RAHIM PENGGANTI (DINDA)

RAHIM PENGGANTI (DINDA)
Cari Kebahagiaanmu Sil


__ADS_3

Tinggal di rumah suaminya membuat Sisil tak bisa bergerak bebas apalagi sekarang suaminya sedikit berlebihan padanya, mau apapun harus dalam pantauan suaminya. Rumah yang dulu menjadi rumah idaman dan tempat ternyaman bagi Sisil namun sekarang ini malah seperti neraka, tak ada kesan nyaman dan tenang lagi.


Apalagi sekarang ini Sisil sudah tak peduli dengan suaminya, mau berbuat apa sekarang Sisil sudah tak mau tahu. Perasaan Sisil pada Rio sekarang sudah hilang, dulu memang Sisil sangat mencintai Rio dan berjuang keras untuk mempertahankannya namun nyatanya sekarang ini Sisil berbeda. Perasaannya tak lagi sama.


Merasa ada perubahan yang besar pada Sisil membuat Rio harus membicarakan ini secara serius. Di kamar yang kedap suara Rio dan Sisil membahas urusan hati.


"Sil.. Aku ingin kamu jujur," ucap Rio.


"Perihal apa?" tanya Sisil.


"Masihkah ada rasa untukku? Apakah masih hanya aku yang ada di hatimu?" tanya Rio.


"Kenapa tiba-tiba tanya begitu?" tanya Sisil heran.


"Tak apa.. Aku ingin kamu jujur," jawab Rio.


"Kalau boleh jujur, sekarang perasaanku terhadapmu sudah sirna, apalagi semenjak aku pergi dari sini tanpa kamu tanya kabar dan nafkah," ucap Sisil menyambar hati Rio. Ia kaget mendengar kejujuran istrinya, apakah sekarang sudah tak ada rasa lagi meskipun hanya setitik?


"Hanya karena itu?" tanya Rio tak percaya.


"Banyak.. Namun rasanya percuma juga dibahas, kamu juga pasti lupa," jawab Sisil malas.


"Lupa? Kok bisa?" tanya Rio.


"Ya lupa, apa kamu ingat ketika dulu masih mengejar Dinda? Kamu terlalu merendahkan aku mas dan kamu terang-terangan bilang menyesal sudah menikah denganku, apa kamu pikir hatiku gak sakit akan sikapmu itu? Berulang kali aku jujur jika hatiku sakit akan semua sikapmu namun kamu seolah acuh mas, acuh," pekik Sisil berurai air mata.


"Tapi kenapa kamu membalasnya sekarang?" tanya Rio.

__ADS_1


"Membalas bagaimana mas? Aku gak pernah membalas rasa sakitku," tanya Sisil heran.


"Membalas dengan berhubungan dengan Ronald," jawab Rio ketus.


"Tidak.. Aku gak bermaksud membalas lewat Ronald, memang kebetulan dia menyukaiku jadi semakin lama rasa ini semakin nyaman padanya, sekarang aku lebih memilih dicintai mas daripada mencintai, karena kalau kita dicintai sudah pasti orang itu tidak akan tega menyakiti," ucap Sisil.


"Berarti kamu menyesal pernah mencintaiku?" tanya Rio dengan hati perih.


"Bukan menyesal lebih tepatnya sudah lewat masanya," jawaban Sisil semakin membuat hati suaminya sakit.


"Baiklah.. Jika kamu sudah jujur dan mengatakan bahwa telah nyaman dengan seseorang, aku lega mendengarnya, maafkan aku jika selama ini terlalu mengekang mu," ucap Rio sedih.


"Tak apa mas, sudah hal biasa untukku," jawab Sisil.


"Nanti malam tolong pertemukan suamimu ini dengan Ronald, di sebuah kafe atau resto yang ada ruang privatnya," pinta Rio.


"For what?" tanya Sisil kaget.


Lalu Sisil segera menghubungi Ronald untuk membahas pertemuan mereka nanti malam, untungnya Ronald tau kafe yang memiliki ruang privat, tak butuh waktu lama, Ronald akhirnya me reservasi tempat itu.


Malam hari pun tiba, baik Sisil maupun Rio kompak keluar bersama dengan busana bernuansa hitam. Orang tua Rio yang melihatnya sampai bingung, mau kemana mereka dandan rapi seperti itu?


Tiba di kafe yang dimaksud, Ronald sudah terlebih dahulu datang dan menyambut mereka berdua dengan senyum hangat dan ramah.


