kita culik anak kembarnya ketika pulang sekolah dan kita paksa Ryan untuk memutus hubungan dengan istriku," ucap bos besar sudah tak sabar.


"Baik bos.." jawab anak buahnya hormat.

__ADS_1


***


Kebetulan sekali hari ini Dinda menjemput anak-anaknya terlambat sehingga memudahkan mereka untuk segera menculik.


"Bawa mereka sekarang," perintah bos besar setelah mengamati situasi.


"Tapi bos kalau mereka meronta?" tanya anak buahnya ragu.


"Kasih obat tidur yang kalian tuang di sapu tangan.. Gitu aja pakai tanya," ucap bos besar.


"Baik bos.." jawab mereka lalu segera beraksi. Tanpa butuh waktu lama kini Vanessa dan Farel sudah berada di mobil.


"Kita bawa kemana bos?" tanya anak buahnya.


"Ke gudang lah.. Kenapa kalian hari ini eror sih," ucap bos besar kesal.


"Baik bos.." jawab anak buahnya patuh dan melajukan mobil menuju gudang rahasia.


Dinda tiba di sekolahan dan ia terkejut karena kedua anaknya sudah tidak ada di sekolahan bahkan kondisi sekolahan kini sudah sepi.


"Vanessa.. Ryan.. Kalian dimana?" pekik Dinda mencari ke sekeliling sekolahan namun tak ada jawaban.


"Maaf Bu cari siapa?" tanya satpam sekolah.


"Cari anakku pak kenapa dia tidak ada di sini?" tanya Dinda cemas.


"Loh bukannya tadi sudah di jemput ya bu?" tanya satpam terkejut.


"Siapa yang menjemput pak?" tanya Dinda tak kalah terkejutnya.


"Saya pikir tadi di jemput papahnya bu jadi ya saya biarkan saja," ucap pak satpam.


"Suamiku?" gumam Dinda lirih dan menelpon Ryan untuk memastikan.


"Halo sayang?" sapa Ryan.


"Mas apa tadi kamu jemput anak-anak?" tanya Dinda cemas.


"Enggak tuh biasanya kan kamu," jawab Ryan heran.


"Loh? Serius mas.. Jangan bercanda dong," pinta Dinda menangis histeris.


"Beneran sayang.. Kalau aku jemput pastinya udah kabari kamu sedangkan ini saja aku masih di kantor, ada apa sayang? Semuanya baik-baik saja kan?" tanya Ryan panik.

__ADS_1


"Berarti Farel dan Vanessa diculik mas.. Huhuhu.. Farel... Vanessa... Kalian dimana nak...." pekik Dinda menangis histeris lalu jatuh ke lantai sekolahan karena saking lemas nya mengetahui kedua anaknya di culik.


"APA? YANG BENAR SAJA KAMU SAYANG.. INI GAK LUCU LOH... TUNGGU AKU DI SANA," Pekik Ryan sangat syok dan bergegas menghampiri istrinya di sekolahan.


__ADS_2