RAHIM PENGGANTI (DINDA)

RAHIM PENGGANTI (DINDA)
Flashback- Honeymoon Sisil Dan Rio


__ADS_3

Setelah sukses melaksanakan acara pernikahan dengan mewah dan banyak mengundang decak kagum tamu undangan kini kebahagiaan mereka berlanjut ke honeymoon, mereka merencanakan honeymoon ke Bali selama seminggu. Sebenarnya Sisil ingin honeymoon ke Amerika dan Eropa namun pekerjaan Rio tidak bisa di tunda terlalu lama jadi Sisil menerima secara paksa honeymoon di Bali.


"Mas.. Kita honeymoon ke Amerika ya terus lanjut ke Eropa," rengek Sisil manja.


"Maaf sayang sepertinya gak bisa, pekerjaan di kantor sedang banyak jadi kalau di tunda malah makin menumpuk, papah kondisinya sedang kurang enak badan jadinya gak bisa handel," ucap Rio memberi pengertian.


"Yah.. Terus kita honeymoon kemana mas?" tanya Sisil cemberut.


"Ke Bali saja ya, di sana kan banyak tempat bagus," ajak Rio.


"Yah masak ke Bali mas? Itu terlalu dekat, kita mau honeymoon loh," rengek Sisil.


"Untuk sementara di sana dulu ya, next time kita trip keliling dunia," rayu Rio.


"Beneran ya mas?" tanya Sisil berbinar.


"Iya sayang, apa sih yang gak buat kamu," jawab Rio sambil mencium pipi Sisil.


"Oke mas.. Aku mau ke Bali, kita berangkat kapan?" tanya Sisil tak sabar.


"Besok ya.. Setelah ini aku mau meminta tolong sekretaris ku mengurus semuanya," jawab Rio dengan pasti.


"Baik mas.. Makasih ya mas," ucap Sisil lalu mencium bibir Rio sekilas.


"Lanjut di kamar aja yuk," bisik Rio dengan tersenyum nakal.


"Ih mas Rio nakal.. Ini masih pagi," jawab Sisil tersipu malu.


"Tapi kamu suka kan? Ayok.." ajak Rio lalu, membopong Sisil ke kamar.


Keduanya bermadu kasih dengan sangat bergairah dan panas, baik Rio maupun Sisil keduanya pandai memuaskan.. Tak khayal Rio begitu menyukai Sisil.


Kedua orang tua Rio yang melihat anaknya semakin tak bisa di atur hanya bisa menghela nafas, ia menjadi sedih dengan anaknya yang sekarang.. Mereka sudah tidak mengenali lagi anak semata wayangnya itu.


"Lihatlah pah, bisa-bisanya masih pagi begini Rio sudah main gila dengan Sisil," ucap Mayang kesal.


"Biarkan saja mah namanya juga pengantin baru," jawab Suganda cuek.


"Pengantin baru bagi Sisil, untuk Rio ya bukan dong pah," bantah Mayang.

__ADS_1


"Ya intinya mereka kan baru menikah kemarin jadi sekarang masih panas-panasnya," ucap Suganda.


"Mau sepanas apapun percuma saja pah, Sisil tidak bisa memiliki keturunan," sindir Mayang.


"Nah itu minusnya mah, mau mereka sehebat apapun saling bermadu kasih tetap saja tidak akan ada benih di rahim Sisil, udahlah mah jangan memikirkan Rio.. Biarkan dia berbuat semaunya nanti ada masa dimana dia menyesali semua ini," ucap Suganda jengah dan Mayang memilih diam saja.


"Benar kata papah, semoga saja besok Rio merasakan penyesalan yang luar biasa karena sudah meninggalkan Dinda yang jelas-jelas perempuan sempurna," batin Mayang.


Keesokan paginya Sisil dan Rio sudah bersiap untuk honeymoon ke Bali. Tak lupa ia meminta izin dengan orang tuanya.


"Pagi mah pagi pah..." sapa Rio sumringah.


"Selamat pagi mamah dan papah," sapa Sisil tak kalah sumringah.


"Pagi.." jawab keduanya terheran dan saling melirik satu sama lain.


"Tumben sekali mereka sangat hangat? Pasti ada hal yang ingin di katakan," batin Mayang melihat Sisil dan Rio bergantian.


"Yasudah berhubung semuanya sudah di sini, mari sarapan, papah sudah lapar," ajak Suganda lalu mereka sarapan bersama.