"Selamat malam Sisil dan suami," sapa Ronald.


"Malam Nal," jawab Sisil senyum ramah namun tidak bagi Rio, ia memilih diam dan membuang muka.

__ADS_1


"Kata Sisil tadi via ponsel, anda ingin berjumpa dengan saya? Ada apa pak Rio?" tanya Ronald.


"Betul.. Tadi pagi antara aku dengan Sisil sudah saling jujur satu sama lain tentang perasaan kami yang sebenarnya dan ternyata Sisil sudah tak lagi mencintaiku, sekarang ini yang ada dihatinya adalah anda, pak Ronald," ucap Rio berusaha tegar.


"Apa benar itu Sil?" tanya Ronald kaget sekaligus senang dan Sisil mengangguk mengiyakan.


"Jadi tujuan anda mengajak saya bertemu?" tanya Ronald masih tak mengerti.


"Seperti yang anda tau, istri saya sudah tak lagi mencintaiku bahkan selama ini dia tersiksa menikah denganku, maka dari itu saya ingin memberikannya kebebasan untuk memilih pria yang ia cintai dan bisa membuatnya nyaman, kebetulan orang itu adalah anda pak Ronald, jadi saya mohon untuk jaga Sisil dengan baik dan sayangi dia, jangan lukai hatinya pak, jangan buat dia sedih," pinta Ronald dengan suara serak.


"Apa maksud anda berbicara seperti itu pak Rio? Sisil ini istri anda," tanya Ronald tak enak hati namun jauh di lubuk hatinya dia merasa senang karena perasaannya terbalaskan.


"Memang.. Sampai saat ini Sisil masih istri saya," ucap Rio terbata.


"Sil.. Sekarang ini kamu sudah menemukan pria yang menurutmu bisa membuatmu senang dan nyaman, dan kini aku sudah membiarkanmu untuk bertemu dengannya apalagi aku sendiri yang mengantarmu bertemu dengan Ronald, aku sendiri juga yang menyerahkan kamu untuknya, semoga dengan ini kehidupanmu jauh lebih bahagia dan tak ada lagi drama air mata," ucap Rio membuat Sisil sedih.


Memang keputusan untuk tak lagi mencintai Rio sudah ada sejak lama, baru kali ini Sisil berani mengutarakan nya. Seharusnya ia merasa senang karena akan terbebas dari Rio, namun kenapa hatinya sedih? Sisil merasa dirinya egois karena menginginkan dua pria dalam hidupnya.


"Mas.. Maafkan aku jika kejujuran ku ini menyakiti hatimu," ucap Sisil berlinang air mata.


"Tak apa, kejujuran memang terkadang pahit dirasakan tapi itu lebih baik ketimbang kebohongan namun sifatnya manis," ucap Rio tersenyum getir.


"Sisil.. Didepan pria yang sudah membuatmu nyaman, mulai hari ini dan detik ini saya jatuhkan talak padamu, semoga dengan ini kamu tidak merasa terbebani akan status suami istri kita ketika nanti kalian berjalan berudaan, urusan perceraian biarkan saya yang mengurusnya," ucap Rio dengan sadar dan lantang meskipun begitu hatinya bergetar hebat, ingin rasanya ia ambruk dan menangis sejadinya namun ia harus kuat, jangan sampai Sisil tau jika dia sakit hati dan rapuh.


"Mas.." ucap Sisil menangis histeris, dirinya tak menyangka pertemuan dengan Ronald adalah untuk menjadikannya seorang janda, apalagi kostum yang diminta suaminya eh tepatnya mantan suami, kostum hitam yang melambangkan sebuah duka dan lara, pasti itu yang sedang dirasakan Rio. Jadi maksud semuanya adalah ini.


Setelah mengucap kata talak, Rio pergi dari hadapan kedua sejoli itu sambil tetap tersenyum.

__ADS_1


Tak menunggu lama, keesokan harinya Rio langsung mengurus surat cerai untuk kedua kalinya, rumah tangga yang tak bisa ia jaga dengan baik. Kebetulan proses cerai mereka berlangsung cepat karena kedua pihak sepakat berpisah apalagi pihak suami yang menggugat, jadi semua menjadi lebih mudah.


Sebulan setelah itu akta cerai mereka jadi, kini Sisil sah menjadi janda dan begitu juga dengan Rio yang menyandang duda untuk kedua kalinya. Rio berharap dengan pengorbanan ini akan membuat dampak besar bagi kehidupan Sisil selanjutnya, yaitu kebahagiaan.


__ADS_2