RAHIM PENGGANTI (DINDA)

RAHIM PENGGANTI (DINDA)
Terbongkar (2)


__ADS_3

"Mau tau apa alasan mas Rio menikahi mu?" tanya Sisil tersenyum licik.


"Memangnya apa? Bisa tolong jelaskan sejujurnya mas," pinta Dinda berlinang air mata.


"Ini bukan waktu yang tepat untuk membahasnya," ucap Rio tak mau mengaku.


"Lagi-lagi kamu berkelit mas, ingat tujuan awal mu menikahinya dong," protes Sisil.


"Sisil.. Aku mohon jangan memperkeruh suasana.. Ini bukan saat yang tepat, aku gak mau terjadi sesuatu pada bayinya," pinta Rio.


"Mas.." pekik Sisil emosi.


Cukup lama terdiam kini Rio sudah siap mengatakan yang sebenarnya, butuh waktu bagi Rio untuk menelaah kata-kata agar tidak menyakiti hati Dinda karena selama ini istrinya sangatlah baik padanya apalagi dengan mamahnya.. rasanya Rio tidak tega harus menyakiti Dinda apalagi dia sedang mengandung anaknya, jika bukan karena janjinya pada Sisil mungkin sekarang Rio bisa membuka hati untuk Dinda dan menjalin keluarga yang bahagia dan harmonis.


"Maafkan aku Din, apa yang di katakan oleh Sisil itu benar, kami memang ada hubungan khusus dan itu terjadi jauh sebelum mengenalmu," ucap Rio lirih.


"Apa-apaan ini mas.. Kalian ada hubungan tetapi malah kamu menikah denganku, yang benar saja!!" Pekik Dinda tak terima.


"Mau tau apa alasan mas Rio menikahimu?" tanya Sisil tersenyum licik.


"Memangnya apa? Bisa tolong jelaskan sejujurnya mas," pinta Dinda berlinang air mata.


"Ini bukan waktu yang tepat untuk membahasnya," ucap Rio tak mau mengaku.


"Lagi-lagi kamu berkelit mas, ingat tujuan awal mu menikahinya dong," protes Sisil.

__ADS_1


"Sisil.. Aku mohon jangan memperkeruh suasana.. Ini bukan saat yang tepat, aku gak mau terjadi sesuatu pada bayinya," pinta Rio.


"Mas.." pekik Sisil emosi.


"KATAKAN SEJUJURNYA MAS, AKU MOHON.." pekik Dinda.


"Oke oke aku akan mengatakan sejujurnya, maafkan aku Din.. Memang aku menikah denganmu ada alasan tersembunyi, aku ingin kau mengandung anakku.. Jadi intinya aku menikah denganmu karena rahimmu, rahim yang kau miliki sebagai pengganti milik Sisil," ucap Rio akhirnya jujur.


"MAS.... YANG KAMU KATAKAN SUNGGUH MENYAKITIKU MAS!!! DIMANA HATI KALIAN, HA? BISA-BISANYA MENGORBANKAN ORANG LAIN DEMI AMBISI KALIAN!!! MENGAPA KALIAN TIDAK MENIKAH SAJA TERUS PUNYA ANAK, KENAPA HARUS MELALUI AKU.. KENAPA!!!" teriak Dinda tak terima dan memukul-mukul dada Rio.


"Kamu ini jadi perempuan repot banget sih, tadi penasaran kenapa mas Rio menikahi mu, sekarang sudah terjawab malah kamu gak terima," ucap Sisil sinis.


"APAKAH KAMU SUDAH TIDAK MEMILIKI HATI? WANITA MANA YANG RELA JIKA DI NIKAHI HANYA UNTUK DIJADIKAN ALAT!! COBA KALAU POSISIMU MENJADI AKU, APA KAMU TERIMA?" teriak Dinda tak percaya.


"Hei.. Mana mungkin aku mau di perlakukan seperti itu, semua ini sudah kehendak Tuhan.. Terima saja nasibmu itu, masih mending mas Rio menikahi mu dan memperlakukanmu dengan baik, syukuri itu," ucap Sisil sinis.


"Kamu tidak bersalah apapun, disini memang kami yang bermasalah, sebenarnya aku dan Sisil beberapa waktu lalu berencana akan menikah namun semua itu gagal karena Sisil mengalami kecelakaan ketika menolong mamahku, dia mengalami benturan cukup keras di perutnya hingga menyebabkan rahimnya rusak, dokter menyarankan rahim Sisil harus di angkat, jadi inilah alasanku menikah denganmu, Din.. Sisil tidak bisa memiliki keturunan tapi di satu sisi aku harus tetap memiliki penerus untuk melanjutkan usaha keluargaku, jadi mau gak mau aku harus menyetujui usul Sisil untuk mencari perempuan lain agar aku tetap bisa memiliki keturunan," ucap Rio menatap Dinda tajam.


