
Mendengar ada kegaduhan di ruang pasien khusus narapidana, pihak polisi dan perawat mendatangi kamar Sisil untuk memastikan.
"Selamat siang.." sapa pak polisi ramah.
"Selamat siang pak," jawab mamah Sisil menyeka air matanya.
"Maaf karena sudah menganggu waktunya, saya mau tanya ada hubungan apa antara ibu dengan saudari Sisil?" tanya pak polisi memastikan.
"Saya mamahnya Sisil pak, saya baru di beri kabar oleh menantu saya bahwa Sisil masuk rumah sakit dan menantu saya juga baru memberitahu bahwa anak saya menjadi tahanan," ucap mamah Sisil sedih.
"Oh begitu.. Boleh saja ibu menjenguk saudari Sisil namun jangan lagi membuat kegaduhan ya bu karena pasien di kamar ini tidak hanya anak ibu saja jadi hargai ketenangan dan kenyamanan pasien," tegur pak polisi.
"Iya pak, maafkan saya habisnya saya sangat terkejut pak, ini di luar dugaan saya," ucap mamah Sisil berlinang air mata.
"Baiklah.. Kalau begitu saya permisi dulu," ucap pak polisi.
Setelah memastikan polisi dan perawat pergi, kini mamah Sisil merasa lebih leluasa untuk menanyakan banyak hal pada anaknya.
"Sil.. Sisil.. Bangunlah, jangan seperti ini" bujuk mamah Sisil menangis terisak.
"Mamah tau kalau kamu bisa mendengarkan mamah namun mamah sedih karena tidak bisa melihat respon mu," ucap mamah Sisil sedih.
Lalu mamah Sisil menghubungi besannya guna mengklarifikasi semua ini.
"Halo besan?" ucap mamah Sisil ramah.
"Oh iya Halo besan, apa kabar? Sudah lama kita tidak berkomunikasi," jawab Mayang.
__ADS_1
"Kabar saya kurang baik besan makanya itu saya menghubungi anda untuk menanyakan ini," ucap mamah Sisil sedih.
"Mau menanyakan apa?" tanya Mayang penasaran.
"Mengenai Sisil, mengapa ketika Sisil masuk penjara tidak ada yang memberitahu saya padahal saya ini keluarganya Sisil bahkan saya adalah orang tuanya, mengapa anda diam saja besan?" tanya mamah Sisil geram.
"Saya tidak pernah berniat menyembunyikan ini, maafkan saya memang saya mengakui salah karena sudah ikut membantu menutupi masalah yang menimpa anak anda, jujur saja saya pun juga tidak menyangka Sisil bisa melakukan tindakan kriminal seperti ini, ketika di tangkap Sisil sendiri yang meminta jangan memberitahu kabar ini pada kalian," ucap Mayang sungkan.
"Mau Sisil menolaknya harusnya anda jangan mau saja mengikut permintaan Sisil, saya sangat kecewa karena saya merasa tidak dianggap orang tua dan sebagai besan lagi, saya merasa kalau saya bukan siapa-siapa yang tidak penting untuk diberitahu berita Sisil masuk penjara," sindir mamah Sisil.
"Bukan begitu maksud saya, Sisil sendiri sampai memohon dan Rio pun juga meminta untuk merahasiakan ini, sekali lagi maafkan saya," ucap Mayang tak enak hati.
"Kalau posisi Sisil tidak masuk rumah sakit apakah mungkin saya di kabari?" tanya mamah Sisil sedih.
"Sisil masuk rumah sakit? Sisil kenapa?" tanya Mayang terkejut.
"Sisil dilarikan ke rumah sakit karena bertengkar dengan sesama narapidana" ucap mamah Sisil sedih.
"Saya kira anda sudah mengetahui ini dan tetap diam" sindir mamah Sisil.
"Mana mungkin saya seperti itu, bagaimana keadaan Sisil dan dia dirawat dimana?" tanya Mayang khawatir.
"Sisil berada di rumah sakit kepolisian dan berada di ruangan khusus narapidana," ucap mamah Sisil ketus.
"Baiklah saya akan segera ke sana," ucap Mayang bergegas siap-siap.
25 menit kemudian Mayang sudah tiba di rumah sakit diantar oleh supir pribadinya.