Setelah selesai sarapan kini Rio meminta izin kepada orang tuanya.


"Ada apa?" tanya Suganda penasaran.


"Rio dan Sisil hari ini akan honeymoon ke Bali selama seminggu, kan mamah dan papah tau sendiri kalau Rio dan Sisil pengantin baru," ucap Rio dengan tenang.


"Cih.. Pengantin baru untuk Sisil, tidak denganmu, lagian untuk apa honeymoon segala toh selama pacaran kalian sering liburan," sindir Mayang tak suka.


"Mah ini kan beda, sekarang statusnya Rio dan Sisil sudah suami istri," ucap Rio tak mau kalah.


"Harusnya setelah menikah baru liburan," sindir Mayang ketus.


"Mamah.." pekik Rio kesal.


"Terserah kalian saja papah gak bisa menuntut banyak, yang terpenting cepatlah pulang, ingat Rio di kantor pekerjaan sedang banyak-banyaknya," tegur Suganda tak mau ambil pusing.


"Iya pah Rio ingat kok makanya hanya ambil seminggu saja di Bali," ucap Rio paham.


"Baguslah kalau begitu," jawab Suganda lega.

__ADS_1


"Kalau begitu kami berangkat dulu ya mah, pah," Pamit Rio.


"Sepagi ini?" tanya Mayang kaget.


"Iya mah soalnya sekretaris mas Rio memerankan tiket jam 8.45 jadi ya mau gak mau Sisil dan mas Rio berangkat sekarang, takut di jalan macet," ucap Sisil.


"Yasudah.." jawab Mayang pasrah, ia sudah malas menegur apalagi menasehati putra semata wayangnya itu, sekarang Rio sudah sepenuhnya di kendalikan oleh Sisil.


"Kami pamit dulu Mah.. Pah.. Nanti kalau sudah tiba di Bali akan kami kabari segera," pamit Sisil mencium tangan kedua mertuanya.


"Iya... Hati-hati ya," jawab Suganda.


Lalu kedua orang tua Rio hanya mengantarkan anaknya sampai teras rumah saja karena setelah itu supir pribadi Rio yang mengantarkan ke bandara.


***


Tiba juga pasangan sejoli yang sedang di mabuk asmara di pulau dewata-Bali, pulau yang sudah di akui oleh turis dunia bahwa Bali adalah surga.


"Mas.. Ini indah sekali, kamu memang the best," ucap Sisil sangat girang.


"Iya dong kita kan honeymoon jadi semuanya harus spesial," ucap Rio senang.


"Habis ini kita ke pantai yuk mas, aku pengen banget lihat sunset," rengek Sisil manja.


"Boleh.. Asalkan kita di sana dulu untuk saling memuaskan," goda Rio menunjuk kasur empuk di hotel tempatnya menginap.


"Ish mas Rio mulai deh, kita ini baru aja sampai," ucap Sisil manja.


"Makanya itu kan masih seger-segernya nanti kalau udah jalan-jalan malah capek duluan," goda Rio memeluk Sisil dari belakang.


"Nanti pas pulang jalan-jalan malah minta lagi gimana?" tanya Sisil.


"Ya gak papa dong kan sekarang kamu sudah milikku sepenuhnya, lagian di sini gak bakal ada yang menganggu" goda Rio sudah tidak tahan.


"Hmm yasudah ayok," jawab Sisil lalu Rio sangat semangat dan membopong istrinya ke kasur dan mereka saling memuaskan dengan sangat panas.


Sisil sudah seperti candu bagi Rio, karena jika berada di dekat istrinya Rio langsung terngiang oleh sensasi yang di berikan oleh Sisil.


Setelah puas urusan ranjang kini mereka mandi dan melanjutkan permintaan Sisil untuk ke pantai.. Di sana mereka berjemur dan menikmati sepoi-sepoi angin yang menyegarkan badan.. Sisil sangat bahagia bisa menjadi istri Rio karena apapun keinginannya kini akan terpenuhi dengan sekejap mata.

__ADS_1


Honeymoon mereka di isi oleh jalan-jalan ke berbagai tempat impian Sisil lalu berbelanja tak mengenal harga dan jumlahnya.. Semua itu Rio lakukan demi kesenangan sangat istri, ya meskipun hanya seminggu di Bali tapi pengeluaran yang Rio bayarkan sungguh fantastis.


__ADS_2