"Apa?? KALIAN INI SUNGGUH GILA!! JADI SETELAH AKU MELAHIRKAN DENGAN GAMPANGNYA KAMU AKAN MEMBUANG KU MAS? BEGITU?" tanya Dinda getir.


"Ya benar sekali.. Ternyata kamu cerdas juga," jawab Sisil.


"SAMPAI KAPAN PUN AKU TIDAK AKAN MENYERAHKAN ANAKKU KEPADA KALIAN, JANGAN HARAP AKU AKAN MENYERAH BEGITU SAJA!!!" gertak Dinda.


"Sudahlah Din terima saja semua ini, setidaknya aku tidak pernah bersikap buruk terhadapmu kan?" ucap Rio enteng.

__ADS_1


"Semua kata cinta dan sayang dari mulutmu hanyalah semu!! Aku kecewa denganmu mas, aku menyesal menikah denganmu!!!" protes Dinda.


"Ceraikan dia mas," perintah Sisil.


"Jangan gila.. Dia sedang hamil," protes Rio kesal karena terus di desak.


"Benar apa kata pacarmu itu mas, segera ceraikan aku.. biarkan aku mengurus anakku seorang diri, aku sanggup," ucap Dinda mantap.


"Gak.. Udah deh Din jangan banyak mau gitu, mana mungkin wanita hamil di gugat cerai suaminya.. Syukuri yang ada, selama ini aku selalu baik dan perhatian padamu, aku selalu memberikan yang terbaik untukmu, jadi terima saja nasibmu sebagai rahim pengganti Sisil.. Aku sebenarnya juga sudah muak sandiwara, capek," keluh Rio.


"Ini anak mas.. Anak kandungmu, bisa-bisanya kalian buat permainan!!" pekik Dinda tak terima.


"Aku tau jika yang ada di perutmu itu anak dan dia adalah anak kandungku, penerus perusahaan esok hari, makanya itu aku mohon jaga kandungan ini dengan sangat baik, sekali saja kamu lalai jangan harap aku memaafkan mu," gertak Rio menatap tajam.


"Aku masih syok dengan pengakuan dari mulut manis mu sekarang kamu sudah menggertak ku mas? kamu gila ya.. berarti acara lamaran dulu kamu memperkenalkan Sisil sebagai sepupumu itu hanya palsu? dia ternyata kekasihmu? sandiwara yang hebat.. pantas saja ketika Sisil ikut ke rumahku sama mamah Mayang kamu seolah canggung dan mengusir mereka secara halus, rupanya ini jawaban kecurigaan ku selama ini," sindir Dinda tersenyum getir.


"Iya.. makanya ketika mamah Mayang ke rumahmu aku langsung sigap ke sana karena aku gak mau mamah makin dekat denganmu, ingat Dinda.. setelah anakmu lahir serahkan langsung kepadaku dan mas Rio, setelah itu kamu akan di gugat cerai, tunggu saja," jawab Sisil dengan senyum penuh kemenangan.


"Dan aku tidak akan menyerahkan anakku apapun itu kondisinya, ingat itu mas.. Sebentar lagi dia lahir maka uruslah perceraian kita segera," gertak Dinda.


"SUSAH BANGET JADI ORANG!!! TINGGAL MENIKMATI APA YANG ADA DAN TETAPLAH LANJUTKAN SANDIWARA INI SAMPAI SELESAI, HARUSNYA KAMU BERSYUKUR KARENA SELAMA INI AKU MEMPERLAKUKAN MU DENGAN SANGAT BAIK!!! JARANG SEKALI AKU MENGECEWAKAN MU!!! SETELAH ANAK INI LAHIR MAKA SEGERA SERAHKAN PADAKU DAN JUGA SISIL," ucap Rio memperingatkan dan mereka bergegas pergi.


"Mas.. Jangan gila!!!" teriak Dinda.


"Makanya jadi cewek jangan belagu, tinggal nikmati aja apa yang diberi mas Rio.. Kamu kan besok juga masih bisa hamil lagi, jadi gak terlalu masalah lah jika anakmu diberikan ke kami, toh kamu memberikannya pada ayahnya sendiri, inget ya jangan halangi langkah kami atau nanti kau tau sendiri akibatnya!!" ancam Sisil lalu bergegas pergi.

__ADS_1


"AKU TIDAK PERNAH TAKUT AKAN ANCAMAN MU, MAU KAMU BUNUH AKU SEKALIPUN KALAU TUHAN BERKEHENDAK AKU TETAP HIDUP MAKA AKU AKAN HIDUP," ucap Dinda tak gentar.


__ADS_2