__ADS_1
"Selamat sore besan, maafkan saya karena saya beneran tidak tahu Sisil berada disini," ucap Mayang tak enak hati sambil menyerahkan parcel buah.
"Kalau anak saya tidak sampai masuk rumah sakit mungkin tidak akan pernah saya mengetahui kalau Sisil masuk penjara," sindir mamah Sisil masih kesal.
"Maafkan kami... Dan ini, beneran ini Sisil?" tanya Mayang heran.
"Iya ini anak saya, anda pasti terkejut kan? Apalagi dengan saya, awalnya saya mengira kalau Rio sedang menjaga perempuan lain.. Rio bersikukuh mengatakan bahwa dia adalah Sisil sampai akhirnya saya mendekatkan diri ke Sisil dan membaca data nama pasien," ucap mamah Sisil sangat sedih.
"Bu.. Bukan begitu maksud saya, dari jauh saya sudah tau kalau dia itu Sisil, yang membuat saya terkejut justru di luka yang ada di sekujur tubuhnya.. Siapa saja yang sudah mengeroyok Sisil?" ucap Mayang mengalihkan obrolan, ia merasa tak enak hati karena keceplosan meragukan diri Sisil sekarang.
"Ini yang masih membuat saya penasaran, luka yang dialami anak saya cukup serius bahkan anak saya sampai koma, saya gak bisa membayangkan bagaimana anak saya menahan sakit ketika di keroyok, hiks.. hiks.." ucap mamah Sisil menangis terisak.
"Saya pun juga membayangkan bagaimana Sisil bertahan di tengah rasa sakit yang di rasakan, semoga saja Sisil segera siuman dan sehat," harap Mayang.
"Saya sudah meminta Rio untuk memindahkan Sisil ke ruang VIP agar anak saya mendapatkan perawatan maksimal, namun Rio enggan melakukannya," ucap mamah Sisil kesal.
"Memang tidak bisa asal memindahkan pasien yang notabene narapidana, harus ada izin dan pertimbangan dari pihak kepolisian," ucap Mayang berusaha sabar.
"Ya harusnya Rio menanyakan pada polisi dong besan, bukan hanya pasrah dan malah, pergi mengurus meeting... anak saya kan juga penting, dia masih istri sahnya," protes mamah Sisil.
"Kalau anak saya ada waktu pastinya sudah menanyakan itu, sayangnya memang anak saya sedang sibuk-sibuknya mengendalikan perusahaan agar stabil kembali, jadi jangan selalu menyalahkan anak saya.. Mengapa tidak anda saja yang menanyakan pada kepolisian? Tuh mereka ada di depan pintu," ucap Mayang penuh penekanan.
"Kan Rio punya asisten pribadi, jadi bisa saja dong Rio menyuruh dia dulu untuk handle perusahaan, memang alasannya saja dia udah gak peduli lagi dengan Sisil," sindir mamahnya.
"Besan.. Maaf sekali kalau nantinya perkataan saya menyinggung anda, namun perlu anda garis bawahi bahwa Sisil penyebab perusahaan hampir saja gulung tikar, tidak hanya itu saja ia juga mengambil setengah uang perusahaan, ingat besan..setengah, itu bukan nominal yang sedikit, untuk apa Sisil menghabiskan uang sebanyak itu? Sekarang dia sedang mendapatkan karmanya malah anda tidak terima dan lagi-lagi menyalahkan anak saya.. Setidaknya anak saya masih berbaik hati tidak memperkarakan Sisil ke jalur hukum, coba kalau kami menuntut ganti rugi, kalian mau ganti pakai apa? " ucap Mayang penuh penekanan dan serius.
"Saya yakin Sisil melakukan semua ini pasti ada alasannya, jangan hanya menyalahkan anak saya saja, kenapa anda tidak bertanya juga pada Rio?" sindir mamah Sisil.
__ADS_1
"Saya sudah menanyakan semuanya pada Rio bahkan sampai melihat bukti kebusukan Sisil, harus saya tanyakan kemana lagi?" tanya Mayang menyindir.
"Ah sial.. Kalau aku jawab terus malah nanti merugikan posisi Sisil dan nantinya setelah Sisil siuman malah di depak dari keluarga Suganda.. Gak..Sisil harus tetap hidup enak," batin mamah Sisil.