RAHIM PENGGANTI (DINDA)

RAHIM PENGGANTI (DINDA)
Pengakuan Vika


__ADS_3

Hampir sebulan ini calon suaminya tak juga luluh padanya padahal dia sudah berusaha keras menjauh dari Ryan, nomornya pun sudah diblokir setelah Vika menandatangi surat pernyataan.


Vika menyadari jika kesalahan yang dibuat sangat fatal, pantas baginya menerima hukuman seberat ini, dibiarkan Dito membuatnya tersiksa, meskipun begitu Dito tetap melanjutkan pernikahannya.


Tok.. Tok.. Tok.. Suara ketukan pintu rumah Dito.


"Non Vika, masuk non," sapa pembantu Dito bernama Yanti.


"Iya mbak, makasih," jawab Vika.


"Dito ada kan mbak?" tanya Vika memastikan.


"Sepertinya ada non, mungkin ada di kamarnya, coba kesana langsung saja," jawab Yanti.


"Gak papa nih mbak?" tanya Vika memastikan.


"Gak papa non, memang biasanya kan begitu," jawab Yanti lalu Vika naik tangga menuju kamar Dito.


Tok.. Tok.. Tok.. Suara ketukan pintu kamar Dito.


"Siapa?" tanya Dito dari dalam.


"Ini aku, Vika, boleh masuk?" jawab Vika gugup.


Hening.. Mendadak suasana menjadi sunyi, tak ada lagi jawaban dari sang pemilik kamar. Ingin langsung masuk tapi Vika ragu, Vika sadar diri jika memang disini dirinya yang bersalah.


Kebetulan ada papahnya Dito keluar dari kamar dan melihat Vika berdiri saja tanpa masuk ke kamar anaknya. "Vika.. Ngapain berdiri disitu aja?" tanya Bramantyo.

__ADS_1


"Om.. Ini om, Vika ketuk pintu kamar Dito kok gak ada sahutan, ada orangnya gak ya?" tanya Vika menyembunyikan fakta. Ia tak mau papahnya Dito tau jika hubungan mereka sedang tak baik-baik saja.


"Ada kok, mobilnya aja diluar, coba ketuk lagi," perintah Bramantyo dan Vika mengikuti. Nihil.. Tak ada sahutan sama sekali dan itu semakin membuat Dinda gugup.


"Mungkin tidur, masuk saja, kemarin dia kurang enak badan," ucap Bramantyo.


"Dito sakit?" tanya Vika kaget.


"Iya.. Om pikir kamu kesini mau jenguk dia, ternyata belum tau," jawab Bramantyo.


"Saya gak tau om, Dito soalnya gak bilang," jawab Vika menunduk malu.


"Yaudah gak papa, masuk aja sana, semoga saja setelah kamu jenguk dia langsung sembuh," goda Bramantyo, respon yang diberikan Vika hanya tersenyum kecil. Setelah mendapat persetujuan dari pemilik rumah, Vika memberanikan untuk masuk.


"Gak dikunci? Ngambek tapi kok nanggung," batin Vika geli.


"Sayang, are you okay? Katanya kamu sakit?" tanya Vika dengan lembut dan duduk di sisi ranjang.


"Ngapain sih nekat banget!" pekik Dito kesal.


"Aku butuh maaf darimu, sampai kapanpun aku gak akan pernah bosan meminta maaf," ucap Vika menatap Dito lekat.


"Jangan menatap seperti itu, tatap saja mantan kekasihmu itu dan having fun!" sindir Dito.


"Kamu sampai kapan akan begini terus?" tanya Vika.


"Gak tau dan gak akan pernah aku pikir!" jawab Dito ketus.

__ADS_1


"Aku minta maaf, aku akui memang aku salah, tak hanya salah, tapi aku juga sudah membuatmu sakit hati bahkan menghilangkan kepercayaan mu," ucap Vika tulus.


"Sadar juga," jawab Dito ketus dan tersenyum mengejek.


"Sejak kejadian itu aku menyadarinya, berulang kali aku meminta maaf tapi kamu gak juga memaafkan, jika memang kamu sekarang membenciku lebih baik jangan teruskan pernikahan kita, aku gak mau setelahnya akan terjadi keributan demi keributan, menikah bukanlah hal yang mudah," ucap Vika berlinang air mata, berat baginya mengungkapkan ini tapi lebih baik katakan sekarang ketimbang meneruskan.


"Jadi kamu ingin hubungan sekaligus pernikahan kita berakhir?" tanya Dito tak percaya jika Vika akan mengatakan itu.


"Lebih baik begitu bukan? Aku terus menerus meminta maaf tapi kamu gak ada respon sama sekali, aku sampai kehabisan cara bagaimana agar kamu memaafkan aku, salahku memang fatal dan sekarang aku berniat memperbaikinya, apa aku gak pantas dimaafkan? Aku juga tau dosaku sangat besar bahkan untuk diampuni oleh Tuhan pun rasanya sulit, makanya aku sadar jika kamu bersikap demikian, aku sudah merusak kepercayaan mu dan aku sudah membuat hatimu sakit, maka dari itu maafkan aku jika selama ini aku hanya bisa merepotkan mu, aku gak mau dengan kamu terpaksa meneruskan pernikahan ini nantinya akan berdampak gak baik buat kita kedepannya" jawab Vika menangis sesengukan. Hati Vika juga sakit harus mengatakan ini, ia sangat ingin menikmati hari tua dan hidup bersama dengan Dito.


"Aku belum bisa menerima kesalahanmu itu bahkan terkadang melihatmu, secara refleks ingatanku memutar adegan dimana kamu dan mantan kamu bersetubuh!" ucap Dito geram.


"Aku tahu.. Sampai kapan pun gak akan bisa kamu melupakan itu," jawab Vika sadar diri.


"Kamu tau aku berselingkuh dengan Ryan saja sudah membuatmu murka, bagaimana jadinya kalau kamu tau keburukan ku yang lain, mungkin kamu akan yakin meninggalkan aku," ucap Vika.


"Apa keburukan mu yang lain? Apakah tentang selingkuh juga?" tanya Dito penasaran.


"Entah nantinya kita jadi menikah atau tidak, aku siap menerima semua keputusan itu dengan lapang dada, aku sangat buruk, gak berhak aku mendapatkan kamu yang hidupnya nyaris sempurna, dulu aku sempat menghilang selama 5 tahun bahkan tante ku saja gak bisa tau dimana keberadaan ku," jawab Vika pesimis menceritakan masa lalunya yang seorang narapidana.


"Memang kamu dimana? Diculik? Dibawa diluar negeri?" tanya Dito semakin penasaran.


"Aku.. Dulunya aku sempat menginginkan seorang pria yang pernah singgah didalam hidupku, pria itu adalah cinta pertama ku dan pernah aku berharap bisa hidup bersamanya, bahagia bersamanya, namun kami terpaksa kandas ditengah jalan dan hilang kontak bertahun-tahun lamanya, hingga pada suatu hari kami tak sengaja bertemu, kami sepakat saling tukar kontak, aku pikir dia masih single, jadi aku berikan nomorku padanya, hingga ada di suatu titik dimana aku dihubungi olehnya bukan untuk bertemu ataupun menanyakan kabar, melainkan untuk dimintain tolong perihal audit, aku bersedia karena aku pikir disana bakalan bisa berjumpa dengannya, namun aku salah besar, ternyata aku menolong gebetan dia dan sekarang ini menjadi istrinya, aku gak bisa menerima ini, waktu itu aku terlalu labil sehingga aku menghalalkan segala cara agar rumah tangga mereka berantakan, berulang aku aku mencoba menjebak bahkan meneror mereka namun selalu saja ketahuan hingga akhirnya berimbas ke ranah hukum, dengan bukti yang sudah mereka kumpulkan, aku terbukti bersalah dan ya.. Aku di penjara selama 5 tahun, aku.. Perempuan yang sempat kamu cintai bahkan akan kamu jadikan istri ini adalah seorang mantan narapidana, bukan karena kasus kekerasan, menghabisi nyawa orang atau memakai obat terlarang, aku berada dalam penjara dengan waktu yang cukup lama akibat asmara," ucap Vika terbata-bata bahkan suaranya nyaris hilang karena serak.


Dito yang mendengar kejujuran dari Vika semakin dibuat tak percaya, orang yang ia sayangi pernah menjadi narapidana? Dito gak bisa membayangkan jika orang tuanya kelak tau ini apakah bisa termaafkan, bisa saja kedua orang tua Dito nantinya menjadi benci pada Vika.


"Kamu terlalu mengejutkan buatku, Vika.. Fakta-fakta darimu sungguh membuatku pusing, luka di hati belum sembuh sudah kau buat luka baru lagi," batin Dito yang diam seribu bahasa ketika tahu kenyataan sebenarnya.

__ADS_1


__ADS_2